Indonesia Website Awards
Showing posts with label Modul 1. Show all posts
Showing posts with label Modul 1. Show all posts

Sunday, December 20, 2020

Materi Modul 1 KB 4 - Mizan Sharfi dan Bina Al-Kalimah

MTs ArabicArtikel ini adalah lanjutan dari materi modul 1 PPG Bahasa Arab, berikut ringkasan materinya.

Mizan Sharfi (الميزان الصرفي) atau wazn sharfi (الوزن الصرفي) adalah alat timbang atau acuan untuk menentukan sebuah bangunan/konstruksi kalimah (kata). Mizan Sharfi dilambangkan dengan tiga harf : ف, ع, dan ل yang membentuk wazan فَعَلَ (fa-'a-la); artinya berbuat. Suatu kalimah terdiri atas huruf-huruf asli/akar (الحروف الأصلية) yang menjadi unsur pembentuknya. Mayoritas kalimah bahasa Arab memiliki 3 (tiga) huruf asli/konsonan dasar yang dapat diperbandingkan dengan wazan فَعَلَ (fa-'a-la) tersebut.

Bina al-Kalimah (بناء الكلمة) adalah bentuk dasar konstruksi kalimah (bangunan kata).  Bentuk dasar konstruksi kalimah berkaitan erat dengan harf 'illat (semi vokal), yaitu: alif (ا) wawu (و), dan ya (ي) yang menjadi unsur pembentuknya. bina al-kalimah secara umum dibagi menjadi 2 (dua): bina shahîh (البناء الصحيح) yaitu konstruksi yang tidak memiliki harf 'illat; dan bina mu'tal (البناء المعتل) yaitu konstruksi yang memiliki harf 'illat. Kalimah fiil jika ditinjau dari ada atau tidaknya huruf 'illat di dalam konstruksinya dibagi dua, yaitu: fiil shahîh (الفعل الصحيح) dan fiil mu'tal (الفعل المعتل)

Bina Shahih (البناء الصحيح) secara umum dibagi menjadi tiga, yaitu: bina' salim (السالم), bina mahmuz (المهموز), dan bina mudha'af (المضاعف). Sedangkan bina mu'tal (البناء المعتل), dibagi menjadi lima, yaitu : bina mitsal (المثال), bina ajwaf (الأجوف), bina naqish (الناقص), bina lafif mafruq (اللفيف المفروق), dan bina lafif maqrun (اللفيف المقرون).

Bina shahîh sâlim (الصحيح السالم) ialah konstruksi kalimah yang tiga huruf aslinya (akar) shahîh atau tidak cacat salah satunya, tidak ada hamzah, dan tidak sejenis huruf kedua (ain fiil dan ketiganya (lâm fiil)

Bina shahîh mahmûz (الصحيح المهموز) ialah konstruksi kalimah yang salah satu dari tiga huruf aslinya (akar) berupa hamzah, tidak sejenis huruf kedua dan ketiganya, dan tidak ada huruf 'illat di dalamnya.

Bina shahîh mudha'af (الصحيح المضاعف) ialah konstruksi kalimah yang sejenis huruf kedua (ain fiil) dan ketiganya (lâm fiil), serta tidak ada hamzah dan huruf 'illat di dalamnya.

Bina mu'tal (البناء المعتل) secara umum dibagi dua, yaitu yang huruf 'illat-nya satu dan yang huruf 'illat-nya dua. Yang huruf 'illatnya satu, yaitu: bina mitsâl (المثال) bina ajwaf (الأجوف) dan bina nâqish (الناقص) Sedangkan, yang huruf 'illat-nya dua, yaitu: bina lafîf mafrûq (اللفيف المفروق) dan bina lafîf maqrûn (اللفيف المقرون)

Bina mitsâl (المثال) ialah konstruksi kalimah yang huruf pertama (fâ fiil) dari tiga huruf aslinya berupa huruf 'illat, disebut juga mu'tal al-fâ (معتل الفاء). Bina ajwaf (معتل الأجوف) ialah konstruksi kalimah yang huruf kedua (ain fiil) dari tiga huruf aslinya berupa huruf 'illat, disebut juga mu'tal al-ain (معتل العين). Bina nâqish (الناقص) ialah konstruksi kalimah yang huruf ketiga (lâm fiil) dari tiga huruf aslinya berupa huruf 'illat, disebut juga mu'tal al-lâm (معتل اللام).

Bina lafîf mafrûq (اللفيف المفروق) ialah konstruksi kalimah yang huruf pertama (fâ fiil) dan huruf ketiga (lâm fiil) berupa huruf 'illat. Bina lafîf maqrûn (اللفيف المقرون) ialah konstruksi kalimah yang huruf kedua (ain fiil) dan huruf ketiga (lâm fiil) berupa huruf 'illat.

Untuk isi modul lengkapnya, silahkan download disini :

Materi Modul 1 KB 4 - Mizan Sharfi dan Bina Al-Kalimah Download
Update !!! Download
Demikian artikel yang berisi tentang rangkuman tentang Mizan Sharfi dan Bina Al-Kalimah.

Semoga bermanfaat.

Materi Modul 1 KB 3 - Klasifikasi Kata Isim dan Kata Fi'il

MTs Arabic - Artikel ini adalah lanjutan dari materi modul 1 ppg bahasa arab, berikut ringkasan materinya.

  • Kalimah Isim ditinjau dari jenisnya dibagi menjadi dua, yaitu : mudzakkar (المذكر) dan muannats (المؤنث).
  • Kalimah Isim ditinjau dari arti umum dan khusus, dibagi menjadi dua, yaitu : nakirah (المكرة) dan ma'rifat (المعرفة)
  • Kalimah Isim ditinjau dari bilangan artinya dibagi menjadi tiga, yaitu : mufrad (المفرد), mutsanna (المثنى), jama' (الجمع)
  • Kalimah Isim ditinjau dari bentuk akhirnya, dibagi menjadi dua, yaitu : shahih al-akhir (صحيح الآخير) dan ghair shahih al-akhir (غير صحيح الآخير)
  • Isim ghair shahih al-akhir dibagi menjadi tiga, yaitu : isim maqshur (اسم  المقصور), isim manqush (اسم المنقوص), dan isim mamdud (اسم الممدود)
  • Kalimah Fi'il ditinjau dari huruf shahih dan huruf 'illat yang menjadi konstuksinya dibagi menjadi dua, yaitu : fi'il shahih (الفعل الصحيح) dan fi'il mu'tal (الفعل المعتل). Fi'il shahih dibagi menjadi tiga, yaitu : salim (سالم), mahmuz (مهموز), dan mudha'af (مضاعف); sedangkan fi'il mu'tal dibagi menjadi lima, yaitu : mitsal (مثال), ajwaf (أجوف), naqish (ناقص), lafif mafruq (لفيف مفروق), dan lafif maqrun (لفيف مقرون)
  • Kalimah Fi'il ditinjau dari jumlah huruf dalam konstruksinya dibagi menjadi dua, yaitu : fi'il mujarrad (الفعل المجرد) dan fi'il mazid (الفعل المزيد). Fi'il mujarrad dibagi menjadi dua, yaitu : fi'il tsulatsi mujarrad (الفعل الثلاثي المجرد) dan fi'il ruba'i mujarrad (الفعل الرباعي المجرد)
  • Fi'il mazid (الفعل المزيد) dibagi menjadi dua, yaitu : fi'il tsulatsi mazid (الفعل الثلاثي المزيد) dan fi'il ruba'i mazid (الفعل الرباعي المزيد). Fi'il tsulatsi mazid dibagi tiga, yaitu : yang ditambah satu huruf (الثلاثي المزيد بحرف), dua huruf (الثلاثي المزيد بحرفين), dan tiga huruf (الثلاثي المزيد بثلاثة أحرف). Sedangkan  fi'il ruba'i mazid dibagi menjadi dua, yaitu fi'il ruba'i yang ditambah satu huruf (الرباعي المزيد بحرف) dan dua huruf (الرباعي المزيد بحرفين)
  • Kalimah Fi'il ditinjau dari segi waktu yang menyertai situasinya dibagi menjadi tiga jenis, yaitu : fi'il madhi (الفعل الماضي), fi'il mudhari' (الفعل المضارع), dan fi'il amr (الفعل الأمر). Jenis fi'il madhi memiliki 14 bentuk sesuai dengan dhamir yang menyertai situasinya. Jenis fi'il mudhari' juga memiliki 14 bentuk sesuai dengan dhamir yang menyertai situasinya. Sedangkan jenis fi'il amr memiliki 6 bentuk sesuai dengan dhamir yang menyertai situasinya.
  • Kalimah Fi'il ditinjau dari kebutuhannya pada objek ( maf'ul bih ) dibagi menjadi dua, yaitu : fi'il lazim (الفعل اللازم) dan fi'il muta'addi (الفعل المتعدي). Fi'il lazim ialah fi'il yang membutuhkan maf'ul bih (objek). Sedangkan fi'il muta'addi ialah fi'il yang membutuhkan maf'ul bih (objek).
  • Kalimah Harf dibedakan menjadi tiga macam, yaitu : harf yang masuk pada kalimah fi'il, harf yang masuk pada kalimah isim, dan harf yang masuk pada kalimah fi'il dan isim.
Untuk isi modul lengkapnya, silahkan download disini :

Materi Modul 1 KB 3 - Klasifikasi Kata Isim dan Kata Fi'il Download
Update !!! Download

Demikian artikel yang berisi tentang rangkuman tentang Klasifikasi Kata Isim dan Kata Fi'il.

Semoga bermanfaat.

Materi Modul 1 KB 2 - Klasifikasi Kata dalam Bahasa Arab

MTs Arabic - Kalimah (kata) ialah lafazh (bunyi bahasa) yang sengaja diucapkan untuk makna tunggal (mufrad); atau lafazh yang mengandung makna dalam keadaan mandiri atau ketika bersambung dengan lafazh lain. Kalimah dapat dipadankan dengan “kata” dalam bahasa Indonesia. Kata ialah satuan bunyi bahasa terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas dan mengandung makna; atau satuan (unsur) bahasa yang berupa morfem bebas dan mengandung makna.

Kalimah diklasifikasikan ke dalam tiga kelas, yaitu: isim (إسم), fi'il (فعل), dan harf (حرف). Dalam linguistik umum, isim (إسم), dapat dipadankan dengan nomina dan adjektiva, fi'il (فعل) disejajarkan dengan verba, dan harf (حرف) disetarakan dengan partikel.

Ciri isim ialah dapat disisipi alif lam “ال” di awalnya, dapat didahului harf jarr (حرف الجر), dapat didahului harf nidâ' (حرف النداء; partikel sapaan), dapat menerima tanwin (ًٌٍ) di akhir, dan bisa menjadi sandaran (مسند) bagi kata yang lain.

Ciri fi‘il ialah dapat disisipi dhamîr (kata ganti) , تُ , تِ , تَ dan تْ di akhir, dapat disisipi يْ di akhir fi'il amr, dapat disisipi نّ (nun syiddah) di akhir fi'il mudhâri dan fi'il amr, dan dapat didahului oleh سَ، قدْ، dan سَوْفَ

Ciri harf ialah tidak dapat menerima ciri-ciri kalimah isim dan fi'il. Umumnya terdiri dari satu huruf atau dua huruf yang bermakna.

Untuk isi modul lengkapnya, silahkan download disini :

Materi Modul 1 KB 2 - Klasifikasi Kata dalam Bahasa Arab Download
Update !!! Download
Demikian artikel yang berisi tentang rangkuman tentang Klasifikasi Kata dalam Bahasa Arab.

Semoga bermanfaat.

Materi Modul 1 KB 1 - Ta'rif Ilmu Sharaf dan Urgensinya

MTs Arabic - Ilmu Sharaf ialah ilmu yang membahas tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada kalimah (kata) berbahasa Arab sebelum digunakan di dalam struktur/kalimat. Kaidah-kaidah perubahan kalimah dalam bahasa Arab disebut qawâ'id sharfiyyah. Proses pembentukan dan perubahan kalimah disebut tasrif (tashrîf). Tasrif memiliki dua model, yaitu: tashrîf isthilâhî (perubahan morfem-akar ke bentuk kalimah baru yang memiliki istilah/terminologis khusus) dan tashrîf lughawî (perubahan kata yang disesuaikan dengan kondisi dhamîr [pronomina persona]).

Objek kajian ilmu sharaf adalah bangunan/konstruksi semua kalimah berbahasa Arab, proses pembentukannya, dan perubahan shîghah (bentuk kalimah) yang disertai dengan perubahan makna. Ilmu sharaf hanya mengkaji kalimah yang mengalami perubahan, yaitu isim mutamakkin (kata benda dan sifat yang mengalami perubahan bentuk) dan fi'il mutasharif (kata kerja yang menerima perubahan). Akan tetapi, ditinjau dari bentuknya sebagai kalimah, harf (partikel) tetap disinggung dalam ilmu sharaf. Harf tidak menjadi bahasan utama karena bentuknya tidak berubah atau tetap.

Spesifikasi kajian ilmu sharaf ialah semua kalimah berbahasa Arab yang dapat berubah bentuk dalam keadaannya yang tunggal (ifrâd) atau belum tersusun di dalam jumlah/struktur kalimat. Ilmu sharaf mengkaji perubahan akar kata atau al-hurûf al-ashliyyah, yaitu konsonan asli (bukan tambahan) yang menjadi dasar konstruksi kalimah (morfem akar), ashl al-musytaqqât (akar kalimah yang dibentuk), wazn-wazn (acuan kata), dan makna yang muncul dari setiap perubahan kalimah. Ilmu sharaf berbeda dengan ilmu nahwu dalam meninjau kalimah. Bila ilmu sharaf meninjau kalimah dari segi bentuknya (dan maknanya) sebelum digunakan di dalam struktur / kalimat, maka ilmu nahwu  meninjau kalimah dari segi fungsinya di dalam struktur / kalimat. Ilmu sharaf memperhatikan semua perubahan yang terjadi di dalam kalimah / kata, sedangkan ilmu nahwu memperhatikan perubahan yang terjadi pada setiap akhir kalimah yang tersusun di dalam jumlah karena perbedaan âmil (faktor) yang mempengaruhinya.

Tujuan pembelajaran ilmu sharaf ialah untuk menjaga kesalahan berbahasa Arab dan menuliskan kosakatanya sesuai dengan kaidah atau acuan yang benar. Sedangkan manfaat yang diperoleh dari pembelajaran ilmu sharaf ialah mengetahui berbagai konstruksi kalimah berbahasa Arab serta akar katanya untuk menjaga lidah dari kesalahan berbahasa disertai upaya memperhatikan aturan penulisan kosakata bahasa.

Signifikansi ilmu sharaf dalam tata bahasa Arab ialah adanya acuan-acuan yang benar dalam pembentukan dan perubahan kalimah berbahasa Arab sehingga para pengguna bahasa Arab terhindar dari kesalahan berbahasa, khususnya dalam mengucapkan aneka bentuk kalimah/kosakata bahasa Arab, membacanya, dan atau menuliskannya.

Untuk isi modul lengkapnya, silahkan download disini :

Materi Modul 1 KB 1 - Ta'rif Ilmu Sharaf dan Urgensinya Download
Update !!! Download

Baca Juga :
Demikian artikel yang berisi tentang rangkuman tentang Ta'rif Ilmu Sharaf dan Urgensinya.

Tuesday, December 1, 2020

Materi Modul 1 KB 2 - Peran dan Manfaat Teknologi

 

MTs Arabic - Hal-hal penting yang harus dipelajari dalam modul pemanfaatan teknologi dan media dalam pembelajaran abad ke 21 ini adalah sebagai berikut:

1. Ada dua bentuk kegiatan belajar yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan media digital berbasis komputer diantaranya Interactive tools dan interacting with others.
2. Contoh pemanfaatan teknologi dan media informasi digital dalam kehidupan sehari-hari oleh peserta didik atau guru adalah terjalinnya komunitas belajar berbasis web terhadap semua peserta didik di seluruh penjuru dunia diantaranya pembuatan blog, pemanfaatan media wiki, dan podcast.
3. Ilustrasi dari pesatnya penggunaan media dan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari pada abad 21 ditandai dengan peningkatan penggunaan media sosial untuk melakukan interaksi sosial terkait komunitas belajar peserta didik di seluruh penjuru dunia.
4. Ada empat kemampuan yang harus dimiliki guru dalam pengembangan pembelajaran di era digital yaitu Interactive Instruction (Pembelajaran Interaktif), Personal Response System (PRS), Mobile Assessment Tools, dan Community of Practice (Komunitas Praktik).
5. Peran guru di era digital sesuai dengan Standar Teknologi Pendidikan Nasional untuk guru diantaranya memfasilitasi dan menginspirasi pembelajaran dan kreativitas siswa, merancang dan mengembangkan pengalaman dan penilaian pembelajaran sesuai digital-age, model kelas dan belajar berbasis digital-age, mempromosikan dan model digital citizenship dan tanggungjawab, serta terlibat dalam pertumbuhan profesional dan kepemimpinan guru.
Lebih lengkapnya, silahkan bapak ibu download file Modul 1 KB 2 tentang Peran dan Manfaat Teknologi di bawah ini :

Download Materi Peran dan Manfaat Teknologi

Demikian artikel tentang Peran dan Manfaat Teknologi. Semoga bermanfaat.

Baca juga :

Materi Modul 1 KB 3 - Merancang dan Menilai Pembelajaran Abad 21

MTs Arabic - Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Minat, bakat, kemampuan, dan potensi yang dimiliki peserta didik tidak akan dapat berkembang secara optimal tanpa bantuan dari seorang guru. Guru diharapkan memperhatikan peserta didik secara optimal. Itulah sebabnya, guru selain memperhatikan peserta didik secara kelompok juga diharapkan pula memperhatikan peserta didik secara individual. Oleh karena itu, pendidikan harus dirancang sedemikian rupa dan memungkinkan para peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara alami, kreatif dalam suasana kebebasan, kebersamaan, dan tanggung jawab. Selain itu, pendidikan harus dapat menghasilkan lulusan yang bisa memahami masyarakatnya dengan segala faktor yang dapat mendukung kehidupan mereka di masyarakat (Mudiono, 2017: 2).

Perancangan pembelajaran bisa dimulai dari aspek perilaku (performance) atau dari aspek keterangan (informasi). Jika berawal dari pendekatan perilaku maka perancang harus terlebih dahulu menentukan hal-hal yang dapat dikerjakan oleh siswa dan hal-hal yang seharusnya mereka kerjakan. Jika memulai dari pendekatan informasi maka perancang harus menentukan pengetahuan atau informasi yang ada dan yang diinginkan oleh peserta didik. Informasi adalah keterangan yang ada dan berada di luar diri seseorang, sedangkan pengetahuan adalah keterangan yang telah dimiliki atau tersimpan dalam diri seseorang (Oemar Hamalik, 2014:81-82).

Para guru dalam melaksanakan pembelajaran memerlukan kesiapan secara profesional agar tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan maksimal. Salah satu bentuk kesiapan guru sebelum melaksanakan pembelajaran di kelas adalah menyusun rancangan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik. Rancangan pembelajaran yang harus disiapkan mencakup tiga hal pokok yaitu meliputi tujuan pembelajaran, inti materi pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.

Guru dalam menyusun tujuan pembelajaran berdasarkan pada kurikulum dengan mengembangkan KI dan KD dan disesuaikan dengan lingkungan sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari. Inti pembelajaran dikembangkan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai berdasarkan pada kurikulum yang digunakan. Sementara evaluasi disusun untuk melihat keberhasilan pembelajaran yang telah dilaksanakan serta melakukan umpan balik refleksi  kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.

Rancangan pembelajaran di abad ke 21 ini diharapkan dapat disusun oleh guru untuk mengembangkan potensi siswa melalui pemanfaatan teknologi berbasis komputer dan media Online. Guru dapat mengembangkan potensi siswa melalui tugas-tugas yang dapat dikerjakan menggunakan teknologi berbasis komputer dan dapat memanfaatkan media online sebagai alat untuk menemukan sumber belajar. Kreativitas dan inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru akan memungkinkan pemanfaatan secara optimal teknologi berbasis komputer dan media berbasis online guna tercapainya tujuan pembelajaran.

Pembelajaran abad ke 21 memiliki karakteristik yang khas yaitu komunikatif digital, informasi bersifat sangat dinamis, informasi tersedia di mana saja, dan informasi tidak selalu valid (Dispora DIY, 2017:2). Guru sebagai tenaga profesional dan pendidik di sekolah perlu mempersiapkan beberapa hal esensial terkait kegiatan pembelajaran bersama siswa dengan penuh pertimbangan. Dalam hal ini tak terkecuali juga perlu memperhatikan kondisi siswa sebagai subyek pembelajar.

Evaluasi untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan pembelajaran ada bermacam-macam. Hasil belajar siswa akan dapat diketahui secara tepat apabila guru dapat memilih metode penilaian yang tepat pula.

Lebih lengkapnya, silahkan bapak ibu download file Modul 1 KB 3 tentang Merancang dan Menilai Pembelajaran Abad 21 di bawah ini :

Download Materi Merancang dan Menilai Pembelajaran Abad 21

Demikian artikel tentang Merancang dan Menilai Pembelajaran Abad 21. Semoga bermanfaat.

Materi Modul 1 KB 1 - Karakteristik Guru dan Siswa Abad 21

MTs Arabic - Dalam memahami konsep dan situasi pembelajaran abad 21 pada prinsipnya memahami perubahan masyarakat, yang disebut sebagai era informasional atau revolusi industri 4.0. Ciri utama masyarakat informasional berbasis digital antara lain:

Menurut Manuel Castell kemunculan masyarakat informasional itu ditandai dengan lima karakteristik dasar:

Pertama, ada teknologi-teknologi yang bertindak berdasarkan informasi.
Kedua, karena informasi adalah bagian dari seluruh kegiatan manusia, teknologi-teknologi itu mempunyai efek yang meresap.
Ketiga, semua sistem yang menggunakan teknologi informasi didefinisikan oleh ‘logika jaringan’ yang memungkinkan mereka memengaruhi suatu varietas luas proses-proses dan organisasi organisasi.
Keempat, teknologi-teknologi baru sangat fleksibel, memungkinkan mereka beradaptasi dan berubah secara terus-menerus. Akhirnya, teknologi-teknologi spesifik yang diasosiasikan dengan informasi sedang bergabung menjadi suatu sistem yang sangat terintegrasi.

Sedangkan menurut Scott Lash Masyarakat informasi sering dipahami dalam istilah produksi pengetahuan-intensif dan postindustrial di mana barang dan layanan diproduksi. Kunci untuk memahami ini adalah apa yang diproduksi dalam produksi informasi bukanlah barang-barang dan layanan kekayaan informasi, tetapi lebih kurang adalah potongan informasi di luar kontrol. Produksi informasi meliputi terutama adalah pentingnya kemampatan. Sebagaimana diktum McLuhan medium adalah pesan dalam pengertian bahwa media adalah paradigma medium era informasi. Hanya saja jika dahulu medium dominan adalah naratif, lirik puisi, wacana, dan lukisan. Tetapi sekarang pesan itu adalah pesan atau ‘komunikasi.' media sekarang lebih seperti potongan-potongan. Media telah dimampatkan.

Sementara itu revolusi industry gelombang keempat, yang juga disebut industry 4.0, kini telah tiba. Industry 4.0 adalah tren terbaru teknologi yang sedemikian rupa canggihnya, yang berpengaruh besar terhadap proses produksi pada sektor manufaktur. Teknologi canggih tersebut termasuk kecerdasan buata (artificial intelligent), perdagangan elektronik, data raksasa, teknologi finansial, ekonomi berbagi, hingga penggunaan robot.

Perkembangan baru dunia baru yang ditandai era digital tersebut juga terjadi di Indonesia. Di Indonesia, target menjadi masyarakat informasi diarahkan pada ukuran terhubungnya seluruh desa dalam jaringan teknologi komunikasi dan informasi pada tahun 2015. Determinasi teknologi ini harus diwujudkan dalam determinasi sosial, dimana masyarakat harus berdaya terhadap informasi. Konsep masyarakat informasi tidak lagi mengarah seperti era media yang telah muncul pada era industrial atau sering disebut the first media age dimana informasi diproduksi terpusat (satu untuk banyak khalayak), arah komunikasi satu arah; Negara mengontrol terhadap semua informasi yang beredar; reproduksi stratifikasi sosial dan ketidakadilan melalui media; dan khalayak informasi yang terfragmentasi. Akan tetapi masyarakat informasi yang berada pada the second media age yang memiliki karakter informasi desentralistik; komunikasi dua arah; kontrol negara yang distributif; demokratisasi informasi; kesadaran individual yang menguat; dan adanya orientasi individual.

Perubahan dunia ke arah era revolusi masyarakat digital itu juga terjadi dalam dunia pembelajaran. Perubahan peradaban menuju masyarakat berpengetahuan (knowledge society), menuntut masyarakat dunia untuk menguasai keterampilan abad 21 yaitu mampu memahami dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT Literacy Skills). Pendidikan memegang peranan sangat penting dan strategis dalam membangun masyarakat berpengetahuan yang memiliki keterampilan:
(1) melek teknologi dan media;
(2) melakukan komunikasi efektif;
(3) berpikir kritis;
(4) memecahkan masalah; dan
(5) berkolaborasi.

Akan tetapi persoalan ICT Literacy ini dalam masyarakat kita masih masalah mendasar bagi upaya menuju masyarakat informasi. Rendahnya tingkat ICT Literacy, terutama pada masyarakat pedesaan menjadi faktor signifikan terhadap menetapnya fenomena kesenjangan informasi di Indonesia.

Hasil memanfaatkan ICT khususnya edukasi net antara lain :
(1) Memudahkan guru dan siswa dalam mencari sumber belajar altemative;
(2) Bagi siswa dapat memperjelas materi yang telah disampaikan oleh guru, karena disamping disertai gambar juga ada animasi menarik;
(3) Cara belajar lebih efisien;
(4) Wawasan bertambah;
(5) Mengetahui dan mengikuti perkembangan materi dan info-info lain yang berhubungan dengan bidang studi; dan
(6) Membantu siswa melek ICT

Dalam pada itu, dunia pembelajaran abad 21 menuntut karakteristik guru antara lain: 

Pertama, guru di samping sebagai fasilitator, juga harus menjadi motivator dan inspirator.
Kedua, salah satu prasyarat paling penting agar guru mampu mentrasformasikan diri dalam era pedagogi siber atau era digital, adalah tingginya minat baca.
Ketiga, guru pada abad 21 harus memiliki kemampuan untuk menulis. Mempunyai minat baca tinggi saja belum cukup bagi guru, tetapi harus memiliki keterampilan untuk menulis. Guru juga dituntut untuk bisa menuangkan gagasan-gagasan inovatifnya dalam bentuk buku atau karya ilmiah.
Keempat, guru abad 21 harus kreatif dan inovatif dalam mengembangkan metode belajar atau mencari pemecahan masalah-masalah belajar, sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis TIK. Penguasaan terhadap e-leaming bagi seorang guru abad 21 adalah sebuah keniscayaan atau keharusan, jika ingin tetap dianggap berwibawa di hadapan murid.
Kelima, karakteristik guru abad 21 di tengah pesatnya perkembangan era teknologi digital, bagaimanapun harus mampu melakukan transformasi kultural.

Karena itu transformasi mengandaikan terjadi proses pergantian dan perubahan dari sesuai yang dianggap lama menjadi sesuatu yang baru. Konkretnya, sikap minimalis, formalistik, cepas puas, reaktif, dan ceroboh, dalam abad 21 perlu diubah menjadi sikap yang menghargai substantif, rasa ingin tahu tinggi, proaktif, akurat, presisi, detail, dan tekun.

Sementara itu, abad 21 menuntut karakteristik siswa antara lain:
(1) Keterampilan belajar dan inovasi: berpikir kritis dan pemecahan masalah dalam komunikasi dan kreativitas kolaboratif dan inovatif;
(2) Keahlian literasi digital: literasi media baru dan literasi ICT; dan
(3) Kecakapan hidup dan karir: memiliki kemampuan inisiatif yang fleksibel dan inisiatif adaptif, dan kecakapan diri secara sosial dalam interaksi antarbudaya, kecakapan kepemimpinan produktif dan akuntabel, serta bertanggungjawab.

Lebih lengkapnya, silahkan bapak ibu download file Modul 1 KB 1 tentang Karakteristik Guru dan Siswa Abad 21 di bawah ini :

Download Materi Karakteristik Guru dan Siswa Abad 21

Demikian artikel tentang Karakteristik Guru dan Siswa Abad 21. Semoga bermanfaat.

Baca juga :

Website ini dilindungi oleh :

Followers

Fanspage MTs Arabic

Pengunjung MTs Arabic

Live Pengunjung

Arsip MTs Arabic

Label

AKG Bahasa Arab AKM AKSI Analisis Alokasi Waktu Analisis SKL-KI-KD MTs Arsip ATP Bahasa Arab MTs Arsip Bimtek Arsip Buku Kerja Guru Arsip ITHLA Arsip Kurikulum Arsip Kurikulum Darurat Arsip Literasi Digital MTs Arsip MGMP Arsip P3K Kemenag Arsip Pelatihan Arsip Piagam MTs Arabic Arsip PPG Arsip Rapot Arsip Soal Arsip Soal Google Form Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 9 Arsip Surat Arsip TP Bahasa Arab MTs Arsip Webinar ASAT Asesmen Madrasah Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5 Bab 6 Bahasa Arab Bahasa Arab MTs Buku Kerja Guru 1 Buku Kerja Guru 2 Buku Kerja Guru 3 Buku Kerja Guru 4 Buku Pegangan Guru dan Siswa ClassPoint Computational Thinking CP Bahasa Arab MTs CPNS Daftar Hadir Daftar Nilai Daya Serap Siswa Deep Learning Download E-Learning Bahasa Arab MTs E-Modul Bahasa Arab Evaluasi Diri Kerja Guru Fase D Hari Guru Nasional Ikrar Guru Indonesia Ilmu Nahwu Ilmu Sharaf Indikator Soal Bahasa Arab MTs Indonesia Website Awards 2021 Info Madrasah IPK Jadwal Mengajar Guru Jurnal Agenda Guru Kaldik Madrasah KBC Kegiatan Pembelajaran Bahasa Arab Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 KGE KI-KD Bahasa Arab MTs Kisah Cerita Anak Bahasa Arab Kisi-kisi Soal KKM Bahasa Arab MTs KMA 1503 Tahun 2025 KMA 183 Tahun 2019 KMA 347 Tahun 2022 Kode Etik Guru Kokurikuler Kumpulan Soal Kurikulum Berbasis Cinta Kurikulum Madrasah Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka MTs Literasi MATERI BAB 1 MATERI BAB 2 MATERI BAB 3 MATERI BAB 4 MATERI BAB 5 MATERI BAB 6 Materi Bahasa Arab MTs Media Pembelajaran Metode Pembelajaran Modul 1 Modul 2 Modul 3 Modul 4 Modul 5 Modul 6 Modul Ajar Modul Bahasa Arab Modul Bahasa Arab P3K Modul Pedagogik Modul Pedagogik P3K Modul Profesional PPG Motivasi Nahwu Wadhih Naskah Akademik Olimpiade Bahasa Arab Panduan Kokurikuler Panduan Kurikulum Madrasah Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pelatihan Dugi Academy Pembelajaran Mendalam Pembiasaan Guru Madrasah Penilaian Akhir Semester Penilaian Akhir Semester Kelas 7 Penilaian Akhir Semester Kelas 8 Penilaian Akhir Semester Kelas 9 Penilaian Akhir Tahun Penilaian Harian Penilaian Tengah Semester Perangkat Pembelajaran Perbaikan Soal PPPK Program Semester Program Tahunan Quizizz Regulasi Remedial dan Pengayaan RPP 1 Lembar SEMESTER 1 SEMESTER 2 Silabus Bahasa Arab MTs Soal AKG Soal AKM Bahasa Arab Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 7 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 8 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 9 Tata Tertib Guru Tindak Lanjut Kerja Guru Tujuan Pembelajaran Tutorial Ujian Madrasah Wayground Wayground Arabic Wayground PAI Bahasa Arab