Indonesia Website Awards
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Tuesday, June 1, 2021

Profil Sang Pencipta Lagu Hymne dan Mars Madrasah

"Saya selalu terharu jika mars dan hymne madrasah dikumandangkan"

"Apakah anda guru madrasah ? Profil seseorang ini wajib anda baca. Semoga termotivasi..."

Sederhana, santun, rendah hati dan tidak neko-neko. Itulah kesan pertama bertemu dengan beliau. Laki-laki kelahiran Tasikmalaya dengan usia 57 tahun ini adalah pencipta lagi Hymne dan Mars Madrasah. Beliau adalah Ikin Sodiqin, seorang guru PAI di MI Tanjungsari Tasikmalaya.

Pak Ikin adalah guru Pendidikan Agama Islam yang unik. Beliau tidak hanya paham pendidikan agama tetapi juga mahir dalam bermain musik. Tidak pernah kursus musik, tapi belajar otodidak. Hymne dan Mars madrasah lahir dari sebuah kegelisahan yang dirasakan oleh Pak Ikin atas kondisi madrasah di kampung-kampung di Tasikmalaya pada tahun 2007.

“Di tahun 2007, saya merasakan madrasah sedang mengalami kepenatan. Karena kalah saing dengan lembaga pendidikan lainnya. Tidak ada gairah dan semangat,” ujarnya memulai pembicaraan tentang perjalanan penciptaan lagu hymne dan mars madrasah.

Dari kegelisahan tersebut, Pak Ikin diminta oleh almarhum pak Muntaha agar mencoba membuat kreasi untuk membangkitkan semangat madrasah melalui seni.

“Saat itu saya menciptakan ada 18 lagu, baik itu yang hymne, Mars atau Senandung. Lagu-lagu itu kami ikutkan lomba di tingkat kabupaten tahun 2011. KKM (Kelompok Kerja Madrasah) Jawa Barat tertarik untuk merilis lagu-lagu tersebut,” kisah Ikin saat ditemui disela-sela sarapan pagi di Hotel Grand Mercure Yogyakarta (9/8).

Di tahun 2012, nama Ikin Sodiqin sudah terdengar sampai ke Direktorat Pendidikan Madrasah (kini menjadi Direktorat KSKK Madrasah). Saat itu, Kasubdit Kesiswaan, Dr. Sastra Djuanda meminta pak Ikin untuk menciptakan lagu Mars dan Hymne Madrasah dalam 1 bulan, yang rencananya akan dikumandangkan saat acara Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan AKSIOMA (Ajang Kompetisi Seni dan Olah Raga Madrasah) untuk pertama kalinya di Bandung.

“Saat itu saya tidak bisa tidur satu minggu. Setelah selesai, draft mars dan hymne ini divalidasi oleh tim dari Kemenag dan UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). Saya dimintai pertanggungjawaban, tidak hanya kata-kata dalam lagu itu, bahkan sampai ke huruf. Ada tujuh kompetitor saat itu. Tapi alhamdulillah mars dan hymne saya yang terpilih. Meski sempat ada revisi lirik seminggu sebelum launching di Hotel Harris Bandung di tahun 2012,” jelas Ikin.

Pak Ikin mengakui bahwa Kementerian Agama tidak main-main dalam hal seleksi Hymne dan Mars madrasah ini. Selain itu, pak Ikin juga mengakui penghargaan Kementerian Agama kepadanya sangat luar biasa.

“Setiap kali ada even nasional, seperti KSM dan AKSIOMA, saya selalu diundang dan dilibatkan. Bahkan paska KSM-AKSIOMA di Malang 2013, saya diberangkatkan ke Australia selama 9 hari berkat kerjasama Kemenag dengan AUS-AID. Saya selalu terharu jika mars dan hymne madrasah dikumandangkan,” tutupnya.

Mars dan Hymne Madrasah merupakan salah satu bentuk pengabdian pak Ikin Sodiqin kepada madrasah.  Terima kasih pak Ikin Sodiqin.


Berikut adalah lirik Hymne dan Mars Madrasah:


Hymne Madrasah

Dengan ungkapan syukur pada Mu atas sgala karunia Ya Allah

Kau Embankan amanat pendidikan dalam melanjutkan perjuangan

Dengan ungkapan syukur pada Mu atas sgala karunia Ya Allah

Kau Embankan amanat pendidikan dalam melanjutkan perjuangan

Madrasah Tumpuan harapan umat membentuk jiwa  berakhlaqul karimah

Menjawab arus tantangan jaman menjadi benteng runtuhnya moral

Kau ajarkan arti kehidupan melalui tuntunan keislaman

Dalam bingkai citra pendidikan tuk menggapai cita-cita mulia tuk menggapai cita-cita mulia


Mars Madrasah

Gema madrasah membahana dipersada bumi nusantara

Pengemban amanat mencerdaskan tunas bangsa santun berwibawa

RA MI MTs MA, bahu membahu turut berjuang

Membangun bangsa bermartabat mulia demi cita-cita

Moto Ikhlas beramal, berkarya nan bermoral ayo-ayo tegakkan

Falsafah pancasila, Bhineka tunggal ika semboyan bangsa Indonesia

Semboyan Bangsa Indonesia


Salam Literasi,

MTs Arabic

Wednesday, November 25, 2020

Tino Sidin Bilang, Bagus !


Pria Berkacamata dan Bertopi itu bilang, Bagus !
MTs Arabic - Ya, ada yang berbeda ketika mengakses halaman pencarian Google pada hari Rabu, 25 November 2020. Ketika kita membuka halaman google.co.id, maka terlihatlah sosok pria berkacamata dengan topi khas pelukis di kepalanya.  Pria tersebut tampak memegang alat lukis seraya mengatakan, "Bagus". Di sampingnya, terlihat ilustrasi anak-anak yang tengah menggambar di kertas. Berikut tampilan halaman Google hari ini.

Lalu siapa Pria Berkacamata dan Bertopi itu ?

Ia bernama Tino Sidin. Lahir  di Tebingtinggi, Sumatra Utara, 25 November 1925 dan meninggal di Jakarta, 29 Desember 1995 pada umur 70 tahun. Beliau dikenal sebagai seorang pelukis dan juga seorang guru gambar yang terkenal pada masanya dengan sebuah acara di stasiun TVRI Yogyakarta era 80-an, yaitu "Gemar Menggambar". Dalam acara ini Tino Sidin atau yang dikenal dengan panggilan Pak Tino mengajar anak-anak bahwa menggambar itu mudah, dan merupakan perpaduan dari garis-garis lurus dan garis-garis lengkung. Yang lebih khas lagi dari seorang Tino Sidin adalah d setiap akhir acaranya, beliau menunjukkan gambar-gambar yang dikirim oleh pemirsanya lalu menambahkan komentar yang sangat fenomenal, komentar tersebut adalah "BAGUS!".

Pak Tino juga sering membuat karya lukis yang bertemakan tentang kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah lukisan berjudul "Empat Anak Main" yang merupakan penggambaran dari 4 orang putrinya. Tino Sidin meninggal pada 29 Desember 1995, kediamannya di Yogyakarta diubah menjadi museum Taman Tino Sidin pada tahun 2017. Seperti layaknya seorang guru, Tino mendorong anak-anak didiknya agar tidak takut untuk membuat kesalahan ketika sedang belajar menggambar.

Tak hanya mengajar menggambar, Pak Tino pada masa hidupnya juga aktif dalam menerbitkan sejumlah buku anak, diantaranya Bawang Merah Bawang Putih', Ibu Pertiwi', dan Mari Menggambar'.

Pak Tino meninggal dunia pada 29 Desember 1995. Untuk mengenang karya-karyanya, pada tahun 2017 dibangunlah Museum yang bernama Museum Taman Tino Sidin yang berdiri di tempat kediamannya di Yogyakarta.

Dari profil di atas, semoga di hari Guru Nasional ini, biografi Pak Tino menginspirasi kita semua, terutama untuk para guru-guru dimanapun berada, agar jangan berhenti belajar, karena guru yang baik adalah guru yang terus belajar, belajar, dan belajar.

Semoga bermanfaat.

Napak Tilas Hari Guru Nasional

Foto by Google

MTs Arabic - Hari Guru Nasional menjadi trending topik hari ini, Rabu, 25 November Tahun 2020.

Hari Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hari tersebut bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Guru di Indonesia dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Hari Guru Nasional ditetapkan Presiden Soeharto pada tanggal 25 November 1994, dengan sebuah Keputusan Presiden, yaitu Kepres Nomor 78 tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional.

Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November sejak 1994. Setiap tahunnya, hari tersebut dijadikan momen untuk menghormati kerja dan pengabdian pahlawan tanpa tanda jasa di seluruh Indonesia.

Umumnya peringatan Hari Guru Nasional dilakukan dengan menggelar upacara bendera di satuan pendidikan bersama seluruh warga sekolah. Namun perayaan tersebut tidak bisa dilakukan seperti biasanya akibat pandemi covid-19.

Tahun ini, berdasarkan surat nomor : /Dt.I.II/KS.01.1/11/2020, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Muhammad Ali Ramdhani mengundang setiap Kepala Bidang Pendidikan Madrasah di masing-masing wilayah untuk melaksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2020 secara semi virtual bersama Menteri Agama RI.

Sedangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menginstruksikan sebagian masyarakat Indonesia merayakan Hari Guru Nasional melalui televisi atau perangkat gawai. Satuan pendidikan serta instansi pusat dan daerah yang boleh melakukan upacara secara tatap muka hanya berada di zona hijau dan kuning. Upacara pun harus dilakukan secara terbatas dan mengikuti protokol kesehatan. Sebagian lainnya yang berada di zona oranye dan merah bisa mengikuti jalannya upacara dari Youtube Kemendikbud atau siaran langsung di televisi.

"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional tahun 2020 pada tanggal 25 November 2020 pukul 08.00 WIB," ungkap Nadiem melalui surat yang ditujukan kepada pejabat terkait, Kamis (19/11).

Hari Guru Nasional sendiri ditetapkan melalui Keputusan Presiden No. 78 Tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional yang ditandatangani Presiden Ke-2 Indonesia, Soeharto.

Dalam keputusan tersebut, tanggal 25 November dipilih karena bertepatan dengan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang lahir sejak 1945.

Namun persatuan guru tersebut sebenarnya sudah ada sejak 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Kala itu, PGHB didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Mengutip berbagai sumber, organisasi itu berisi guru bantu, guru desa, kepala sekolah dan penilik sekolah yang umumnya mengabdi di sekolah desa dan sekolah rakyat dua.

Pada masa itu, status sosial dan profesi guru pribumi tak setara dengan guru dari Belanda. Sekolah untuk bangsawan seperti Hollandsch-Inlandsche School (HIS) saat itu masih dipimpin pendidik Belanda.

Untuk diketahui, HIS adalah sekolah Belanda yang diperuntukkan bagi pribumi keturunan Indonesia asli, umumnya dari golongan bangsawan, tokoh terkemuka atau pegawai negeri.

Namun perlahan, perjuangan guru pribumi berhasil merebut satu per satu kepemimpinan di sekolah HIS. Perlahan status guru pribumi kian melonjak tinggi di atas guru Belanda.

Pada 1932, nama PGHB kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Namun kiprahnya terhenti semenjak Jepang memasuki Indonesia dan melarang segala bentuk organisasi. Sekolah-sekolah juga ditutup.

Persatuan guru kemudian bangkit setelah Indonesia menyatakan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Dalam Kongres Guru Indonesia pada 25 November di Surakarta, PGRI didirikan.

Tema hari Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2020 ini adalah "Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar".

Sesuai tema di atas, harapan kita semua di Hari Guru Nasional tahun ini, semoga dapat menumbuhkan kembali semangat perjuangan para pahlawan tanpa tanda jasa.

Selamat Hari Guru, "Bakti Guru Lindungi Negeri"...

Lampiran :

Download Lampiran Keputusan Presiden Nomor 78 tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional
Download Surat Undangan Upacara Peringatan Hari Guru Nasional

Thursday, November 19, 2020

3 Tipe Guru di Dunia Pendidikan

"A good teacher is like a candle – it consumes itself to light the way for others"
Mustafa Kemal Ataturk

MTs Arabic - Bila seseorang sedang jatuh cinta apapun akan dilakukan untuk mendapatkan cinta. Tidak cukup dengan waktu, energi harta benda bahkan nyawa sekalipun bisa menjadi taruhannya. Sesuatu yang lebih mengherankan lagi rasa cinta dapat mengalirkan energi baru pada seseorang yang sebenarnya telah kehilangan energi sebelumnya karena perjuangan yang sangat keras. Hal tersebut akan menjadi luar biasa jika rasa cinta yang dimiliki oleh seorang guru terhadap dunia pendidikan. Oleh karena itu kita sebagai guru seharusnya selalu mencintai profesi yang sudah kita miliki sekarang atau dengan kata lain kita adalah seorang guru yang mencintai pekerjaannya. Bila tidak, jangankan bagi anak didik, bagi dirinya sendiri pun akan menjadi sangat berat untuk dijalankan terlebih aktivitas yang dilakukan adalah berupa tugas yang mulia yaitu mengamalkan ilmu. Tanpa dilandasi rasa cinta terhadap profesi ini niscaya apa yang menjadi harapan atau tujuan sebuah pendidikan pasti tidak akan terwujud.

Dari analogi jatuh cinta di atas, di bawah ini penulis share tentang 3 tipe guru di dunia pendidikan

1. Cita-cita menjadi guru sedari awal

Orang dengan tipe ini akan mempunyai keinginan yang kuat atau bercita-cita untuk menjadi guru semenjak dia masuk kuliah. Orang ini biasanya menempuh pendidikan di bangku kuliah dengan berkonsentrasi di fakultas keguruan dengan jurusan pendidikan. Salah satu faktor yang mendukung dia masuk dunia pendidikan biasanya dari keluarga. Entah itu ayahnya, ibunya nya atau keduanya berprofesi sebagai guru, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun, terlepas dari apakah tuanya berstatus guru PNS maupun guru honorer. Pepatah mengatakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Atas bimbingan dan arahan orang tuanya, dia berkeinginan kuat menjadi guru. Namun, ada juga orang yang berkeinginan menjadi guru karena timbul dari dirinya sendiri. Yang mempunyai paradigma bahwa menjadi guru adalah kelebihannya, salah satu obsesinya adalah senang dengan dunia anak-anak.

2. Menjadi guru karena pekerjaan

Orang dengan tipe ini menjadikan profesi guru karena tuntutan bahwa dia harus mempunyai pekerjaan. Setiap orang tentunya membutuhkan pekerjaan untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Pekerjaan menjadi guru bisa diandalkan untuk mendapatkan penghasilan terutama guru yang berstatus PNS. Apalagi sekarang ini dengan adanya program tunjangan baik insentif, sertifikasi, inpassing, penghasilan seorang guru begitu menjanjikan. Beda halnya dengan guru zaman dulu yang sama sekali tidak dilirik oleh para pencari pekerjaan dengan asumsi bahwa menjadi guru hanyalah sebuah ilusi karena dengan penghasilan yang sangat minim tidak mungkin untuk mencukupi kebutuhannya. Namun, tidak sedikit juga guru yang sudah berstatus PNS hanya mengajar sebatas memenuhi kewajibannya saja. Dia tidak memiliki rasa cinta terhadap profesinya sebagai seorang guru. Kembali kepada niat awal menjadi guru tersebut untuk apa.

3. Terpaksa menjadi guru

TIpe guru yang terakhir ini adalah menjadi guru karena faktor keterpaksaan. Yang banyak terjadi adalah karena tuntutan orang tuanya yang menginginkan anaknya menjadi guru. Padahal, dia sama sekali tidak ada keinginan untuk menjadi seorang guru. Namun, orang tuanya dengan berbagai pertimbangan dan alasan, memaksanya untuk menjadi seorang guru. Sementara itu, sang anak sama sekali tidak berani membantah dan hanya menurut perintah dari orangtuanya. Akibatnya jadilah ia menjadi seorang guru yang terpaksa.

Oleh karena itu, apapun penyebab dan motivasi seseorang untuk menjadi guru pada awalnya dan seiring berjalannya waktu, hendaknya mencintai profesinya tersebut. Dengan demikian nantinya dalam menjalankan profesi ini penuh semangat tanpa mengenal lelah.

Itulah 3 tipe guru di dunia pendidikan. Bapak/ibu termasuk yang mana ? Hehe...

Silahkan jawab di kolom komentar ya. Kita sharing.

Wednesday, November 18, 2020

Jangan Menyesal Menjadi Seorang Guru

Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.

MTs Arabic - Hidup adalah sebuah pilihan. Cocok atau tidaknya sesuatu dengan kita pun itu merupakan pilihan. Jika seseorang telah menentukan pilihan istilah ada konsekuensi tertentu yang akan ditanggungnya. Demikian juga kita berniat untuk menjadi guru. Niat yang utama karena kita sebagai muslim yaitu untuk beribadah. Niat menjadi guru sebaiknya jangan semata-mata untuk mencari keuntungan duniawi atau keuntungan materi, semata sebab semuanya akan sia-sia saja guru memiliki niat untuk mencari kekayaan dunia.

Banyak orang mengira bahwa profesi guru sesungguhnya bukanlah murni sebuah pekerjaan untuk mencari uang artinya bukan semata-mata untuk menjadi Sumber penghasilan belaka. Profesi guru lebih tepatnya disebut sebagai profesi panggilan hati atau dimaknai sebagai sebuah pengabdian kepada bangsa dan negara tanpa mengharapkan imbalan yang berlebih jika memang niatnya ingin memupuk kekayaan guru bukanlah tempat yang terbaik atau dengan kata lain mencari pekerjaan selain guru yang lebih menjanjikan itu adalah ah pilihan terbaik. 

Niat menjadi seorang guru seharusnya sudah dimulai sejak mendaftar dari awal perguruan tinggi atau lebih idealnya lagi kuliah di fakultas keguruan atau ilmu pendidikan, tentu jiwa seorang guru mungkin ada tekanan dalam jiwanya jangan sampai ketika sudah memasuki masuk kuliah dengan jurusan perguruan tersebut hanya merupakan pilihan terakhir karena sudah beberapa kali gagal mengikuti seleksi perguruan tinggi negeri dengan jurusan yang lebih baik prospek di masa depan. 

Dan lebih ironisnya lagi sempat terdengar pertanyaan, "kenapa kuliah di fakultas perguruan" jawabannya "daripada tidak kuliah sama sekali". Dari jawaban tersebut ada rasa keterpaksaan jika seandainya dia lulus dan berkeinginan untuk melanjutkan kan menjadi seorang guru mungkin jawaban yang lainnya ketika profesinya sudah dijalankan ketika ada yang bertanya "kok kamu jadi guru" jawabannya "daripada menganggur".  Jawaban tersebut membuktikan bahwa seorang guru hanyalah pelampiasan atau lebih tepatnya keterpaksaan yang sejak dari awal tidak pernah terpikirkan untuk menjalani profesi tersebut.  Maka dari itu, mari kita niatkan kembali dengan tulus untuk menjadi guru yang sejati dan yang paling penting adalah guru yang mempunyai mengedepankan hati.

Sekarang sudah masuk abad 21, segala sesuatu segala hal yang baru pasti akan dirasakan oleh seorang guru baik guru yang berasal dari generasi dulu maupun maupun generasi milenial. Intnya, jangan pernah berhenti untuk terus belajar, yang selalu mengedepankan hati karena memiliki visi akhirat.

Ketika kita mendidik anak dengan niat yang tulus dan ikhlas, dan dengan harapan ilmu yang kita ajarkan akan membekas sepanjang hidupnya. Pelajaran yang kita sampaikan pun dapat bermanfaat terutama yang kita ajarkan adalah bahasa Al-Qur'an yang menjadi pedoman kehidupan kita sebagai muslim, juga menjadi ladang amal jariyah ketika kita sudah tidak ada. Bukankah ilmu yang bermanfaat itu adalah salah satu bekal kita nanti?

Maka mari kita tanamkan pada diri kita untuk menyambut panggilan mulia ini. Yakinlah rizki kita sudah Allah atur. Nasib kita sebagai guru saat ini jauh lebih baik dibandingkan dengan keadaan dahulu. Diantaranya, adanya tunjangan sertifikasi, bahkan dewasa ini sudah beredar kabar bahwa bantuan subsidi guru akan segera dicairkan. Bukankah itu sebuah motivasi untuk kita sebagai guru ? Sekali lagi, yakinlah, rizki sudah Allah atur. 

Dengan adanya tunjangan-tunjangan seperti itu, tidak heran jika profesi guru di zaman sekarang ini banyak diincar oleh sebagian para pencari pekerjaan terutama yang lulus dari fakultas keguruan, bahkan guru yang lulusan SMA pun tetiba mengikuti kuliah kelas karyawan demi menjalankan profesinya tersebut. Di satu sisi, berbagai cara dilakukan demi "status" guru PNS. Ingat kembali, bahwa niat kita sebagai guru adalah beribadah. Mengamalkan dari apa yang yang didapatkan agar kelak menjadi bekal di hari akhir. 

Ini adalah pengantar awal motivasi untuk kita semua, terlebih guru Bahasa Arab yang bisa dikatakan mereka telah tersesat "di jalan yang benar". Ada beberapa tulisan lagi yang akan saya share disini untuk menumbuhkan kembali semangat kita, baik yang bercita-cita menjadi seorang guru yang pada akhirnya tercapai, ataupun ketidaksengajaan. 

Apapun alasannya, seorang guru adalah hakikat daripada status kita hidup di dunia. Jangan berpikiran guru itu hanya di kelas. Tapi, di rumah, dimanapun berada, kita adalah guru. Guru untuk mengajarkan arti kehidupan untuk semua orang. 

Untuk itu, JANGAN MENYESAL MENJADI SEORANG GURU !!!

Semoga bermanfaat.

Website ini dilindungi oleh :

Followers

Fanspage MTs Arabic

Pengunjung MTs Arabic

Live Pengunjung

Arsip MTs Arabic

Label

AKG Bahasa Arab AKM AKSI Analisis Alokasi Waktu Analisis SKL-KI-KD MTs Arsip ATP Bahasa Arab MTs Arsip Bimtek Arsip Buku Kerja Guru Arsip ITHLA Arsip Kurikulum Arsip Kurikulum Darurat Arsip Literasi Digital MTs Arsip MGMP Arsip P3K Kemenag Arsip Pelatihan Arsip Piagam MTs Arabic Arsip PPG Arsip Rapot Arsip Soal Arsip Soal Google Form Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 9 Arsip Surat Arsip TP Bahasa Arab MTs Arsip Webinar ASAT Asesmen Madrasah Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5 Bab 6 Bahasa Arab Bahasa Arab MTs Buku Kerja Guru 1 Buku Kerja Guru 2 Buku Kerja Guru 3 Buku Kerja Guru 4 Buku Pegangan Guru dan Siswa ClassPoint Computational Thinking CP Bahasa Arab MTs CPNS Daftar Hadir Daftar Nilai Daya Serap Siswa Deep Learning Download E-Learning Bahasa Arab MTs E-Modul Bahasa Arab Evaluasi Diri Kerja Guru Fase D Hari Guru Nasional Ikrar Guru Indonesia Ilmu Nahwu Ilmu Sharaf Indikator Soal Bahasa Arab MTs Indonesia Website Awards 2021 Info Madrasah IPK Jadwal Mengajar Guru Jurnal Agenda Guru Kaldik Madrasah KBC Kegiatan Pembelajaran Bahasa Arab Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 KGE KI-KD Bahasa Arab MTs Kisah Cerita Anak Bahasa Arab Kisi-kisi Soal KKM Bahasa Arab MTs KMA 1503 Tahun 2025 KMA 183 Tahun 2019 KMA 347 Tahun 2022 Kode Etik Guru Kokurikuler Kumpulan Soal Kurikulum Berbasis Cinta Kurikulum Madrasah Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka MTs Literasi MATERI BAB 1 MATERI BAB 2 MATERI BAB 3 MATERI BAB 4 MATERI BAB 5 MATERI BAB 6 Materi Bahasa Arab MTs Media Pembelajaran Metode Pembelajaran Modul 1 Modul 2 Modul 3 Modul 4 Modul 5 Modul 6 Modul Ajar Modul Bahasa Arab Modul Bahasa Arab P3K Modul Pedagogik Modul Pedagogik P3K Modul Profesional PPG Motivasi Nahwu Wadhih Naskah Akademik Olimpiade Bahasa Arab Panduan Kokurikuler Panduan Kurikulum Madrasah Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pelatihan Dugi Academy Pembelajaran Mendalam Pembiasaan Guru Madrasah Penilaian Akhir Semester Penilaian Akhir Semester Kelas 7 Penilaian Akhir Semester Kelas 8 Penilaian Akhir Semester Kelas 9 Penilaian Akhir Tahun Penilaian Harian Penilaian Tengah Semester Perangkat Pembelajaran Perbaikan Soal PPPK Program Semester Program Tahunan Quizizz Regulasi Remedial dan Pengayaan RPP 1 Lembar SEMESTER 1 SEMESTER 2 Silabus Bahasa Arab MTs Soal AKG Soal AKM Bahasa Arab Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 7 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 8 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 9 Tata Tertib Guru Tindak Lanjut Kerja Guru Tujuan Pembelajaran Tutorial Ujian Madrasah Wayground Wayground Arabic Wayground PAI Bahasa Arab