Indonesia Website Awards
Showing posts with label Modul 6. Show all posts
Showing posts with label Modul 6. Show all posts

Saturday, January 9, 2021

Materi Modul 6 KB 4 - Pengembangan Penilaian Pembelajaran Bahasa Arab

MTs Arabic - Artikel ini adalah artikel terakhir dari lanjutan materi modul 6 PPG Bahasa Arab, berikut ringkasan materinya.

Penilaian adalah proses sistematis meliputi pengumpulan informasi (angka, deskripsi verbal), analisis, interpretasi informasi untuk membuat keputusan. penilaian kelas adalah proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru melalui sejumlah bukti untuk membuat keputusan tentang pencapaian hasil belajar/kompetensi siswa. Penilaian dilakukan secara terpadu, terus-menerus dan berkesinambungan. Penilaian berbasis kelas tidak pernah mengenal waktu kapan seharusnya penilaian dilakukan.

Beberapa langkah yang harus dilalui dalam mengembangkan sebuah tes bahasa Arab yaitu menganalisis standar kompetensi (SK)/Kompetensi Inti (KI) dan kompetensi dasar (KD); menyusun peta konsep utama  berdasarkan SK/KI dan KD; menyusun kisi-kisi tes; memilah peta konsep berdasarkan indikator yang ingin dikembangkan menjadi item tes; menyusun spesifikasi untuk satu atau lebih butir soal; menuliskan butir soal berdasarkan spesifikasi butir soal yang telah dikembangkan. (Alwasilah 2011: 280), kemudian menelaah, soal, uji coba soal, analisis soal secara statistik, revisi soal, penggandaan soal, pelaksanaan tes, penafsiran hasil tes dan pelaporan hasil.

Pendekatan tes bahasa secara keseluruhan dapat dibedakan menjadi:
(1) pendekatan tradisional;
(2) pendekatan diskret;
(3) pendekatan integratif;
(4) pendekatan pragmatik; dan
(5) pendekatan komunikatif.

Pengembangan tes bahasa arab dibagi atas dasar pertama, Pengembangan TBA Menurut Responnya, Pengembangan Tes Berdasarkan Cara Menskor, dan Pengembangan Tes Bahasa Arab Berdasarkan Pendekatan Bahasa (تطوير اختبار اللغة العربية على أساس مدخل اللغة).

Untuk isi modul lengkapnya, silahkan download disini :

Materi Modul 6 KB 4 - Pengembangan Penilaian Pembelajaran Bahasa Arab Download
Update !!! Download

Demikian artikel yang berisi tentang rangkuman tentang Pengembangan Penilaian Pembelajaran Bahasa Arab.

Semoga bermanfaat.

Friday, January 8, 2021

Materi Modul 6 KB 3 - Pengembangan Media dan Strategi Pembelajaran Bahasa Arab

MTs Arabic - Artikel ini adalah lanjutan dari materi modul 6 PPG Bahasa Arab, berikut ringkasan materinya.

"Bahasa adalah alat komunikasi antara seseorang dengan orang lainnya untuk menyampaikan maksud dan idenya.. Al-Khuli sebagaimana dikutip oleh Acep mengemukakan membelajarkan kemahiran bahasa harus berurutan mulai dari menyimak kemudian bercakap, membaca dan terakhir menulis. Penggunaan media sangat penting dilakukan terutama media elektrik, karena media langsung agak sulit dilakukan dengan cara menghadirkan orang arab langsung."
Media berasal dari bahasa Latin ‘medius” yang maknanya adalah tengah, perantara, atau pengantar. Dalam pembelajaran media dimaknai sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media juga didefinisikan sebagai segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa, sehingga dapat mendorong terlibat dalam proses pembelajaran.

Media sesungguhnya merupakan segala bentuk benda yang digunakan untuk menyalurkan pesan antara guru dan murid dalam rangka merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan peserta didik bisa berupa hard dan berupa soft. Bahkan juga segala hal yang memungkinkan peserta didik memperoleh pengetahuan. Apapun pembagian media sebagai alat bantu yang dimaksud media ini adalah segala yang bisa mempertajam pembelajaran namun di dalamnya tidak ada pesan atau isi materi pembelajaran dan jenisnya akan terus berkembang seiring dengan perkembangan media pembelajaran baik soft maupun hard. Keberadaan media harus benar-benar berdaya guna untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Kemudahan dan faktor biaya pun menjadi pertimbangan utama dalam penentuan media pembelajaran. Penggunaan media sangat penting dilakukan terutama media elektrik, karena media langsung agak sulit dilakukan dengan cara menghadirkan orang arab langsung.

Strategi adalah rencana tindakan dan disusun untuk mencapai tujuan tertentu. prinsip khusus pengelolaan pembelajaran interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, motivasi, prakarsa, tercipta ruang kreativitas, tercipta ruang kemandirian sesuai dengan bakat, tercipta ruang kemandirian sesuai dengan minat, tercipta ruang kemandirian sesuai dengan perkembangan fisik, tercipta ruang kemandirian sesuai dengan perkembangan psikologis, dan pendidik yang memberikan keteladanan.

Untuk isi modul lengkapnya, silahkan download disini :

Materi Modul 6 KB 3 - Pengembangan Media dan Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Download
Update !!! Download

Demikian artikel yang berisi tentang rangkuman tentang Pengembangan Media dan Strategi Pembelajaran Bahasa Arab.

Semoga bermanfaat.

Thursday, January 7, 2021

Materi Modul 6 KB 2 - Pengembangan Materi Ajar Bahasa Arab

MTs Arabic - Artikel ini adalah lanjutan dari materi modul 5 PPG Bahasa Arab, berikut ringkasan materinya.

Materi ajar merupakan seperangkat informasi yang menjadi isi pelajaran yang mencerminkan tujuan pembelajaran. Bahan ajar menuntut pendidik menguasai isi pelajaran maupun strategi pengajarannya. Oleh karena itu, hendaknya pendidik mampu mendalami setiap target materi yang akan diajarkan, disamping itu juga harus memiliki kecakapan menyampaikan pelajaran kepada peserta didik. Banyak dijumpai seorang guru bahasa Arab yang menguasai materi namun tidak cakap dalam mengajarkannya, demikian juga terdapat guru bahasa Arab yang kurang menguasai materi namun memiliki kecakapan dalam mengajarkan pelajaran. Hal ini sangat ironis karena pembelajaran bahasa Arab menuntut kecakapan baik penguasaan materi maupun strategi pengajarannya.

Pengembangan bahan ajar adalah salah satu domain teknologi pembelajaran yang berfungsi sebagai proses penerjemahan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik. Kawasan pengembangan mencakup banyak variasi teknologi yang digunakan dalam pembelajaran yang dapat diorganisasi ke dalam empat kategori, yakni (1) teknologi cetak yang menyediakan landasan untuk kategori yang lain, (2) teknologi audio visual, (3) teknologi yang berasaskan komputer, dan (4) multimedia atau teknologi terpadu. Dalam kawasan pengembangan terdapat keterkaitan yang kompleks antara teknologi dan teori yang mendorong baik desain pesan maupun strategi pembelajaran. Pada dasarnya kawasan pengembangan dapat dijelaskan melalui; (1) pesan yang memberikan informasi, (2) strategi pembelajaran, dan (3) manifestasi fisik dari teknologi perangkat keras, perangkat lunak, dan bahan pembelajaran.

Dalam melakukan kegiatan pengembangan, beberapa pertimbangan penting yang perlu dipahami mencakup (1) mengidentifikasi tujuan pembelajaran (standar kompetensi), (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) menganalisis peserta didik dan konteks, (4) menulis tujuan instruksional khusus (kompetensi dasar), (5) mengembangkan instrument asesmen, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan menyeleksi materi pembelajaran, (8) mendesain dan melakukan evaluasi formatif, (9) melakukan revisi, dan (10) mendesain dan melakukan evaluasi sumatif. 

Untuk isi modul lengkapnya, silahkan download disini :

Materi Modul 6 KB 2 - Pengembangan Materi Ajar Bahasa Arab Download
Update !!! Download

Demikian artikel yang berisi tentang rangkuman tentang Pengembangan Materi Ajar Bahasa Arab.

Semoga bermanfaat.

Wednesday, January 6, 2021

Materi Modul 6 KB 1 - Konsep Pemerolehan dan Pembelajaran Bahasa Arab

MTs Arabic - Artikel ini adalah lanjutan dari materi modul 6 PPG Bahasa Arab, berikut ringkasan materinya.

Pemerolehan bahasa atau language acquisition adalah proses yang di pergunakan oleh anak-anak untuk menyesuaikan serangkaian hipotesis yang makin bertambah rumit, ataupun teori –teori yang masih terpendam yang mungkin sekalai terjadi, dengan ucapan – ucapan orang tuanya sampai dia memilih, berdasarkan suatu ukuran atau takaran penilaian, tata bahasa yang paling baik serta paling sederhana dari bahasa tersebut. Anak- anak melihat dengan pandngan yang cerah akan kenyataan – kenyataan bahasa  yang di pelajarinya dengan melihat tata bahasa asli orang tuanya, serta pembaharuan – pembaharuan yang telah mereka buat, sebagai bahasa tunggal. Kemudian dia menyusun atau membangun suatu tata bahasa baru yang sederhana dengan melakukan pembaharuan- pembaharuan yang mereka buat sendiri dan mudah di pahami menurut nalar si anak. 

Ada beberapa teori mengenai pemerolah bahasa diantaranya:

Pertama, Teori Behaviorisme.
Teori behaviorisme menyoroti aspek perilaku kebahasaan yang dapat diamati langsung dan hubungan antara rangsangan (stimulus) dan reaksi (response). Perilaku bahasa yang efektif adalah membuat reaksi yang tepat terhadap rangsangan. Reaksi ini akan menjadi suatu kebiasaan jika reaksi tersebut dibenarkan. Dengan demikian, anak belajar bahasa pertamanya.

Sebagai contoh, seorang anak mengucapkan bilangkali untuk barangkali. Sudah pasti si anak akan dikritik oleh ibunya atau siapa saja yang mendengar kata tersebut. Apabila sutu ketika si anak mengucapkan barangkali dengan tepat, dia tidak mendapat kritikan karena pengucapannya sudah benar. Situasi seperti inilah yang dinamakan membuat reaksi yang tepat terhadap rangsangan dan merupakan hal yang pokok bagi pemerolehan bahasa pertama.

Kedua, Teori Nativisme.
Menurut aliran ini, bahasa adalah sesuatu yang kompleks dan rumit sehingga mustahil dapat dikuasai dalam waktu yang singkat melalui “peniruan”. Nativisme juga percaya bahwa setiap manusia yang lahir sudah dibekali dengan suatu alat untuk memperoleh bahasa (language acquisition device, disingkat LAD). Mengenai bahasa apa yang akan diperoleh anak bergantung pada bahasa yang digunakan oleh masyarakat sekitar. Sebagai contoh, seorang anak yang dibesarkan di lingkungan Amerika sudah pasti bahasa Inggris menjadi bahasa pertamanya.

Ketiga, Teori Kognitivisme.
Menurut teori ini, bahasa bukanlah suatu ciri alamiah yang terpisah, melainkan salah satu di antara beberapa kemampuan yang berasal dari kematangan kognitif. Bahasa distrukturi oleh nalar. Perkembangan bahasa harus berlandaskan pada perubahan yang lebih mendasar dan lebih umum di dalam kognisi. Jadi, urutan-urutan perkembangan kognitif menentukan urutan perkembangan bahasa.  Menurut teori kognitivisme, yang paling utama harus dicapai adalah perkembangan kognitif, barulah pengetahuan dapat keluar dalam bentuk keterampilan berbahasa. Dari lahir sampai 18 bulan, bahasa dianggap belum  ada. Anak hanya memahami dunia melalui indranya. Anak hanya mengenal benda yang dilihat secara langsung. Pada akhir usia satu tahun, anak sudah dapat mengerti bahwa benda memiliki sifat permanen sehingga anak mulai menggunakan simbol untuk mempresentasikan benda yang tidak hadir dihadapannya. Simbol ini kemudian berkembang menjadi kata-kata awal yang diucapkan anak.

Keempat, Teori Interaksionisme.
Teori interaksionisme beranggapan bahwa pemerolehan bahasa merupakan hasil interaksi antara kemampuan mental pembelajaran dan lingkungan bahasa. Pemerolehan bahasa itu berhubungan dengan adanya interaksi antara masukan “input” dan kemampuan internal yang dimiliki pembelajar. Setiap anak sudah memiliki LAD sejak lahir. Namun, tanpa ada masukan yang sesuai tidak mungkin anak dapat menguasai bahasa tertentu secara otomatis.

Untuk isi modul lengkapnya, silahkan download disini :

Materi Modul 6 KB 1 - Konsep Pemerolehan dan Pembelajaran Bahasa Arab Download
Update !!! Download

Demikian artikel yang berisi tentang rangkuman tentang Konsep Pemerolehan dan Pembelajaran Bahasa Arab.

Semoga bermanfaat.

Friday, December 4, 2020

Materi Modul 6 KB 4 - Menelaah Tes Hasil Belajar

 
"Hasil penilaian merupakan cerminan prestasi dan tingkah laku peserta didik selama melakukan kegiatan belajar"
MTs Arabic - Analisis kualitas perangkat soal tes hasil belajar dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: analisis secara teoritik (kualitatif) dan analisis secara empiris (kuantitatif). Analisis secara teoritis adalah telaah soal yang difokuskan pada aspek materi, konstruksi, dan bahasa. Aspek materi berkaitan dengan substansi keilmuan yang ditanyakan serta tingkat berpikir yang terlibat, aspek konstruksi berkaitan dengan teknik penulisan soal, dan aspek bahasa berkaitan dengan kejelasan hal yang ditanyakan. Analisis empiris adalah telaah soal berdasarkan data lapangan (uji coba). Pada modul ini Anda akan mempelajari penelaahan kualitas tes bentuk objektif, pengolahan hasil tes, dan pemanfaatan hasil tes.

Penelaahan kualitas soal bentuk objektif pada aspek materi dimaksudkan untuk mengetahui apakah materi yang diujikan sudah sesuai dengan kompetensi atau hasil belajar yang ditetapkan, dan apakah materi soal sudah sesuai dengan tingkat atau jenjang kemampuan berpikir peserta tes, serta apakah kunci jawaban sudah sesuai dengan isi pokok soal. Telaah kualitas soal pada aspek konstruksi dimaksudkan untuk mengetahui teknik penulisan butir-butir soal sudah merujuk pada kaidah-kaidah penulisan soal yang baik. Pada aspek bahasa, telaah soal dimaksudkan untuk mengetahui apakah bahasa yang digunakan cukup jelas dan mudah dimengerti, tidak menimbulkan multi interpretasi, serta sesuai dengan kaidah penggunaan bahasa yang berlaku.

Analisis karakteristik butir soal mencakup analisis parameter kuantitatif dan kualitatif butir soal. Parameter kuantitatif berkaitan dengan analisis butir soal berdasarkan atas tingkat kesukaran, daya beda, dan keberfungsian alternative pilihan jawaban. Parameter kualitatif berkaitan dengan analisis butir soal berdasarkan atas pertimbangan ahli (expert judgemeni).

Data yang terkumpul dari penilaian dengan teknik tes akan berupa data kuantitatif. Data tersebut merupakan data mentah yang memerlukan pengolahan lebih lanjut. Guru melaksanakan penilaian hasil belajar sesuai perencanaan penilaian yang telah ditetapkan sebelumnya. Setelah selesai melakukan penilaian (pengujian), Guru mengolah atau melakukan pemeriksaan hasil penilaian. Lembar jawaban bentuk pilihan ganda dapat diperiksa secara manual atau menggunakan alat pemindai. Lembar jawaban soal bentuk uraian diperiksa secara manual oleh Guru sesuai mata pelajaran dengan mengacu pada pedoman penskoran. Apabila dalam suatu tes terdapat dua bentuk soal, yaitu uraian dan soal objektif (misalnya pilihan ganda), maka nilai akhir merupakan gabungan nilai soal pilihan ganda dan nilai soal uraian, sesuai dengan bobot yang telah direncanakan.

Pada prinsipnya nilai akhir suatu mata pelajaran adalah gabungan dari seluruh pencapaian KD yang ditargetkan. Dengan demikian, pendidik harus membuat tabel spesifikasi yang memuat macam KD dan pencapaian hasil setiap KD, termasuk aspek yang dinilai dalam setiap KD. Pendidik juga harus membuat pembobotan atas dasar hasil yang diperoleh sesuai dengan jenis penilaian yang dilakukan. Perlu diperhatikan bahwa yang lebih penting adalah penilaian harus terbuka dalam arti bahwa peserta didik sejak awal sudah memahami bagaimana pendidik dalam menilai keberhasilan belajarnya.

Lebih lengkapnya, silahkan bapak ibu download file Modul 6 KB 4 tentang Menelaah Tes Hasil Belajar di bawah ini :

Download Materi Menelaah Tes Hasil Belajar

Demikian artikel tentang Menelaah Tes Hasil Belajar. Semoga bermanfaat.

Materi Modul 6 KB 3 - Menulis Tes Hasil Belajar

 
"Guru harus memiliki pemahaman dan keterampilan untuk mengembangkan atau menulis instrumen penilaian, termasuk tes. Penulisan tes hendaknya dilakukan secara sistematis sesuai kaidah penulisan tes yang baik."
MTs Arabic - Penulisan tes hasil belajar hendaknya dilakukan secara sistematis sesuai kaidah penulisan tes yang baik, yaitu melalui langkah-langkah: (a) Perumusan tujuan tes, (b) Penentuan bentuk pelaksanaan tes, (c) Penyusunan kisi-kisi tes,(d) Penulisan butir soal, (e) Penelaahan butir soal, (f) Uji coba/analisis, (g) Perakitan soal/perangkat tes. Setelah perakitan soal tes tersebut selesai dilakukan, maka perangkat tes siap digunakan untuk pelaksanaan tes.

Perumusan tujuan tes harus dilakukan dengan memperhatikan untuk apa tes tersebut disusun. Tes hasil belajar disusun umumnya digunakan untuk penempatan, diagnostik, perkembangan hasil belajar, dan tujuan lainnya. Berdasarkan tujuan tes, langkah selanjutnya adalah menetapkan bentuk pelaksanaan tes, misalnya tes tertulis bentuk uraian. Langkah-langkah menyusun kisi-kisi: (a) menentukan Kompetensi (KD) yang akan diukur; (b) memilih materi esensial yang representatif; dan (c) merumuskan indikator yang mengacu pada KD dengan memperhatikan materi.

Kaidah-kaidah penyusunan soal tes uraian antara lain: Soal harus sesuai dengan indikator; Isi materi yang ditanyakan sudah sesuai dengan jenjang, jenis sekolah, atau tingkat kelas; Rumusan kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai; Tabel, gambar, atau yang sejenisnya harus disajikan dengan jelas dan terbaca, sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda dan juga harus bermakna; Rumusan butir soal menggunakan bahasa sederhana dan komunikatif. Soal tes hendaknya memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas,

Lebih lengkapnya, silahkan bapak ibu download file Modul 6 KB 3 tentang Menulis Tes Hasil Belajar di bawah ini :

Download Materi Menulis Tes Hasil Belajar

Demikian artikel tentang Menulis Tes Hasil Belajar. Semoga bermanfaat.

Materi Modul 6 KB 2 - Penilaian Otentik (Authentic Assessment)

 
"Penilaian otentik adalah penilaian yang dilakukan secara menyeluruh berimbang antara kompetensi pengetahuan, sikap,dan keterampilan"
MTs Arabic - Penilaian otentik adalah merupakan salah satu bentuk penilaian hasil belajar peserta didik yang didasarkan atas kemampuannya menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam kehidupan yang nyata di sekitarnya. Makna otentik adalah kondisi yang sesungguhnya berkaitan dengan kemampuan peserta didik. Dalam kaitan ini, peserta didik dilibatkan secara aktif dan realisitis dalam menilai kemampuan atau prestasi mereka sendiri. Dengan demikian, pada penilaian otentik lebih ditekankan pada proses belajar yang disesuaikan dengan situasi dan keadaan sebenarnya, baik itu di dalam kelas maupun di luar kelas.

Pada penilaian otentik, peserta didik diarahkan untuk melakukan sesuatu dan bukan sekedar hanya mengetahui sesuatu, disesuaikan dengan kompetensi mata pelajaran yang diajarkan. Di samping itu, pada penilaian otentik, penilaian hasil belajar peserta didik tidak hanya difokuskan pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek afektif dan psikomotorik. Dibandingkan dengan penilaian tradisonal yang selama ini banyak dilakukan oleh pendidik, penilaian otentik lebih dapat menunjukkan hasil belajar yang komprehensip.

Dilihat dari sifat dan proses pelaksanaannya, penilaian otentik sering disamakan artinya dengan beberapa istilah dalam penilaian, yaitu penilaian berbasis kinerja, penilaian langsung, dan penilaian alternatif. Penilaian otentik diseebut juga sebagai penilaian berbasis kineija karena peserta didik diminta untuk melakukan tugas-tugas belajar yang bermakna. Penilaian otentik disebut juga sebagai penilaian langsung karena mampu memberikan bukti secara langsung dan aplikasi bermakna dari pengetahuan dan keterampilan. Penilaian otentik disebut juga dengan istilah penilaian alternatif karena penilaian otentik merupakan suatu alternatif bagi penilaian tradisional.Jadi dapat dikatakan bahwa penilaian otentik merupakan penilaian yang menyeluruh berkaitan dengan kompetensi dalam belajar, baik dilihat dari aspek kognitif, afektif, dan maupun psikomotor. Di samping itu, penilaian otentik lebih mengutamakan proses daripada hasil pembelajaran dan lebih menekankan praktek daripada teori yang diterima di kelas, yang kesemuanya dilakukan sesuai dengan kondisi yang nyata di lapangan.

Dalam rangka menciptakan situasi dan kondisi lingkungan belajar yang kondusif untuk menumbuhkan keaktifan dan kreativitas peserta didik maka penilaian otentik adalah sangat tepat oleh pendidik. Secara rinci tujuan dilakukannya penilaian otentik antara lain adalah:penilaian autentik memiliki beberapa tujuan. Apa saja tujuannya ?

Lebih lengkapnya, silahkan bapak ibu download file Modul 6 KB 2 tentang Penilaian Otentik (Authentic Assessment) di bawah ini :

Download Materi Penilaian Otentik (Authentic Assessment)

Demikian artikel tentang Penilaian Otentik (Authentic Assessment). Semoga bermanfaat.

Materi Modul 6 KB 1 - Pengertian Pengukuran, Penilaian, Tes dan Evaluasi

 
"Penilaian, pengukuran, dan tes memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan program pembelajaran yang sudah dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)."
MTs Arabic - Dalam aktivitas kehidupan sehari-hari semua orang pasti selalu melakukan pengukuran, misalnya mengukur waktu, kecepatan, jarak, berat, suhu, dan sebagainya. Hasil pengukuran tersebut selalu diikuti dengan satuan sesuai dengan karakteristik obyek yang diukur sehingga memberikan informasi yang bermakna. Tanpa ada satuan yang mengikuti hasil pengukuran maka informasi yang diperoleh tidak memberikan makna apa-apa. Intinya bahwa dalam melakukan pengukuran suatu obyek ukur diperlukan pengetahuan dan keterampilan menggunakan peralatan ukur dan kemampuan menginterpretasikan hasil pengukurannya.

Demikian juga halnya dengan pengukuran hasil belajar. Batasan pengukuran (measurement) telah banyak dikemukakan oleh para ahli di bidang asesmen pembelajaran. Secara garis besar, pengukuran adalah proses pemberian angka atau bentuk kuntitatif pada objek-objek atau kejadian-kejadian menurut sesuatu aturan yang ditetapkan.Artinya, proses pemberian bentuk kuantitatif dalam pengukuran dilakukan atas dasar ketentuan atau aturan yang sudah disusun secara cermat. Dengan demikian, bentuk angka atau bilangan yang dikenakan kepada objek yang diukur dapat mempresentasikan secara kuantitatif sifat-sifat objek tersebut. Berdasarkan deskripsi di atas dapat dikemukakan bahwa pengukuran pada padasamya adalah proses memberi bentuk kuantitatif pada atribut seseorang, kelompok atau objek-objek lainnya berdasarkan aturan-aturan atau formulasi yang jelas. Artinya, dalam memberiangka atau sekor pada subjek, objek atau kejadian harus menggunakan aturan-aturan atau formula yang jelas dan sudah disepakati bersama.Hal ini dimaksudkan agar angka atau sekor yang diberikan betul-betul dapat menggambarkan kondisi yang sesungguhnya dari orang, obyek, kejadian yang diukur. Semakin jauh seseorang meninggalkan aturan-aturan pengukuran maka semakin besar kesalahan pengukuran yang terjadi.

Untuk dapat melaksanakan pengukuran diperlukan alat untuk mengukur yaitu tes. Tes adalah sejumlah pertanyaan atau pernyataan yang memiliki jawaban yang benar. Pertanyaan atau pernyataan tersebut menuntut adanya keharusan orang yang diuji untuk menjawab dengan tujuan untuk mengukur suatu aspek tertentu dari orang yang diuji tersebut. Dalam menjawab pertanyaan atau pernyataan tersebut harus mengikuti aturan-aturan atau petunjuk yang sudah dirumuskan. Tes adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis untuk mengukur karakteristik orang atau obyek tertentu dengan ketentuan atau cara yang sudah ditentukan.

Penilaian adalah proses memberikan atau menentukan bentuk kualitatif kepada atribut atau karakteristik seseorang, kelompok, atau objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu. Penilaian merupakan kegiatan menafsirkan atau mendeskripsikan hasil pengukuran. Penilaian adalah proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar, baik yang menggunakan instrumen tes maupun non tes. Contoh hasil penilaian adalah penetapan lulus dan tidak lulus, kompeten dan tidak kompeten, baik dan tidak baik, memuaskan dan tidak memuaskan, dan sebagainya.

Salah satu langkah penting yang harus dilakukan untuk mengetahui keberhasilan suatu program, baik dalam skala mikro maupun dalam skala makro, adalah evaluasi. Evaluasi merupakan kegiatan untuk menentukan mutu atau nilai suatu program yang di dalamnya ada unsur pembuatan keputusan. Evaluasi pada dasarnya merupakan kegiatan pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis melalui suatu pengukuran, yang selanjutnya data dianalisis dan hasil analisis data tersebut selanjutnya digunakan untuk menentukan berbagai alternatif keputusan atau kebijakan yang relevan.

Lebih lengkap tentang penjelasan pengukuran, penilaian, tes, dan evaluasi, silahkan bapak ibu download file Modul 6 KB 1 tentang Pengertian Pengukuran, Penilaian, Tes dan Evaluasi di bawah ini :

Download Materi Pengertian Pengukuran, Penilaian, Tes dan Evaluasi

Demikian artikel tentang Pengertian Pengukuran, Penilaian, Tes dan Evaluasi.

Semoga bermanfaat.

Baca juga :

Website ini dilindungi oleh :

Followers

Fanspage MTs Arabic

Pengunjung MTs Arabic

Live Pengunjung

Arsip MTs Arabic

Label

AKG Bahasa Arab AKM AKSI Analisis Alokasi Waktu Analisis SKL-KI-KD MTs Arsip ATP Bahasa Arab MTs Arsip Bimtek Arsip Buku Kerja Guru Arsip ITHLA Arsip Kurikulum Arsip Kurikulum Darurat Arsip Literasi Digital MTs Arsip MGMP Arsip P3K Kemenag Arsip Pelatihan Arsip Piagam MTs Arabic Arsip PPG Arsip Rapot Arsip Soal Arsip Soal Google Form Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 9 Arsip Surat Arsip TP Bahasa Arab MTs Arsip Webinar ASAT Asesmen Madrasah Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5 Bab 6 Bahasa Arab Bahasa Arab MTs Buku Kerja Guru 1 Buku Kerja Guru 2 Buku Kerja Guru 3 Buku Kerja Guru 4 Buku Pegangan Guru dan Siswa ClassPoint Computational Thinking CP Bahasa Arab MTs CPNS Daftar Hadir Daftar Nilai Daya Serap Siswa Deep Learning Download E-Learning Bahasa Arab MTs E-Modul Bahasa Arab Evaluasi Diri Kerja Guru Fase D Hari Guru Nasional Ikrar Guru Indonesia Ilmu Nahwu Ilmu Sharaf Indikator Soal Bahasa Arab MTs Indonesia Website Awards 2021 Info Madrasah IPK Jadwal Mengajar Guru Jurnal Agenda Guru Kaldik Madrasah KBC Kegiatan Pembelajaran Bahasa Arab Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 KGE KI-KD Bahasa Arab MTs Kisah Cerita Anak Bahasa Arab Kisi-kisi Soal KKM Bahasa Arab MTs KMA 1503 Tahun 2025 KMA 183 Tahun 2019 KMA 347 Tahun 2022 Kode Etik Guru Kokurikuler Kumpulan Soal Kurikulum Berbasis Cinta Kurikulum Madrasah Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka MTs Literasi MATERI BAB 1 MATERI BAB 2 MATERI BAB 3 MATERI BAB 4 MATERI BAB 5 MATERI BAB 6 Materi Bahasa Arab MTs Media Pembelajaran Metode Pembelajaran Modul 1 Modul 2 Modul 3 Modul 4 Modul 5 Modul 6 Modul Ajar Modul Bahasa Arab Modul Bahasa Arab P3K Modul Pedagogik Modul Pedagogik P3K Modul Profesional PPG Motivasi Nahwu Wadhih Naskah Akademik Olimpiade Bahasa Arab Panduan Kokurikuler Panduan Kurikulum Madrasah Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pelatihan Dugi Academy Pembelajaran Mendalam Pembiasaan Guru Madrasah Penilaian Akhir Semester Penilaian Akhir Semester Kelas 7 Penilaian Akhir Semester Kelas 8 Penilaian Akhir Semester Kelas 9 Penilaian Akhir Tahun Penilaian Harian Penilaian Tengah Semester Perangkat Pembelajaran Perbaikan Soal PPPK Program Semester Program Tahunan Quizizz Regulasi Remedial dan Pengayaan RPP 1 Lembar SEMESTER 1 SEMESTER 2 Silabus Bahasa Arab MTs Soal AKG Soal AKM Bahasa Arab Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 7 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 8 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 9 Tata Tertib Guru Tindak Lanjut Kerja Guru Tujuan Pembelajaran Tutorial Ujian Madrasah Wayground Wayground Arabic Wayground PAI Bahasa Arab