Indonesia Website Awards

Saturday, January 24, 2026

Tips Menyusun Tujuan Pembelajaran Insersi KBC

DISCLAIMER!!!

"Tidak ada aturan baku bagaimana cara membuat tujuan pembelajaran, terlebih jika diinsersikan dengan kurikulum berbasis cinta. Silakan disesuaikan dengan karakteristik madrasah, guru (mata pelajaran), murid, dan lingkungan nya masing-masing."

Tuesday, January 20, 2026

Contoh Kasus Computational Thinking pada Mata Pelajaran Bahasa Arab

MTs Arabic - Setiap hari, tanpa kita sadari, kita selalu berhadapan dengan masalah dan pilihan. Mulai dari hal sederhana seperti mengatur waktu berangkat sekolah agar tidak terlambat, sampai persoalan yang lebih kompleks seperti menyelesaikan tugas kelompok atau mengambil keputusan penting. Dalam proses itu, sebenarnya kita sedang menggunakan cara berpikir yang terstruktur dan logis. Cara berpikir inilah yang dikenal sebagai Computational Thinking.

Computational Thinking, atau berpikir komputasional, bukanlah konsep yang hanya milik dunia komputer dan teknologi. Ia adalah cara berpikir manusia untuk memahami masalah, menyederhanakannya, lalu menyusun solusi secara runtut dan masuk akal. Dalam pendidikan, kemampuan ini menjadi sangat penting karena membantu peserta didik tidak hanya mengetahui jawaban, tetapi memahami proses bagaimana sebuah jawaban diperoleh.

Dalam konteks pendidikan, Computational Thinking berperan sebagai fondasi cara berpikir. Pendidikan modern tidak lagi cukup jika hanya menekankan hafalan dan penguasaan materi. Siswa perlu dibekali kemampuan untuk menganalisis situasi, melihat keterkaitan antar masalah, dan mengambil keputusan yang tepat. Berpikir komputasional membantu siswa menghadapi persoalan dengan lebih tenang karena mereka terbiasa menyusun langkah, bukan sekadar bereaksi secara spontan.

Salah satu ciri utama Computational Thinking adalah kebiasaan memecah masalah besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Dalam dunia pendidikan, hal ini terlihat ketika siswa menghadapi proyek atau tugas besar. Tugas tersebut tidak langsung diselesaikan sekaligus, melainkan dibagi menjadi beberapa tahap agar lebih mudah dikelola. Cara berpikir seperti ini membuat siswa lebih terorganisir dan tidak mudah merasa kewalahan.

Selain itu, berpikir komputasional juga melibatkan kemampuan mengenali pola. Dalam proses belajar, siswa sering menemukan kesamaan antara satu materi dengan materi lain. Misalnya, pola penyebab dan akibat dalam pelajaran IPS, atau pola langkah penyelesaian soal dalam matematika. Dengan mengenali pola, siswa lebih cepat memahami materi baru karena mereka dapat mengaitkannya dengan pengalaman sebelumnya.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah kemampuan menyaring informasi atau melakukan abstraksi. Di era informasi yang melimpah, siswa sering dihadapkan pada banyak data dan penjelasan sekaligus. Berpikir komputasional membantu mereka fokus pada inti persoalan dan mengabaikan detail yang tidak relevan. Dengan begitu, proses berpikir menjadi lebih jernih dan terarah.

Computational Thinking juga berkaitan erat dengan kebiasaan menyusun langkah secara berurutan. Dalam pembelajaran, hal ini terlihat ketika siswa diminta menjelaskan proses atau prosedur, seperti langkah melakukan percobaan, menulis laporan, atau menyusun argumen. Urutan yang jelas menunjukkan bahwa siswa memahami hubungan sebab-akibat dan tidak sekadar menebak hasil akhir.

Pentingnya Computational Thinking dalam pendidikan semakin terasa ketika dunia terus berubah dengan cepat. Tantangan yang dihadapi generasi saat ini tidak selalu memiliki jawaban tunggal. Banyak persoalan membutuhkan pemikiran yang fleksibel, logis, dan kreatif sekaligus. Berpikir komputasional membantu siswa mengembangkan ketiganya secara seimbang.

Di sisi lain, Computational Thinking juga mendorong kemandirian belajar. Siswa yang terbiasa berpikir sistematis cenderung lebih percaya diri dalam menyelesaikan tugas. Mereka tidak mudah menyerah karena tahu bahwa setiap masalah bisa dihadapi dengan memecahnya menjadi langkah-langkah kecil. Kebiasaan ini sangat berguna, tidak hanya di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan yang mengintegrasikan Computational Thinking juga membantu membentuk karakter siswa yang reflektif. Mereka terbiasa mengevaluasi proses yang telah dilakukan: langkah mana yang berhasil, mana yang perlu diperbaiki, dan apa yang bisa dilakukan dengan lebih baik ke depan. Proses refleksi ini membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna.

Secara keseluruhan, Computational Thinking bukanlah mata pelajaran baru, melainkan cara baru dalam memandang proses belajar. Ia mengajarkan bahwa belajar bukan hanya tentang mengumpulkan pengetahuan, tetapi tentang melatih cara berpikir agar lebih terstruktur, logis, dan efektif. Dengan membiasakan berpikir komputasional, pendidikan tidak hanya mencetak siswa yang pintar secara akademik, tetapi juga individu yang siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Saturday, January 17, 2026

Webinar Komunitas Guru Erlangga: Perencanaan Pembelajaran Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam di Madrasah

Assalamu’alaikum Bapak/Ibu Guru Madrasah yang luar biasa! 👋

Yuk bergabung dalam Webinar KGE Madrasah (Komunitas Guru Erlangga) yang akan diselenggarakan pada:

💡 Tema: Perencanaan Pembelajaran Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam di Madrasah

📅 Sabtu, 24 Januari 2026

🕓 Pukul 09.00–11.30 WIB

📍 Live via Zoom

🎙️ Bersama narasumber:

Fithrotus Subhaniyah, M.Pd.

(Penyusun Panduan Kurikulum Berbasis Cinta Kemenag RI)

🎙️ Moderator:

Ali Mursyid, S.Hum., M.Pd.

(Guru Bahasa Arab)

📜 Gratis & bersertifikat

📲 Daftar segera melalui link: bit.ly/KGE24Januari2026

Thursday, January 15, 2026

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - An-Na’t (Kata Sifat)

An-Na’t (Kata Sifat)

An-Na’t (النَّعْتُ) adalah kata sifat yang berfungsi untuk menggambarkan atau menjelaskan sifat dari kata benda (isim) yang berada tepat sebelumnya.

Dalam struktur ini, terdapat dua istilah:

  1. Na’t (نَعْتٌ): Kata sifat itu sendiri.
  2. Man’ut (مَنْعُوتٌ): Kata benda yang disifati.

Aturan terpenting dari Na’t adalah ia selalu mengikuti keadaan i’rab (rafa’, nashab, atau jarr) dari Man’ut-nya. Jika Man’ut-nya marfu’, maka Na’t-nya juga marfu’, dan begitu seterusnya.

Perhatikan contoh berikut yang menunjukkan bagaimana Na’t selalu mengikuti Man’ut:

Keadaan Rafa’: هَذَا كِتَابٌ مُفِيدٌ (Ini adalah buku yang bermanfaat).

Keduanya berharakat akhir dhammahtain (marfu’).

Keadaan Nashab: قَرَأْتُ كِتَابًا مُفِيدًا (Saya membaca buku yang bermanfaat).

Keduanya berharakat akhir fathatain (manshub).

Keadaan Jarr: نَظَرْتُ فِي كِتَابٍ مُفِيدٍ (Saya melihat pada buku yang bermanfaat).

Keduanya berharakat akhir kasratain (majrur).

Kaidah Utama (القَوَاعِدُ)

Berikut adalah definisi formal untuk aturan ini sesuai teks:

23- النَّعْتُ لَفْظٌ يَدُلُّ عَلَى صِفَةٍ فِي اسْمٍ قَبْلَهُ، وَيُسَمَّى الِاسْمُ الْمَوْصُوفُ مَنْعُوتًا.

Terjemah: An-Na’t adalah lafal (kata) yang menunjukkan suatu sifat pada isim (kata benda) sebelumnya, dan isim yang disifati itu dinamakan Man’ut.

24- النَّعْتُ يَتْبَعُ الْمَنْعُوتَ فِي رَفْعِهِ وَنَصْبِهِ وَجَرِّهِ.

Terjemah: An-Na’t mengikuti Man’ut dalam keadaan rafa’, nashab, dan jarr-nya.

Baca juga:

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlatul Mufidah (Kalimat Sempurna)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Ajza’ul Jumlah (Bagian-Bagian Kalimat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Pembagian Fi’il (Kata Kerja) Berdasarkan Waktu

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Fa’il (Subjek/Pelaku)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Maf’ul Bih (Objek)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Mubtada’ wal Khabar (Subjek & Predikat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Fi’liyyah (Kalimat Verbal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Ismiyyah (Kalimat Nominal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Nashab Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Manshub)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Jazm Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Majzum)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaiah) - Rafa’ Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Marfu’)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Kana dan Saudara-saudaranya (كَانَ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Inna dan Saudara-saudaranya (إِنَّ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Isim Majrur (Jarrul Ismi)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - An-Na’t (Kata Sifat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Isim Majrur (Jarrul Ismi)

Isim Majrur (Jarrul Ismi)

Selain dalam keadaan marfu’ (berakhiran dhammah) dan manshub (berakhiran fathah), sebuah isim (kata benda) juga bisa berada dalam keadaan majrur (مَجْرُورٌ). Tanda jarr yang paling umum adalah harakat kasrah ( ِ ) di akhir kata.

Penyebab utama sebuah isim menjadi majrur adalah karena ia didahului oleh salah satu partikel (huruf) yang disebut Huruf Jar (حُرُوفُ الْجَرِّ).

Huruf Jar yang dibahas dalam materi ini adalah:

مِنْ (min) – dari

إِلَى (ila) – ke

عَنْ (‘an) – dari / tentang

عَلَى (‘ala) – di atas

فِي (fi) – di dalam

بِـ (bi) – dengan

لِـ (li) – untuk / milik

Contoh: Pada kalimat نَزَلَ الْمَطَرُ مِنَ السَّمَاءِ, kata السَّمَاءِ menjadi majrur (berharakat akhir kasrah) karena didahului oleh huruf jar مِنْ.

Kaidah Utama (القَوَاعِدُ)

Berikut adalah definisi formal untuk aturan ini sesuai teks:

22- يُجَرُّ الِاسْمُ إِذَا سَبَقَهُ حَرْفٌ مِنْ حُرُوفِ الْجَرِّ الْآتِيَةِ وَهِيَ: مِنْ، وَإِلَى، وَعَنْ، وَعَلَى، وَفِي، وَالْبَاءُ، وَاللَّامُ.

Terjemah: Sebuah isim menjadi majrur jika ia didahului oleh salah satu dari huruf-huruf jar berikut, yaitu: min, ila, ‘an, ‘ala, fi, al-ba’, dan al-lam.

Baca juga:

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlatul Mufidah (Kalimat Sempurna)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Ajza’ul Jumlah (Bagian-Bagian Kalimat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Pembagian Fi’il (Kata Kerja) Berdasarkan Waktu

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Fa’il (Subjek/Pelaku)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Maf’ul Bih (Objek)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Mubtada’ wal Khabar (Subjek & Predikat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Fi’liyyah (Kalimat Verbal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Ismiyyah (Kalimat Nominal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Nashab Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Manshub)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Jazm Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Majzum)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaiah) - Rafa’ Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Marfu’)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Kana dan Saudara-saudaranya (كَانَ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Inna dan Saudara-saudaranya (إِنَّ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Isim Majrur (Jarrul Ismi)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - An-Na’t (Kata Sifat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Inna dan Saudara-saudaranya (إِنَّ وَأَخَوَاتُهَا)

Inna dan Saudara-saudaranya (إِنَّ وَأَخَوَاتُهَا)

Inna dan saudara-saudaranya adalah sekelompok huruf (partikel) yang masuk ke dalam kalimat Jumlah Ismiyyah (yang tersusun dari Mubtada’ dan Khabar). Fungsinya adalah kebalikan dari fungsi Kana dan saudara-saudaranya.

Aturan perubahannya adalah sebagai berikut:

Mubtada’: Berubah menjadi manshub (tanda akhirnya fathah), dan namanya berubah menjadi Isim Inna (اِسْمُ إِنَّ).

Khabar: Tetap dalam keadaan marfu’ (tanda akhirnya dhammah), dan namanya berubah menjadi Khabar Inna (خَبَرُ إِنَّ).

Perhatikan perubahan pada contoh berikut:

Sebelum: الْجَمَلُ صَبُورٌ (Unta itu sabar.) → Keduanya marfu’.

Sesudah: إِنَّ الْجَمَلَ صَبُورٌ (Sesungguhnya unta itu sabar.) → الْجَمَلَ menjadi manshub, sedangkan صَبُورٌ tetap marfu’.

Saudara-saudara Inna yang dibahas dalam materi ini adalah:

أَنَّ (anna), كَأَنَّ (ka’anna), لَكِنَّ (lakinna), لَيْتَ (laita), dan لَعَلَّ (la’alla). Masing-masing huruf ini memiliki fungsi makna tersendiri, seperti إِنَّ/أَنَّ untuk penegasan, لَكِنَّ untuk menyatakan pertentangan (tetapi), كَأَنَّ untuk perumpamaan, لَيْتَ untuk harapan (yang sulit terwujud), dan لَعَلَّ untuk harapan (yang mungkin terwujud).

Kaidah Utama (القَوَاعِدُ)

Berikut adalah definisi formal untuk aturan ini sesuai teks:

21- إِنَّ، وَأَنَّ، وَكَأَنَّ، وَلَكِنَّ، وَلَيْتَ، وَلَعَلَّ تَدْخُلُ عَلَى الْمُبْتَدَأِ وَالْخَبَرِ. فَتَنْصِبُ الْمُبْتَدَأَ وَيُسَمَّى اسْمَهَا، وَتَرْفَعُ الْخَبَرَ وَيُسَمَّى خَبَرَهَا.

Terjemah: Inna, anna, ka’anna, lakinna, laita, dan la’alla masuk ke dalam susunan Mubtada’ dan Khabar. Lalu mereka men-nashab-kan Mubtada’ (dan dinamakan Isim-nya) dan me-rafa’-kan Khabar (dan dinamakan Khabar-nya).

Baca juga:

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlatul Mufidah (Kalimat Sempurna)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Ajza’ul Jumlah (Bagian-Bagian Kalimat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Pembagian Fi’il (Kata Kerja) Berdasarkan Waktu

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Fa’il (Subjek/Pelaku)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Maf’ul Bih (Objek)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Mubtada’ wal Khabar (Subjek & Predikat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Fi’liyyah (Kalimat Verbal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Ismiyyah (Kalimat Nominal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Nashab Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Manshub)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Jazm Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Majzum)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaiah) - Rafa’ Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Marfu’)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Kana dan Saudara-saudaranya (كَانَ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Inna dan Saudara-saudaranya (إِنَّ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Isim Majrur (Jarrul Ismi)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - An-Na’t (Kata Sifat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Kana dan Saudara-saudaranya (كَانَ وَأَخَوَاتُهَا)

Kana dan Saudara-saudaranya (كَانَ وَأَخَوَاتُهَا)

Kana dan saudara-saudaranya adalah sekelompok kata kerja (fi’il) khusus yang masuk ke dalam kalimat Jumlah Ismiyyah (yang tersusun dari Mubtada’ dan Khabar) dan mengubah status tata bahasanya (i’rab).

Fungsi utamanya adalah sebagai berikut:

Mubtada’: Tetap dalam keadaan marfu’ (tanda akhirnya dhammah), namun namanya berubah menjadi Isim Kana (اِسْمُ كَانَ).

Khabar: Berubah menjadi manshub (tanda akhirnya fathah), dan namanya berubah menjadi Khabar Kana (خَبَرُ كَانَ).

Perhatikan perubahan pada contoh berikut:

Sebelum: الْبَيْتُ نَظِيفٌ (Rumah itu bersih.) → Keduanya marfu’.

Sesudah: كَانَ الْبَيْتُ نَظِيفًا (Dahulu rumah itu bersih.) → الْبَيْتُ tetap marfu’, sedangkan نَظِيفًا menjadi manshub.

Saudara-saudara Kana yang dibahas dalam materi ini adalah:

صَارَ (menjadi), لَيْسَ (bukan/tidak), أَصْبَحَ (menjadi di waktu pagi), أَمْسَى (menjadi di waktu sore), أَضْحَى (menjadi di waktu dhuha), ظَلَّ (tetap/senantiasa di waktu siang), بَاتَ (melalui/berada di waktu malam).

Kaidah Utama (القَوَاعِدُ)

Berikut adalah definisi formal untuk aturan ini sesuai teks:

18- تَدْخُلُ كَانَ عَلَى الْمُبْتَدَأِ وَالْخَبَرِ، فَتَرْفَعُ الْأَوَّلَ وَيُسَمَّى اسْمُهَا وَتَنْصِبُ الثَّانِيَ وَيُسَمَّى خَبَرُهَا.

Terjemah: Kana masuk ke dalam susunan Mubtada’ dan Khabar, lalu ia me-rafa’-kan yang pertama (dan dinamakan Isim-nya) dan men-nashab-kan yang kedua (dan dinamakan Khabar-nya).

19- مِثْلُ كَانَ فِيمَا تَقَدَّمَ صَارَ، وَلَيْسَ، وَأَصْبَحَ، وَأَمْسَى، وَأَضْحَى، وَظَلَّ، وَبَاتَ، وَتُسَمَّى هَذِهِ الْأَفْعَالُ أَخَوَاتِ كَانَ.

Terjemah: Seperti Kana dalam aturan tersebut adalah shaara, laisa, ashbaha, amsaa, adhaa, zhalla, dan baata, dan fi’il-fi’il ini dinamakan saudara-saudara Kana.

20- لِكُلِّ فِعْلٍ مِنْ هَذِهِ الْأَفْعَالِ مُضَارِعٌ وَأَمْرٌ يَعْمَلَانِ عَمَلَ الْمَاضِي إِلَّا “لَيْسَ” فَلَا يَأْتِي مِنْهَا مُضَارِعٌ وَلَا أَمْرٌ.

Terjemah: Setiap fi’il dari fi’il-fi’il ini memiliki bentuk mudhari’ dan amr yang berfungsi sama seperti bentuk madhi-nya, kecuali “laisa” yang tidak memiliki bentuk mudhari’ dan amr.

Baca juga:

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlatul Mufidah (Kalimat Sempurna)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Ajza’ul Jumlah (Bagian-Bagian Kalimat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Pembagian Fi’il (Kata Kerja) Berdasarkan Waktu

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Fa’il (Subjek/Pelaku)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Maf’ul Bih (Objek)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Mubtada’ wal Khabar (Subjek & Predikat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Fi’liyyah (Kalimat Verbal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Ismiyyah (Kalimat Nominal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Nashab Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Manshub)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Jazm Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Majzum)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaiah) - Rafa’ Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Marfu’)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Kana dan Saudara-saudaranya (كَانَ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Inna dan Saudara-saudaranya (إِنَّ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Isim Majrur (Jarrul Ismi)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - An-Na’t (Kata Sifat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Rafa’ Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Marfu’)

Rafa’ Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Marfu’)

Setelah membahas keadaan manshub (karena didahului huruf nashab) dan majzum (karena didahului huruf jazm), materi ini menjelaskan tentang keadaan dasar atau hukum asal dari Fi’il Mudhari’.

Hukum asal dari Fi’il Mudhari’ adalah marfu’ (مَرْفُوعٌ), yang umumnya ditandai dengan harakat dhammah ( ُ ) di akhir kata kerja.

Fi’il Mudhari’ akan selalu berada dalam keadaan marfu’ selama ia tidak didahului oleh salah satu dari huruf-huruf penyebab nashab (seperti أنْ, لنْ) ataupun huruf-huruf penyebab jazm (seperti لمْ, لا).

Contohnya pada kalimat يَعُودُ الْمُسَافِرُ (Musafir itu kembali), kata يَعُودُ dibaca marfu’ karena tidak ada huruf nashab atau jazm yang mendahuluinya.

Kaidah Utama (القَوَاعِدُ)

Berikut adalah definisi formal untuk aturan ini sesuai teks:

17- يُرْفَعُ الْفِعْلُ الْمُضَارِعُ إِذَا لَمْ تَسْبَقْهُ أَدَاةٌ مِنْ أَدَوَاتِ النَّصْبِ أَوِ الْجَزْمِ.

Terjemah: Fi’il Mudhari’ dibaca rafa’ jika ia tidak didahului oleh salah satu alat (huruf) nashab atau jazm.

Baca juga:

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlatul Mufidah (Kalimat Sempurna)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Ajza’ul Jumlah (Bagian-Bagian Kalimat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Pembagian Fi’il (Kata Kerja) Berdasarkan Waktu

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Fa’il (Subjek/Pelaku)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Maf’ul Bih (Objek)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Mubtada’ wal Khabar (Subjek & Predikat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Fi’liyyah (Kalimat Verbal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Ismiyyah (Kalimat Nominal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Nashab Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Manshub)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Jazm Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Majzum)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaiah) - Rafa’ Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Marfu’)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Kana dan Saudara-saudaranya (كَانَ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Inna dan Saudara-saudaranya (إِنَّ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Isim Majrur (Jarrul Ismi)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - An-Na’t (Kata Sifat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Jazm Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Majzum)

Jazm Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Majzum)

Selain dalam keadaan marfu’ (asal) dan manshub, Fi’il Mudhari’ juga bisa berada dalam keadaan majzum (مَجْزُومٌ). Tanda jazm yang paling umum adalah harakat sukun ( ْ ) di akhir kata kerja.

Perubahan ini terjadi jika Fi’il Mudhari’ didahului oleh salah satu huruf jawazim (الجَوَازِمُ) atau “penyebab jazm“. Berdasarkan materi ini, huruf-huruf tersebut dibagi menjadi dua kategori:

1. Yang Men-jazm-kan SATU Fi’il

Huruf ini hanya memengaruhi satu kata kerja setelahnya.

لَمْ (lam): Berfungsi untuk menafikan (menidakkan) suatu perbuatan di masa lampau. Contoh: يَحْفَظُ menjadi لَمْ يَحْفَظْ (dia tidak menghafal).

لَا النَّاهِيَةُ (la an-nahiyah): Berfungsi untuk melarang seseorang melakukan sesuatu. Contoh: تَأْكُلُ menjadi لَا تَأْكُلْ (jangan makan).

2. Yang Men-jazm-kan DUA Fi’il

Huruf ini memengaruhi dua kata kerja dalam satu kalimat syarat (sebab-akibat).

إِنْ (in): Berfungsi sebagai huruf syarat (“jika”). Ia men-jazm-kan fi’il pertama (fi’il syarat) dan fi’il kedua (jawab syarat).

Contoh: إِنْ تَجْلِسْ فِي مَجْرَى الْهَوَاءِ تَمْرَضْ (Jika kamu duduk di aliran udara, kamu akan sakit). Di sini, baik تَجْلِسْ maupun تَمْرَضْ keduanya menjadi majzum.

Kaidah Utama (القَوَاعِدُ)

Berikut adalah definisi formal untuk aturan ini sesuai teks:

14- يُجْزَمُ الْفِعْلُ الْمُضَارِعُ إِذَا سَبَقَهُ حَرْفٌ جَازِمٌ كَالْحُرُوفِ الْآتِيَةِ، وَهِيَ: لَمْ، وَلَا النَّاهِيَةُ، وَإِنْ.

Terjemah: Fi’il Mudhari’ menjadi majzum jika ia didahului oleh huruf jazm seperti huruf-huruf berikut: lam, la an-nahiyah, dan in.

15- لَمْ، وَلَا النَّاهِيَةُ تَجْزِمَانِ فِعْلًا مُضَارِعًا وَاحِدًا، وَالْحَرْفُ الْأَوَّلُ يَنْفِي حُصُولَ الْفِعْلِ فِي الْمَاضِي، وَالثَّانِي يَنْهَى عَنْ عَمَلِ الْفِعْلِ.

Terjemah: Lam dan la an-nahiyah men-jazm-kan satu fi’il mudhari’. Huruf pertama (lam) menafikan terjadinya perbuatan di masa lampau, dan yang kedua (la) melarang dilakukannya suatu perbuatan.

16- إِنْ، تَجْزِمُ فِعْلَيْنِ، وَتُفِيدُ أَنَّ حُصُولَ الْفِعْلِ الْأَوَّلِ شَرْطٌ فِي حُصُولِ الْفِعْلِ الثَّانِي.

Terjemah: In men-jazm-kan dua fi’il, dan menunjukkan bahwa terjadinya perbuatan pertama adalah syarat bagi terjadinya perbuatan kedua.

Baca juga:

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlatul Mufidah (Kalimat Sempurna)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Ajza’ul Jumlah (Bagian-Bagian Kalimat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Pembagian Fi’il (Kata Kerja) Berdasarkan Waktu

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Fa’il (Subjek/Pelaku)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Maf’ul Bih (Objek)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Mubtada’ wal Khabar (Subjek & Predikat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Fi’liyyah (Kalimat Verbal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Ismiyyah (Kalimat Nominal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Nashab Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Manshub)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Jazm Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Majzum)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaiah) - Rafa’ Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Marfu’)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Kana dan Saudara-saudaranya (كَانَ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Inna dan Saudara-saudaranya (إِنَّ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Isim Majrur (Jarrul Ismi)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - An-Na’t (Kata Sifat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Nashab Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Manshub)

Nashab Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Manshub)

Pada dasarnya, hukum asal dari Fi’il Mudhari’ adalah marfu’ (مَرْفُوعٌ), yang umumnya ditandai dengan harakat dhammah di akhir katanya (contoh: يَكْذِبُ).

Namun, Fi’il Mudhari’ dapat berubah menjadi manshub (مَنْصُوبٌ), yang umumnya ditandai dengan perubahan harakat akhirnya menjadi fathah (contoh: يَكْذِبَ).

Perubahan ini terjadi apabila Fi’il Mudhari’ tersebut didahului oleh salah satu dari empat huruf khusus yang disebut nawashib (النَّوَاصِبُ) atau “penyebab nashab“. Keempat huruf tersebut adalah:

أَنْ (an), لَنْ (lan), إِذَنْ (idzan), dan كَيْ (kay)

Contoh perubahannya:

أَكْذِبُ (Saya berbohong) menjadi لَنْ أَكْذِبَ (Saya tidak akan berbohong).

أَتَعَلَّمُ (Saya belajar) menjadi كَيْ أَتَعَلَّمَ (agar saya belajar).

Kaidah Utama (القَوَاعِدُ)

Berikut adalah definisi formal untuk aturan ini sesuai teks:

13- يُنْصَبُ الْفِعْلُ الْمُضَارِعُ مَتَى سَبَقَهُ أَحَدُ النَّوَاصِبِ الْأَرْبَعَةِ، وَهِيَ: أَنْ، لَنْ، إِذَنْ، كَيْ.

Terjemah: Fi’il Mudhari’ menjadi manshub ketika ia didahului oleh salah satu dari empat nawashib (penyebab nashab), yaitu: an, lan, idzan, kay.

Baca juga:

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlatul Mufidah (Kalimat Sempurna)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Ajza’ul Jumlah (Bagian-Bagian Kalimat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Pembagian Fi’il (Kata Kerja) Berdasarkan Waktu

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Fa’il (Subjek/Pelaku)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Maf’ul Bih (Objek)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Mubtada’ wal Khabar (Subjek & Predikat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Fi’liyyah (Kalimat Verbal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Ismiyyah (Kalimat Nominal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Nashab Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Manshub)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Jazm Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Majzum)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaiah) - Rafa’ Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Marfu’)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Kana dan Saudara-saudaranya (كَانَ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Inna dan Saudara-saudaranya (إِنَّ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Isim Majrur (Jarrul Ismi)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - An-Na’t (Kata Sifat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Ismiyyah (Kalimat Nominal)

Al-Jumlah Al-Ismiyyah (Kalimat Nominal)

Al-Jumlah Al-Ismiyyah (الْجُمْلَةُ الْاِسْمِيَّةُ) adalah kalimat yang polanya diawali dengan kata benda (Isim).

Ini adalah kebalikan dari Jumlah Fi’liyyah yang diawali oleh kata kerja. Struktur dasar dari Jumlah Ismiyyah adalah Mubtada’ (subjek) yang diikuti oleh Khabar (predikat), yang keduanya telah kita bahas sebelumnya.

Contoh sederhananya dalam kalimat الدَّارُ وَاسِعَةٌ (Rumah itu luas):

Kalimat ini dimulai dengan الدَّارُ (sebuah Isim yang berfungsi sebagai Mubtada’).

Kemudian diikuti oleh وَاسِعَةٌ (sebagai Khabar atau keterangannya).

Karena diawali oleh kata benda, maka kalimat ini disebut Jumlah Ismiyyah.

Kaidah Utama (القَوَاعِدُ)

Berikut adalah definisi formal untuk Jumlah Ismiyyah sesuai teks:

12- كُلُّ جُمْلَةٍ تَتَرَكَّبُ مِنْ مُبْتَدَأٍ وَخَبَرٍ تُسَمَّى جُمْلَةً اسْمِيَّةً.

Terjemah: Setiap kalimat yang tersusun dari Mubtada’ dan Khabar dinamakan Jumlah Ismiyyah.

Baca juga:

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlatul Mufidah (Kalimat Sempurna)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Ajza’ul Jumlah (Bagian-Bagian Kalimat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Pembagian Fi’il (Kata Kerja) Berdasarkan Waktu

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Fa’il (Subjek/Pelaku)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Maf’ul Bih (Objek)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Mubtada’ wal Khabar (Subjek & Predikat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Fi’liyyah (Kalimat Verbal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Ismiyyah (Kalimat Nominal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Nashab Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Manshub)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Jazm Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Majzum)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaiah) - Rafa’ Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Marfu’)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Kana dan Saudara-saudaranya (كَانَ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Inna dan Saudara-saudaranya (إِنَّ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Isim Majrur (Jarrul Ismi)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - An-Na’t (Kata Sifat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Fi’liyyah (Kalimat Verbal)

Al-Jumlah Al-Fi’liyyah (Kalimat Verbal)

Al-Jumlah Al-Fi’liyyah (الْجُمْلَةُ الْفِعْلِيَّةُ) adalah kalimat yang polanya diawali dengan kata kerja (Fi’il).

Ini adalah kebalikan dari Jumlah Ismiyyah yang diawali dengan kata benda. Struktur dasar dari Jumlah Fi’liyyah adalah Fi’il (kata kerja) yang diikuti oleh Fa’il (subjek/pelaku).

Contoh sederhananya dalam kalimat لَمَعَ الْبَرْقُ (Kilat telah menyambar):

Kalimat ini dimulai dengan لَمَعَ (sebuah Fi’il).

Kemudian diikuti oleh الْبَرْقُ (sebagai Fa’il-nya).

Karena diawali oleh kata kerja, maka kalimat ini disebut Jumlah Fi’liyyah.

Kaidah Utama (القَوَاعِدُ)

Berikut adalah definisi formal untuk Jumlah Fi’liyyah sesuai teks:

11- كُلُّ جُمْلَةٍ تَتَرَكَّبُ مِنْ فِعْلٍ وَفَاعِلٍ تُسَمَّى جُمْلَةً فِعْلِيَّةً.

Terjemah: Setiap kalimat yang tersusun dari Fi’il (kata kerja) dan Fa’il (subjek) dinamakan Jumlah Fi’liyyah.

Baca juga:

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlatul Mufidah (Kalimat Sempurna)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Ajza’ul Jumlah (Bagian-Bagian Kalimat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Pembagian Fi’il (Kata Kerja) Berdasarkan Waktu

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Fa’il (Subjek/Pelaku)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Maf’ul Bih (Objek)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Mubtada’ wal Khabar (Subjek & Predikat)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Fi’liyyah (Kalimat Verbal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Al-Jumlah Al-Ismiyyah (Kalimat Nominal)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Nashab Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Manshub)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Jazm Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Majzum)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaiah) - Rafa’ Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Marfu’)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Kana dan Saudara-saudaranya (كَانَ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Inna dan Saudara-saudaranya (إِنَّ وَأَخَوَاتُهَا)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Isim Majrur (Jarrul Ismi)

Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - An-Na’t (Kata Sifat)

Website ini dilindungi oleh :

Followers

Fanspage MTs Arabic

Pengunjung MTs Arabic

Live Pengunjung

Arsip MTs Arabic

Label

AKG Bahasa Arab AKM AKSI Analisis Alokasi Waktu Analisis SKL-KI-KD MTs Arsip ATP Bahasa Arab MTs Arsip Bimtek Arsip Buku Kerja Guru Arsip ITHLA Arsip Kurikulum Arsip Kurikulum Darurat Arsip Literasi Digital MTs Arsip MGMP Arsip P3K Kemenag Arsip Pelatihan Arsip Piagam MTs Arabic Arsip PPG Arsip Rapot Arsip Soal Arsip Soal Google Form Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 9 Arsip Surat Arsip TP Bahasa Arab MTs Arsip Webinar Asesmen Madrasah Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5 Bab 6 Bahasa Arab Bahasa Arab MTs Buku Kerja Guru 1 Buku Kerja Guru 2 Buku Kerja Guru 3 Buku Kerja Guru 4 Buku Pegangan Guru dan Siswa ClassPoint Computational Thinking CP Bahasa Arab MTs CPNS Daftar Hadir Daftar Nilai Daya Serap Siswa Deep Learning Download E-Learning Bahasa Arab MTs E-Modul Bahasa Arab Evaluasi Diri Kerja Guru Fase D Hari Guru Nasional Ikrar Guru Indonesia Ilmu Nahwu Ilmu Sharaf Indikator Soal Bahasa Arab MTs Indonesia Website Awards 2021 Info Madrasah IPK Jadwal Mengajar Guru Jurnal Agenda Guru KBC Kegiatan Pembelajaran Bahasa Arab Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 KGE KI-KD Bahasa Arab MTs Kisi-kisi Soal KKM Bahasa Arab MTs KMA 1503 Tahun 2025 KMA 183 Tahun 2019 KMA 347 Tahun 2022 Kode Etik Guru Kokurikuler Kumpulan Soal Kurikulum Berbasis Cinta Kurikulum Madrasah Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka MTs Literasi MATERI BAB 1 MATERI BAB 2 MATERI BAB 3 MATERI BAB 4 MATERI BAB 5 MATERI BAB 6 Materi Bahasa Arab MTs Media Pembelajaran Modul 1 Modul 2 Modul 3 Modul 4 Modul 5 Modul 6 Modul Ajar Modul Bahasa Arab Modul Bahasa Arab P3K Modul Pedagogik Modul Pedagogik P3K Modul Profesional PPG Motivasi Nahwu Wadhih Naskah Akademik Olimpiade Bahasa Arab Panduan Kokurikuler Panduan Kurikulum Madrasah Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pelatihan Dugi Academy Pembelajaran Mendalam Pembiasaan Guru Madrasah Penilaian Akhir Semester Penilaian Akhir Semester Kelas 7 Penilaian Akhir Semester Kelas 8 Penilaian Akhir Semester Kelas 9 Penilaian Akhir Tahun Penilaian Harian Penilaian Tengah Semester Perangkat Pembelajaran Perbaikan Soal PPPK Program Semester Program Tahunan Quizizz Regulasi Remedial dan Pengayaan RPP 1 Lembar SEMESTER 1 SEMESTER 2 Silabus Bahasa Arab MTs Soal AKG Soal AKM Bahasa Arab Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 7 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 8 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 9 Tata Tertib Guru Tindak Lanjut Kerja Guru Tujuan Pembelajaran Tutorial Ujian Madrasah Wayground Wayground Arabic Wayground PAI Bahasa Arab