Indonesia Website Awards
Showing posts with label Kurikulum Merdeka. Show all posts
Showing posts with label Kurikulum Merdeka. Show all posts

Sunday, March 15, 2026

Soal dan Jawaban Ujian Madrasah Mapel Bahasa Arab Jenjang Madrasah Tsanawiyah Tahun Ajaran 2025-2026

MTs Arabic - Ujian Madrasah akan dilaksanakan sebentar lagi. Guru madrasah di seluruh nusantara pun sedang sibuk menyusun naskah soal yang akan diujikan pada peserta didik pada penyelenggaraan Ujian Madrasah nanti, termasuk guru-guru Bahasa Arab, baik di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), maupun Madrasah Aliyah (MA). Format kisi-kisi yang dibuat oleh Tim Penyusun dari Kementerian Agama Pusat sama dengan tahun lalu (2024-2025) dan tugas guru bahasa Arab ialah mengolah kembali sehingga nantinya muncul indikator soal yang pastinya memudahkan untuk mengeksekusi soal.

Format yang ditampilkan pun sama, yaitu dengan tipe soal yang dapat dipilih, mulai dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, benar dan salah, isian singkat sampai uraian sesuai dengan tipe soal Asesmen Kompetensi Minimum yang sudah admin MTs Arabic tuliskan pada artikelnya dengan judul Literasi Soal AKM Bahasa Arab Madrasah.

Tuesday, January 27, 2026

Kisi-kisi Soal Ujian Madrasah Mapel Bahasa Arab MTs Tahun Ajaran 2025-2026

MTs Arabic -  Dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan ujian madrasah pada akhir jenjang pendidikan di madrasah dalam bentuk Ujian Madrasah (UM) Tahun Ajaran 2025/2026, Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI telah menyiapkan kisi-kisi Ujian Madrasah khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. 

I. Pengertian

Proses pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan asesmen/ penilaian, sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.

Kegiatan asesmen pembelajaran di madrasah meliputi; 1) Asesmen formatif yaitu asesmen/penilaian yang dilakukan untuk melihat perkembangan dan kemajuan keberhasilan proses pembelajaran; 2) Asesmen sumatif yaitu asesmen/penilaian hasil belajar untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik. Asesmen sumatif dapat dilakukan pada akhir pembelaran dalam kurun waktu tertentu, semester dan/atau pada akhir jenjang pendidikan. Asemen sumatif yang dilakukan pada akhir jenjang pendidikan madrasah disebut Ujian Madrasah (UM). Ujian Madrasah adalah asesmen sumatif yang diselenggarakan pada akhir jenjang pendidikan madrasah untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik sesuai Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan.

Ujian Madrasah (UM) meliputi seluruh mata pelajaran yang diajarkan pada kelas akhir pada satuan pendidikan, baik kelompok mata pelajaran wajib maupun muatan lokal. Ujian Madrasah (UM) diikuti oleh peserta didik pada akhir jenjang pendidikan pada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) sebagai salah satu persyaratan untuk penentuan kelulusan. Hal tersebut menegaskan bahwa pemerintah memberi wewenang penuh kepada satuan pendidikan untuk menyelenggarakan asesmen pada akhir jenjang pendidikan untuk mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan bagi peserta didiknya.

Dalam rangka standarisasi penyelenggaraan Ujian Madrasah (UM), maka Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyelenggaraan Ujian Madrasah sebagai panduan bagi Guru, Kepala, Pengawas Madrasah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyelenggarakan Ujian Madrasah.

Akhir dari proses pembelajaran adalah penilaian hasil belajar. Penilaian hasil belajar merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan data/informasi untuk mengukur capaian hasil belajar peserta didik terhadap Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan. Kegiatan penilaian hasil belajar di madrasah meliputi;

1) Penilaian harian (PH) / Asesmen Formatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih;

2) Penilaian Akhir Semester (PAS) / Asesmen Sumatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir semester ganjil;

3) Penilaian Akhir Tahun (PAT) / Asesmen Sumatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap; dan

4) Ujian Madrasah (UM) yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir jenjang pendidikan.

Adapun dalam artikel ini, admin bagikan kisi-kisi Ujian Madrasah Mapel Bahasa Arab khusus untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah berdasarkan SK Dirjen Nomor 3302.

________________________________________

II. Kisi-kisi Ujian Madrasah Mapel Bahasa Arab MTs Tahun Ajaran 2025-2026

Asatidz yang membutuhkan file Kisi-kisi Soal Ujian Madrasah Mapel Bahasa Arab MTs Tahun Ajaran 2025-2026 yang sudah admin pisahkan dari Kisi-kisi semua mapel, silahkan unduh di bawah ini : 

UNDUH FILE

Demikian artikel terkait Kisi-kisi Soal Ujian Madrasah Mapel Bahasa Arab jenjang MTs Tahun Ajaran 2025-2026 sebagai gambaran dan panduan bapak/ibu untuk mempermudah menyusun soal Ujian Madrasah tahun ini, terutama bagi asatidz yang di madrasahnya sedang menerapkan kurikulum merdeka. Semoga الله memudahkan kita dalam proses penyusunan soal tersebut sesuai dengan yang diharapkan.

Semoga bermanfaat.

Salam,

Admin MTs Arabic

Baca juga :

Kisi-kisi Soal Ujian Madrasah Mapel Bahasa Arab Jenjang MI Tahun Ajaran 2025-2026

Kisi-kisi Soal Ujian Madrasah Mapel Bahasa Arab Jenjang MTs Tahun Ajaran 2025-2026 

Kisi-kisi Soal Ujian Madrasah Mapel Bahasa Arab Wajib Jenjang MA Tahun Ajaran 2025-2026

Kisi-kisi Soal Ujian Madrasah Mapel Bahasa Arab Peminatan Jenjang MA Tahun Ajaran 2025-2026 

Kisi-kisi Soal Ujian Madrasah Mapel Bahasa Arab Keagamaan Jenjang MA Tahun Ajaran 2025-2026

Monday, December 15, 2025

Capaian Pembelajaran Bahasa Arab Jenjang MTs Sesuai SK Dirjen Pendis Nomor 9941 Tahun 2025

A. Rasionalitas Mata Pelajaran Bahasa Arab

Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat penting untuk dikembangkan, karena selain menjadi bahasa agama, juga berperan sebagai bahasa internasional. Di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, penguasaan bahasa Arab menjadi sebuah kebutuhan sekaligus tuntutan. Perkembangan terkini menunjukkan bahwa jumlah penutur bahasa Arab di dunia terus meningkat secara signifikan, sehingga menjadi salah satu bahasa utama dalam komunikasi global. Kini, bahasa Arab tidak hanya dipelajari  untuk  studi  agama,  tetapi  juga  digunakan  dalam bidang ekonomi, pariwisata, politik, dan keamanan global. Bahkan sejak 18 Desember 1973, bahasa Arab telah ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Arab tidak cukup hanya berfokus pada pemahaman literatur keagamaan, tetapi juga harus diarahkan pada penguasaan bahasa sebagai alat komunikasi, baik lisan maupun tulisan. 

Pembelajaran bahasa Arab di madrasah secara bertahap dan holistik diarahkan untuk menyiapkan murid memiliki kecakapan berbahasa, yaitu: (1) mampu mengekspresikan perasaan, pikiran, dan gagasan secara verbal-komunikatif; (2) mampu menginternalisasi keterampilan berbahasa Arab dengan baik, sehingga murid menjadi terampil menggunakan bahasa Arab dalam berbagai situasi; (3) mampu menggunakan bahasa Arab untuk mempelajari ilmu-ilmu agama, pengetahuan umum, dan kebudayaan; serta (4) mampu mengintegrasikan kemampuan berbahasa Arab dengan perilaku yang tercermin dalam sikap moderat dan berbasis nilai-nilai cinta dalam kehidupan. Adapun  nilai-nilai cinta  dalam pembelajaran bahasa Arab mencakup cinta Allah dan Rasul-Nya dengan menghayati bahasa AlQur’an dan Hadis, cinta ilmu melalui semangat belajar yang berkelanjutan, cinta lingkungan dengan memahami budaya dan kehidupan masyarakat Arab, cinta diri dan sesama manusia melalui penggunaan bahasa yang santun dan empatik, serta cinta tanah air dengan menjadikan bahasa Arab sebagai sarana kontribusi positif di tingkat nasional maupun global.

Pembelajaran bahasa Arab pada jenjang MI/MTs/MA/MAK diharapkan dapat membantu murid berhasil mencapai kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab sebagai bagian dari life skills, yang proses pembelajarannya diberikan komposisi 70 persen dan 30 persen untuk kemampuan lainnya. Pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab ini menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam, pendekatan komunikatif (communicative approach), pendekatan humanistik (humanistic approach), pendekatan leksikal (lexical approach), pendekatan struktual (structural approach), pendekatan berbasis teks (genre-based approach) dan/atau pendekatan pembelajaran bahasa lainnya yang relevan melalui pemanfaatan beragam teks (lisan, tulisan, visual, audio visual), serta mencakup teks multimodal (teks yang mengandung aspek verbal, visual, dan audio).

Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab tidak hanya berfungsi untuk memahami ajaran agama, tetapi juga menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan global. Melalui integrasi nilainilai cinta, pembelajaran ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, moderat, serta memiliki daya saing tinggi. Generasi tersebut bukan hanya terampil berbahasa, tetapi juga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan.

Tuesday, March 25, 2025

Capaian Pembelajaran Bahasa Arab Jenjang MTs Sesuai SK Dirjen Pendis Nomor 3302 Tahun 2024

A. Rasionalitas Mata Pelajaran Bahasa Arab

Bahasa Arab merupakan bahasa yang penting untuk dikembangkan karena disamping sebagai bahasa agama Ia juga sebagai bahasa internasional. Penguasaan bahasa Arab saat ini juga telah menjadi tuntutan sebagai konsekuensi dari adanya Proses globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat pesat. Perkembangan mutakhir menunjukkan bahwa saat ini penutur bahasa Arab di dunia mengalami peningkatan yang signifikan lebih dari 60 negara dan 350 juta orang menggunakan bahasa Arab sebagai Bahasa komunikasi sehari-hari. Saat ini bahasa Arab tidak saja dijadikan sebagai bahasa studi Agama akan tetapi juga dipakai sebagai bahasa ekonomi pariwisata politik dan keamanan global. Untuk merespon perkembangan tersebut maka bahasa Arab juga tidak hanya cukup diajarkan dengan tujuan untuk memahami literatur keagamaan semata namun juga harus diorientasikan kepada penguasaan bahasa sebagai alat komunikasi baik lisan maupun tulisan. 

Pembelajaran bahasa Arab di Madrasah secara bertahap dan holistik diarahkan untuk menyiapkan peserta didik memiliki kecakapan berbahasa yaitu : 

a) mampu mengekspresikan perasaan pikiran dan gagasan secara verbal komunikatif 

b) mampu menginternalisasi keterampilan berbahasa Arab dengan baik sehingga peserta didik menjadi terampil menggunakan bahasa Arab dalam berbagai situasi 

c) mampu menggunakan bahasa Arab untuk mempelajari ilmu agama pengetahuan 

d) mampu mengintegrasikan kemampuan berbahasa Arab dengan perilaku yang tercermin dalam sikap moderat berpikir kritis dan sistematis 

Pembelajaran bahasa Arab pada jenjang MI, MTS dan MA maka diharapkan dapat membantu peserta didik berhasil mencapai kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab sebagai bagian dari Life Skills. Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab umum adalah pendekatan berbasis teks (genre-based approach), yakni pembelajaran difokuskan pada teks dalam berbagai model baik lisan tulisan visual audio maupun multimodal. Tahapan dalam pendekatan berbasis teks (pedagogi genre) terdiri dari 4 yaitu : 

1. Building Knowledge of the Field (BKOF) - Guru membangun pengetahuan atau latar belakang pengetahuan peserta didik terhadap topik yang akan ditulis atau dibicarakan. Pada tahapan ini guru juga membangun konteks budaya dari teks yang diajarkan. 

2. Modelling of the Text (MOT) - Guru memberikan model/contoh teks sebagai acuan bagi peserta didik dalam menghasilkan karya baik secara lisan maupun tulisan. 

3. Joint Construction of the Text (JCOT) - Guru membimbing peserta didik dan bersama-sama memproduksi teks. 

4. Independent Construction of the Text (ICOT) - peserta didik memproduksi teks lisan dan tulisan secara mandiri. 

Capaian pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus ditetapkan secara akomodatif dengan mempertimbangkan prinsip fleksibilitas sesuai karakteristik dan kondisi peserta didik berdasarkan hasil asesmen. Pelaksanaan akomodasi kurikulum pembelajaran dan penilaian bagi peserta didik berkebutuhan khusus dalam memenuhi capaian pembelajaran menjadi kewenangan guru dan/atau satuan pendidikan. 

Thursday, January 16, 2025

Kisi-kisi Soal Asesmen Madrasah Mapel Bahasa Arab MTs Tahun Pelajaran 2024-2025 - Kurikulum Merdeka

MTs Arabic -  Dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan asesmen sumatif pada akhir jenjang pendidikan di madrasah dalam bentuk Asesmen Madrasah (AM) Tahun Pelajaran 2024/2025, Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI telah menyiapkan kisi-kisi asesmen madrasah khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Kisi-kisi tersebut terlampir dalam surat edaran dengan nomor SP-2/Dt.I.I.1/PP.00/01/2025 tertanggal 13 Januari 2025, berisi tentang Kisi-kisi Asesmen Madrasah Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab Tahun Pelajaran 2024/2025.

I. Pengertian

Proses pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan asesmen/ penilaian, sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.

Kegiatan asesmen pembelajaran di madrasah meliputi; 1) Asesmen formatif yaitu asesmen/penilaian yang dilakukan untuk melihat perkembangan dan kemajuan keberhasilan proses pembelajaran; 2) Asesmen sumatif yaitu asesmen/penilaian hasil belajar untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik. Asesmen sumatif dapat dilakukan pada akhir pembelaran dalam kurun waktu tertentu, semester dan/atau pada akhir jenjang pendidikan. Asemen sumatif yang dilakukan pada akhir jenjang pendidikan madrasah disebut Asesmen Madrasah (AM). Asesmen Madrasah adalah asesmen sumatif yang diselenggarakan pada akhir jenjang pendidikan madrasah untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik sesuai Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan.

Asesmen Madrasah (AM) meliputi seluruh mata pelajaran yang diajarkan pada kelas akhir pada satuan pendidikan, baik kelompok mata pelajaran wajib maupun muatan lokal. Asesmen Madrasah (AM) diikuti oleh peserta didik pada akhir jenjang pendidikan pada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) sebagai salah satu persyaratan untuk penentuan kelulusan. Hal tersebut menegaskan bahwa pemerintah memberi wewenang penuh kepada satuan pendidikan untuk menyelenggarakan asesmen pada akhir jenjang pendidikan untuk mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan bagi peserta didiknya.

Dalam rangka standarisasi penyelenggaraan Asesmen Madrasah (AM), maka Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyelenggaraan Asesmen Madrasah sebagai panduan bagi Guru, Kepala, Pengawas Madrasah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyelenggarakan Asesmen Madrasah.

Akhir dari proses pembelajaran adalah penilaian hasil belajar. Penilaian hasil belajar merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan data/informasi untuk mengukur capaian hasil belajar peserta didik terhadap Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan. Kegiatan penilaian hasil belajar di madrasah meliputi;

1) Penilaian harian (PH) / Asesmen Formatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih;

2) Penilaian Akhir Semester (PAS) / Asesmen Sumatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir semester ganjil;

3) Penilaian Akhir Tahun (PAT) / Asesmen Sumatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap; dan

4) Asesmen Madrasah (AM) yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir jenjang pendidikan.

Adapun dalam artikel ini, admin coba bagikan kisi-kisi Asesmen Madrasah Mapel Bahasa Arab khusus untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah dan bagi madrasah yang menerapkan Kurikulum Merdeka berdasarkan SK Dirjen Nomor 3302.

Tuesday, August 13, 2024

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum Merdeka Fase D Kelas 9

MTs Arabic - Kurikulum Merdeka adalah salah satu inisiatif pendidikan di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan kebebasan lebih kepada sekolah dan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran. Salah satu mata pelajaran yang diintegrasikan ke dalam Kurikulum Merdeka adalah Bahasa Arab. Pada artikel ini, kita akan membahas secara detail mengenai perangkat pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum Merdeka Fase D. Pembahasan ini mencakup berbagai komponen penting seperti Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, Prosem, Prota, KKTP, Modul Ajar, dan regulasi terkait.

Capaian Pembelajaran

Definisi dan Pentingnya Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) adalah target yang harus dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu. CP ini menjadi landasan utama dalam menyusun perangkat pembelajaran lainnya karena setiap komponen pembelajaran harus mengarah pada pencapaian CP. 

Capaian Pembelajaran Bahasa Arab pada Fase D

Pada Fase D, Capaian Pembelajaran Bahasa Arab dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam aspek mendengar, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Arab. CP ini juga mencakup pemahaman budaya dan nilai-nilai yang terkait dengan Bahasa Arab. Contohnya, siswa diharapkan mampu memahami dan menggunakan kosa kata yang lebih kompleks serta mampu menyusun kalimat-kalimat sederhana dalam percakapan sehari-hari.

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum Merdeka Fase D Kelas 8

MTs Arabic - Kurikulum Merdeka adalah salah satu inisiatif pendidikan di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan kebebasan lebih kepada sekolah dan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran. Salah satu mata pelajaran yang diintegrasikan ke dalam Kurikulum Merdeka adalah Bahasa Arab. Pada artikel ini, kita akan membahas secara detail mengenai perangkat pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum Merdeka Fase D. Pembahasan ini mencakup berbagai komponen penting seperti Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, Prosem, Prota, KKTP, Modul Ajar, dan regulasi terkait.

Capaian Pembelajaran

Definisi dan Pentingnya Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) adalah target yang harus dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu. CP ini menjadi landasan utama dalam menyusun perangkat pembelajaran lainnya karena setiap komponen pembelajaran harus mengarah pada pencapaian CP. 

Capaian Pembelajaran Bahasa Arab pada Fase D

Pada Fase D, Capaian Pembelajaran Bahasa Arab dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam aspek mendengar, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Arab. CP ini juga mencakup pemahaman budaya dan nilai-nilai yang terkait dengan Bahasa Arab. Contohnya, siswa diharapkan mampu memahami dan menggunakan kosa kata yang lebih kompleks serta mampu menyusun kalimat-kalimat sederhana dalam percakapan sehari-hari.

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum Merdeka Fase D Kelas 7

MTs Arabic - Kurikulum Merdeka adalah salah satu inisiatif pendidikan di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan kebebasan lebih kepada sekolah dan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran. Salah satu mata pelajaran yang diintegrasikan ke dalam Kurikulum Merdeka adalah Bahasa Arab. Pada artikel ini, kita akan membahas secara detail mengenai perangkat pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum Merdeka Fase D. Pembahasan ini mencakup berbagai komponen penting seperti Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, Prosem, Prota, KKTP, Modul Ajar, dan regulasi terkait.

Capaian Pembelajaran

Definisi dan Pentingnya Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) adalah target yang harus dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu. CP ini menjadi landasan utama dalam menyusun perangkat pembelajaran lainnya karena setiap komponen pembelajaran harus mengarah pada pencapaian CP. 

Capaian Pembelajaran Bahasa Arab pada Fase D

Pada Fase D, Capaian Pembelajaran Bahasa Arab dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam aspek mendengar, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Arab. CP ini juga mencakup pemahaman budaya dan nilai-nilai yang terkait dengan Bahasa Arab. Contohnya, siswa diharapkan mampu memahami dan menggunakan kosa kata yang lebih kompleks serta mampu menyusun kalimat-kalimat sederhana dalam percakapan sehari-hari.

Friday, July 26, 2024

E-Modul Bahasa Arab Kurikulum Merdeka Fase D

E-MODUL BAHASA ARAB KURIKULUM MERDEKA FASE D

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, Kurikulum Merdeka menjadi salah satu inisiatif utama yang diluncurkan pemerintah untuk memberikan fleksibilitas dalam proses belajar mengajar. Salah satu elemen penting dari kurikulum ini adalah inovasi e-modul Bahasa Arab Kurikulum Merdeka Fase D. Artikel ini akan membahas pengenalan e-modul yang nantinya dapat diakses oleh guru bahasa Arab di madrasah, khususnya yang mengajar pada Fase D dan digunakan sebagai arsip kelengkapan administrasi guru, juga untuk meningkatkan kompetensi profesional seorang guru Bahasa Arab.

E-modul Bahasa Arab Kurikulum Merdeka Fase D adalah sekumpulan arsip pembelajaran digital bagi guru di madrasah yang dirancang khusus untuk mendukung pengajaran Bahasa Arab, khususnya di Madrasah Tsanawiyah.

Thursday, March 7, 2024

Soal dan Jawaban Asesmen Madrasah Mapel Bahasa Arab MTs Tahun Pelajaran 2023-2024

MTs Arabic - Asesmen Madrasah akan dilaksanakan sebentar lagi. Guru madrasah di seluruh nusantara pun sedang sibuk menyusun naskah soal yang akan diujikan pada peserta didik pada penyelenggaraan Asesmen Madrasah nanti, termasuk guru-guru Bahasa Arab, baik di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), maupun Madrasah Aliyah (MA). Format kisi-kisi yang dibuat oleh Tim Penyusun dari Kementerian Agama Pusat sama dengan tahun lalu (2022-2023) dan tugas guru bahasa Arab ialah mengolah kembali sehingga nantinya muncul indikator soal yang pastinya memudahkan untuk mengeksekusi soal.

Format yang ditampilkan pun sama, yaitu dengan tipe soal yang dapat dipilih, mulai dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, benar dan salah, isian singkat sampai uraian sesuai dengan tipe soal Asesmen Kompetensi Minimum yang sudah admin MTs Arabic tuliskan pada artikelnya dengan judul Literasi Soal AKM Bahasa Arab Madrasah. Ada yang lebih berbeda dari kisi-kisi tahun 2024 ini yaitu kisi-kisi Asesmen Madrasah dibuatkan 2 versi, artinya diperuntukkan untuk madrasah yang menggunakan KMA 183 Tahun 2019 maupun Kurikulum Merdeka.

Tuesday, February 6, 2024

Kisi-kisi Soal Asesmen Madrasah Mapel Bahasa Arab MTs Tahun Pelajaran 2023-2024 - Kurikulum Merdeka

MTs Arabic - Dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan asesmen sumatif pada akhir jenjang pendidikan di madrasah dalam bentuk Asesmen Madrasah (AM) Tahun Pelajaran 2023/2024, Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI telah menyiapkan kisi-kisi asesmen madrasah khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Kisi-kisi tersebut terlampir dalam surat edaran dengan nomor B-91.6/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/02/2024 tertanggal 1 Februari 2024, berisi tentang Kisi-kisi Asesmen Madrasah Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab Tahun Pelajaran 2023/2024.

I. Pengertian

Proses pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan asesmen/ penilaian, sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.

Kegiatan asesmen pembelajaran di madrasah meliputi; 1) Asesmen formatif yaitu asesmen/penilaian yang dilakukan untuk melihat perkembangan dan kemajuan keberhasilan proses pembelajaran; 2) Asesmen sumatif yaitu asesmen/penilaian hasil belajar untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik. Asesmen sumatif dapat dilakukan pada akhir pembelaran dalam kurun waktu tertentu, semester dan/atau pada akhir jenjang pendidikan. Asemen sumatif yang dilakukan pada akhir jenjang pendidikan madrasah disebut Asesmen Madrasah (AM). Asesmen Madrasah adalah asesmen sumatif yang diselenggarakan pada akhir jenjang pendidikan madrasah untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik sesuai Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan.

Asesmen Madrasah (AM) meliputi seluruh mata pelajaran yang diajarkan pada kelas akhir pada satuan pendidikan, baik kelompok mata pelajaran wajib maupun muatan lokal. Asesmen Madrasah (AM) diikuti oleh peserta didik pada akhir jenjang pendidikan pada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) sebagai salah satu persyaratan untuk penentuan kelulusan. Hal tersebut menegaskan bahwa pemerintah memberi wewenang penuh kepada satuan pendidikan untuk menyelenggarakan asesmen pada akhir jenjang pendidikan untuk mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan bagi peserta didiknya.

Dalam rangka standarisasi penyelenggaraan Asesmen Madrasah (AM), maka Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyelenggaraan Asesmen Madrasah sebagai panduan bagi Guru, Kepala, Pengawas Madrasah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyelenggarakan Asesmen Madrasah.

Akhir dari proses pembelajaran adalah penilaian hasil belajar. Penilaian hasil belajar merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan data/informasi untuk mengukur capaian hasil belajar peserta didik terhadap Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan. Kegiatan penilaian hasil belajar di madrasah meliputi;

1) Penilaian harian (PH) / Asesmen Formatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih;

2) Penilaian Akhir Semester (PAS) / Asesmen Sumatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir semester ganjil;

3) Penilaian Akhir Tahun (PAT) / Asesmen Sumatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap; dan

4) Asesmen Madrasah (AM) yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir jenjang pendidikan.

Adapun dalam artikel ini, admin coba bagikan kisi-kisi Asesmen Madrasah Mapel Bahasa Arab khusus untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah dan bagi madrasah yang menerapkan Kurikulum Merdeka.

Tuesday, November 1, 2022

Contoh Modul Ajar Bahasa Arab Jenjang Madrasah Tsanawiyah Kurikulum Merdeka

MTs Arabic - Diantara panduan Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah yang diluncurkan oleh Kementerian Agama RI yaitu Panduan Pengembangan dan Contoh Modul Ajar Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab. Berikut ringkasan materi yang admin rangkum dari pelatihan kurikulum merdeka melalui LMS Pintar Kemenag. Sekaligus lampiran Contoh Modul Ajar Bahasa Arab Jenjang Madrasah Tsanawiyah Kurikulum Merdeka.

A. Pengertian

Modul ajar merupakan salah satu perangkat ajar. Sama seperti RPP yang memuat rencana  pembelajaran di kelas. Namun memiliki komponen yang lebih lengkap.

Modul ajar sekurang-kurangnya berisi tujuan, langkah, media pembelajaran, asesmen, serta informasi  dan referensi belajar lainnya yang dibutuhkan dalam satu unit atau topik berdasarkan alur tujuan  pembelajaran yang dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran.

B. Konsep Modul Ajar

1. Modul ajar adalah sejumlah alat atau sarana media,  metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara  sistematis dan menarik agar poses kegiatan pembelajaan  berjalan dengan baik.

2. Modul ajar merupakan implementasi dari Alur Tujuan  Pembelajaran yang dikembangkan dari Capaian  Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila dan Profil  Pelajar Rahmatan Lil Alamin sebagai sasaran.

3. Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap  perkembangan peserta didik, mempertimbangkan apa yang  akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan berbasis  perkembangan jangka panjang.

4. Guru perlu memahami konsep mengenai modul ajar agar  proses pembelajaran lebih menarik dan bermakna.

C. Tujuan Modul Ajar

1. Mengembangkan perangkat ajar yang memandu guru  melaksanakan pembelajaran;

2. Mempermudah, memperlancar, dan meningkatkan kualitas  pembelajaran;

3. Menjadi rujukan bagi guru dalam melaksanakan kegiatan  pembelajaran;

4. Menjadi kerangka kerja yang menggambarkan prosedur  dan pengorganisasian pembelajaran sesuai capaian  pembelajaran.

Adapun guru memiliki keleluasaan  untuk:

1. Memilih atau memodifikasi modul  ajar yang sudah disediakan  pemerintah untuk menyesuaikan  modul ajar dengan karakteristik  peserta didik, atau

2. Menyusun dan mengembangkan  sendiri modul ajar sesuai dengan  karakteristik peserta didik.

D. Prinsip-Prinsip Penyusunan Modul Ajar

Penyusunan Modul Ajar harus memperhatian beberapa hal antara lain:

1. Karakteristik, kompetensi dan minat peserta didik di setiap fase.

2. Perbedaan tingkat pemahaman, dan variasi jarak (gap) antar  tingkat kompetensi yang bisa terjadi di setiap fase

3. Melihat dari sudut pandang pelajar, bahwa setiap peserta didik  itu unik.

4. Bahwa belajar harus berimbang antara intelektual, sosial, dan  personal dan semua hal tersebut adalah penting dan saling  berhubungan.

5. Tingkat kematangan setiap peserta didik tergantung dari tahap  perkembangan yang dilalui oleh seorang peserta didik, dan merupakan  dampak dari pengalaman sebelumnya.

E. Kriteria dalam Penyusunan Modul Ajar

Dalam penyusunan modul ajar juga perlu memperhatikan kriteria berikut, agar modul ajar sesuai standar :

1. Esensial

Pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran melalui pengalaman  belajar dan lintas disiplin

2. Menarik, Bermakna,  dan Menantang

Menumbuhkan minat untuk belajar dan melibatkan peserta didik secara  aktif dalam proses belajar, berhubungan dengan pengetahuan dan  pengalaman yang dimiliki sebelumnya, sehingga tidak terlalu kompleks,  namun juga tidak terlalu mudah untuk tahap usianya.

3. Relevan dan konseptual

Berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki  sebelumnya, dan sesuai dengan konteks di waktu dan tempat peserta  didik berada.

4. Berkesinambungan

Keterkaitan alur kegiatan pembelajaran sesuai dengan fase belajar  peserta didik.

F. Komponen Penyusunan dan Pengembangan Modul Ajar

1.  Komponen modul ajar dalam panduan dibutuhkan untuk kelengkapan persiapan pembelajaran.

2. Komponen modul ajar bisa ditambahkan sesuai dengan mata pelajaran dan kebutuhan.

3. Tidak semua komponen wajib tercantum dalam modul ajar yang dikembangkan oleh guru. Guru  satuan pendidikan diberi kebebasan untuk mengembangkan komponen dalam modul ajar  sesuai  dengan konteks lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik.

Adapun koomponen dalam modul ajar pada kurikulum merdeka khususnya di madrasah adalah sebagai berikut :

A. INFORMASI UMUM

1. Identitas penulis modul

Informasi tentang modul ajar yang dikembangkan terdiri dari:

• Nama penyusun, institusi, dan tahun disusunnya Modul Ajar.

• Jenjang madrasah/sekolah (MI/MTs/MA/MAK)

• Kelas

• Alokasi waktu (penentuan alokasi waktu yang digunakan adalah alokasi  waktu sesuai dengan jam pelajaran yang berlaku di unit kerja masing-  masing)

2. Kompetensi awal

Kompetensi awal adalah pengetahuan dan/atau keterampilan yang sudah  dimiliki siswa sebelum mempelajari topik tertentu (hasil asesmen awal).

Kompetensi awal merupakan ukuran seberapa dalam modul ajar dirancang.

3. Profil Pelajar Pancasila dan  profil Pelajar Rahmatan Lil  Alamin

Merupakan tujuan akhir dari suatu kegiatan pembelajaran yang berkaitan erat dengan  pembentukan karakter peserta didik. Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan Lil  Alamin dapat tercermin dalam konten dan/atau metode pembelajaran.

Di dalam modul pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil  Alamin tidak perlu dicantumkan seluruhnya, namun guru dapat memilih Profil Pelajar  Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran dalam modul ajar.

Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin saling berkaitan  dan terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran melalui (terlihat dengan jelas di dalam):  materi/isi pelajaran, pedagogi, dan/atau kegiatan projek atau asesmen.

Setiap modul ajar memuat satu atau beberapa unsur dimensi Profil Pelajar Pancasila  dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin yang telah ditetapkan.

Proyek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.

Proyek penguatan profil pelajar Pancasila dapat dirancang secara  terpisah atau terpadu dengan pembelajaran intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran proyek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Namun demikian bila berdasarkan efektivitas capaian pembelajaran yang dibutuhkan oleh siswa perlu dilakukan integrasi, maka madrasah dapat melakukan secara terpadu Proyek penguatan profil pelajar Pancasila dengan pembelajaran intrakurikuler. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan proyek penguatan profil pelajar Pancasila.

Proyek penguatan profil pelajar rahmatan lil ‘alamiin merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar rahmatan lil ‘alamiin yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Proyek penguatan profil pelajar Rahmatan lil alamiin beriringan dan dapat disatukan dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar rahmatan lil ‘alamiin dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.   Proyek penguatan profil pelajar rahmatan lil alamin dirancang terpisah dari intrakurikuler. Namun demikian bila berdasarkan efektivitas capaian pembelajaran yang dibutuhkan oleh siswa perlu dilakukan integrasi, maka madrasah dapat melakukan secara terpadu Proyek penguatan profil pelajar rahmatan lil ‘alamiin dengan pembelajaran intrakurikuler.  Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan proyek penguatan profil pelajar Pancasila.

Proyek penguatan profil pelajar Pancasila pada MI, MTs, MA, MAK mengambil alokasi waktu 20-30% (dua puluh sampai dengan tiga puluh persen) dari total jam pelajaran selama 1 (satu) tahun.  Alokasi waktu untuk setiap proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak harus sama. Satu proyek dapat dilakukan dengan durasi waktu yang lebih panjang daripada proyek yang lain. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, proyek dapat dilaksanakan secara terpisah atau terpadu dengan pembelajaran berbasis proyek lainnya. Pelaksanaan masing-masing proyek tidak harus sama waktunya.

Pemerintah menetapkan tema-tema utama untuk dirumuskan menjadi topik oleh satuan pendidikan sesuai dengan konteks wilayah serta karakteristik peserta didik. Tema-tema utama proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang dapat dipilih oleh satuan pendidikan sebagai berikut:

1. Hidup Berkelanjutan   

Peserta didik menyadari adanya generasi masa lalu dan masa yang akan datang, dampak aktivitas manusia baik jangka pendek maupun panjang terhadap kelangsungan kehidupan. Peserta didik membangun kesadaran untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan, mempelajari potensi krisis keberlanjutan yang terjadi di sekitarnya, serta mengembangkan kesiapan untuk menghadapi dan memitigasinya. Mereka memerankan diri sebagai khalifah di bumi yang berkewajikan menjaga kelestarian bumi untuk kehidupan umat manusia dan generasi penerus.

2. Kearifan Lokal 

Peserta didik memahami keragaman tradisi, budaya dan kearifan lokal yang beragam yang menjadi kekayaan budaya bangsa. Peserta didik membangun rasa ingin tahu melaui pendekatan inkuiri dan eksplorasi budaya dan kearifan lokal serta beperan untuk menjaga kelestariaannya. Peserta didik mempelajari bagaimana dan mengapa masyarakat lokal/daerah berkembang seperti yang ada, mempelajrai konsep dan nilai di balik kesenian dan tradisi lokal kemudian merefleksikan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupannya. 

3. Bhinneka Tunggal Ika

Peserta didik memahami perbedaan suku, ras, agama dan budaya di Indonesia sebagai sebuah keniscayaan. Setiap peserta didik menerima keragaman sebagai kekayaan bangsa. Peserta didik dapat mempromosikan kekayaan budaya bangsa, menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghindarkan terjadinya konflik dan kekerasan.

4. Bangunlah Jiwa dan Raganya  

Bangunlah jiwanya dan bangunlah badannya merupakan amanat para pendiri bangsa sejak Indonesia merdeka. Peserta didik memahami bahwa pembangunan itu menyangkut aspek jiwa dan raga, jiwa yang sehat ada di tubuh yang sehat. Peserta didik membangun kesadaran dan keterampilan memelihara kesehatan fisik dan mental, baik untuk dirinya maupun orang sekitarnya.

Peserta didik melakukan penelitian dan mendiskusikan masalah-masalah terkait kesejahteraan diri (wellbeing), perundungan (bullying), serta berupaya mencari jalan keluarnya. Mereka juga menelaah masalah-masalah yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental, termasuk isu narkoba, pornografi, dan kesehatan reproduksi. Memahami akan adanya kehidupan akhirat atau yaumul hisab yang terefleksi menjadi manusia yang taat beragama dan taat pada negara. 

5. Demokrasi Pancasila

Peserta didik memahami demokrasi secara umum dan demokrasi Pacasila yang bersumber dari nilai-nilai luhur sila ke-4. Mengedepankan musyawarah untuk mufakat untuk mengambil keputusan, keputusan dengan sura terbanyak sebagai pilihan berikutnya. Menerima keputusan yang diambil dari proses yang demokratis dan ikut bertanggung jawab atas keputusan yang telah dibuat. Peserta didik juga memahami makna dan peran individu terhadap kelangsungan demokrasi Pancasila. Melalui pembelajaran demokrasi, peserta didik merefleksikan dan memahami tantangannya dalam konteks yang berbeda, termasuk dalam organisasi madrasah, dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja.

6. Berekayasa dan Berteknologi untuk membangun NKRI

Peserta didik melatih untuk memiliki kecakapan bernalar kritis, kreatif dan inovatif untuk mencipta produk berbasis teknologi guna memudahkan aktivitas diri dan berempati untuk masyarakat sekitar berdasrakan karyanya. Peserta didik terus-menerus mengembangkan inovasi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat. Peserta didik menerapkan teknologi dan mensinergikan aspek sosial untuk membangun budaya smart society dalam membangun NKRI dan rasa cinta tanah air. 

7. Kewirausahaan

Peserta didik mengidentifikasikan potensi ekonomi lokal dan upaya-upanya untuk mengembangkannya yang berkaitan dengan aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan masyarakat. Melalui Kegiatan kewirausahaan dapat menumbuhkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan peserta didik. Peserta didik juga membuka wawasan tentang peluang masa depan, peka akan kebutuhan masyarakat, menjadi problem solver yang terampil, serta siap untuk menjadi tenaga kerja profesional penuh integritas. Tema ini ditujukan untuk jenjang MI, MTs, MA. Karena jenjang MAK sudah memiliki mata pelajaran Proyek Kreatif dan Kewirausahaan menuju pelajar yang berbagi dan bermanfaat bagi orang lain, maka tema ini tidak menjadi pilihan untuk jenjang MAK.

8. Kebekerjaan

Peserta didik menghubungkan berbagai pengetahuan yang telah dipahami dengan pengalaman nyata di keseharian dan dunia kerja. Peserta didik membangun pemahaman terhadap ketenagakerjaan, peluang kerja, serta kesiapan kerja untuk meningkatkan kapabilitas yang sesuai dengan keahliannya, mengacu pada kebutuhan dunia kerja terkini. Dalam proyeknya, peserta didik juga akan mengasah kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan standar yang dibutuhkan di dunia kerja. Tema ini ditujukan sebagai tema wajib khusus jenjang MAK. Selanjutnya madrasah dapat mengembangkan tema-tema utama itu menjadi tema yang sesuai konteks dan kebutuhan belajar peserta didik.

Pada MI, MTs, MA, MAK, proyek penguatan profil pelajar Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘alamiin mengambil alokasi waktu 20-30% (dua puluh sampai dengan tiga puluh persen) dari total jam pelajaran selama 1 (satu) tahun dan tak terpisahkan dengan proyek penguatan profil pelajar Pancasila.  Alokasi waktu untuk setiap proyek penguatan profil Profil Pelajar Pancasila tidak harus sama. Satu proyek dapat dilakukan dengan durasi waktu yang lebih panjang daripada proyek yang lain. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, proyek dapat dilaksanakan secara terpisah atau terpadu dengan pembelajaran berbasis proyek lainnya . Pelaksanaan masing-masing proyek tidak harus sama waktunya.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamiin di MI, MTs, MA/ MAK difokuskan pada penanaman moderasi beragama yang dapat diimplementasikan melalui kegiatan yang terprogram dalam proses pembelajaran maupun pembiasaan dalam mendukung sikap moderat. Pembiasaan dibentuk dengan pengkondisian suasana pembelajaran yang mengutamakan proses pensucian jiwa (tazkiyatun nufus), yang dilakukan melalui proses bersungguh-sungguh memerangi hawa nafsu (mujahadah)  dalam mendekatkan diri kepada Allah swt., dan melatih jiwa dalam melawan kecenderungan yang buruk (riyadlah).

Kementerian Agama menetapkan tema-tema utama untuk dirumuskan menjadi tema turunan oleh satuan pendidikan sesuai dengan konteks wilayah serta karakteristik peserta didik. Tema-tema utama proyek penguatan profil pelajar Rahmatan lil ‘Alamiin yang dapat dipilih dari nilai-nilai moderasi beragama oleh satuan pendidikan sebagai berikut:

1. Berkeadaban (ta’addub), yaitu menjunjung tinggi akhlak mulia, karakter, identitas, dan integritas sebagai khairu ummah dalam kehidupan kemanusiaan dan peradaban.

2. Keteladanan (qudwah), yaitu kepeloporan, panutan, inspirator dan tuntunan. Sehingga dapat diartikan sebagai sikap inspiratif menjadi pelopor kebaikan untuk kebaikan bersama.

3. Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwaṭanah), yaitu sikap menerima keberadaan agama yang dibuktikan dengan sikap dan perilaku nasionalisme yang harus dimiliki warga negara yang meliputi keharusan mematuhi aturan yang berlaku, mematuhi hukum negara, melestarikan budaya Indonesia.

4. Mengambil jalan tengah (tawassuṭ), yaitu pemahaman dan pengamalan yang tidak berlebih-lebihan dalam beragama (ifrāṭ) dan juga tidak mengurangi atau abai terhadap ajaran agama (tafrīṭ).  

5. Berimbang (tawāzun), yaitu pemahaman dan pengamalan agama secara seimbang yang meliputi semua aspek kehidupan, baik duniawi maupun ukhrawi, tegas dalam menyatakan prinsip yang dapat membedakan antara penyimpangan (inḥiraf) dan perbedaan (ikhtilāf). 

6. Lurus dan tegas (I’tidāl), yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya dan melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban secara proporsional. 

7. Kesetaraan (musāwah), yaitu persamaan, tidak bersikap diskriminatif pada yang lain disebabkan perbedaan keyakinan, tradisi dan asal usul seseorang.

8. Musyawarah (syūra), yaitu setiap persoalan diselesaikan dengan jalan musyawarah untuk mencapai mufakat dengan prinsip menempatkan kemaslahatan di atas segalanya;

9. Toleransi (tasāmuh), yaitu mengakui dan menghormati perbedaan, baik dalam aspek keagamaan maupun berbagai aspek kehidupan lainnya.  

10. Dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikâr), yaitu selalu terbuka untuk melakukan perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan zaman serta menciptakan hal baru untuk kemaslahatan dan kemajuan umat manusia. 

Selanjutnya madrasah dapat mengembangkan tema-tema utama itu menjadi tema yang sesuai konteks dan kebutuhan belajar siswa.

4. Sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana merupakan fasilitas dan bahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan  pembelajaran. Sarana merujuk pada alat dan bahan yang digunakan,  sementara prasarana di dalamnya termasuk materi dan sumber bahan ajar  lain yang relevan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Ketersediaan materi disarankan mempertimbangkan kebutuhan peserta  didik baik dengan keterbatasan atau kelebihan. Teknologi, termasuk sarana  dan prasarana yang penting untuk diperhatikan, dan juga dimanfaatkan agar  pembelajaran lebih dalam dan bermakna.

5. Target peserta didik

Peserta didik yang menjadi target yaitu:

a. Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami  materi ajar.

b. Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu  gaya misalnya dengan audio. Memiliki kesulitan dengan bahasa dan pemahaman materi  ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.

c. Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat,  mampu mencapai keterampilan berfikir tinggi tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan  memimpin.

6. Model pembelajaran

Merupakan model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis  pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap  muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar  jaringan (PJJ Luring), dan blended learning.

B. KOMPONEN INTI

1. Tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran harus mencerminkan hal-hal penting dari pembelajaran dan harus bisa diuji dengan berbagai bentuk asesmen. sebagai bentuk dari unjuk pemahaman.

Tujuan pembelajaran menentukan kegiatan belajar, sumber daya yang  digunakan, kesesuaian dengan keberagaman murid, dan metode asesmen  yang digunakan.

Tujuan pembelajaran bisa dari berbagai bentuk: pengetahuan yang berupa fakta dan informasi, dan juga prosedural, pemahaman konseptual, pemikiran dan penalaran keterampilan, dan kolaboratif dan strategi komunikasi.

2. Pemahaman Bermakna

Pemahaman bermakna adalah informasi tentang manfaat yang akan peserta didik peroleh  setelah mengikuti proses pembelajaran. Manfaat tersebut nantinya dapat peserta didik terapkan  dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh kalimat pemahaman bermakna:

Ketika bertemu dengan orang yang baru dikenal, munculkan sikap positif agar orang tersebut meninggalkan kesan yang baik terhadap kita (contoh pengaplikasian pemahaman bermakna pada tema perkenalan)

3. Pertanyaan pemantik

Pertanyaan pemantik merupakan pertanyaan yang ditujukan kepada peserta didik untuk  menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis dalam diri peserta didik.

Pertanyaan pemantik memandu siswa untuk memperoleh pemahaman bermakna  sesuai  dengan tujuan pembelajaran. Contohnya pada pembelajaran thaharah, guru dapat mendorong  pertanyaan pemantik sebagai berikut:

Apa yang kamu lakukan ketika bertemu dengan orang yang baru dikenal, baik di dunia nyata maupun media sosial?

4. Kegiatan pembelajaran

Urutan kegiatan pembelajaran inti dalam bentuk langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang  dituangkan secara konkret, disertakan opsi/pembelajaran alternatif dan langkah untuk  menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa (diferensiasi) termasuk untuk peserta didik  berkebutuhan khusus.

Langkah kegiatan pembelajaran ditulis secara berurutan sesuai dengan durasi waktu yang  direncanakan, meliputi tiga tahap, yakni pendahuluan, inti, dan penutup berbasis metode  pembelajaran aktif.

5. Asesmen

Asesmen digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran di akhir kegiatan. Kriteria pencapaian harus ditentukan dengan jelas sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Jenis-jenis asesmen antar lain:

a. Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik)

b. Asesmen selama proses pembelajaran (formatif)

c. Asesmen pada akhir proses pembelajaran (sumatif).

Bentuk asesmen yang bisa dilakukan:

a. Sikap (Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin) dapat berupa:  observasi, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan anekdotal.

b. Performa (presentasi, drama, pameran hasil karya, jurnal, dsb.)

c. Tertulis (tes objektif: essay, pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah).

6. Pengayaan dan Remedial

Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan  capaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal.

Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang. Saat merancang kegiatan pengayaan, perlu diperhatikan mengenai diferensiasi. Contohnya, lembar belajar/kegiatan yang berbeda setiap kelas.

7. Refleksi peserta didik dan  guru

C. KOMPONEN LAMPIRAN

a. Lembar Kerja Peserta Didik  (LKPD)

Lembar kerja peserta didik ini ditujukan untuk peserta didik (bukan guru)  dan dapat diperbanyak sesuai kebutuhan untuk diberikan kepada  peserta didik termasuk peserta didik nonreguler.

b. Bahan bacan guru dan  peserta didik

Bahan bacaan guru dan peserta didik digunakan sebagai pemantik sebelum kegiatan dimulai atau untuk memperdalam pemahaman materi pada saat atau akhir kegiatan pembelajaran.

c. Glosarium

Glosarium merupakan kumpulan istilah-istilah dalam suatu bidang secara  alfabetikal yang dilengkapi dengan definisi dan artinya. Glosarium diperlukan untuk kata atau istilah yang memerlukan penjelasan lebih mendalam.

d. Daftar pustaka

Daftar pustaka adalah sumber-sumber referensi yang digunakan dalam  pengembangan modul ajar. Referensi yang dimaksud adalah semua sumber  belajar (buku siswa, buku referensi, majalah, koran, situs internet, lingkungan  sekitar, narasumber, dsb.)

Berikut admin lampirkan Contoh Modul Ajar Bahasa Arab Jenjang Madrasah Tsanawiyah Kurikulum Merdeka, silakan diunduh sebagai referensi asatidz untuk membuat modul ajar sesuai dengan kebutuhan di madrasahnya masing-masing. 

 

Semoga bermanfaat.

Salam Admin MTs Arabic

Wednesday, June 15, 2022

Capaian Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab Kurikulum Merdeka Pada Madrasah

MTs Arabic - Moh. Isom, Direktur KSKK Madrasah, menandatangi surat nomor B-1/Dt.I.I/PP.00/06/2022 tentang Capaian Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab Kurikulum Merdeka pada Madrasah tertanggal 14 Juni 2022.

Berikut isi surat tersebut :

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sampaikan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3211 Tahun 2022 tentang “Capaian Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah” untuk diketahui, dipedomani, dan disosialisasikan kepada Kemenag Kabupaten/Kota dan Madrasah di wilayah Saudara.

Demikian, atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Adapun dalam Surat Penyampaian tersebut terdapat lampiran, berikut judul lampirannya :

Lampiran I tentang Capaian Pembelajaran Muatan Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Kurikulum Merdeka Pada Madrasah Jenjang Raudhatul Athfal (RA) ( hlm. 3 – 7 )

Lampiran II tentang Capaian Pembelajaran Muatan Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Kurikulum Merdeka Pada Madrasah ( hlm. 8 – 113 ) meliputi :

1. Capaian Pembelajaran Al-Qur'an Hadits MI, MTs, MA/MAK/MAPK ( hlm. 8 - 39 )

2. Capaian Pembelajaran Akidah Akhlak MI, MTs, MA/MAK/MAPK ( hlm. 39 - 62 )

3. Capaian Pembelajaran Fikih MI, MTs, MA/MAK/MAPK ( hlm. 63 - 80 )

4.  Capaian Pembelajaran SKI MI, MTs, MA/MAK/MAPK ( hlm. 81 - 90 )

5.  Capaian Pembelajaran Bahasa Arab MI, MTs, MA/MAK/MAPK ( hm. 91 - 113 )

Untuk asatidz yang mengajar bahasa Arab, silahkan langsung menuju hlm. 91 – 113 untuk melihat Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Arab.

Berikut sekilas Sub-Bab nya :

V.1. Capaian Pembelajaran Bahasa Arab Jenjang MI, MTs dan MA ( hlm. 91 – 111 )

A. Rasional Mata Pelajaran Bahasa Arab

B. Tujuan Mata Pelajaran Bahasa Arab

C. Karakteristik Mata Pelajaran Bahasa Arab

D. Elemen Mata Pelajaran Bahasa Arab

E. Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Arab

V.2. Capaian Pembelajaran Bahasa Arab Jenjang Madrasah Aliyah Program Kegamaan (MAPK) ( hlm. 111 – 113 )

A. Rasional Mata Pelajaran Bahasa Arab MAPK

B. Tujuan Mata Pelajaran Bahasa Arab MAPK

C. Karakteristik Mata Pelajaran Bahasa Arab MAPK

D. Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Arab MAPK

Untuk file lengkap nya, silahkan unduh di bawah ini :

Demikian arsip informasi tentang Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3211 Tahun 2022 tentang Capaian Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab Kurikulum Merdeka pada Madrasah.

Semoga bermanfaat.

Monday, April 25, 2022

✔✔✔ KMA Nomor 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah

MTs Arabic - Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 4 mengamanatkan bahwa Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan diselenggarakan dengan prinsip memberi keteladanan, membangun motivasi, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam pembelajaran.  

Diberlakukannya Keputusan Menteri Agama Nomor 792 Tahun 2018 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Raudhatul Athfal, Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Pada Madrasah, dan Keputusan Menteri Agama Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah, memberikan ruang pada madrasah untuk melakukan kreasi dan inovasi dalam pengelolaan pendidikan dan pembelajaran. 

Sejalan dengan hal tersebut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah meluncurkan Kurikulum Merdeka yang akan diberlakukan mulai tahun pelajaran 2022/2023. Konsep dari kurikulum merdeka antara lain adanya penyederhanaan kurikulum, memberi ruang kreasi dan fleksibilitas satuan pendidikan dalam pengelolaan pembelajaran. 

Seiring dengan perubahan paradigma pembelajaran abad-21 serta perkembangan dunia yang sangat dinamis dan tidak menentu, maka diperlukan pola baru dalam pengelolaan pendidikan dan pembelajaran pada madrasah. Madrasah harus senantiasa melakukan perubahan dan perbaikan berkelanjutan, berani melakukan inovasi atau terobosan baru, serta memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal untuk meningkatkan mutu layanan kepada seluruh warga madrasah. Madrasah harus memiliki otonomi dalam mengelola pendidikan dan kemandirian dalam berkreasi, berinovasi, menciptakan layanan yang humanis, ramah, serta adaptif dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Oleh karena itu Kementerian Agama RI senantiasa mendorong dan memberi ruang yang seluas-luasnya kepada madrasah dalam mengembangkan kurikulum operasional pada tingkat satuan pendidikan, sesuai potensi dan kekhasan madrasah.

Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah dimaksudkan sebagai panduan Madrasah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan di madrasah sesuai karakteristik kebutuhan dan pengelolaan pendidikan di Madrasah. 

Pedoman Kurikulum Merdeka pada Madrasah bertujuan untuk memberi kemandirian madrasah dalam mengelola pendidikan dan pembelajaran, untuk meningkatkan kualitas dan daya saing madrasah sesuai dengan tuntutan kompetensi abad-21. 

Sasaran pedoman implementasi kurikulum merdeka pada madrasah  adalah satuan pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengelola pendidikan dan pembelajaran di madrasah.

Ruang lingkup pedoman implementasi kurikulum merdeka pada madrasah meliputi: 

1. Standar Kelulusan

2. Standar Isi

3. Struktur Kurikulum

4. Implementasi Kurikulum di Madrasah

5. Pembelajaran dan Asesmen

6. Penguatan Profil Pelajar Pancasila 

7. Kurikulum Operasional Madrasah

8. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di Madrasah

9. Sosialisasi dan Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah

10. Capaian Pembelajaran

Untuk mempermudah, berikut Daftar Isi KMA Nomor 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah :

Bab 1 - Pendahuluan Hlm. 5 - 7

Bab 2 - Standar Kompetensi Lulusan Hlm. 8 - 15

Bab 3 - Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Hlm. 15 - 30

Bab 4 - Struktur Kurikulum Hlm. 30 - 45

Bab 5 - Pembelajaran Di Madrasah Hlm. 45 - 47

Bab 6 - Implementasi Kurikulum Pada Madrasah Hlm. 48 - 49

Bab 7 - Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Madrasah Hlm. 49 - 57

Bab 8 - Kurikulum Operasional Madrasah Hlm. 57

Bab 9 - Sosialisasi dan Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah Hlm. 57 - 58

Bab 10 - Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di Madrasah Hlm. 58 - 59

Bab 11 - Penutup Hlm. 60

Arsip lengkap KMA Nomor 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah dapat asatidz unduh di bawah ini :

Website ini dilindungi oleh :

Followers

Fanspage MTs Arabic

Pengunjung MTs Arabic

Live Pengunjung

Arsip MTs Arabic

Label

AKG Bahasa Arab AKM AKSI Analisis Alokasi Waktu Analisis SKL-KI-KD MTs Arsip ATP Bahasa Arab MTs Arsip Bimtek Arsip Buku Kerja Guru Arsip ITHLA Arsip Kurikulum Arsip Kurikulum Darurat Arsip Literasi Digital MTs Arsip MGMP Arsip P3K Kemenag Arsip Pelatihan Arsip Piagam MTs Arabic Arsip PPG Arsip Rapot Arsip Soal Arsip Soal Google Form Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 9 Arsip Surat Arsip TP Bahasa Arab MTs Arsip Webinar ASAT Asesmen Madrasah Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5 Bab 6 Bahasa Arab Bahasa Arab MTs Buku Kerja Guru 1 Buku Kerja Guru 2 Buku Kerja Guru 3 Buku Kerja Guru 4 Buku Pegangan Guru dan Siswa ClassPoint Computational Thinking CP Bahasa Arab MTs CPNS Daftar Hadir Daftar Nilai Daya Serap Siswa Deep Learning Download E-Learning Bahasa Arab MTs E-Modul Bahasa Arab Evaluasi Diri Kerja Guru Fase D Hari Guru Nasional Ikrar Guru Indonesia Ilmu Nahwu Ilmu Sharaf Indikator Soal Bahasa Arab MTs Indonesia Website Awards 2021 Info Madrasah IPK Jadwal Mengajar Guru Jurnal Agenda Guru Kaldik Madrasah KBC Kegiatan Pembelajaran Bahasa Arab Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 KGE KI-KD Bahasa Arab MTs Kisah Cerita Anak Bahasa Arab Kisi-kisi Soal KKM Bahasa Arab MTs KMA 1503 Tahun 2025 KMA 183 Tahun 2019 KMA 347 Tahun 2022 Kode Etik Guru Kokurikuler Kumpulan Soal Kurikulum Berbasis Cinta Kurikulum Madrasah Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka MTs Literasi MATERI BAB 1 MATERI BAB 2 MATERI BAB 3 MATERI BAB 4 MATERI BAB 5 MATERI BAB 6 Materi Bahasa Arab MTs Media Pembelajaran Metode Pembelajaran Modul 1 Modul 2 Modul 3 Modul 4 Modul 5 Modul 6 Modul Ajar Modul Bahasa Arab Modul Bahasa Arab P3K Modul Pedagogik Modul Pedagogik P3K Modul Profesional PPG Motivasi Nahwu Wadhih Naskah Akademik Olimpiade Bahasa Arab Panduan Kokurikuler Panduan Kurikulum Madrasah Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pelatihan Dugi Academy Pembelajaran Mendalam Pembiasaan Guru Madrasah Penilaian Akhir Semester Penilaian Akhir Semester Kelas 7 Penilaian Akhir Semester Kelas 8 Penilaian Akhir Semester Kelas 9 Penilaian Akhir Tahun Penilaian Harian Penilaian Tengah Semester Perangkat Pembelajaran Perbaikan Soal PPPK Program Semester Program Tahunan Quizizz Regulasi Remedial dan Pengayaan RPP 1 Lembar SEMESTER 1 SEMESTER 2 Silabus Bahasa Arab MTs Soal AKG Soal AKM Bahasa Arab Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 7 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 8 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 9 Tata Tertib Guru Tindak Lanjut Kerja Guru Tujuan Pembelajaran Tutorial Ujian Madrasah Wayground Wayground Arabic Wayground PAI Bahasa Arab