Indonesia Website Awards
Showing posts with label Modul 5. Show all posts
Showing posts with label Modul 5. Show all posts

Tuesday, January 5, 2021

Materi Modul 5 KB 4 - Psikolinguistik

MTs Arabic - Artikel ini adalah lanjutan dari materi modul 5 PPG Bahasa Arab, berikut ringkasan materinya.

Secara etimologis, istilah Psikolinguistik berasal dari dua kata, yakni Psikologi dan Linguistik. Seperti kita ketahui kedua kata tersebut masing-masing merujuk pada nama sebuah disiplin ilmu. Secara umum, Psikologi sering didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari perilaku manusia dengan cara mengkaji hakikat stimulus, hakikat respon, dan hakikat proses-proses pikiran sebelum stimulus atau respon itu terjadi. Pakar psikologi sekarang ini cenderung menganggap psikologi sebagai ilmu yang mengkaji proses berpikir manusia dan segala manifestasinya yang mengatur perilaku manusia itu. Tujuan mengkaji proses berpikir itu ialah untuk memahami, menjelaskan, dan meramalkan perilaku manusia.

Linguistik secara umum dan luas merupakan satu ilmu yang mengkaji bahasa (Bloomfield, 1928:1). Bahasa dalam konteks linguistik dipandang sebagai sebuah sistem bunyi yang arbriter, konvensional, dan dipergunakan oleh manusia sebagai sarana komunikasi. Hal ini berarti bahwa linguistik secara umum tidak mengaitkan bahasa dengan fenomena lain. Bahasa dipandang sebagai bahasa yang memiliki struktur yang khas dan unik.  Munculnya ilmu yang bernama psikolinguistik tidak luput dari perkembangan kajian linguistik.

Peran Psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa sangat penting karena dengan memahami psikolinguistik seorang guru memahami proses yang terjadi dalam diri siswa ketika siswa menyimak, berbicara, membaca, ataupun menulis sehingga manakala kemampuan dalam keterampilan berbahasa bermasalah, garu dapat melihat dari sudut pandang psikologi sebagai alternatif solusinya.

Untuk isi modul lengkapnya, silahkan download disini :

Materi Modul 5 KB 4 - Psikolinguistik Download
Update !!! Download

Demikian artikel yang berisi tentang rangkuman tentang Psikolinguistik.

Semoga bermanfaat.

Monday, January 4, 2021

Materi Modul 5 KB 3 - Metode Linguistik Modern

MTs Arabic - Artikel ini adalah lanjutan dari materi modul 5 PPG Bahasa Arab, berikut ringkasan materinya.

Mengidentifikasi metode penelitian linguistik modern
Linguistik modern mengkaji konstruksi bahasa dari beberapa aspek, yaitu (1) fonetik-fonologi, (2) morfologi, (3) sintaksis, dan (4) semantik. Pembagian ini bertolak dari satuan-satuan kecil dalam bahasa sampai satuan-satuan besar.

Linguistik modern telah memperkenalkan beberapa metode sejak lahirnya pada abad 19 hingga sekarang, yaitu: (1) linguistik komparatif, (2) linguistik deskriptif, (3) linguistik historis, dan (4) linguistik kontrastif.

Linguistik komparatif mengkaji sekelompok bahasa yang berasal dari satu rumpun bahasa melalui studi komparatif. Linguistik komparatif merupakan metode linguistik modern yang paling lama.

Linguistik deskriptif mengkaji satu bahasa atau satu dialek secara ilmiah pada masa tertentu atau tempat tertentu. Ini berarti bahwa linguistik deskriptif mengkaji tataran satu bahasa.

Linguistik historis mengkaji perkembangan sebuah bahasa lewat beberapa masa atau dengan makna yang lebih akurat, ia mengkaji perubahan dalam sebuah bahasa sepanjang masa.

Linguistik kontrastif merupakan cabang linguistik terbaru. kajian kontrastif itu mungkin ada di antara dua bahasa dari satu rumpun atau dua rumpun yang berbeda dengan bertujuan mengenali perbedaan morfologis, perbedaan sintaktis, dan perbedaan leksikal antara dua sistem bahasa.

Sekilas>>>

Linguistik komparatif mengkaji sekelompok bahasa yang berasal dari satu rumpun bahasa melalui studi komparatif. Linguistik komparatif merupakan metode linguistik modern yang paling lama. Dengannya dimulailah kajian bahasa pada masa kecemerlangannya pada abad 19.

Studi komparatif itu mengacu pada adanya klasifikasi yang jelas terhadap bahasa-bahasa sampai rumpun-rumpun bahasa. Kekerabatan antar bahasa belum dikenal secara ilmiah dan akurat sampai ditemukan bahasa Sansekerta di India. Bahasa Sansekerta telah dibandingkan dengan bahasa Yunani dan bahasa Latin. Dari komparasi ini terbukti adanya kekerabatan bahasa antarbahasa ini dan hal itu merujuk ke asal yang lama dan musnah.

Sedikit demi sedikit kajian bahasa telah mencapai kemajuan. Maka dibandingkanlah berbagai bahasa Eropa, bahasa Iran (Persia), dan bahasa India. Dengan perbandingan-perbandingan ini, terbukti bahwa banyak bahasa ini yang mengandung aspek-aspek kemiripan dalam bentuk dan leksikon. Dengan demikian jelaslah rambu-rambu rumpun bahasa yang besar dan mencakup banyak bahasa di India, Iran, dan Eropa. Para linguis mengistilahkan rumpun bahasa dengan nama rumpun bahasa Indo-Eropa, sedangkan para linguis Jerman sendiri menamakannya rumpun bahasa Indo-German. Juga, para linguis bahasa Semit menerapkan metode komparatif sebagaimana yang berkembang dalam bidang bahasa Indo-Eropa. Dengan demikian muncullah linguistik komparatif bahasa Semit yang mengkaji sekelompok bahasa Arab, bahasa Ibrani, bahasa Aramea, bahasa Akadis, bahasa Arab Selatan, dan bahasa Habsyi (Ethopia). Studi komparatif tentang bahasa-bahasa Semit telah mencapai kecemerlangan pada periode waktu temuan-temuan peninggalan itu menampakkan bahasa-bahasa klasik tulis pada prasasti-prasasti, yaitu bahasa Akadis di Irak, bahasa Arab Selatan di Yaman, dan bahasa Fenesia di pantai Syam (Syria). Di samping bahasa-bahasa Semit pada abad 20 ada bahasa Ugarit yang ditemukan di pantai Syam dengan kota Ra'susyamra pada tahun 1926.

Untuk isi modul lengkapnya, silahkan download disini :

Materi Modul 5 KB 3 - Metode Linguistik Modern Download
Update !!! Download

Demikian artikel yang berisi tentang rangkuman tentang Metode Linguistik Modern.

Semoga bermanfaat.

Sunday, January 3, 2021

Materi Modul 5 KB 2 - Bahasa Arab di Antara Rumpun Semit

MTs Arabic - Artikel ini adalah lanjutan dari materi modul 5 PPG Bahasa Arab, berikut ringkasan materinya.

Istilah bahasa Samiyah ditetapkan sebagai sebutan bagi sekumpulan bahasa yang dihubungkan kepada salah satu anak nabi Nuh as yaitu Sam. Orang yang pertama kali memberikan istilah tersebut adalah Scholozer pada tahun 1781 ketika dia mencari nama bagi bahasa orang Ibrani dan bangsa Arab. dia melihat antara bahasa Ibrani dan bahasa Arab ternyata ada hubungan dan kesamaan.

Scholozer menyandarkan penamaan ini kepada berita yang terdapat dalam kitab Taurat tentang keturunan Nuh setelah terjadi banjir besar. Bangsa-bangsa dan kabilah-kabilah dibagi menjadi tiga bagian besar yang semuanya kembali kepada anak-anak Nuh yaitu Sam, Ham dan Yafat.

Terdapat beberapa teori dalam pembagian bahasa-bahasa di dunia, dua teori yang terpopuler yaitu teori yang mendukung ikatan kebahasaan dan teori yang bergantung pada kriteria pengembangan dan peningkatan.

Untuk teori pertama, berkembangnya suatu bahasa yang bebas dan tak terikat dari setiap rangkaian kata, struktur dan susunan yang serupa. Para ilmuan mengamati dua golongan bahasa yang paling pokok; golongan Indo-Eropa dan Hamitik-Semitik kemudian sebagian ilmu modern membagi bahasa-bahasa manusia ke dalam 19 jenis-jenis bahasa menjadi 21 macam.

Golongan India-Eropa adalah bahasa yang paling banyak tersebar dan memuat beberapa jenis bahasa. Diantaranya adalah bahasa ariyah dengan 2 cabangnya yaitu: India dan Iran, bahasa Yunani, Italia, dan Jerman yang termasuk di dalamnya bahasa Inggris, bahasa Belanda, dan bahasa Jerman.

Golongan Hemitik dan Semitik menduduki golongan arab, perserikatan Afrika dan sebagian suku di Afrika, karenanya golongan Hemitic Semitik menggabungkan bahasa-bahasa seperti bahasa Mesir dan bahasa Bar-Bar, bahasa Qusyait. Sedangkan golongan bahasa semit adalah bahasanya kaum semit. Mereka adalah bangsa Arramy, Finiqi, Yahudi, Arab, Yaman, dan Babilonia.

Adapun bahasa manusia lainnya yang juga dibagi sesuai dengan riset yang dilakukan di pusat studi bahasa di Paris, telah dibagi menjadi 19 macam; bahasa Tharani, Turki, Mongol, dan juga termasuk bahasa Jepang dan termasuk juga di dalamnya bahasa Cina dan Tibet dan bagian bahasa melayu juga termasuk menjadi bahasa Indonesia.

Yang bergantung pada pembagian bahasa menurut kriteria pengembangan dan peningkatan yang berhubungan dengan kaidah shorof dan struktur aturan.

Untuk isi modul lengkapnya, silahkan download disini :

Materi Modul 5 KB 2 - Bahasa Arab di Antara Rumpun Semit Download
Update !!! Download

Demikian artikel yang berisi tentang rangkuman tentang Bahasa Arab di Antara Rumpun Semit.

Semoga bermanfaat.

Saturday, January 2, 2021

Materi Modul 5 KB 1 - Fiqh Lughah dan Ilmu Lughah

MTs Arabic - Artikel ini adalah lanjutan dari materi modul 5 PPG Bahasa Arab, berikut ringkasan materinya.

Setelah adanya pertentangan pendapat di kalangan Linguis Modern mengenai konsep Fiqh Al-Lughah dan Ilm Al-Lughah, akhirnya kita sampai kepada gerakan kebahasaan yang berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir yang cenderung memiliki perbedaan dasar di antara keduanya, yaitu:

1. Fiqh Al-Lughah mengkaji bahasa sebagai sarana untuk kajian kebudayaan atau sastra, sedangkan Ilm Al-Lughah mengkaji esensi bahasa itu sendiri, sebagaimana yang telah ditegaskan oleh De Sausuree bahwa konsep Ilm Al-Lughah adalah bahasa itu sendiri.

2. Sesungguhnya ruang lingkup Fiqh Al-Lughah itu lebih luas dan lebih komprehensif. Tujuan ilmu Fiqh Al-Lughah adalah mengkaji kebudayaan dan sastra serta meneliti alam pikiran dari segala kontennya. Oleh karena itu Fiqh Al-Lughah memperhatikan pembagian bahasa serta perbandingannya satu dengan yang lain dan meninjau ulang gaya-gaya tulisan teks klasik melalui cara identifikasi terhadap konten budaya yang berbeda. Adapun Ilm Al-Lughah fokus kepada analisis tata bahasa dan deskriptifnya.

3. Istilah Fiqh Al-Lughah mendahului istilah Ilm Al-Lughah dilihat dari sisi waktu.

4. Ilm Al-Lughah ditandai sejak pertumbuhan dan perkembangan ilmu science menurut pemahaman yang cermat terhadap istilah ini, sedangkan belum bisa dirubah

5. Pekerjaan ahli fiqh al-Lughah merupakan pekerjaan sejarawan (Historical Comparative) adapun ahli ilmu Lughah adalah Descriptive. Pantas saja disebutkan perbedaan antara Fiqh Al-Lughah dan Ilmu Lughah, ini merupakan perkara yang baru, karena Ilm Lughah belum menyebar kecuali pada akhir abad 19, Fiqh Al-Lughah merupakan ilmu tarikh yang bertujuan untuk mengetahui peradaban masa lampau dengan cara melalui dokumen yang tertulis yang telah ditinggalkannya dan dokumen tersebut telah membantu kita untuk memahami peradaban dan penjelasan penafsiran bahasa.

Untuk isi modul lengkapnya, silahkan download disini :

Materi Modul 5 KB 1 - Fiqh Lughah dan Ilmu Lughah Download

Demikian artikel yang berisi tentang rangkuman tentang Fiqh Lughah dan Ilmu Lughah.
Update !!! Download
Semoga bermanfaat.

Friday, December 4, 2020

Materi Modul 5 KB 4 - Perencanaan Pembelajaran

 

UU 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, memberikan penekanan bahwa guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, berkewajiban merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
MTs Arabic - Seseorang yang menginginkan kesuksesan dalam melaksanakan suatu kegiatan, tentu diawali dengan perencanaan yang baik. Kualitas suatu perencanaan, sangat menentukan optimalisasi pelaksanaan kegiatan. Seseorang yang melakukan kegiatan tanpa perencanaan dapat dipastikan akan menghasilkan kegiatan yang kurang optimal, atau bahkan cenderung mengalami kegagalan karena tidak memiliki acuan yang jelas.

Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU No 23 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Hasil belajar yang diharapkan tersurat pada konsep Slavin (1994), pembelajaran didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku individu yang disebabkan oleh pengalaman. Menganalisis dari dua pengertian di atas mengandung makna bahwa “pembelajaran” merupakan suatu kegiatan kompleks yang harus didesain agar terjadi interaksi (dua individu yang berbeda karakternya) pada lingkungan belajar yang kondusif. Hasil interaksi tersebut diharapkan mampu mengembangkan potensi dan perubahan tingkah peserta didik sesuai masanya.

Pendidikan di Indonesia, perencanaan kegiatan belajar mengajar dikenal dengan konsep Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi yang telah ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus. Pengalaman empirik di beberapa sekolah, banyak guru beranggapan bahwa menyusun RPP tidak penting. Gejala ini dapat diidentifikasi, makin banyak guru yang copy paste, RPP beberapa tahun sebelumnya. Padahal kondisi dan karakteristik peserta didik berubah setiap semester. Bagi mereka, yang terpenting adalah mengajar dan siswa mendapat pelajaran. Pemikiran guru seperti ini, perlu dilurus. Hakikat jabatan profesional bahwa semua kegiatan jabatan dari aspek perencanaan, pelaksanaan dan penilaian dalam pembelajaran harus dapat dipertanggungjawabkan kepada pemangku jabatan. Dengan demikian sebutan guru profesional, memang layak disandang oleh guru.

Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak guru tidak menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Faktor penyebab guru tidak menyusun RPP antara lain tidak memahami dengan benar apa sesungguhnya hakikat RPP, bagaimana prinsip-prinsip penyusunan RPP serta apa pentingnya RPP disusun. Materi hakikat RPP ini akan memberikan pemahaman kepada bapak/ibu tentang apakah RPP itu? Bagaimana prinsip-prinsip penyusunan RPP? Dan mengapa RPP penting disusun oleh guru?

Lebih lengkapnya, silahkan bapak ibu download file Modul 5 KB 4 tentang Perencanaan Pembelajaran di bawah ini :

Download Materi Perencanaan Pembelajaran

Demikian artikel tentang Perencanaan Pembelajaran. Semoga bermanfaat.

Materi Modul 5 KB 3 - Pengembangan Bahan Ajar

 

"Bahan ajar sebagai segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar"
MTs Arabic - Abad-21, yang merupakan abad pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi komunikasi dan informasi, sangat memungkinkan bagi para siswa, sebagai subjek belajar, dapat belajar apa saja, kapan saja, dan di mana saja, baik yang sengaja dirancang maupun yang tinggal diambil manfaatnya. Peran guru menjadi sedikit berubah. Guru menjadi bukan satu-satunya sumber belajar. Selain dirinya, guru dapat mengembangkan dan memanfaatkan beraneka sumber belajar untuk memfasilitasi belajar anak didiknya.

Dalam proses pembelajaran, di mana dalam belajar siswa dibatasi, “diikat”, atau dikontrol oleh tujuan-tujuan kurikuler dalam kurikulum, materi atau bahan yang dipelajari perlu dipilih dan disesuaikan dengan tujuan tersebut. Pada saat inilah peran guru dan bahan ajar menjadi penting dan urgen untuk memfasilitasi belajar siswa baik di sekolah maupun ketika belajar di rumah atau di manapun dalam rangka mencapai tujuan-tujuan kurikuler yang telah ditetapkan.

Bahan ajar yang digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran, jika dirancang dan dikembangkan dengan cermat dan sesuai prosedur yang benar mengacu pada prinsip-prinsip pembelajaran dan prinsip desain pesan yang efektif bagi proses belajar siswa, akan sangat efektif dalam menunjang atau memfasilitasi proses belajar mereka. Dengan bahan ajar siswa dapat mengulang mempelajari materi kembali di rumah.

Mengembangkan bahan ajar merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh guru (Sadjati, dalam Tian Belawati, 2003). Kemampuan itu harus diwujudkan dalam upaya menyediakan berbagai bahan ajar yang dibutuhkan siswa dalam rangka mencapai kompetensi yang diharapkan. Sebagai guru, sekaligus pengembang bahan ajar, guru merupakan orang yang paling bertanggungjawab dalam pengaturan penyampaian informasi dan penataan lingkungan dalam proses penguasaan ilmu pengetahuan anak didik. Dalam mengembangkan bahan ajar, apapun bentuk dan jenisnya, Anda perlu mengacu pada sumber acuan utama yaitu tujuan kurikulum yang harus dikuasai siswa. Selain itu, ketika mengembangkan bahan ajar Anda juga perlu mempertimbangkan karakteristik siswa agar bahan ajar dapat dipelajari dengan baik oleh siswa.

Lebih lengkapnya, silahkan bapak ibu download file Modul 5 KB 3 tentang Pengembangan Bahan Ajar di bawah ini :

Download Materi Pengembangan Bahan Ajar

Demikian artikel tentang Pengembangan Bahan Ajar. Semoga bermanfaat.

Materi Modul 5 KB 2 - Media Pembelajaran

 
"Kemampuan mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran merupakan salah satu aspek kewajiban yang diemban guru untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, pada gilirannya dapat meningkatkan aktivitas belajar lebih menarik, dan motivasi peserta didik."
MTs Arabic - Media pembelajaran diciptakan untuk membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Media pembelajaran awalnya berupa alat bantu visual untuk memberikan pengalaman konkrit dan motivasi belajar. Contoh alat bantu visual: gambar, model, objek dan lain-lain, pada awalnya media pembelajaran hanya berpusat pada alat bantu visual tanpa memperhatikan apek desain, pengembangan dan evaluasi. Untuk menghindari verbalisme karena alat bantu visual maka media pembelajaran dilengkapi dengan alat audio, sehingga media yang digunakan menjadi audio visual. Fungsi media pembelajaran terus berkembang, dimulai saat teori komunikasi pada tahun 1950 fungsi media pembelajaran yang semula hanya sebagai alat bantu mengajar berkembang menjadi penyalur informasi. Pada tahun 1960-1965 diciptakan media yang dapat mengubah tingkah laku peserta didik sebagai hasil proses belajar, buah pengembangan dari teori tingkah-laku (behaviorism theory) oleh B. F. Skinner. Teori ini digunakan dalam ranah pendidikan untuk mengubah tingkah laku peserta didik agar menjadi kebiasaan yang positif. Media instruksional terkenal yang dihasilkan dari teori ini adalah teaching machine dan programmed instruction. Pada tahun 1965-1970 pendekatan sistem (system approach). Mendorong digunakan media sebagai integral dalam program pembelajaran. Program pembelajaran direncanakan berdasar kebutuhan peserta didik dan karakteristik yang nantinya tingkah laku peserta didik akan diubah sesuai dengan tujuan yang akan di capai, menggunakan media yang telah di rancang secara seksama. Gurupun mulai merencanakan kegiatan pembelajaran dengan media yang dibutuhkan. Seiring berjalannya waktu peranan media pembelajaran meningkat muncul kekhawatiran jika media pembelajaran akan menggeser guru sebagai sumber belajar. Kekhawatiran ini dipicu dengan ditemukannya mesin cetak yang dapat menghasilkan buku teks sebagai salah satu sumber belajar. Padahal selain sumber belajar guru juga memberikan perhatian dan bimbingan secara individu terhadap peserta didik (Sadiman, 2014)

Menginjak abad ke-20 negara kita mengalami perkembangan era informasi yang sangat pesat. Media pendidikanpun mengalami perkembangan dari media pembelajaran sederhana seperti gambar, bagan, poster, rekaman suara menjadi multimedia pembelajaran berupa video pembelajaran. Penggunaan multimedia pembelajaran diawali dengan diudaranya Televisi Pendidikan oleh pihak swasta pada tahun 1991 (Susiliana & Riyana, 2008).

Di masa sekarang ini perkembangan Bentuk multimedia pembelajaranpun bervariatif. Video pembelajaran dikembangkan bukan hanya siaran televisi namun dibuat dalam bentuk DVD agar setiap sekolah dapat mempergunakan multimedia tersebut setiap saat. Sampai saat teknologi Komputer masuk ke dunia pendidikan kita. Teknologi ini menjadi gebrakan baru untuk membatu pembuatan media pembelajaran. Terbukti dari banyaknya bentuk media pendidikan yang dapat dihasilkan, seperti: presentasi power point, buku/materi pembelajaran berupa soft file, video pembelajaran, media pendidikan berupa Software dan lain-lain, kemudian media pembelajaran terus berkembang dengan adanya internet. Di internet kita dapat mengakses berbagai macam hal tidak terkecuali materi pelajaran. Internet secara non-formal menjadi salah satu media pendidikan bagi peserta didik, karena jangkauannya yang luas, kelengkapan informasi, mudah digunakan dan dapat menarik minat peserta didik dengan sendirinya.

Perkembangan media pada masa sekarang, sampai pada pemanfaatan media pembelajaran menggunakan smartphone (ponsel pintar). Smartphone merupakan teknologi terkini dalam bidang komunikasi. Dengan smart phone semua orang tidak hanya dimudahkan dalam komunikasi saja, tapi dapat berbagi informasi dengan mudah dan gambang terlebih karena ukuran smart phone yang kecil dan dapat dibawa kemana saja. Teknologi ini juga dilengkapi dengan fitur dan aplikasi yang dapat dikembangkan untuk dunia pendidikan. Aplikasi smart phone dapat dibuat dan dikembangkan untuk media pembelajaran, contoh bentuk media pembelajaran dari aplikasi smart phone adalah: aplikasi game edukatif, aplikasi materi pembelajaran interaktif, video tutorial.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berdampak pada kemudahan memperoleh informasi dan mengembangkan strategi pembelajaran. Banyak dan beragamnya informasi yang tersedia menuntut kemampuan seorang guru untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk menawarkan berbagai pengalaman kepada peserta didik sehingga mampu membangun pemahamannya di lingkungan sekitarnya. Guru perlu merencanakan dan mengelola lingkungan belajar yang menarik untuk memastikan bahwa para peserta didik merasa tertantang dan ingin berhasil mencapai tujuan pembelajaran.

Kesiapan guru dalam merencanakan dan melaksanakan strategi pembelajaran akan mempunyai dampak yang signifikan terhadap pencapaian hasil belajar peserta didiknya. Strategi pembelajaran meliputi pemilihan model/metode pembelajaran, serta pemanfaatan media pembelajaran dan sumber belajar. Oleh karena itu, guru perlu selektif dalam menentukan strategi mengintegrasikan media pembelajaran dan sumber belajar ke dalam pembelajaran.

Lebih lengkapnya, silahkan bapak ibu download file Modul 5 KB 2 tentang Media Pembelajaran di bawah ini :

Download Materi Media Pembelajaran

Demikian artikel tentang Media Pembelajaran. Semoga bermanfaat.

Materi Modul 5 KB 1 - Model-model Pembelajaran

MTs Arabic -  Proses pendidikan abad-21 dapat kita wujudkan melalui penyelenggaraan proses pembelajaran yang mendidik dan yang berkualitas sesuai paradigma pendidikan abad-21. Dalam paradigma tersebut, pembelajaran perlu kita selenggarakan untuk mengembangkan seluruh potensi siswa secara holistik (utuh) melalui penggunaan atau penerapan pendekatan, model dan metode pembelajaran yang lebih inovatif, berpusat pada keaktifan belajar siswa (student centered learning-SCL), kontekstual, serta memanfaatkan aneka sumber belajar dan teknologi pendidikan secara integratif dengan materi pembelajaran yang Anda ajarkan.

Berikut ringkasan materi model-model pembelajaran :

Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran - Berikut ini penjabaran tahapan pembelajaran dengan pendekatan saintifik (dalam Sufairoh, 2016:121-122).

Mengamati, merupakan kegiatan mengidentifikasi suatu objek melalui penginderaan, yaitu melalui indera penglihat (membaca, menyimak), pembau, pendengar, dan peraba pada saat mengamati suatu objek menggunakan ataupun tidak menggunakan alat bantu sehingga siswa dapat mengidentifikasi suatu masalah.

Menanya, merupakan kegiatan mengungkapkan suatu hal yang ingin diketahuinya baik yang berkenaan dengan suatu objek, peristiwa, suatu proses tertentu. Pertanyaan dapat diajukan secara lisan maupun tulisan dan dapat berupa kalimat pertanyaan atau kalimat hipotesis sehingga siswa dapat merumuskan masalah dan hipotesis.

Mengumpulkan data, merupakan kegiatan mencari informasi sebagai bahan untuk dianalisis dan disimpulkan. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan membaca buku, observasi lapangan, uji coba, wawancara, menyebarkan kuesioner, dan lain-lain, sehingga siswa dapat menguji hipotesis yang telah dibuat sebelumnya.

Mengasosiasi, merupakan mengolah data dalam serangkaian aktivitas fisik dan pikiran dengan bantuan peralatan tertentu. Pengolahan data dapat dilakukan dengan klasifikasi, mengurutkan, menghitung, membagi, dan menyusun data dalam bentuk yang lebih informatif, serta menentukan sumber data sehingga lebih bermakna. Bentuk pengolahan data misalnya tabel, grafik, bagan, peta konsep, menghitung, dan pemodelan. Selanjutnya siswa menganalisis data untuk membandingkan ataupun menentukan hubungan antara data yang telah diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik suatu simpulan.

Mengomunikasikan, merupakan kegiatan siswa dalam mendeskripsikan dan menyampaikan hasil temuannya dari kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan dan mengolah data, serta mengasosiasi yang ditujukan kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk diagram, bagan, gambar, dan sejenisnya dengan bantuan perangkat teknologi sederhana dan atau teknologi informasi dan komunikasi.

Beberapa Model Pembelajaran Berpusat pada Peserta Didik (SCL) – Beberapa model pembelajaran yang mendukung pendekatan saintifik dan paradigma pembelajaran abad-21 diuraikan berikut ini.

Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Secara umum Tim PKP Dikti (2007) menyebutkan ada empat tahap pembelajaran kooperatif yaitu:

Langkah Orientasi, guru menyampaikan tujuan, materi, waktu, langkah-langkah serta hasil akhir yang diharapkan dikuasai oleh siswa, serta sistem penilaiannya. Pada langkah ini siswa diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya tentang apa saja, termasuk cara kerja dan hasil akhir yang diharapkan atau sistem penilaiannya. Negosiasi dapat terjadi antara guru dan siswa, hingga teijadi kesepakatan bersama di akhir orientasi.

Langkah Kerja Kelompok, merupakan tahap inti kegiatan pembelajaran. Kerja kelompok dapat berbentuk kegiatan memecahkan masalah, atau memahami dan menerapkan suatu konsep yang dipelajari dengan berbagai cara seperti berdiskusi, eksplorasi, observasi, percobaan, hingga browsing melalui internet, dan sebagainya. Guru perlu membuat panduan untuk mengarahkan kegiatan kelompok. Panduan memuat tujuan, materi, waktu, cara kerja kelompok dan tanggungjawab masing-masing anggota kelompok, serta hasil akhir yang diharapkan dapat dicapai.

Langkah Tes/Kuis, yaitu langkah di mana semua siswa diharapkan telah mampu memahami konsep/topik/masalah yang sudah dikaji bersama dan mampu menjawab tes atau kuis untuk mengetahui pemahaman mereka terhadap konsep/topik/ masalah yang dikaji. Penilaian individu ini mencakup penguasaan ranah kognitif, afektif dan keterampilan sosial.

Langkah Penghargaan Kelompok, yaitu langkah untuk memberikan penghargaan kepada kelompok yang berhasil memperoleh kenaikan skor dalam tes individu. Kenaikan skor dihitung dari selisih antara skor dasar dengan skor tes individual. Menghitung skor yang didapat kelompok dengan cara menjumlahkan skor yang didapat siswa di dalam kelompok tersebut kemudian dihitung rata-ratanya. Selanjutnya berdasarkan skor rata-rata tersebut ditentukan penghargaan masing-masing kelompok.

Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) - *Tabel Lengkapnya ada di file download

Model Pembelajaran Simulasi (Role Playing) - *Tabel Lengkapnya ada di file download

Lebih lengkapnya, silahkan bapak ibu download file Modul 5 KB 1 tentang Model-model Pembelajaran di bawah ini :

Download Materi Model-model Pembelajaran

Demikian artikel tentang Model-model Pembelajaran. Semoga bermanfaat.

Baca juga :

Website ini dilindungi oleh :

Followers

Fanspage MTs Arabic

Pengunjung MTs Arabic

Live Pengunjung

Arsip MTs Arabic

Label

AKG Bahasa Arab AKM AKSI Analisis Alokasi Waktu Analisis SKL-KI-KD MTs Arsip ATP Bahasa Arab MTs Arsip Bimtek Arsip Buku Kerja Guru Arsip ITHLA Arsip Kurikulum Arsip Kurikulum Darurat Arsip Literasi Digital MTs Arsip MGMP Arsip P3K Kemenag Arsip Pelatihan Arsip Piagam MTs Arabic Arsip PPG Arsip Rapot Arsip Soal Arsip Soal Google Form Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 9 Arsip Surat Arsip TP Bahasa Arab MTs Arsip Webinar ASAT Asesmen Madrasah Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5 Bab 6 Bahasa Arab Bahasa Arab MTs Buku Kerja Guru 1 Buku Kerja Guru 2 Buku Kerja Guru 3 Buku Kerja Guru 4 Buku Pegangan Guru dan Siswa ClassPoint Computational Thinking CP Bahasa Arab MTs CPNS Daftar Hadir Daftar Nilai Daya Serap Siswa Deep Learning Download E-Learning Bahasa Arab MTs E-Modul Bahasa Arab Evaluasi Diri Kerja Guru Fase D Hari Guru Nasional Ikrar Guru Indonesia Ilmu Nahwu Ilmu Sharaf Indikator Soal Bahasa Arab MTs Indonesia Website Awards 2021 Info Madrasah IPK Jadwal Mengajar Guru Jurnal Agenda Guru Kaldik Madrasah KBC Kegiatan Pembelajaran Bahasa Arab Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 KGE KI-KD Bahasa Arab MTs Kisah Cerita Anak Bahasa Arab Kisi-kisi Soal KKM Bahasa Arab MTs KMA 1503 Tahun 2025 KMA 183 Tahun 2019 KMA 347 Tahun 2022 Kode Etik Guru Kokurikuler Kumpulan Soal Kurikulum Berbasis Cinta Kurikulum Madrasah Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka MTs Literasi MATERI BAB 1 MATERI BAB 2 MATERI BAB 3 MATERI BAB 4 MATERI BAB 5 MATERI BAB 6 Materi Bahasa Arab MTs Media Pembelajaran Metode Pembelajaran Modul 1 Modul 2 Modul 3 Modul 4 Modul 5 Modul 6 Modul Ajar Modul Bahasa Arab Modul Bahasa Arab P3K Modul Pedagogik Modul Pedagogik P3K Modul Profesional PPG Motivasi Nahwu Wadhih Naskah Akademik Olimpiade Bahasa Arab Panduan Kokurikuler Panduan Kurikulum Madrasah Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pelatihan Dugi Academy Pembelajaran Mendalam Pembiasaan Guru Madrasah Penilaian Akhir Semester Penilaian Akhir Semester Kelas 7 Penilaian Akhir Semester Kelas 8 Penilaian Akhir Semester Kelas 9 Penilaian Akhir Tahun Penilaian Harian Penilaian Tengah Semester Perangkat Pembelajaran Perbaikan Soal PPPK Program Semester Program Tahunan Quizizz Regulasi Remedial dan Pengayaan RPP 1 Lembar SEMESTER 1 SEMESTER 2 Silabus Bahasa Arab MTs Soal AKG Soal AKM Bahasa Arab Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 7 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 8 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 9 Tata Tertib Guru Tindak Lanjut Kerja Guru Tujuan Pembelajaran Tutorial Ujian Madrasah Wayground Wayground Arabic Wayground PAI Bahasa Arab