Indonesia Website Awards

Thursday, January 12, 2023

Juknis PPDB Madrasah Tahun Pelajaran 2023-2024

MTs Arabic - Pada tanggal 10 Januari Tahun 2023, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Muhammad Ali Ramdhani) menandatangani Surat Keputusan Nomor 181 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah tahun pelajaran 2023/2024.

Salah satu misi kementerian agama adalah meningkatkan akses dan kualitas pendidikan umum berciri agama, pendidikan agama pada satuan pendidikan umum dan pendidikan keagamaan. Madrasah adalah salah satu jenis pendidikan umum yang mempunyai kekhasan agama Islam dalam binaan Menteri Agama. Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru merupakan layanan pendidikan guna memenuhi hak-hak dasar warga negara pendidikan yang bermutu dan berkeadilan dengan menerapkan asas objektif akuntabel transparan dan tanpa diskriminatif sehingga mendorong peningkatan akses layanan pendidikan yang bermutu. 

Dalam rangka terus membantu peningkatan akses dan mutu serta relevansi pendidikan pada tahun pelajaran 2023/2024, Kementerian Agama berkomitmen memberikan kesempatan kepada anak bangsa untuk mendapatkan akses pendidikan yang bermutu di Madrasah, yaitu Raudhatul Athfal Madrasah IbtidaiyahMadrasah TsanawiyahMadrasah Aliyah, baik negeri maupun swasta yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Oleh karena itu untuk memberikan panduan penerimaan peserta didik baru pada Madrasah kementerian agama melalui Direktorat Jenderal pendidikan Islam menetapkan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan dimaksud.

Juknis tersebut dilengkapi dengan Surat Edaran dari Direktorat KSKK Madrasah yang berbunyi :

"Dalam rangka pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Madrasah Tahun Pelajaran 2023/2024, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Madrasah Tahun Pelajaran 2023/2024. Petunjuk Teknis ini bertujuan agar menjadi pedoman pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Madrasah Tahun 2023 di seluruh wilayah Indonesia. Sehubungan dengan itu, kami minta kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi memberikan dukungan terhadap keberhasilan penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Madrasah dimaksud dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut: 

1. Meneruskan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan seluruh Madrasah serta pihak-pihak lain terkait Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Madrasah Tahun Pelajaran 2023/2024 sebagaimana terlampir;

2. Melakukan koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2023/2024 sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing dengan tetap mengacu pada petunjuk teknis; 

3. Melakukan sosialisasi Penerimaan Peserta didik Baru (PPDB) Madrasah Tahun Pelajaran 2023/2024 kepada seluruh madrasah dan pihak terkait lainnya baik secara luring maupun daring melalui media cetak maupun media elektronik (facebook, twitter, instagram dan sejenisnya);

4. Melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap pelaksanaan Penerimaan Peserta didik Baru (PPDB) Madrasah Tahun Pelajaran 2023/2024 dengan tetap berpedoman pada petunjuk Teknis dan peraturan yang berlaku.

Berikut isi lampiran  Surat Keputusan Nomor 181 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah tahun pelajaran 2023/2024 :

BAB 1 : Pendahuluan

A. Latar Belakang

B. Tujuan

C. Ruang Lingkup

D. Pengertian Umum

Monday, January 9, 2023

Contoh Alur Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 7-9 - Kurikulum Merdeka

MTs Arabic - Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase secara utuh dan menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Alur ini disusun secara linear sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari untuk mengukur Capaian Pembelajaran.

Penyusunan alur tujuan pembelajaran atau silabus, dalam ruang lingkup madrasah, perumusan dan penyusunan alur dan tujuan pembelajaran atau silabus mata pelajaran berfungsi mengarahkan madrasah dalam merencanakan, mengimplementasi dan mengevaluasi pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperoleh secara sistematis, konsisten dan terukur.

Dalam menyusun perencanaan pembelajaran, madrasah perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

Capaian pembelajaran (CP) adalah kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase, dimulai dari fase pondasi pada RA. Capaian pembelajaran ditetapkan oleh Pemerintah dan disusun dalam fase- fase.

Capaian pembelajaran diuraikan menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang bersifat operasional dan konkret. Perumusan tujuan pembelajaran meliputi kompetensi dan lingkup materi.

Tujuan-tujuan pembelajaran tersebut kemudian diurutkan menjadi alur tujuan pembelajaran. Alur tujuan pembelajaran adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara logis menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Alur ini disusun secara linear sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari. Prinsip penyusunan alur tujuan pembelajaran: esensial, berkesinambungan, kontekstual dan sederhana. Pada Satuan RA, esensi alur tujuan pembelajaran adalah pengorganisasian tujuan pembelajaran berdasarkan laju perkembangan anak yang dikembangkan oleh masing-masing satuan RA agar dapat mencapai CP. Satuan RA dapat memilih untuk menyusun alur tujuan pembelajaran atau tidak.

Proses merancang pembelajaran meliputi tujuan pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya, langkah-langkah pembelajaran dan asesmen pembelajaran yang disusun dalam bentuk dokumen yang fleksibel, sederhana dan kontekstual. Dokumen tersebut digunakan oleh pendidik dalam upaya mencapai Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin dan Capaian Pembelajaran. Dalam proses merancang pembelajaran, pendidik dapat mengembangkan alur tujuan pembelajaran dan rencana pembelajaran secara mandiri.

Konsep Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Jika Capaian Pembelajaran adalah kompetensi yang diharapkan dapat dicapai murid di akhir fase, maka Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase pembelajaran. Berikut konsep alur tujuan pembelajaran :

- Alur menjadi panduan guru dan murid untuk mencapai Capaian Pembelajaran di akhir suatu fase.

- Tujuan pembelajaran disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu.

- Guru dapat menyusun ATP masing-masing, yang terdiri dari rangkaian tujuan pembelajaran.

- Pemerintah akan menyediakan beberapa contoh ATP yang bisa langsung digunakan atau dimodifikasi, dan membuat panduan untuk penyusunan perangkat ajar.

Cara Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran

Dalam menyusun Alur Tujuan Pembelajaran, seorang guru harus mampu menelaah elemen-elemen CP yang yang sudah dirumuskan sebelumnya agar sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Berikut ini beberapa cara menyusun ATP yang dikutip dari Ropin Sigalingging dalam buku Guru Penggerak dalam Paradigma Pembelajaran Kurikulum Merdeka, seperti:

- Melakukan analisis CP mata pelajaran pada fase yang akan dipetakan 

- Identifikasi kompetensi-kompetensi yang harus dikuasai peserta didik pada fase tersebut.

- Rumuskan tujuan pembelajaran dengan mempertimbangkan kompetensi yang akan dicapai,, konten yang akan dipelajari dan variasi keterampilan berpikir apa yang perlu dikuasai peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran.

- Identifikasi elemen dan atau suplemen Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan

- Setelah tujuan pembelajaran dirumuskan , susun tujuan pembelajaran secara linear sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan dari hari ke hari.

Dengan mengikuti cara-cara di atas, Anda sebagai guru juga lebih mudah memilih materi apa saja yang bisa disesuaikan dengan kemampuan peserta didik.

Sebagaimana diketahui, Alur Tujuan Pembelajaran merupakan pendukung dari implementasi kurikulum Capaian Pembelajaran (CP) yang setiap fasenya meliputi seluruh jenjang pendidikan. Adapun fase-fase tersebut seperti Fase A (kelas 1-2 MI), Fase B (kelas 3-4 MI), Fase C (kelas 5-6 MI), Face D (kelas 7-9 MTs), Fase E (kelas 10 MA/MAK), dan Fase F (kelas 11-12 MA/MAK).

Adapun dalam artikel ini, admin coba share Contoh Alur Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah pada Fase D Kelas 7 - 9. Silakan unduh di bawah ini.

Contoh Alur Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 7-9 - Kurikulum Merdeka

Semoga bermanfaat.


Monday, January 2, 2023

Contoh Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 9 Tema Lingkungan - Kurikulum Merdeka

MTs Arabic - Setelah memahami CP, diharapkan pendidik mulai mendapatkan ide-ide tentang apa yang harus  dipelajari  peserta  didik  dalam suatu  fase. Pada tahap ini, pendidik mulai mengolah ide tersebut, menggunakan kata-kata kunci yang telah dikumpulkannya pada tahap sebelumnya untuk merumuskan tujuan pembelajaran.

Tujuan Pembelajaran (TP) yang dikembangkan ini perlu dicapai oleh peserta didik dalam satu atau lebih jam pelajaran. Diharapkan pada penghujung fase peserta didik dapat mencapai CP. Oleh karena itu, untuk CP dalam satu fase, pendidik perlu mengembangkan beberapa tujuan pembelajaran.

Dalam tahap merumuskan tujuan ini, pendidik belum mengurutkan tujuan-tujuan tersebut, cukup merancang tujuan- tujuan belajar yang lebih operasional dan konkret. Urutan-urutan tujuan pembelajaran akan disusun pada tahap berikutnya. Dengan demikian, pendidik dapat melakukan proses pengembangan rencana pembelajaran langkah demi langkah.

Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu:

1. Kompetensi, yaitu kemampuan atau keterampilan yang perlu didemonstrasikan oleh peserta didik. Kompetensi tersebut dituangkan dengan menggunakan kata kerja pada berbagai level taksonomi. Beberapa pertanyaan panduan yang dapat digunakan pendidik dalam merumuskan kompetensi, antara lain:

- Secara konkret, kemampuan apa yang perlu peserta didik tunjukkan?

- Tahap berpikir apa yang perlu peserta didik tunjukkan?

2. Lingkup materi, yaitu konten dan konsep utama yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran. Pertanyaan panduan yang dapat digunakan pendidik, antara lain:

- Hal apa saja yang perlu mereka pelajari dari suatu konsep besar yang dinyatakan dalam CP?

- Apakah lingkungan sekitar dan kehidupan peserta didik dapat digunakan sebagai konteks untuk mempelajari konten dalam CP?

Selain taksonomi di atas, untuk merumuskan tujuan pembelajaran, pendidik juga dapat merujuk pada teori lain yang dikembangkan oleh Tighe dan Wiggins (2005) tentang enam bentuk pemahaman. Sebagaimana yang disampaikan dalam penjelasan tentang CP, pemahaman (understanding) adalah proses berpikir tingkat tinggi, bukan sekadar menggunakan informasi untuk menjelaskan atau menjawab pertanyaan. Menurut Tighe dan Wiggins, pemahaman dapat ditunjukkan melalui kombinasi dari enam kemampuan berikut ini:

Marzano (2000) mengembangkan taksonomi yang berbeda untuk tujuan pembelajaran. Dalam taksonominya, Marzano menggunakan tiga sistem dalam domain pengetahuan. Ketiga sistem tersebut adalah sistem kognitif, sistem metakognitif, dan sistem diri (self-system). Sistem diri adalah keputusan yang dibuat individu untuk merespon instruksi dan pembelajaran: apakah akan melakukannya atau tidak. Sementara sistem metakognitif adalah kemampuan individu untuk merancang strategi dalam melakukan kegiatan pembelajaran agar mencapai tujuan. Sedangkan sistem kognitif mengolah semua informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada 6 level taksonomi menurut Marzano. 

Panduan ini tidak mendorong pendidik untuk fokus pada satu teori saja. Sebaliknya, panduan ini memperlihatkan bahwa ada beberapa referensi yang dapat digunakan untuk merancang tujuan pembelajaran. Pendidik dapat menggunakan teori atau pendekatan lain dalam merancang tujuan pembelajaran, selama teori tersebut dinilai relevan dengan karakteristik mata pelajaran serta konsep/topik yang dipelajari, karakteristik peserta didik, dan konteks lingkungan pembelajaran.

Beberapa catatan khusus terkait dengan perumusan tujuan pembelajaran di jenis dan jenjang pendidikan tertentu:

1. Pada Capaian Pembelajaran RA

Penyusunan tujuan pembelajaran mempertimbangkan pada laju perkembangan anak, bukan kompetensi dan konten seperti pada jenjang lainnya.

2. Pada Madrasah yang Memiliki PDBK

Selain kompetensi dan konten, tujuan pembelajaran juga mencakup variasi dan akomodasi layanan sesuai karakteristik dan kebutuhan khusus peserta didik. Selain itu, tujuan pembelajaran diarahkan pada terbentuknya kemandirian dalam aktivitas sehari- hari sampai kesiapan memasuki dunia kerja.

3. Pada Satuan Pendidikan MAK

Tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran dapat disusun bersama dengan mitra dunia kerja. Sedangkan MA plus keterampilan dapat mengadaptasi ketentuan ini.

Pendidik memiliki alternatif untuk merumuskan tujuan pembelajaran dengan beberapa alternatif di bawah ini:

Alternatif 1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung berdasarkan CP, yang dikaitkan dengan konteksnya.

Alternatif 2. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan menganalisis ‘kompetensi’ dan ‘lingkup materi’ pada CP dan dikaitkan dengan konteksnya.

Alternatif 3. Merumuskan tujuan pembelajaran Lintas Elemen CP

Tiga alternatif perumusan tujuan pembelajaran di atas hanya sebagai contoh. Pemilihan alternatif tersebut bersifat fleksibel, madrasah dapat mengembangkan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan CP serta kebutuhan situasi dan kondisi madrasah.

Dalam tulisan ini, admin coba lampirkan contoh Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 9 Tema Lingkungan.

 Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 9 Tema Lingkungan

Semoga bermanfaat.

Salam Admin,

MTs Arabic

Contoh Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 9 Tema Alam - Kurikulum Merdeka

MTs Arabic - Setelah memahami CP, diharapkan pendidik mulai mendapatkan ide-ide tentang apa yang harus  dipelajari  peserta  didik  dalam suatu  fase. Pada tahap ini, pendidik mulai mengolah ide tersebut, menggunakan kata-kata kunci yang telah dikumpulkannya pada tahap sebelumnya untuk merumuskan tujuan pembelajaran.

Tujuan Pembelajaran (TP) yang dikembangkan ini perlu dicapai oleh peserta didik dalam satu atau lebih jam pelajaran. Diharapkan pada penghujung fase peserta didik dapat mencapai CP. Oleh karena itu, untuk CP dalam satu fase, pendidik perlu mengembangkan beberapa tujuan pembelajaran.

Dalam tahap merumuskan tujuan ini, pendidik belum mengurutkan tujuan-tujuan tersebut, cukup merancang tujuan- tujuan belajar yang lebih operasional dan konkret. Urutan-urutan tujuan pembelajaran akan disusun pada tahap berikutnya. Dengan demikian, pendidik dapat melakukan proses pengembangan rencana pembelajaran langkah demi langkah.

Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu:

1. Kompetensi, yaitu kemampuan atau keterampilan yang perlu didemonstrasikan oleh peserta didik. Kompetensi tersebut dituangkan dengan menggunakan kata kerja pada berbagai level taksonomi. Beberapa pertanyaan panduan yang dapat digunakan pendidik dalam merumuskan kompetensi, antara lain:

- Secara konkret, kemampuan apa yang perlu peserta didik tunjukkan?

- Tahap berpikir apa yang perlu peserta didik tunjukkan?

2. Lingkup materi, yaitu konten dan konsep utama yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran. Pertanyaan panduan yang dapat digunakan pendidik, antara lain:

- Hal apa saja yang perlu mereka pelajari dari suatu konsep besar yang dinyatakan dalam CP?

- Apakah lingkungan sekitar dan kehidupan peserta didik dapat digunakan sebagai konteks untuk mempelajari konten dalam CP?

Selain taksonomi di atas, untuk merumuskan tujuan pembelajaran, pendidik juga dapat merujuk pada teori lain yang dikembangkan oleh Tighe dan Wiggins (2005) tentang enam bentuk pemahaman. Sebagaimana yang disampaikan dalam penjelasan tentang CP, pemahaman (understanding) adalah proses berpikir tingkat tinggi, bukan sekadar menggunakan informasi untuk menjelaskan atau menjawab pertanyaan. Menurut Tighe dan Wiggins, pemahaman dapat ditunjukkan melalui kombinasi dari enam kemampuan berikut ini:

Marzano (2000) mengembangkan taksonomi yang berbeda untuk tujuan pembelajaran. Dalam taksonominya, Marzano menggunakan tiga sistem dalam domain pengetahuan. Ketiga sistem tersebut adalah sistem kognitif, sistem metakognitif, dan sistem diri (self-system). Sistem diri adalah keputusan yang dibuat individu untuk merespon instruksi dan pembelajaran: apakah akan melakukannya atau tidak. Sementara sistem metakognitif adalah kemampuan individu untuk merancang strategi dalam melakukan kegiatan pembelajaran agar mencapai tujuan. Sedangkan sistem kognitif mengolah semua informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada 6 level taksonomi menurut Marzano. 

Panduan ini tidak mendorong pendidik untuk fokus pada satu teori saja. Sebaliknya, panduan ini memperlihatkan bahwa ada beberapa referensi yang dapat digunakan untuk merancang tujuan pembelajaran. Pendidik dapat menggunakan teori atau pendekatan lain dalam merancang tujuan pembelajaran, selama teori tersebut dinilai relevan dengan karakteristik mata pelajaran serta konsep/topik yang dipelajari, karakteristik peserta didik, dan konteks lingkungan pembelajaran.

Beberapa catatan khusus terkait dengan perumusan tujuan pembelajaran di jenis dan jenjang pendidikan tertentu:

1. Pada Capaian Pembelajaran RA

Penyusunan tujuan pembelajaran mempertimbangkan pada laju perkembangan anak, bukan kompetensi dan konten seperti pada jenjang lainnya.

2. Pada Madrasah yang Memiliki PDBK

Selain kompetensi dan konten, tujuan pembelajaran juga mencakup variasi dan akomodasi layanan sesuai karakteristik dan kebutuhan khusus peserta didik. Selain itu, tujuan pembelajaran diarahkan pada terbentuknya kemandirian dalam aktivitas sehari- hari sampai kesiapan memasuki dunia kerja.

3. Pada Satuan Pendidikan MAK

Tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran dapat disusun bersama dengan mitra dunia kerja. Sedangkan MA plus keterampilan dapat mengadaptasi ketentuan ini.

Pendidik memiliki alternatif untuk merumuskan tujuan pembelajaran dengan beberapa alternatif di bawah ini:

Alternatif 1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung berdasarkan CP, yang dikaitkan dengan konteksnya.

Alternatif 2. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan menganalisis ‘kompetensi’ dan ‘lingkup materi’ pada CP dan dikaitkan dengan konteksnya.

Alternatif 3. Merumuskan tujuan pembelajaran Lintas Elemen CP

Tiga alternatif perumusan tujuan pembelajaran di atas hanya sebagai contoh. Pemilihan alternatif tersebut bersifat fleksibel, madrasah dapat mengembangkan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan CP serta kebutuhan situasi dan kondisi madrasah.

Dalam tulisan ini, admin coba lampirkan contoh Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 9 Tema Alam.

Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 9 Tema Alam 

Semoga bermanfaat.

Salam Admin,

MTs Arabic

Contoh Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 9 Tema Pariwisata - Kurikulum Merdeka

MTs Arabic - Setelah memahami CP, diharapkan pendidik mulai mendapatkan ide-ide tentang apa yang harus  dipelajari  peserta  didik  dalam suatu  fase. Pada tahap ini, pendidik mulai mengolah ide tersebut, menggunakan kata-kata kunci yang telah dikumpulkannya pada tahap sebelumnya untuk merumuskan tujuan pembelajaran.

Tujuan Pembelajaran (TP) yang dikembangkan ini perlu dicapai oleh peserta didik dalam satu atau lebih jam pelajaran. Diharapkan pada penghujung fase peserta didik dapat mencapai CP. Oleh karena itu, untuk CP dalam satu fase, pendidik perlu mengembangkan beberapa tujuan pembelajaran.

Dalam tahap merumuskan tujuan ini, pendidik belum mengurutkan tujuan-tujuan tersebut, cukup merancang tujuan- tujuan belajar yang lebih operasional dan konkret. Urutan-urutan tujuan pembelajaran akan disusun pada tahap berikutnya. Dengan demikian, pendidik dapat melakukan proses pengembangan rencana pembelajaran langkah demi langkah.

Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu:

1. Kompetensi, yaitu kemampuan atau keterampilan yang perlu didemonstrasikan oleh peserta didik. Kompetensi tersebut dituangkan dengan menggunakan kata kerja pada berbagai level taksonomi. Beberapa pertanyaan panduan yang dapat digunakan pendidik dalam merumuskan kompetensi, antara lain:

- Secara konkret, kemampuan apa yang perlu peserta didik tunjukkan?

- Tahap berpikir apa yang perlu peserta didik tunjukkan?

2. Lingkup materi, yaitu konten dan konsep utama yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran. Pertanyaan panduan yang dapat digunakan pendidik, antara lain:

- Hal apa saja yang perlu mereka pelajari dari suatu konsep besar yang dinyatakan dalam CP?

- Apakah lingkungan sekitar dan kehidupan peserta didik dapat digunakan sebagai konteks untuk mempelajari konten dalam CP?

Selain taksonomi di atas, untuk merumuskan tujuan pembelajaran, pendidik juga dapat merujuk pada teori lain yang dikembangkan oleh Tighe dan Wiggins (2005) tentang enam bentuk pemahaman. Sebagaimana yang disampaikan dalam penjelasan tentang CP, pemahaman (understanding) adalah proses berpikir tingkat tinggi, bukan sekadar menggunakan informasi untuk menjelaskan atau menjawab pertanyaan. Menurut Tighe dan Wiggins, pemahaman dapat ditunjukkan melalui kombinasi dari enam kemampuan berikut ini:

Marzano (2000) mengembangkan taksonomi yang berbeda untuk tujuan pembelajaran. Dalam taksonominya, Marzano menggunakan tiga sistem dalam domain pengetahuan. Ketiga sistem tersebut adalah sistem kognitif, sistem metakognitif, dan sistem diri (self-system). Sistem diri adalah keputusan yang dibuat individu untuk merespon instruksi dan pembelajaran: apakah akan melakukannya atau tidak. Sementara sistem metakognitif adalah kemampuan individu untuk merancang strategi dalam melakukan kegiatan pembelajaran agar mencapai tujuan. Sedangkan sistem kognitif mengolah semua informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada 6 level taksonomi menurut Marzano. 

Panduan ini tidak mendorong pendidik untuk fokus pada satu teori saja. Sebaliknya, panduan ini memperlihatkan bahwa ada beberapa referensi yang dapat digunakan untuk merancang tujuan pembelajaran. Pendidik dapat menggunakan teori atau pendekatan lain dalam merancang tujuan pembelajaran, selama teori tersebut dinilai relevan dengan karakteristik mata pelajaran serta konsep/topik yang dipelajari, karakteristik peserta didik, dan konteks lingkungan pembelajaran.

Beberapa catatan khusus terkait dengan perumusan tujuan pembelajaran di jenis dan jenjang pendidikan tertentu:

1. Pada Capaian Pembelajaran RA

Penyusunan tujuan pembelajaran mempertimbangkan pada laju perkembangan anak, bukan kompetensi dan konten seperti pada jenjang lainnya.

2. Pada Madrasah yang Memiliki PDBK

Selain kompetensi dan konten, tujuan pembelajaran juga mencakup variasi dan akomodasi layanan sesuai karakteristik dan kebutuhan khusus peserta didik. Selain itu, tujuan pembelajaran diarahkan pada terbentuknya kemandirian dalam aktivitas sehari- hari sampai kesiapan memasuki dunia kerja.

3. Pada Satuan Pendidikan MAK

Tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran dapat disusun bersama dengan mitra dunia kerja. Sedangkan MA plus keterampilan dapat mengadaptasi ketentuan ini.

Pendidik memiliki alternatif untuk merumuskan tujuan pembelajaran dengan beberapa alternatif di bawah ini:

Alternatif 1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung berdasarkan CP, yang dikaitkan dengan konteksnya.

Alternatif 2. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan menganalisis ‘kompetensi’ dan ‘lingkup materi’ pada CP dan dikaitkan dengan konteksnya.

Alternatif 3. Merumuskan tujuan pembelajaran Lintas Elemen CP

Tiga alternatif perumusan tujuan pembelajaran di atas hanya sebagai contoh. Pemilihan alternatif tersebut bersifat fleksibel, madrasah dapat mengembangkan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan CP serta kebutuhan situasi dan kondisi madrasah.

Dalam tulisan ini, admin coba lampirkan contoh Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 9 Tema Pariwisata.

 Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 9 Tema Pariwisata

Semoga bermanfaat.

Salam Admin,

MTs Arabic

Contoh Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 9 Tema Hari-Hari Besar Islam - Kurikulum Merdeka

MTs Arabic - Setelah memahami CP, diharapkan pendidik mulai mendapatkan ide-ide tentang apa yang harus  dipelajari  peserta  didik  dalam suatu  fase. Pada tahap ini, pendidik mulai mengolah ide tersebut, menggunakan kata-kata kunci yang telah dikumpulkannya pada tahap sebelumnya untuk merumuskan tujuan pembelajaran.

Tujuan Pembelajaran (TP) yang dikembangkan ini perlu dicapai oleh peserta didik dalam satu atau lebih jam pelajaran. Diharapkan pada penghujung fase peserta didik dapat mencapai CP. Oleh karena itu, untuk CP dalam satu fase, pendidik perlu mengembangkan beberapa tujuan pembelajaran.

Dalam tahap merumuskan tujuan ini, pendidik belum mengurutkan tujuan-tujuan tersebut, cukup merancang tujuan- tujuan belajar yang lebih operasional dan konkret. Urutan-urutan tujuan pembelajaran akan disusun pada tahap berikutnya. Dengan demikian, pendidik dapat melakukan proses pengembangan rencana pembelajaran langkah demi langkah.

Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu:

1. Kompetensi, yaitu kemampuan atau keterampilan yang perlu didemonstrasikan oleh peserta didik. Kompetensi tersebut dituangkan dengan menggunakan kata kerja pada berbagai level taksonomi. Beberapa pertanyaan panduan yang dapat digunakan pendidik dalam merumuskan kompetensi, antara lain:

- Secara konkret, kemampuan apa yang perlu peserta didik tunjukkan?

- Tahap berpikir apa yang perlu peserta didik tunjukkan?

2. Lingkup materi, yaitu konten dan konsep utama yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran. Pertanyaan panduan yang dapat digunakan pendidik, antara lain:

- Hal apa saja yang perlu mereka pelajari dari suatu konsep besar yang dinyatakan dalam CP?

- Apakah lingkungan sekitar dan kehidupan peserta didik dapat digunakan sebagai konteks untuk mempelajari konten dalam CP?

Selain taksonomi di atas, untuk merumuskan tujuan pembelajaran, pendidik juga dapat merujuk pada teori lain yang dikembangkan oleh Tighe dan Wiggins (2005) tentang enam bentuk pemahaman. Sebagaimana yang disampaikan dalam penjelasan tentang CP, pemahaman (understanding) adalah proses berpikir tingkat tinggi, bukan sekadar menggunakan informasi untuk menjelaskan atau menjawab pertanyaan. Menurut Tighe dan Wiggins, pemahaman dapat ditunjukkan melalui kombinasi dari enam kemampuan berikut ini:

Marzano (2000) mengembangkan taksonomi yang berbeda untuk tujuan pembelajaran. Dalam taksonominya, Marzano menggunakan tiga sistem dalam domain pengetahuan. Ketiga sistem tersebut adalah sistem kognitif, sistem metakognitif, dan sistem diri (self-system). Sistem diri adalah keputusan yang dibuat individu untuk merespon instruksi dan pembelajaran: apakah akan melakukannya atau tidak. Sementara sistem metakognitif adalah kemampuan individu untuk merancang strategi dalam melakukan kegiatan pembelajaran agar mencapai tujuan. Sedangkan sistem kognitif mengolah semua informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada 6 level taksonomi menurut Marzano. 

Panduan ini tidak mendorong pendidik untuk fokus pada satu teori saja. Sebaliknya, panduan ini memperlihatkan bahwa ada beberapa referensi yang dapat digunakan untuk merancang tujuan pembelajaran. Pendidik dapat menggunakan teori atau pendekatan lain dalam merancang tujuan pembelajaran, selama teori tersebut dinilai relevan dengan karakteristik mata pelajaran serta konsep/topik yang dipelajari, karakteristik peserta didik, dan konteks lingkungan pembelajaran.

Beberapa catatan khusus terkait dengan perumusan tujuan pembelajaran di jenis dan jenjang pendidikan tertentu:

1. Pada Capaian Pembelajaran RA

Penyusunan tujuan pembelajaran mempertimbangkan pada laju perkembangan anak, bukan kompetensi dan konten seperti pada jenjang lainnya.

2. Pada Madrasah yang Memiliki PDBK

Selain kompetensi dan konten, tujuan pembelajaran juga mencakup variasi dan akomodasi layanan sesuai karakteristik dan kebutuhan khusus peserta didik. Selain itu, tujuan pembelajaran diarahkan pada terbentuknya kemandirian dalam aktivitas sehari- hari sampai kesiapan memasuki dunia kerja.

3. Pada Satuan Pendidikan MAK

Tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran dapat disusun bersama dengan mitra dunia kerja. Sedangkan MA plus keterampilan dapat mengadaptasi ketentuan ini.

Pendidik memiliki alternatif untuk merumuskan tujuan pembelajaran dengan beberapa alternatif di bawah ini:

Alternatif 1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung berdasarkan CP, yang dikaitkan dengan konteksnya.

Alternatif 2. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan menganalisis ‘kompetensi’ dan ‘lingkup materi’ pada CP dan dikaitkan dengan konteksnya.

Alternatif 3. Merumuskan tujuan pembelajaran Lintas Elemen CP

Tiga alternatif perumusan tujuan pembelajaran di atas hanya sebagai contoh. Pemilihan alternatif tersebut bersifat fleksibel, madrasah dapat mengembangkan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan CP serta kebutuhan situasi dan kondisi madrasah.

Dalam tulisan ini, admin coba lampirkan contoh Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 9 Tema Hari-Hari Besar Islam.

 Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 9 Tema Hari-Hari Besar Islam

Semoga bermanfaat.

Salam Admin,

MTs Arabic

Contoh Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 8 Bab Tema Kesehatan - Kurikulum Merdeka

MTs Arabic - Setelah memahami CP, diharapkan pendidik mulai mendapatkan ide-ide tentang apa yang harus  dipelajari  peserta  didik  dalam suatu  fase. Pada tahap ini, pendidik mulai mengolah ide tersebut, menggunakan kata-kata kunci yang telah dikumpulkannya pada tahap sebelumnya untuk merumuskan tujuan pembelajaran.

Tujuan Pembelajaran (TP) yang dikembangkan ini perlu dicapai oleh peserta didik dalam satu atau lebih jam pelajaran. Diharapkan pada penghujung fase peserta didik dapat mencapai CP. Oleh karena itu, untuk CP dalam satu fase, pendidik perlu mengembangkan beberapa tujuan pembelajaran.

Dalam tahap merumuskan tujuan ini, pendidik belum mengurutkan tujuan-tujuan tersebut, cukup merancang tujuan- tujuan belajar yang lebih operasional dan konkret. Urutan-urutan tujuan pembelajaran akan disusun pada tahap berikutnya. Dengan demikian, pendidik dapat melakukan proses pengembangan rencana pembelajaran langkah demi langkah.

Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu:

1. Kompetensi, yaitu kemampuan atau keterampilan yang perlu didemonstrasikan oleh peserta didik. Kompetensi tersebut dituangkan dengan menggunakan kata kerja pada berbagai level taksonomi. Beberapa pertanyaan panduan yang dapat digunakan pendidik dalam merumuskan kompetensi, antara lain:

- Secara konkret, kemampuan apa yang perlu peserta didik tunjukkan?

- Tahap berpikir apa yang perlu peserta didik tunjukkan?

2. Lingkup materi, yaitu konten dan konsep utama yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran. Pertanyaan panduan yang dapat digunakan pendidik, antara lain:

- Hal apa saja yang perlu mereka pelajari dari suatu konsep besar yang dinyatakan dalam CP?

- Apakah lingkungan sekitar dan kehidupan peserta didik dapat digunakan sebagai konteks untuk mempelajari konten dalam CP?

Selain taksonomi di atas, untuk merumuskan tujuan pembelajaran, pendidik juga dapat merujuk pada teori lain yang dikembangkan oleh Tighe dan Wiggins (2005) tentang enam bentuk pemahaman. Sebagaimana yang disampaikan dalam penjelasan tentang CP, pemahaman (understanding) adalah proses berpikir tingkat tinggi, bukan sekadar menggunakan informasi untuk menjelaskan atau menjawab pertanyaan. Menurut Tighe dan Wiggins, pemahaman dapat ditunjukkan melalui kombinasi dari enam kemampuan berikut ini:

Marzano (2000) mengembangkan taksonomi yang berbeda untuk tujuan pembelajaran. Dalam taksonominya, Marzano menggunakan tiga sistem dalam domain pengetahuan. Ketiga sistem tersebut adalah sistem kognitif, sistem metakognitif, dan sistem diri (self-system). Sistem diri adalah keputusan yang dibuat individu untuk merespon instruksi dan pembelajaran: apakah akan melakukannya atau tidak. Sementara sistem metakognitif adalah kemampuan individu untuk merancang strategi dalam melakukan kegiatan pembelajaran agar mencapai tujuan. Sedangkan sistem kognitif mengolah semua informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada 6 level taksonomi menurut Marzano. 

Panduan ini tidak mendorong pendidik untuk fokus pada satu teori saja. Sebaliknya, panduan ini memperlihatkan bahwa ada beberapa referensi yang dapat digunakan untuk merancang tujuan pembelajaran. Pendidik dapat menggunakan teori atau pendekatan lain dalam merancang tujuan pembelajaran, selama teori tersebut dinilai relevan dengan karakteristik mata pelajaran serta konsep/topik yang dipelajari, karakteristik peserta didik, dan konteks lingkungan pembelajaran.

Beberapa catatan khusus terkait dengan perumusan tujuan pembelajaran di jenis dan jenjang pendidikan tertentu:

1. Pada Capaian Pembelajaran RA

Penyusunan tujuan pembelajaran mempertimbangkan pada laju perkembangan anak, bukan kompetensi dan konten seperti pada jenjang lainnya.

2. Pada Madrasah yang Memiliki PDBK

Selain kompetensi dan konten, tujuan pembelajaran juga mencakup variasi dan akomodasi layanan sesuai karakteristik dan kebutuhan khusus peserta didik. Selain itu, tujuan pembelajaran diarahkan pada terbentuknya kemandirian dalam aktivitas sehari- hari sampai kesiapan memasuki dunia kerja.

3. Pada Satuan Pendidikan MAK

Tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran dapat disusun bersama dengan mitra dunia kerja. Sedangkan MA plus keterampilan dapat mengadaptasi ketentuan ini.

Pendidik memiliki alternatif untuk merumuskan tujuan pembelajaran dengan beberapa alternatif di bawah ini:

Alternatif 1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung berdasarkan CP, yang dikaitkan dengan konteksnya.

Alternatif 2. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan menganalisis ‘kompetensi’ dan ‘lingkup materi’ pada CP dan dikaitkan dengan konteksnya.

Alternatif 3. Merumuskan tujuan pembelajaran Lintas Elemen CP

Tiga alternatif perumusan tujuan pembelajaran di atas hanya sebagai contoh. Pemilihan alternatif tersebut bersifat fleksibel, madrasah dapat mengembangkan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan CP serta kebutuhan situasi dan kondisi madrasah.

Dalam tulisan ini, admin coba lampirkan contoh Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 8 Tema Kesehatan.

 Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 8 Tema Kesehatan

Semoga bermanfaat.

Salam Admin,

MTs Arabic

Contoh Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 8 Tema Pekerjaan - Kurikulum Merdeka

MTs Arabic - Setelah memahami CP, diharapkan pendidik mulai mendapatkan ide-ide tentang apa yang harus  dipelajari  peserta  didik  dalam suatu  fase. Pada tahap ini, pendidik mulai mengolah ide tersebut, menggunakan kata-kata kunci yang telah dikumpulkannya pada tahap sebelumnya untuk merumuskan tujuan pembelajaran.

Tujuan Pembelajaran (TP) yang dikembangkan ini perlu dicapai oleh peserta didik dalam satu atau lebih jam pelajaran. Diharapkan pada penghujung fase peserta didik dapat mencapai CP. Oleh karena itu, untuk CP dalam satu fase, pendidik perlu mengembangkan beberapa tujuan pembelajaran.

Dalam tahap merumuskan tujuan ini, pendidik belum mengurutkan tujuan-tujuan tersebut, cukup merancang tujuan- tujuan belajar yang lebih operasional dan konkret. Urutan-urutan tujuan pembelajaran akan disusun pada tahap berikutnya. Dengan demikian, pendidik dapat melakukan proses pengembangan rencana pembelajaran langkah demi langkah.

Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu:

1. Kompetensi, yaitu kemampuan atau keterampilan yang perlu didemonstrasikan oleh peserta didik. Kompetensi tersebut dituangkan dengan menggunakan kata kerja pada berbagai level taksonomi. Beberapa pertanyaan panduan yang dapat digunakan pendidik dalam merumuskan kompetensi, antara lain:

- Secara konkret, kemampuan apa yang perlu peserta didik tunjukkan?

- Tahap berpikir apa yang perlu peserta didik tunjukkan?

2. Lingkup materi, yaitu konten dan konsep utama yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran. Pertanyaan panduan yang dapat digunakan pendidik, antara lain:

- Hal apa saja yang perlu mereka pelajari dari suatu konsep besar yang dinyatakan dalam CP?

- Apakah lingkungan sekitar dan kehidupan peserta didik dapat digunakan sebagai konteks untuk mempelajari konten dalam CP?

Selain taksonomi di atas, untuk merumuskan tujuan pembelajaran, pendidik juga dapat merujuk pada teori lain yang dikembangkan oleh Tighe dan Wiggins (2005) tentang enam bentuk pemahaman. Sebagaimana yang disampaikan dalam penjelasan tentang CP, pemahaman (understanding) adalah proses berpikir tingkat tinggi, bukan sekadar menggunakan informasi untuk menjelaskan atau menjawab pertanyaan. Menurut Tighe dan Wiggins, pemahaman dapat ditunjukkan melalui kombinasi dari enam kemampuan berikut ini:

Marzano (2000) mengembangkan taksonomi yang berbeda untuk tujuan pembelajaran. Dalam taksonominya, Marzano menggunakan tiga sistem dalam domain pengetahuan. Ketiga sistem tersebut adalah sistem kognitif, sistem metakognitif, dan sistem diri (self-system). Sistem diri adalah keputusan yang dibuat individu untuk merespon instruksi dan pembelajaran: apakah akan melakukannya atau tidak. Sementara sistem metakognitif adalah kemampuan individu untuk merancang strategi dalam melakukan kegiatan pembelajaran agar mencapai tujuan. Sedangkan sistem kognitif mengolah semua informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada 6 level taksonomi menurut Marzano. 

Panduan ini tidak mendorong pendidik untuk fokus pada satu teori saja. Sebaliknya, panduan ini memperlihatkan bahwa ada beberapa referensi yang dapat digunakan untuk merancang tujuan pembelajaran. Pendidik dapat menggunakan teori atau pendekatan lain dalam merancang tujuan pembelajaran, selama teori tersebut dinilai relevan dengan karakteristik mata pelajaran serta konsep/topik yang dipelajari, karakteristik peserta didik, dan konteks lingkungan pembelajaran.

Beberapa catatan khusus terkait dengan perumusan tujuan pembelajaran di jenis dan jenjang pendidikan tertentu:

1. Pada Capaian Pembelajaran RA

Penyusunan tujuan pembelajaran mempertimbangkan pada laju perkembangan anak, bukan kompetensi dan konten seperti pada jenjang lainnya.

2. Pada Madrasah yang Memiliki PDBK

Selain kompetensi dan konten, tujuan pembelajaran juga mencakup variasi dan akomodasi layanan sesuai karakteristik dan kebutuhan khusus peserta didik. Selain itu, tujuan pembelajaran diarahkan pada terbentuknya kemandirian dalam aktivitas sehari- hari sampai kesiapan memasuki dunia kerja.

3. Pada Satuan Pendidikan MAK

Tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran dapat disusun bersama dengan mitra dunia kerja. Sedangkan MA plus keterampilan dapat mengadaptasi ketentuan ini.

Pendidik memiliki alternatif untuk merumuskan tujuan pembelajaran dengan beberapa alternatif di bawah ini:

Alternatif 1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung berdasarkan CP, yang dikaitkan dengan konteksnya.

Alternatif 2. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan menganalisis ‘kompetensi’ dan ‘lingkup materi’ pada CP dan dikaitkan dengan konteksnya.

Alternatif 3. Merumuskan tujuan pembelajaran Lintas Elemen CP

Tiga alternatif perumusan tujuan pembelajaran di atas hanya sebagai contoh. Pemilihan alternatif tersebut bersifat fleksibel, madrasah dapat mengembangkan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan CP serta kebutuhan situasi dan kondisi madrasah.

Dalam tulisan ini, admin coba lampirkan contoh Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 8 Tema Pekerjaan.

 Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab MTs Fase D Kelas 8 Tema Pekerjaan

Semoga bermanfaat.

Salam Admin,

MTs Arabic

Website ini dilindungi oleh :

Followers

Fanspage MTs Arabic

Pengunjung MTs Arabic

Live Pengunjung

Arsip MTs Arabic

Label

AKG Bahasa Arab AKM AKSI Analisis Alokasi Waktu Analisis SKL-KI-KD MTs Arsip ATP Bahasa Arab MTs Arsip Bimtek Arsip Buku Kerja Guru Arsip ITHLA Arsip Kurikulum Arsip Kurikulum Darurat Arsip Literasi Digital MTs Arsip MGMP Arsip P3K Kemenag Arsip Pelatihan Arsip Piagam MTs Arabic Arsip PPG Arsip Rapot Arsip Soal Arsip Soal Google Form Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 9 Arsip Surat Arsip TP Bahasa Arab MTs Arsip Webinar ASAT Asesmen Madrasah Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5 Bab 6 Bahasa Arab Bahasa Arab MTs Buku Kerja Guru 1 Buku Kerja Guru 2 Buku Kerja Guru 3 Buku Kerja Guru 4 Buku Pegangan Guru dan Siswa ClassPoint Computational Thinking CP Bahasa Arab MTs CPNS Daftar Hadir Daftar Nilai Daya Serap Siswa Deep Learning Download E-Learning Bahasa Arab MTs E-Modul Bahasa Arab Evaluasi Diri Kerja Guru Fase D Hari Guru Nasional Ikrar Guru Indonesia Ilmu Nahwu Ilmu Sharaf Indikator Soal Bahasa Arab MTs Indonesia Website Awards 2021 Info Madrasah IPK Jadwal Mengajar Guru Jurnal Agenda Guru KBC Kegiatan Pembelajaran Bahasa Arab Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 KGE KI-KD Bahasa Arab MTs Kisah Cerita Anak Bahasa Arab Kisi-kisi Soal KKM Bahasa Arab MTs KMA 1503 Tahun 2025 KMA 183 Tahun 2019 KMA 347 Tahun 2022 Kode Etik Guru Kokurikuler Kumpulan Soal Kurikulum Berbasis Cinta Kurikulum Madrasah Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka MTs Literasi MATERI BAB 1 MATERI BAB 2 MATERI BAB 3 MATERI BAB 4 MATERI BAB 5 MATERI BAB 6 Materi Bahasa Arab MTs Media Pembelajaran Metode Pembelajaran Modul 1 Modul 2 Modul 3 Modul 4 Modul 5 Modul 6 Modul Ajar Modul Bahasa Arab Modul Bahasa Arab P3K Modul Pedagogik Modul Pedagogik P3K Modul Profesional PPG Motivasi Nahwu Wadhih Naskah Akademik Olimpiade Bahasa Arab Panduan Kokurikuler Panduan Kurikulum Madrasah Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pelatihan Dugi Academy Pembelajaran Mendalam Pembiasaan Guru Madrasah Penilaian Akhir Semester Penilaian Akhir Semester Kelas 7 Penilaian Akhir Semester Kelas 8 Penilaian Akhir Semester Kelas 9 Penilaian Akhir Tahun Penilaian Harian Penilaian Tengah Semester Perangkat Pembelajaran Perbaikan Soal PPPK Program Semester Program Tahunan Quizizz Regulasi Remedial dan Pengayaan RPP 1 Lembar SEMESTER 1 SEMESTER 2 Silabus Bahasa Arab MTs Soal AKG Soal AKM Bahasa Arab Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 7 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 8 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 9 Tata Tertib Guru Tindak Lanjut Kerja Guru Tujuan Pembelajaran Tutorial Ujian Madrasah Wayground Wayground Arabic Wayground PAI Bahasa Arab