Indonesia Website Awards
Showing posts sorted by relevance for query belajar b arab. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query belajar b arab. Sort by date Show all posts

Tuesday, May 24, 2022

Kisi-kisi UP PPG Kemenag Mata Pelajaran Bahasa Arab Tahun 2021

MTs Arabic - Ditjen Pendidikan Islam Kemenag telah menetapkan kisi-kisi Uji Pengetahuan (UP) Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) bidang agama di lingkungan Ditjen Pendis. Kisi-kisi UP ini memuat kisi-kisi untuk Pendidikan Agama Islam (PAI), Alquran Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Bahasa Arab, hingga UP Guru MI dan Guru RA.

Adalah surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor B-2590.1/DJ.I/HM.01/08/2021 tertanggal 19 Agustus 2021. Surat dengan perihal Pemberitahuan Kisi-kisi Uji Pengetahuan Bidang Agama ini ditujukan kepada Pimpinan LPTK PTKIN Penyelenggara PPG.

Dalam isi suratnya, salah satunya disebutkan bahwa, dalam rangka memberikan informasi kepada mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bidang agama di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, maka Pimpinan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (LPTK PTKIN) penyelenggara PPG agar menyampaikan kisi-kisi uji pengetahuan kepada mahasiswa retaker maupun firstaker bidang agama sebagaimana tersaji dalam lampiran ini.

Masih menurut surat tersebut, diharapkan kisi-kisi ini dapat dipelajari oleh seluruh mahasiswa retaker dan firstaker yang akan mengikuti uji pengetahuan pada batch-1 yang akan diselenggarakan pada bulan September 2021.

Kisi-kisi Uji Pengetahuan (UP) PPG Dalam Jabatan Kemenag 2021, selain disertakan dalam lampiran surat tersebut dapat juga diakses oleh mahasiswa langsung melalui laman Space milik masing-masing mahasiswa.

Berdasarkan analisa admin MTs Arabic, Kisi-kisi Uji Pengetahuan PPG yang disertakan sebagai lampiran surat tersebut terdiri atas delapan mata pelajaran. Kesemuanya meliputi:

- Kisi-kisi UP Pendidikan Agama Islam (PAI)

- Kisi-kisi UP Alquran Hadis

- Kisi-kisi UP Akidah Akhlak

- Kisi-kisi UP Fikih

- Kisi-kisi UP Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

- Kisi-kisi UP Bahasa Arab

- Kisi-kisi UP Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

- Kisi-kisi UP Guru Raudlatul Athfal (PGRA)

Seperti disebutkan dalam isi surat, mahasiswa PPG Dalam Jabatan Kemenag 2021 dapat mengunduh kisi-kisi tersebut melalui akunnya masing-masing di laman Space (ppg.siagapendis.com).

Dalam artikel ini,  admin MTs Arabic akan share lampiran kisi-kisi dalam bentuk indikator soal sesuai tema yang sudah dipelajari saat pelaksanaan PPG khusus pada Mata Pelajaran Bahasa Arab.

TEMA ILMU SHARAF :

1. Disajikan narasi tentang ilmu sharaf, peserta didik dapat menyimpulkan konsep ilmu Sharaf dan urgensinya dalam kajian bahasa Arab

2. Disajikan sebuah narasi, peserta didik dapat menganalisis tentang urgensi ilmu sharaf dalam belajar Bahasa Arab dengan tepat

3. Disajikan sebuah narasi tentang ilustrasi permasalahan sharaf dalam kajian bahasa Arab, peserta didik dapat menganalisis dampak kesalahan makna sharfiah yang terjadi dengan tepat

4. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat menganalisis kata sesuai kelompoknya dengan tepat

5. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat mengklasifikasi kata sesuai kelompoknya dengan tepat

6. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat membuat kata sesuai klasifikasinya dengan tepat

7. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat melengkapi Auzan Sharfi sesuai klasifikasinya dalam kalimat Bahasa Arab dengan benar

8. Disajikan sebuah teks berbahasa Arab, peserta didik dapat menganalisis kesalahan Auzan Sharfi dalam kalimat bahasa Arab dengan benar

9. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta didik dapat membentuk kata sesuai Auzan Sharfiyah dalam kalimat bahasa Arab dengan benar

10. Disajikan sebuah teks berbahasa Arab, peserta didik dapat menganalisis aspek sharfi suatu kalimat Bahasa arab dengan benar

11. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat menilai aspek sharfi suatu kalimat dalam Bahasa arab dengan tepat

12. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat mengkritisi aspek sharfi suatu kalimat dalam bahasa Arab dengan tepat

TEMA ILMU NAHWU :

13. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menerapkan hakikat ilmu nahwu dalam bahasa Arab

14. Disajikan teks bahasa Arab, peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung mubtada’ dan khabar

15. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis kalimat yang meliputi khabar muqaddam dan mubtada’ muakhar

16. Disajikan teks bahasa Arab, mahasiswa dapat menganalis kalimat yang mengandung Fa’il

17. Disajikan teks bahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Maf’ulun bihi

18. Disajikan teks bahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Mudhaf

19. Disajikan teks bahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Mudhafun ilahi

20. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Na’at

21. Disajikan teks soal, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Man’ut

22. Diasajikan teks soal, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Man’ut

23. Disajikan teks soal peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Naib Fa’il

24. Disajikan teks soal, peserta dapat menganalisis i'rab isim kana

25. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Khabar Kana

26. Disajikan teks soal peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Isim Akhawat Kana

27. Disajikan teks soal, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Khabar Akhawat Kana

28. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menentukan kalimat yang mengandung Manshubatul Asma’

29. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Maf’ul Liajlihi

30. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Maf’ul Muthlaq

31. Disajikan teks bahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Maf’ul Fihi

32. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Maf’ul Ma’ah

33. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab pesrta dapat mengkritisi ِ kalimat yang mengandung Munada

34. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Hal

35. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Hal Mufradah

36. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Hal Jumlah Ismiyah

37. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Hal Jumlah Fi’liyah

38. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menilai aspek nahwi suatu kalimat dalam Bahasa Arab

39. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis struktur kalimat dalam bahasa Arab

TEMA ILMU BALAGHAH

40. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menerapkan hakikat ilmu bayan dalam kalimat sempurna.

41. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis hakikat ilmu bayan dalam kalmat sempurna.

42. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis Tasybih Mursal dalam kalimat sempurna.

43. Disajikan teks soal dalam berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis Tasybih Mu’akkad  dalam kalimat sempurna.

44. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis Tasybih Mujmal dalam kalimat sempurna

45. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis Tasybih Mufashal dalam kalimat sempurna.

46. Disajikan teks dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis Tasybih Baligh dalam kalimat sempurna.

47. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Tasybih Maqlub

48. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat menganalisis Tasybih Tamtsil dalam kalimat sempurna.

49. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Tasybih Dhimni

50. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Majaz

51. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Isti’arah Tashrihiyyah

52. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Isti’arah Makniyah

53. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Majaz Mursal

54. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Kinayah.

55. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Kinayah.

56. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis ungkapan yang mengandung ilmu ma'ani

57. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis kalimat yag mengandung khabar.

58. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis macam macam khabar dalam konteks ilmu ma'ani.

59. Disajikan contoh kalimat yang mengandung khobar, peserta dapat menyimpulkan tujuan disampaikannya khabar

60. Disajikan contoh kalimat yang mengandung amr, peserta dapat menganalisis makna balaghi-nya

TEMA KITABAH

61. Disajikan kalimat secara acak, peserta dapat menyusunnya menjadi paragraf.

62. Disajikan contoh adawat alrabth (konjungsi), peserta dapat menerapkannya dalam kalimat dengan tepat.

63. Disajikan beberapa teks bahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan makna kalimat yang sempurna.

64. Disajikan contoh paragraf berbahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan jenis paragraf berdasarkan topiknya.

65. Disajikan contoh paragraf berbahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan jenis paragraf berdasarkan sifat isinya.

66. Disajikan contoh kalimat yang mengandung adawat al-rabth (konjungsi), peserta dapat menganalisis makna yang dikandung adawat al-rabth tersebut.

67. Disajikan contoh paragraf berbahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan paragraf yang memiliki unsur yang lengkap.

68. Disajikan contoh paragraf berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis kalimat dalam paragraf tersebut berdasarkan fungsi-fungsinya

TEMA FIQH LUGHOH DAN ‘ILMU LUGHOH

69. Disajikan deskripsi tentang fiqh lughah dan 'lmu lughah, peserta dapat menganalisis perbedaan antara kedua disiplin ilmu bahasa Arab tersebut.

70. Disajiakan deskripsi tentang 'ilmu lughah, peserta dapat menentukan objek kajian ilmu tersebut.

71. Disajikan deskripsi kasus tentang anak yang terampil berbahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan kasus tersebut ke dalam pemerolehan bahasa.

72. Disajikan deskripsi tentang keistimewaan bahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan keistimewaan bahasa Arab.

TEMA ANALISIS KI KD DAN PERUMUSAN IPK DALAM K13

73. Disajikan deskripsi kompetensi, mahasiswa dapat menganalisis rumusan KI KD dalam kaitan dengan penyusunan IPK

74. Disajikan contoh IPK, mahasiswa dapat menentukan kriteria IPK yang bermuatkan tuntutan pembelajaran abad 21 serta penguatan pendidikan karakter

TEMA KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK BERDASARKAN PERKEMBANGAN INTELEKTUAL, MORAL, EMOSIONAL, DAN SOSIAL

75. Disajikan data dan informasi tentang usia peserta didik kelas antara 7-17 tahun, mahasiswa dapat menentukan model/pendekatan/strategi pembelajaran berdasarkan teori perkembangan intelektual peserta didik

76. Disajikan studi kasus terkait dengan tindak tawuran pelajar, mahasiswa dapat menela'ah perilaku menyimpang peserta didik berdasarkan teori perkembangan moral.

77. Disajikan studi kasus/data atau informasi terkait dengan kehidupan peserta didik di lingkungan dan sekolah/masyarakat, mahasiswa dapat menganalisis perilaku peserta didik berdasarkan teori perkembangan emosional

TEMA TEORI-TEORI BELAJAR

78. Diberikan deskripsi tentang gaya belajar siswa (tanpa menyebut nama gaya belajar) dalam pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan jenis teori belajar behavioristik dalam pembelajaran

79. Diberikan deskripsi tentang gaya belajar siswa (tanpa menyebut nama gaya belajar) dalam pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan jenis teori belajar kognitif dalam pembelajaran.

80. Diberikan deskripsi tentang gaya belajar siswa (tanpa menyebut nama gaya belajar) dalam pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan jenis teori belajar konstruktivistik dalam pembelajaran.

81. Diberikan deskripsi tentang gaya belajar siswa (tanpa menyebut nama gaya belajar) dalam pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan jenis teori belajar humanistik dalam pembelajaran.

82. Diberikan deskripsi tentang gaya belajar siswa (tanpa menyebut nama gaya belajar) dalam pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan jenis teori belajar sosial dalam pembelajaran.

TEMA IPK YANG BERORIENTASI PADA PEMBELAJARAN ABAD 21

83. Diberikan kasus tentang pembelajaran, mahasiswa dapat menilai konstruksi IPK dalam RPP yang berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan kemampuan kolaboratif

TEMA MODEL/PENDEKATAN/STRATEGI PEMBELAJARAN ABAD 21

84. Disajikan informasi tentang kegiatan pembelajaran SKI, mahasiswa dapat menentukan Model/ Pendekatan/ Strategi pembelajaran untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis

85. Disajikan informasi tentang kegiatan pembelajaran SKI, mahasiswa dapat menentukan Model/ Pendekatan/ Strategi pembelajaran untuk pengembangan kemampuan berpikir kreatif

86. Disajikan informasi tentang kegiatan pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan Model/ Pendekatan/ Strategi pembelajaran untuk untuk pengembangan kemampuan berpikir inovatif

TEMA PENDEKATAN TECHONOGICAL, PEDAGOGICAL AND CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21

87. Disajikan kasus pembelajaran, mahasiswa dapat menilai pelaksanaan pembelajaran tersebut apakah telah berorientasi pada pendekatan TPACK

88. Disajikan data dan informasi tentang kemajuan teknologi, mahasiswa dapat menentukan karakteristik guru abad 21

TEMA PENGEMBANGAN MATERI POKOK DAN BAHAN AJAR DALAM KURIKULUM

89. Disajikan beberapa contoh materi pokok dan bahan ajar, mahasiswa dapat menyusun materi ajar berdasarkan struktur pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif

TEMA PENDEKATAN PEMBELAJARAN K13 (K13 REVISI) DAN PERKEMBANGAN ABAD 21

90. Disajikan narasi terkait dengan pembelajaran dan tuntutan keterampilan global sebagai dasar dalam pembuatan RPP, mahasiswa mampu merumuskan langkah langkah penentuan pendekatan pembelajaran yang tepat sesuai dengan tuntutan K13 dan perkembangan abad 21

TEMA STRATEGI PEMBELAJARAN K13 (K13 REVISI) DAN PERKEMBANGAN ABAD 21

91. Disajikan narasi terkait dengan pembelajaran dan tuntutan keterampilan global sebagai dasar dalam pembuatan RPP, mahasiswa mampu merumuskan langkah-langkah penentuan strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan tuntutan K13 dan perkembangan abad  21

TEMA SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

92. Disajikan rumusan KI, KD dan IPK, mahasiswa mampu menentukan sumber belajar konvensional dan berbasis IT yang relevan

TEMA MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

93. Disajikan model pembelajaran, peserta mampu menentukan model yang paling tepat

94. Diuraikan ciri-ciri pembelajaran holistik, peserta didik mampu menganalisis pembelajaran holistik

95. Disajikan konsep pembelajaran kontekstual dan futuristik, peserta didik mampu membedakan konsep keduanya

96. Disajikan RPP yang memanfaatkan teknologi dan media informasi abad 21, peserta mampu menemukan RPP yang paling tepat

TEMA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN PENDEKATAN SAINTIFIK

97. Disajikan narasi pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan unsur unsur pembelajaran berdasarkan saintifik

98. Disajikan deskripsi pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan teknik guru dalam menstimulasi siswa untuk bertanya dalam pembelajaran berdasarkan pendekatan saintifik

99. Diberikan contoh-contoh aktifitas guru di dalam kelas dalam pembelajaran, mahasiswa mampu mengidentifikasi langkah yang tepat dalam pengembangan kemampuan penalaran siswa.

TEMA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN PENDEKATAN TPACK

100. Diberikan contoh-contoh aktifitas guru di dalam kelas dalam pembelajaran, mahasiswa mampu mengidentifikasi langkah yang tepat dalam penerapan TPACK pada pembelajaran

TEMA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN TUNTUTAN  KOMPETENSI ABAD 21

101. Diberikan contoh-contoh aktifitas guru di dalam kelas dalam pembelajaran, mahasiswa mampu mengidentifikasi langkah yang tepat dalam penerapan pembelajaran untuk mencapai abad 21

TEMA KONSEP DASAR PENGUKURAN, PENILAIAN, EVALUASI, DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN

102. Disajikan deskripsi tentang konsep dasar pengukuran, mahasiswa dapat mengambil kesimpulan tentang pengertian, ciri, tujuan, dan manfaat penilaian pembelajaran

103. Disajikan deskripsi tentang konsep dasar pengukuran, mahasiswa dapat mengambil kesimpulan tentang pengertian, ciri, tujuan, dan manfaat evaluasi pembelajaran

TEMA KONSEP DAN PENERAPAN PENILAIAN OTENTIK

104. Disajikan data hasil belajar siswa, mahasiswa dapat menentukan keterhubungan antara objek dan teknik evaluasi pembelajaran

105. Disajikan contoh-contoh soal, mahasiswa dapat menentukan katagori karakteristik soal HOTS

106. Disajikan soal untuk mengukur ranah kognitif, mahasiswa dapat menganalisis soal tersebut berdasarkan standar HOTS

TEMA PENGEMBANGAN DAN PENGOLAHAN TES HASIL BELAJAR

107. Disajikan data soal yang sudah diuji cobakan, mahasiswa dapat menganalisis butir soal untuk menentukan tingkat validitas dan reliabilitas soal.

108. Disajikan data hasil tes, mahasiswa mampu menyimpulkan teknik pengolahan hasil tes menggunakan standar tertentu

109. Disajikan data hasil tes, mahasiswa dapat mengkatagorisasikan jenis penilaian kinerja

TEMA PELAKSANAAN PROGRAM TINDAK LANJUT

110. Disajikan materi tentang Program remedial, mahasiswa dapat menganalisis konsep Program remedial untuk menentukan kuantitas dan kualitas suatu objek dalam pembelajaran

111. Disajikan materi tentang Program Pengayaan, mahasiswa dapat menganalisis konsep Pengolahan hasil penilaian Program Pengayaan unjuk kerja untuk menentukan kuantitas dan kualitas suatu objek dalam pembelajaran

TEMA KONSEP DASAR PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

112. Disajikan deskripsi tentang konsep dasar PTK, mahasiswa dapat mengambil kesimpulan tentang pengertian, ciri, tujuan, dan manfaat PTK

113. Disajikan deskripsi tentang permasalahan pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan rumusan masalah PTK

114. Disajikan deskripsi tentang masalah pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan tindakan solusi yang sesuai dalam PTK

115. Disajikan deskripsi tentang kegiatan PTK, mahasiswa mampu mengidentifikasi langkah-langkah PTK yang sistematik

TEMA PROSEDUR PENYUSUNAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

116. Disajikan deskripsi tentang alur penyusunan proposal PTK, mahasiswa dapat menentukan langkah langkah penyusunan proposal PTK.

117. Disajikan deskripsi tentang kasus pembelajaran sebagai data dan informasi, mahasiswa dapat menentukan teknik pengumpulan data yang tepat dalam PTK.

118. Disajikan deskripsi tentang data dan informasi pembelajaran, mahasiswa dapat mengidentifikasi teknik pengolahan dan analisis data.

TEMA KONSEP DASAR KARYA TULIS ILMIAH (KTI)

119. Disajikan deskripsi tentang konsep dasar KTI, mahasiswa dapat mengambil kesimpulan tentang pengertian, ciri, tujuan, dan manfaat KTI

120. Disajikan deskripsi tentang ragam KTI, mahasiswa mampu menentukan ragam bentuk KTI

Demikian artikel sederhana terkait Kisi-kisi UP PPG Kemenag Mata Pelajaran Bahasa Arab Tahun 2021. Semoga menjadi pencerahan bagi bapak/ibu guru, khususnya yang sedang melaksanakan Program Profesi Guru pada Instansi Kementerian Agama RepublikIndonesia Tahun 2022.

Semoga bermanfaat.

Salam Admin,

MTs Arabic

Sunday, April 4, 2021

Karakteristik Penilaian Pembelajaran Bahasa Arab

MTs Arabic - Penilaian pembelajaran bahasa Arab di madrasah adalah proses pengumpulan dan pengelolaan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran bahasa Arab di madrasah.

Berdasarkan karakteristik mata pelajaran bahasa Arab, maka penilaian bahasa Arab pada akhirnya diarahkan untuk mengetahui dan mendorong peserta didik dalam bersikap dan berperilaku aktif menggunakan bahasa Arab yang tercermin dalam hal-hal sebagai berikut:

a. Sejauh mana peserta didik mampu menggunakan pendengarannya untuk menyimak pembicaraan bahasa Arab (istima’);

b. Sejauh mana peserta didik mampu merespon pembicaraan dalam komunikasi verbal dengan bahasa Arab (kalam),

c. Sejauh mana peserta didik mampu menangkap gagasan ataupun ide pokok dalam teks berbahasa Arab (qiroah); dan

d. Sejauh mana peserta didik mampu menggunakan bahasa arab untuk mengeskpesikan rasa, gagasan dan pikiran dalam bahasa tulis (kitabah).

Dengan demikian, maka penilaian hasil belajar Bahasa Arab harus dilakukan dengan penilaian autentik dan komprehensif, menggunakan berbagai teknik penilaian yang saling melengkapi. Hasil penilaian harus benar-benar menggambarkan kemampuan nyata peserta didik dalam aspek menyimak, berbicara, membaca dan menulis.

Penilaian hasil belajar pada mata Bahasa Arab dapat dilakukan oleh pendidik, madrasah, dan pemerintah.

Tujuan Penilaian

Tujuan penilaian hasil belajar Bahasa Arab di madrasah dapat terdiri atas:

a. Penilaian hasil belajar oleh pendidik yang bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan;

b. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan untuk menilai pencapaian Standar Kompetensi Lulusan untuk semua mata pelajaran; dan

c. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu.

Prinsip Penilaian

Prinsip penilaian hasil belajar adalah sebagai berikut:

a. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur;

b. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai;

c. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender;

d. Terpadu, berarti penilaian merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran;

e. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan;

f. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau dan menilai perkembangan kemampuan peserta didik;

g. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku;

h. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan; dan

i. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi mekanisme, prosedur, teknik, maupun hasilnya.

Pendekatan Penilaian

Penilaian bukan hanya pelaporan apa yang diketahui dan dapat dilakukan oleh peserta didik, tetapi juga juga pencatatan terhadap apa yang dirasakan dan tindakan mereka. Tuntutan ini merepresentasikan perubahan cara pandang penilaian dari penilaian yang mengutamakan aspek kognitif menuju penilaian holistik-integratif dengan pengarus-utamaan akhlak mulia atau karakter.

Penilaian yang holistik artinya, bahwa penilaian yang dilakukan di madrasah harus menyeluruh baik aspek sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Sistem penilaian tidak boleh lepas dari konteks pendidikan itu sendiri. Artinya rangkaian proses dan prosedur penilaian juga harus dijadikan alat sebagai pembentukan sikap, perilaku dan akhlak peserta didik. Proses penilaian yang taat azas dan prinsip akan membentuk peserta didik bertintegritas, jujur, tanggung jawab, kerja keras, dan perilaku mulia lainnya seperti anti korupsi. Sebaliknya proses penilaian yang mengabaikan azas dan prinsip penilaian akan menyebabkan peserta didik menjadi pembohong, licik, culas, pengecut, pemalas, dan perilaku buruk lainnya.

Sedangkan penilaian integratif menggunakan tiga kerangka penilaian, yaitu sebelum pembelajaran, selama pembelajaran dan sesudah pembelajaran.

Sebelum pembelajaran guru merefleksi :

(a) apakah peserta didik memiliki prasyarat pengetahuan dan kemampuan,

(b) apa yang akan menarik bagi peserta didik,

(c) apa yang akan memotivasi peserta didik,

(d) berapa lama harus mengajarkan masing-masing unit materi,

(e) apa strategi pembelajaran yang menarik, dan

(f) bagaimana harus melakukan penilaian.

Adapun kerangka penilaian selama pembelajaran adalah:

(a) apakah peserta didik akan memperhatikan pembelajaran,

(b) apakah peserta didik akan memahami materi pembelajaran,

(c) kepada murid yang mana pertanyaan harus diberikan,

(d) apa tipe pertanyaan yang harus diajukan,

(e) bagaimana guru harus menjawab pertanyaan peserta didik,

(f) kapan guru harus berhenti menyampaikan materi pembelajaran,

(g) siapa peserta didik yang membutuhkan bantuan tambahan, dan

(h) siapa dari peserta didik yang mandiri dalam pembelajaran.

Sedangkan kerangka penilaian sesudah pembelajaran adalah:

(a) berapa banyak materi yang telah dipelajari peserta didik,

(b) apa yang harus dilakukan guru selanjutnya,

(c) apakah guru perlu mengulas hal-hal yang tidak dipahami,

(d) menentukan grade penilaian,

(e) apakah nilai tes benar-benar merefleksikan pengetahuan dan kemampuan peserta didik, dan

(f) apa ada yang salah dipahami oleh peserta didik.

Sesudah penilaian peserta didik harus mendapatkan umpan balik dari pendidik secara personal-individual. Setiap peserta didik harus dipastikan menyadari apa kekurangan atau kelebihannya atas obyek yang dinilai. Peserta didik dipastkan mengetahui apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki dan mengembangkan kemampuannya, serta memiliki kemauan/tekad melakukan rencana untuk merubah diri menjadi lebih baik.

Dengan demikian maka, yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah, bahwa penilaian yang dilakukan oleh guru tidak hanya penilaian terhadap ketercapaian hasil belajar (assessment of learning), melainkan juga penilaian untuk mengoptimalkan perbaikan proses pembelajaran (assessment for learning) dan penilaian sebagai bagian dari proses pembelajaran peserta didik (assessment as learning). Umpan balik guru kepada peserta didik akan sangat menentukan tercapainya fungsi penilaian sebagai perbaikan proses pembelajaran dan peningkatan belajar peserta didik.

Menurut Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 Pasal 3, bahwa Penilaian hasil belajar peserta didik pada madrasah tingkat dasar dan menengah meliputi aspek:

a. Sikap, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku peserta didik. Aspek sikap ini termasuk minat, penghargaan, dan cara penghargaan. Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap obyek orang atau benda, termasuk mata pelajaran, seperti peserta didik menjalankan sikap kritis terhadap materi yang sedang dipelajari; atau peserta didik menjalankan sikap menghormati guru dan temannya dalam pembelajaran Fikih.

Sedangkan minat adalah kecenderungan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Misalnya, peserta didik memberikan perhatian yang tinggi pada mata pelajaran Bahasa Arab. Minat disertai dengan keingintahuan, motivasi, dan kebutuhan terhadap sesuatu. Jika minat ini dibangun secara terus menerus oleh guru, akan mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar. Aspek sikap dalam mata pelajaran Bahasa Arab di madrasah meliputi sikap spiritual dan sikap sosial sebagaimana dalam Kurikulum 2013.

Sedangkan tingkatan aspek sikap adalah “menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan” yang menunjukkan tingkat gradasi. Tingkatan domain afektif ini disarikan dari berbagai sumber tentang Assessment Pembelajaran.

Penilaian sikap dilakukan dengan melakukan observasi maupun wawancara yang dicatat dalam jurnal perkembangan sikap. Untuk bahan konfirmasi bisa dilakukan penilaian diri atau penilaian antar teman. Catatan perkembangan sikap hasil pengamatan didokumentasikan dengan menggunakan jurnal. 

b. Pengetahuan, yaitu merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur kemampuan dari peserta didik dalam mengulang atau menyatakan kembali konsep/prinsip yang telah dipelajari dalam proses pembelajaran yang telah didapatnya. Proses ini berkenaan dengan kemampuan dalam berpikir, kompetensi dalam mengembangkan pengetahuan, pengenalan, pemahaman, konseptualisasi, penentuan dan penalaran. Penilaian pengetahuan menurut Bloom mengukur kemampuan 6 tingkatan sesuai dengan jenjang terendah sampai tertinggi.

Penilaian pengetahuan dilakukan dengan menggunakan tes tulis, lisan maupun penugasan dan cara lain yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab. Semua jenis dan teknik penilaian harus diarahkan untuk mengukur pencapaian keterampilan berpikir tingkat tinggi Higher Order Thinking Skills (HOTS). Untuk itu soal harus berkaitan dengan data, fakta, fenomena dan kondisi lain yang berkaitan dengan kehidupan nyata peserta didik sehingga instrumen tes menjadi kontekstual, bermakna dan penting bagi kehidupan peserta didik.

Dengan demikian penilaian tidak sekedar mengukur taraf pengetahuan peserta didik tapi berupa penerapan, analisis, evaluatif hingga menemukan inovasi baru. Penyusunan soal HOTS tetap harus memperhatikan antara lain:

(1) stimulus yang menarik dan kontekstual;

(2) stimulus harus menantang dan memicu peserta didik untuk berfikir analitik dengan mengubungkan pengetahuannya berupa fakta, prinsip, prosedur dan metakognitif yang dimiliki dengan fakta/fenomena yang disajikan dalam soal;

(3) menulis butir pertanyaan sesuai dengan kaidah dan prinsip penulisan butir soal; dan

(4) membuat pedoman penskoran atau kunci jawaban untuk menjamin obyektifitas penilai. 

c. Keterampilan, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta didik menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu. Penilaian keterampilan dilakukan dengan menggunakan tes kinerja (unjuk kerja), proyek dan portofolio. Penilaian kinerja merupakan penilaian untuk melakukan suatu tugas dengan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Pada penilaian kinerja, penekanan penilaiannya dapat dilakukan pada proses atau produk. Pada saat penyusunan instrumen penilaian kinerja, perlu disiapkan pula rubrik penilaiannya. Untuk penilaian proyek, tugas yang harus diselesaikan memerlukan periode/waktu tertentu. Tugas proyek bisa berupa rangkaian kegiatan mulai dari (1) perencanaan, (2) pengumpulan data, (3) pengorganisasian, (4) pengolahan, (5) penyajian data, dan (6) pelaporan. Sedangkan untuk portofolio, bisa berupa kumpulan dokumen atau teknik penilaian.

Sumber:

Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun 2019

Friday, July 23, 2021

KKM Bahasa Arab MTs Kelas 7 Semester Genap

MTs Arabic - Tujuan pembelajaran adalah terwujudnya kompetensi dasar pada diri peserta didik. Untuk mengetahui ketercapaian Kompetensi Dasar (KD), guru harus merumuskan sejumlah indikator sebagai acuan penilaian. Pada saat yang sama madrasah juga harus menentukan ketuntasan belajar atau Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk memutuskan seorang peserta didik sudah tuntas atau belum tuntas.

Berikut saya kupas tuntas perihal Kriteria Ketuntasan Minimal mata pelajaran Bahasa Arab kelas 7 semester genap sebagai arsip administrasi guru dan sebagai pelengkap buku kerja guru 1.

PENTING !!!

Sebagai referensi awal, silahkan ustadz/ustadzah simak artikel saya tentang Karakteristik Penilaian Pembelajaran Bahasa Arab disini.

A. Ketuntasan Belajar

Ketuntasan Belajar terdiri atas ketuntasan penguasaan substansi secara teori dan praktek, dan ketuntasan belajar dalam konteks kurun waktu belajar. Ketuntasan penguasaan substansi yaitu ketuntasan belajar KD yang merupakan tingkat penguasaan peserta didik atas KD tertentu pada tingkat penguasaan minimal atau di atasnya. Sedangkan ketuntasan belajar dalam konteks kurun waktu belajar terdiri atas ketuntasan dalam setiap semester, setiap tahun atau pada suatu tingkat satuan pendidikan. Ketuntasan Belajar dalam satu semester adalah keberhasilan peserta didik menguasai kompetensi dari sejumlah mata pelajaran yang diikutinya dalam satu semester. Ketuntasan Belajar dalam setiap tahun adalah keberhasilan peserta didik pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran. Ketuntasan dalam tingkat satuan pendidikan adalah keberhasilan peserta didik menguasai kompetensi seluruh mata pelajaran dalam suatu satuan pendidikan untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Nilai ketuntasan kompetensi sikap dituangkan dalam bentuk predikat, yakni predikat Sangat Baik (A), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (D) sebagaimana tertera pada tabel berikut.

Ketuntasan belajar untuk sikap ditetapkan dengan predikat minimal Baik (B). Nilai ketuntasan kompetensi pengetahuan dan keterampilan dituangkan dalam bentuk angka dengan rentang nilai 0 (nol) -100 (seratus). Penentuan substansi materi dan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan belajar tersebut dapat ditentukan sendiri oleh guru dan satuan pendidikan dengan mengacu pada perkembangan kompetensi peserta didik dan ketentuan yang berlaku, seperti kurikulum nasional dan ketentuan lainnya.

B. Kriterian Ketuntasan Minimal ( KKM )

Kriteria Ketuntasan Minimal yang selanjutnya disingkat KKM adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan yang mengacu pada standar kompetensi kelulusan, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan.

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ditentukan oleh satuan pendidikan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan. KKM dirumuskan dengan memperhatikan 3 (tiga) aspek, yaitu kompleksitas materi/kompetensi, intake (kualitas peserta didik), serta guru dan daya dukung satuan pendidikan.

Berikut penjelasannya :

  1. Aspek kompleksitas materi/kompetensi yaitu memperhatikan kompleksitas KD dengan mencermati kata kerja yang terdapat pada KD tersebut dan berdasarkan data empiris dari pengalaman guru dalam membelajarkan KD tersebut pada waktu sebelumnya. Semakin tinggi aspek kompleksitas materi/kompetensi, semakin menantang guru untuk meningkatkan kompetensinya.
  2. Aspek daya dukung antara lain memperhatikan ketersediaan guru, kesesuaian latar belakang pendidikan guru dengan mata pelajaran yang diampu, kompetensi guru, rasio jumlah peserta didik dalam satu kelas, sarana prasarana pembelajaran, dukungan dana, dan kebijakan madrasah. Semakin tinggi aspek daya dukung, semakin tinggi pula nilainya.
  3. Aspek intake yaitu memperhatikan kualitas peserta didik yang dapat diidentifikasi antara lain berdasarkan hasil ujian nasional pada jenjang pendidikan sebelumnya, hasil tes awal yang dilakukan oleh madrasah, atau nilai rapor sebelumnya. Semakin tinggi aspek intake, semakin tinggi pula nilainya.

Secara teknis prosedur penentuan KKM sebagai berikut.

  1. Menetapkan KKM per KD
  2. Menetapkan KKM mata pelajaran
  3. Menetapkan KKM tingkatan kelas pada satuan pendidikan

Untuk memudahkan menentukan KKM, perlu dibuat skala penilaian yang disepakati oleh guru mata pelajaran.

Berikut disajikan skala penilaian pilihan pertama.

Dalam menetapkan nilai KKM permata pelajaran, pendidik/satuan pendidikan dapat juga memberikan bobot berbeda untuk masing-masing aspek, atau dengan menggunakan skor pada setiap kriteria yang ditetapkan sebagai pilihan kedua.

1. Menentukan KKM setiap KD dengan rumus berikut.

a. Contoh penentuan KKM pilihan pertama

Aspek kompleksitas mendapat skor 75.

Aspek daya dukung mendapat skor 80.

Aspek intake mendapat skor 70.

Jika bobot setiap aspek sama, nilai KKM untuk mata pelajaran tersebut.

b. Contoh penentuan KKM pilihan kedua

Jika KD memiliki kriteria kompleksitas tinggi, daya dukung tinggi, serta intake peserta didik sedang, maka nilai KKM-nya adalah:

Nilai KKM merupakan angka bulat, maka nilai KKM-nya adalah 67.

2. Menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan rumus.

3. Menentukan KKM setiap tingkatan kelas dengan rumus.

Bila KKM tingkatan kelas 7, kelas 8 dan kelas 9 telah dirumuskan, selanjutnya kepala madrasah menetapkan KKM tersebut dalam surat keputusan dan dicantumkan dalam Dokumen I kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) madrasah. Setiap tahun diharapkan satuan pendidikan menetapkan KKM yang berlaku untuk tahun pelajaran berjalan.

C. Interval Predikat

Setelah menentukan KKM, satuan pendidikan kemudian membuat interval predikat untuk menggambarkan kategori kualitas madrasah. Kategori kualitas madrasah dalam bentuk predikat D, C, B dan A. Nilai KKM merupakan nilai minimal untuk predikat C dan secara bertahap satuan pendidikan meningkatkan kategorinya sesuai dengan peningkatan mutu satuan pendidikan. Predikat untuk pengetahuan dan keterampilan ditentukan berdasarkan interval angka pada skala 0-100 yang disusun dan ditetapkan oleh satuan pendidikan. Penetapan tabel interval predikat untuk KKM dibuat seperti contoh pada tabel berikut. Misalnya nilai KKM = N (besar nilai N adalah bilangan asli < 100).

Satuan pendidikan dapat menentukan KKM untuk semua mata pelajaran. Namun demikian disarankan memiliki KKM yang sama untuk satu tingkatan kelas pada satuan pendidikan, sehingga model interval nilai dan predikat menggunakan satu ukuran.

Sebagai contoh, MTs Arabic pada kelas 7 memiliki satu KKM yaitu 67, maka interval nilai dan predikat untuk semua mata pelajaran menggunakan tabel yang sama, sebagaimana ditunjukkan di bawah ini.

Rumus interval nilai adalah sebagai berikut.

Misalnya KKM 67, maka interval nilainya = 100 - 67 / 3 = 11

Karena panjang interval 11, maka interval nilai dan predikatnya sebagai berikut;

Contoh interval predikat untuk KKM 67.

D. KKM Bahasa Arab MTs Kelas 7 Semester Genap

Berdasarkan penjelasan di atas, berikut ini saya lampirkan contoh KKM Bahasa Arab untuk Jenjang Madrasah Tsanawiyah Kelas 7 Semester Genap dalam format excel. Bagi bapak/ibu guru Bahasa Arab yang membutuhkan silahkan unduh di bawah ini. 

 

Catatan :

Penentuan KKM di atas hanyalah contoh, silahkan disesuaikan dengan madrasahnya masing-masing.

Sumber :

Petunjuk Teknis Penilaian Hasil Belajar pada Madrasah Tsanawiyah

Demikian artikel tentang KKM Bahasa Arab untuk Jenjang Madrasah Tsanawiyah Kelas 7 Semester Genap.

Semoga manfaat.

Salam Admin,

MTs Arabic

Website ini dilindungi oleh :

Followers

Fanspage MTs Arabic

Pengunjung MTs Arabic

Live Pengunjung

Arsip MTs Arabic

Label

AKG Bahasa Arab AKM AKSI Analisis Alokasi Waktu Analisis SKL-KI-KD MTs Arsip ATP Bahasa Arab MTs Arsip Bimtek Arsip Buku Kerja Guru Arsip ITHLA Arsip Kurikulum Arsip Kurikulum Darurat Arsip Literasi Digital MTs Arsip MGMP Arsip P3K Kemenag Arsip Pelatihan Arsip Piagam MTs Arabic Arsip PPG Arsip Rapot Arsip Soal Arsip Soal Google Form Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 9 Arsip Surat Arsip TP Bahasa Arab MTs Arsip Webinar ASAT Asesmen Madrasah Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5 Bab 6 Bahasa Arab Bahasa Arab MTs Buku Bahasa Arab MTs Buku Kerja Guru 1 Buku Kerja Guru 2 Buku Kerja Guru 3 Buku Kerja Guru 4 Buku Pegangan Guru dan Siswa ClassPoint Computational Thinking CP Bahasa Arab MTs CPNS Daftar Hadir Daftar Isi Buku Bahasa Arab MTs Daftar Nilai Daya Serap Siswa Deep Learning Download E-Learning Bahasa Arab MTs E-Modul Bahasa Arab Evaluasi Diri Kerja Guru Fase D Hari Guru Nasional Ikrar Guru Indonesia Ilmu Nahwu Ilmu Sharaf Indikator Soal Bahasa Arab MTs Indonesia Website Awards 2021 Info Madrasah IPK Jadwal Mengajar Guru Jurnal Agenda Guru Kaldik Madrasah KBC Kegiatan Pembelajaran Bahasa Arab Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 KGE KI-KD Bahasa Arab MTs Kisah Cerita Anak Bahasa Arab Kisi-kisi Soal KKM Bahasa Arab MTs KMA 1503 Tahun 2025 KMA 183 Tahun 2019 KMA 347 Tahun 2022 KMA Nomor 1503 Tahun 2025 Kode Etik Guru Kokurikuler Kumpulan Soal Kurikulum Berbasis Cinta Kurikulum Madrasah Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka MTs Literasi MATERI BAB 1 MATERI BAB 2 MATERI BAB 3 MATERI BAB 4 MATERI BAB 5 MATERI BAB 6 Materi Bahasa Arab MTs Media Pembelajaran Metode Pembelajaran Modul 1 Modul 2 Modul 3 Modul 4 Modul 5 Modul 6 Modul Ajar Modul Bahasa Arab Modul Bahasa Arab P3K Modul Pedagogik Modul Pedagogik P3K Modul Profesional PPG Motivasi Nahwu Wadhih Naskah Akademik Olimpiade Bahasa Arab Panduan Kokurikuler Panduan Kurikulum Madrasah Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pelatihan Dugi Academy Pembelajaran Mendalam Pembiasaan Guru Madrasah Penilaian Akhir Semester Penilaian Akhir Semester Kelas 7 Penilaian Akhir Semester Kelas 8 Penilaian Akhir Semester Kelas 9 Penilaian Akhir Tahun Penilaian Harian Penilaian Tengah Semester Perangkat Pembelajaran Perbaikan Soal PPPK Program Semester Program Tahunan Quizizz Regulasi Remedial dan Pengayaan RPP 1 Lembar SEMESTER 1 SEMESTER 2 Silabus Bahasa Arab MTs Soal AKG Soal AKM Bahasa Arab Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 7 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 8 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 9 Tata Tertib Guru Tindak Lanjut Kerja Guru Tujuan Pembelajaran Tutorial Ujian Madrasah Wayground Wayground Arabic Wayground PAI Bahasa Arab