Indonesia Website Awards
Showing posts sorted by relevance for query bahasa arab. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query bahasa arab. Sort by date Show all posts

Thursday, April 1, 2021

Tantangan Internal dan Eksternal Pembelajaran Bahasa Arab


MTs Arabic - Perubahan yang sangat cepat dalam kehidupan dan tuntutan dunia global dewasa ini harus diantisipasi dan direspon oleh dunia pendidikan, khususnya madrasah. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta komunikasi membawa perubahan yang besar dalam pola dan gaya hidup umat manusia. Diperkirakan perubahan itu akan terus berjalan maju dan menuntut perubahan dalam cara pandang, cara bersikap dan bertindak masyarakat termasuk generasi penerus bangsa ini.

Kurikulum madrasah harus bisa mengantisipasi perubahan itu dan merespon tuntutan zaman yang selalu berubah. Kurikulum Bahasa Arab diarahkan untuk menyiapkan peserta didik madrasah mampu beradaptasi dengan perubahan sehingga lulusannya kompatibel dengan tuntutan zamannya dalam membangun peradaban bangsa.

Namun, realitas membuktikan untuk membangun peradaban bangsa yang sesuai itu diperlukan pemahaman terkait tantangan internal maupun eksternal, terlebih pada kurikulum Bahasa Arab yang termuat dalam KMA Nomor 183 Tahun 2019.

Dalam artikel ini, penulis coba share tentang pelbagai tantangan internal dan eksternal pembelajaran bahasa Arab, yang termaktub dalam KMA Nomor 183 Tahun 2019.

Secara umum, tantangan pada pengembangan kurikulum Bahasa Arab adalah sebagai berikut:

Pertama, pelemahan minat, motivasi, dan spirit mempelajari bahasa Arab melalui stigmatisasi bahasa Arab sebagai bahasa yang sukar dipelajari dan dimengerti. Citra negatif bahasa Arab sebagai bahasa yang sulit dipelajari dan tidak menarik, menurut riset Fathi Ali Yunus di Mesir pada dekade 1980-an, antara lain, karena kolonialisasi Barat terhadap dunia Islam dengan agenda menjauhkan umat Islam dari bahasa Alquran.

Sebuah penelitian di Malaysia mengenai kesulitan belajar bahasa Arab di perguruan tinggi (2005) menunjukkan, penyebab kesulitan belajar bahasa Arab tidak disebabkan oleh substansi atau materi bahasa Arab, melainkan ketiadaan minat (100 persen), Tak memiliki latar belakang bahasa Arab (87 persen), materi/kurikulum perguruan tinggi (83 persen), kesulitan memahami materi bahasa Arab (57 persen), dan lingkungan kelas yang tidak kondusif (50 persen). Sebanyak 80 persen penyebab kesulitan belajar bahasa Arab adalah faktor psikologis, 77 persen di antaranya memiliki kesan negatif terhadap bahasa Arab.

Kedua, karena alasan pragmatisme dan deformalisme, penggunaan bahasa Arab fushha (standar, formal) di kalangan masyarakat Arab juga mulai berkurang frekuensi dan proporsinya. Dalam interaksi sosial kemasyarakatan, bahasa Arab cenderung digantikan dengan bahasa 'ammiyah (bahasa pasaran) atau dialek lokal (Saudi, Mesir, Suriah, Sudan, dll).

Ketiga, politik bahasa di Indonesia belum sepenuhnya memberi angin segar bagi eksistensi bahasa Arab. Melihat besarnya potensi peserta didik Muslim, idealnya bahasa Arab dapat dijadikan sebagai bahasa kedua di lembaga pendidikan Islam, mulai dari MI hingga PTAIN. 

Keempat, pendidikan dan pembelajaran bahasa Arab di Indonesia belum sepenuhnya memiliki landasan dan kerangka teoretik yang mapan, terutama dari aspek kurikulum dan metodologi pembelajarannya.

Adapun tantangan internal dan eksternal nya, pada pengembangan Kurikulum Bahasa Arab menurut KMA 183 Nomor 183 Tahun 2019 pada madrasah adalah sebagai berikut:

Tantangan Internal



(a) pembelajaran Bahasa Arab di madrasah masih cenderung strukturalistik, kurang fungsional dan kurang komunikatif. Perlu dikembangkan pembelajaran Bahasa Arab yang tidak berhenti pada kaidah Bahasa Arab akan tetapi juga pada keterampilan berbahasa Arab;

(b) Bahasa Arab memiliki peran yang penting sebagai alat memahami ajaran-ajaran agama Islam dari sumber otentiknya berbahasa Arab yang merujuk kepada al-Quran dan Hadis;

(c) penguasaan Bahasa Arab yang kurang, di samping menimbulkan kesalah pemahaman terhadap kitab suci, juga menurunkan minat mempelajari agama Islam dari sumber otentiknya seiring dengan kemudahan mengakses konten agama Islam secara instan melalui internet, media sosial dan kemajuan dunia teknologi informasi lainnya.

Karena itu kurikulum Bahasa Arab harus lebih mendalam dan meluas sehingga cukup membekali kompetensi literasi peserta didik. Secara konten dan penyajiannya dituntut bagaimana pembelajaran bahasa Arab disajikan dalam sistem yang komunikatif, ekspresif, fungsional, inspiratif, dan menantang, sehingga bahasa Arab dipersepsikan sebagai bahasa yang mudah dan menyenangkan namun tidak terlepas dari konteks budaya ke-Indonesiaan.

Tantangan Eksternal



(1) Bahasa Arab sebagai bahasa internasional saat ini juga mengalami perubahan yang cepat dan cenderung beragam, sehingga kecenderungan Bahasa Arab dengan pola fushha (baku) sudah bergeser dengan pola 'amiyah. (bahasa pasaran). Dengan visi Indonesia sebagai pusat studi agama Islam dunia maka pengembangan kurikulum Bahasa Arab harus dapat merespon kecenderungan tersebut, dengan mengorientasikan pembelajaran Bahasa Arab tidak hanya fusha namun juga dengan pola ‘amiyah yang komunikatif-fungsional sehingga dapat berperan dalam percaturan dunia global;

(2) Penutur Bahasa Arab lambat laun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Lebih dari 60 negara dan 350 juta orang menggunakan Bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Bahasa Arab tidak saja dijadikan sebagai bahasa “studi agama” akan tetapi juga dipakai sebagai bahasa ekonomi, pariwisata, politik dan keamanan global;

(3) Kemajuan teknologi informasi dalam menyediakan konten agama Islam secara instan menimbulkan kecenderungan rendahnya minat generasi muda menggali ilmu agama Islam dari sumber otentik yang pada umumnya berbahasa Arab.

Karena itu kurikulum Bahasa Arab juga dituntut dapat memotivasi dan membekali kemampuan peserta didik dalam ber-Bahasa Arab untuk mendalami ajaran agama Islam dari sumber otentiknya.

Kesimpulan:


Untuk itu, tantangan internal maupun eksternal pada pengembangan kurikulum bahasa Arab, khususnya di Indonesia harus dijadikan sebagai peluang yang dapat diubah menjadi prospek menjanjikan masa depan peminat dan pegiat studi bahasa Arab. Epistemologi keilmuan dan kurikulum perlu direkonstruksi dan diorientasikan kepada pemantapan kemahiran berbahasa secara produktif dan kompetitif di era global atau dikenal dengan era 4.0 ini.

Semoga informasi di atas membuka wawasan kita bahwa tantangan dalam pembelajaran bahasa Arab bersifat dinamis dan sesuai dengan kondisi zaman.

Sekian. Semoga bermanfaat.

Salam Admin,

Monday, April 5, 2021

Rumusan Indikator Soal Bahasa Arab MTs sesuai KMA 183 Tahun 2019


MTs Arabic - Indikator soal khususnya pada mata pelajaran Bahasa Arab memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam mengembangkan pencapaian kompetensi berdasarkan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar sesuai dalam KMA Nomor 183 Tahun 2019 terutama untuk mengukur 4 keterampilan dalam memahami bahasa Arab yaitu maharatul istima' (keterampilan mendengar), maharatul kalam (keterampilan berbicara), maharaul qiro'ah (keterampilan membaca), dan maharatul kitabah (keterampilan menulis). Penyusunan indikator soal adalah tahapan lanjutan dari penentuan indikator pencapaian kompetensi dan juga penjabaran dari Kompetensi Dasar.

PENGERTIAN

Banyak pengertian mengenai apa itu indikator soal. Intinya, tahapan ini memudahkan guru dalam menyusun soal yang diinginkan. Di antara pengertian indikator soal secara umum adalah sebagai berikut.

Indikator soal merupakan gambaran perilaku yang dapat diamati dan diukur untuk menunjukkan bahwa seorang siswa telah mencapai suatu kompetensi tertentu sebagai bentuk hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

Indikator soal adalah penanda pencapaian Kompetensi Dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku terukur, mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Adapun dalam tulisan ini, penulis memfokuskan pada indikator soal pada mata pelajaran Bahasa Arab khususnya pada jenjang Madrasah Tsanawiyah baik kelas 7, kelas 8, maupun kelas 9.

Jika pengertian indikator soal secara umum diatas dikaitkan dengan mata pelajaran Bahasa Arab, maka menghasilkan pengertian sebagai berikut.

Indikator soal Bahasa Arab adalah proses pengukuran ketercapaian kompetensi dasar pada mata pelajaran bahasa Arab yang dapat diamati baik dari segi maharatul istima' (keterampilan mendengar), maharatul kalam (keterampilan berbicara), maharaul qiro'ah (keterampilan membaca), maharatul kitabah (keterampilan menulis),  maupun struktur gramatikal Bahasa Arab yang telah dilakukan pada kegiatan pembelajaran.

FUNGSI

Lantas apa fungsinya guru Bahasa Arab membuat indikator soal ?

Fungsi dari Indikator soal Bahasa Arab adalah sebagai berikut.
1) Pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran Bahasa Arab
2) Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran Bahasa Arab
3) Pedoman dalam mengembangkan bahan ajar Bahasa Arab
4) Pedoman dalam merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar dari pembelajaran Bahasa Arab.

Selain itu fungsi indikator soal bahasa Arab adalah sebagai bentuk penjabaran lebih rinci dari tujuan yang lebih besar (kompetensi dasar/KD), sehingga jika indikator soal Bahasa Arab telah tercapai maka kemungkinan besar akan tercapai pula Kompetensi Dasar tersebut.

SYARAT

Lalu apa saja syarat pembuatan indikator soal untuk mata pelajaran Bahasa Arab ?

Syarat indikator soal Bahasa Arab, antara lain :

1) Spesifik dan jelas, artinya informasi yang disampaikan tentang tingkah laku siswa yang diharapkan harus jelas.

2) Berorientasi pada tingkah laku siswa selama kegiatan pembelajaran, bukan tingkah laku guru dalam mengajar

3) Menggunakan kata kerja operasional yang menunjukkan tingkah laku dan dapat diamati/diukur.

4) Memuat ciri-ciri kompetensi dasar yang akan diukur.

5) Berkaitan dengan materi (bahan ajar) yang dipilih.

6) Dapat dibuatkan soalnya

Penyusunan indikator soal untuk penilaian hasil belajar pada pembelajaran bahasa Arab, sebaiknya menggunakan stimulus (dasar pertanyaan). Stimulus tersebut dapat berupa kosakata (mufrodat) setiap bab, kata acak, kalimat acak, gambar (disarankan berwarna), tabel (analisis teks), bagan (khusus bab tertentu seperti يوميات الأسرة), atau teks bacaan setiap bab yang merangsang kemampuan berpikir siswa sebelum menentukan pilihan jawaban.

PERUMUSAN INDIKATOR SOAL

Indikator soal harus dirumuskan dengan singkat dan jelas dengan memperlihatkan hal-hal berikut.

1. Memuat ciri-ciri kompetensi yang akan diukur
2. Memuat kata kerja operasional yang dapat diukur (satu kata kerja operasional untuk soal pilihan ganda, satu atau lebih dari satu kata kerja operasional untuk soal uraian)
3. Berkaitan dengan materi atau konsep yang dipilih.
4. Dapat dibuat soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan

Komponen-komponen indikator soal yang perlu diperhatikan adalah subjek, perilaku yang akan diukur, dan kondisi/konteks/stimulus.

Rumusan indikator yang lengkap mencakup 4 (empat) komponen, yaitu ABCD, dengan A = Audience, B = Behaviour, C = Condition, dan D – Degree. Berikut penjelasannya.

1. Audience
Audience adalah sasaran atau peserta tes (dalam hal ini peserta didik).

2. Behaviour
Behaviour adalah tingkah laku yang harus ditampilkan atau diharapkan muncul. Perumusannya menggunakan kata kerja operasional.

3. Condition
Condition (kondisi) adalah kondisi yang diberikan pada saat tingkah laku peserta didik diukur, tidak ketika sedang belajar.

4. Degree
Degree (tingkat keberhasilan) merupakan standar tingkah laku tertentu yang dapat diterima.

Tipe Indikator Soal Bahasa Arab

Tipe penulisan indikator soal ada dua, sebagai berikut.

1. Indikator soal yang menempatkan condition (kondisi) di awal kalimat

Model ini digunakan untuk soal yang disertai dengan stimulus, berupa kosakata (mufrodat), kata acak, kalimat acak, gambar, tabel, bagan atau teks bacaan setiap bab.

>>> Contoh rumusan indikatornya :

Disajikan beberapa kata acak tentang التعارف peserta didik dapat menyusun (KKO) kata acak tersebut menjadi kalimat dengan benar.

2. Indikator soal yang menempatkan audience (peserta didik) dan behaviour (perilaku) di awal kalimat

Model ini digunakan untuk soal yang tidak disertai dengan dasar pertanyaan sebagai stimulus.

>>> Contoh rumusan indikatornya :

Peserta didik dapat menentukan …

Contoh indikator soal :
Disajikan kata acak, peserta didik dapat menyusun kalimat dengan benar.

Maka ringkasan rumusan indikator soal tersebut adalah :

Audience : peserta didik
Behaviour : dapat menyusun kalimat
Condition : disajikan kata acak
Degree : dengan benar

Dari kedua tipe indikator soal diatas, silahkan ustadz/ustadzah pilih sesuai dengan yang biasa digunakan baik di madrasah, KKM, maupun MGMP Bahasa Arab yang diikuti.

Adapun contoh lengkap indikator soal bahasa Arab MTs baik kelas 7, kelas 8 maupun kelas 9, dapat ustadz/ustadzah lihat di bawah ini.

SERI INDIKATOR SOAL BAHASA ARAB KELAS 7 PER BAB :


SERI INDIKATOR SOAL BAHASA ARAB KELAS 8 PER BAB :



Sengaja disusun per bab agar ustadz/ustadzah dapat memilih beberapa indikator soal bahasa Arab sesuai dengan kebutuhan. Selanjutnya, silahkan sesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi sehingga tersusun menjadi kisi-kisi soal.

Demikian penjelasan tentang Rumusan Indikator Soal Bahasa Arab MTs secara umum sesuai KMA 183 Tahun 2019.

Semoga bermanfaat.

Salam Admin,

Baca Juga :

Tuesday, May 24, 2022

Kisi-kisi UP PPG Kemenag Mata Pelajaran Bahasa Arab Tahun 2021

MTs Arabic - Ditjen Pendidikan Islam Kemenag telah menetapkan kisi-kisi Uji Pengetahuan (UP) Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) bidang agama di lingkungan Ditjen Pendis. Kisi-kisi UP ini memuat kisi-kisi untuk Pendidikan Agama Islam (PAI), Alquran Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Bahasa Arab, hingga UP Guru MI dan Guru RA.

Adalah surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor B-2590.1/DJ.I/HM.01/08/2021 tertanggal 19 Agustus 2021. Surat dengan perihal Pemberitahuan Kisi-kisi Uji Pengetahuan Bidang Agama ini ditujukan kepada Pimpinan LPTK PTKIN Penyelenggara PPG.

Dalam isi suratnya, salah satunya disebutkan bahwa, dalam rangka memberikan informasi kepada mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bidang agama di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, maka Pimpinan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (LPTK PTKIN) penyelenggara PPG agar menyampaikan kisi-kisi uji pengetahuan kepada mahasiswa retaker maupun firstaker bidang agama sebagaimana tersaji dalam lampiran ini.

Masih menurut surat tersebut, diharapkan kisi-kisi ini dapat dipelajari oleh seluruh mahasiswa retaker dan firstaker yang akan mengikuti uji pengetahuan pada batch-1 yang akan diselenggarakan pada bulan September 2021.

Kisi-kisi Uji Pengetahuan (UP) PPG Dalam Jabatan Kemenag 2021, selain disertakan dalam lampiran surat tersebut dapat juga diakses oleh mahasiswa langsung melalui laman Space milik masing-masing mahasiswa.

Berdasarkan analisa admin MTs Arabic, Kisi-kisi Uji Pengetahuan PPG yang disertakan sebagai lampiran surat tersebut terdiri atas delapan mata pelajaran. Kesemuanya meliputi:

- Kisi-kisi UP Pendidikan Agama Islam (PAI)

- Kisi-kisi UP Alquran Hadis

- Kisi-kisi UP Akidah Akhlak

- Kisi-kisi UP Fikih

- Kisi-kisi UP Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

- Kisi-kisi UP Bahasa Arab

- Kisi-kisi UP Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

- Kisi-kisi UP Guru Raudlatul Athfal (PGRA)

Seperti disebutkan dalam isi surat, mahasiswa PPG Dalam Jabatan Kemenag 2021 dapat mengunduh kisi-kisi tersebut melalui akunnya masing-masing di laman Space (ppg.siagapendis.com).

Dalam artikel ini,  admin MTs Arabic akan share lampiran kisi-kisi dalam bentuk indikator soal sesuai tema yang sudah dipelajari saat pelaksanaan PPG khusus pada Mata Pelajaran Bahasa Arab.

TEMA ILMU SHARAF :

1. Disajikan narasi tentang ilmu sharaf, peserta didik dapat menyimpulkan konsep ilmu Sharaf dan urgensinya dalam kajian bahasa Arab

2. Disajikan sebuah narasi, peserta didik dapat menganalisis tentang urgensi ilmu sharaf dalam belajar Bahasa Arab dengan tepat

3. Disajikan sebuah narasi tentang ilustrasi permasalahan sharaf dalam kajian bahasa Arab, peserta didik dapat menganalisis dampak kesalahan makna sharfiah yang terjadi dengan tepat

4. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat menganalisis kata sesuai kelompoknya dengan tepat

5. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat mengklasifikasi kata sesuai kelompoknya dengan tepat

6. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat membuat kata sesuai klasifikasinya dengan tepat

7. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat melengkapi Auzan Sharfi sesuai klasifikasinya dalam kalimat Bahasa Arab dengan benar

8. Disajikan sebuah teks berbahasa Arab, peserta didik dapat menganalisis kesalahan Auzan Sharfi dalam kalimat bahasa Arab dengan benar

9. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta didik dapat membentuk kata sesuai Auzan Sharfiyah dalam kalimat bahasa Arab dengan benar

10. Disajikan sebuah teks berbahasa Arab, peserta didik dapat menganalisis aspek sharfi suatu kalimat Bahasa arab dengan benar

11. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat menilai aspek sharfi suatu kalimat dalam Bahasa arab dengan tepat

12. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat mengkritisi aspek sharfi suatu kalimat dalam bahasa Arab dengan tepat

TEMA ILMU NAHWU :

13. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menerapkan hakikat ilmu nahwu dalam bahasa Arab

14. Disajikan teks bahasa Arab, peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung mubtada’ dan khabar

15. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis kalimat yang meliputi khabar muqaddam dan mubtada’ muakhar

16. Disajikan teks bahasa Arab, mahasiswa dapat menganalis kalimat yang mengandung Fa’il

17. Disajikan teks bahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Maf’ulun bihi

18. Disajikan teks bahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Mudhaf

19. Disajikan teks bahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Mudhafun ilahi

20. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Na’at

21. Disajikan teks soal, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Man’ut

22. Diasajikan teks soal, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Man’ut

23. Disajikan teks soal peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Naib Fa’il

24. Disajikan teks soal, peserta dapat menganalisis i'rab isim kana

25. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Khabar Kana

26. Disajikan teks soal peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Isim Akhawat Kana

27. Disajikan teks soal, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Khabar Akhawat Kana

28. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menentukan kalimat yang mengandung Manshubatul Asma’

29. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Maf’ul Liajlihi

30. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Maf’ul Muthlaq

31. Disajikan teks bahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Maf’ul Fihi

32. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Maf’ul Ma’ah

33. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab pesrta dapat mengkritisi ِ kalimat yang mengandung Munada

34. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Hal

35. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Hal Mufradah

36. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Hal Jumlah Ismiyah

37. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Hal Jumlah Fi’liyah

38. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menilai aspek nahwi suatu kalimat dalam Bahasa Arab

39. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis struktur kalimat dalam bahasa Arab

TEMA ILMU BALAGHAH

40. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menerapkan hakikat ilmu bayan dalam kalimat sempurna.

41. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis hakikat ilmu bayan dalam kalmat sempurna.

42. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis Tasybih Mursal dalam kalimat sempurna.

43. Disajikan teks soal dalam berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis Tasybih Mu’akkad  dalam kalimat sempurna.

44. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis Tasybih Mujmal dalam kalimat sempurna

45. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis Tasybih Mufashal dalam kalimat sempurna.

46. Disajikan teks dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis Tasybih Baligh dalam kalimat sempurna.

47. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Tasybih Maqlub

48. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat menganalisis Tasybih Tamtsil dalam kalimat sempurna.

49. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Tasybih Dhimni

50. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Majaz

51. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Isti’arah Tashrihiyyah

52. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Isti’arah Makniyah

53. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Majaz Mursal

54. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Kinayah.

55. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Kinayah.

56. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis ungkapan yang mengandung ilmu ma'ani

57. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis kalimat yag mengandung khabar.

58. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis macam macam khabar dalam konteks ilmu ma'ani.

59. Disajikan contoh kalimat yang mengandung khobar, peserta dapat menyimpulkan tujuan disampaikannya khabar

60. Disajikan contoh kalimat yang mengandung amr, peserta dapat menganalisis makna balaghi-nya

TEMA KITABAH

61. Disajikan kalimat secara acak, peserta dapat menyusunnya menjadi paragraf.

62. Disajikan contoh adawat alrabth (konjungsi), peserta dapat menerapkannya dalam kalimat dengan tepat.

63. Disajikan beberapa teks bahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan makna kalimat yang sempurna.

64. Disajikan contoh paragraf berbahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan jenis paragraf berdasarkan topiknya.

65. Disajikan contoh paragraf berbahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan jenis paragraf berdasarkan sifat isinya.

66. Disajikan contoh kalimat yang mengandung adawat al-rabth (konjungsi), peserta dapat menganalisis makna yang dikandung adawat al-rabth tersebut.

67. Disajikan contoh paragraf berbahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan paragraf yang memiliki unsur yang lengkap.

68. Disajikan contoh paragraf berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis kalimat dalam paragraf tersebut berdasarkan fungsi-fungsinya

TEMA FIQH LUGHOH DAN ‘ILMU LUGHOH

69. Disajikan deskripsi tentang fiqh lughah dan 'lmu lughah, peserta dapat menganalisis perbedaan antara kedua disiplin ilmu bahasa Arab tersebut.

70. Disajiakan deskripsi tentang 'ilmu lughah, peserta dapat menentukan objek kajian ilmu tersebut.

71. Disajikan deskripsi kasus tentang anak yang terampil berbahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan kasus tersebut ke dalam pemerolehan bahasa.

72. Disajikan deskripsi tentang keistimewaan bahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan keistimewaan bahasa Arab.

TEMA ANALISIS KI KD DAN PERUMUSAN IPK DALAM K13

73. Disajikan deskripsi kompetensi, mahasiswa dapat menganalisis rumusan KI KD dalam kaitan dengan penyusunan IPK

74. Disajikan contoh IPK, mahasiswa dapat menentukan kriteria IPK yang bermuatkan tuntutan pembelajaran abad 21 serta penguatan pendidikan karakter

TEMA KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK BERDASARKAN PERKEMBANGAN INTELEKTUAL, MORAL, EMOSIONAL, DAN SOSIAL

75. Disajikan data dan informasi tentang usia peserta didik kelas antara 7-17 tahun, mahasiswa dapat menentukan model/pendekatan/strategi pembelajaran berdasarkan teori perkembangan intelektual peserta didik

76. Disajikan studi kasus terkait dengan tindak tawuran pelajar, mahasiswa dapat menela'ah perilaku menyimpang peserta didik berdasarkan teori perkembangan moral.

77. Disajikan studi kasus/data atau informasi terkait dengan kehidupan peserta didik di lingkungan dan sekolah/masyarakat, mahasiswa dapat menganalisis perilaku peserta didik berdasarkan teori perkembangan emosional

TEMA TEORI-TEORI BELAJAR

78. Diberikan deskripsi tentang gaya belajar siswa (tanpa menyebut nama gaya belajar) dalam pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan jenis teori belajar behavioristik dalam pembelajaran

79. Diberikan deskripsi tentang gaya belajar siswa (tanpa menyebut nama gaya belajar) dalam pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan jenis teori belajar kognitif dalam pembelajaran.

80. Diberikan deskripsi tentang gaya belajar siswa (tanpa menyebut nama gaya belajar) dalam pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan jenis teori belajar konstruktivistik dalam pembelajaran.

81. Diberikan deskripsi tentang gaya belajar siswa (tanpa menyebut nama gaya belajar) dalam pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan jenis teori belajar humanistik dalam pembelajaran.

82. Diberikan deskripsi tentang gaya belajar siswa (tanpa menyebut nama gaya belajar) dalam pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan jenis teori belajar sosial dalam pembelajaran.

TEMA IPK YANG BERORIENTASI PADA PEMBELAJARAN ABAD 21

83. Diberikan kasus tentang pembelajaran, mahasiswa dapat menilai konstruksi IPK dalam RPP yang berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan kemampuan kolaboratif

TEMA MODEL/PENDEKATAN/STRATEGI PEMBELAJARAN ABAD 21

84. Disajikan informasi tentang kegiatan pembelajaran SKI, mahasiswa dapat menentukan Model/ Pendekatan/ Strategi pembelajaran untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis

85. Disajikan informasi tentang kegiatan pembelajaran SKI, mahasiswa dapat menentukan Model/ Pendekatan/ Strategi pembelajaran untuk pengembangan kemampuan berpikir kreatif

86. Disajikan informasi tentang kegiatan pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan Model/ Pendekatan/ Strategi pembelajaran untuk untuk pengembangan kemampuan berpikir inovatif

TEMA PENDEKATAN TECHONOGICAL, PEDAGOGICAL AND CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21

87. Disajikan kasus pembelajaran, mahasiswa dapat menilai pelaksanaan pembelajaran tersebut apakah telah berorientasi pada pendekatan TPACK

88. Disajikan data dan informasi tentang kemajuan teknologi, mahasiswa dapat menentukan karakteristik guru abad 21

TEMA PENGEMBANGAN MATERI POKOK DAN BAHAN AJAR DALAM KURIKULUM

89. Disajikan beberapa contoh materi pokok dan bahan ajar, mahasiswa dapat menyusun materi ajar berdasarkan struktur pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif

TEMA PENDEKATAN PEMBELAJARAN K13 (K13 REVISI) DAN PERKEMBANGAN ABAD 21

90. Disajikan narasi terkait dengan pembelajaran dan tuntutan keterampilan global sebagai dasar dalam pembuatan RPP, mahasiswa mampu merumuskan langkah langkah penentuan pendekatan pembelajaran yang tepat sesuai dengan tuntutan K13 dan perkembangan abad 21

TEMA STRATEGI PEMBELAJARAN K13 (K13 REVISI) DAN PERKEMBANGAN ABAD 21

91. Disajikan narasi terkait dengan pembelajaran dan tuntutan keterampilan global sebagai dasar dalam pembuatan RPP, mahasiswa mampu merumuskan langkah-langkah penentuan strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan tuntutan K13 dan perkembangan abad  21

TEMA SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

92. Disajikan rumusan KI, KD dan IPK, mahasiswa mampu menentukan sumber belajar konvensional dan berbasis IT yang relevan

TEMA MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

93. Disajikan model pembelajaran, peserta mampu menentukan model yang paling tepat

94. Diuraikan ciri-ciri pembelajaran holistik, peserta didik mampu menganalisis pembelajaran holistik

95. Disajikan konsep pembelajaran kontekstual dan futuristik, peserta didik mampu membedakan konsep keduanya

96. Disajikan RPP yang memanfaatkan teknologi dan media informasi abad 21, peserta mampu menemukan RPP yang paling tepat

TEMA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN PENDEKATAN SAINTIFIK

97. Disajikan narasi pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan unsur unsur pembelajaran berdasarkan saintifik

98. Disajikan deskripsi pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan teknik guru dalam menstimulasi siswa untuk bertanya dalam pembelajaran berdasarkan pendekatan saintifik

99. Diberikan contoh-contoh aktifitas guru di dalam kelas dalam pembelajaran, mahasiswa mampu mengidentifikasi langkah yang tepat dalam pengembangan kemampuan penalaran siswa.

TEMA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN PENDEKATAN TPACK

100. Diberikan contoh-contoh aktifitas guru di dalam kelas dalam pembelajaran, mahasiswa mampu mengidentifikasi langkah yang tepat dalam penerapan TPACK pada pembelajaran

TEMA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN TUNTUTAN  KOMPETENSI ABAD 21

101. Diberikan contoh-contoh aktifitas guru di dalam kelas dalam pembelajaran, mahasiswa mampu mengidentifikasi langkah yang tepat dalam penerapan pembelajaran untuk mencapai abad 21

TEMA KONSEP DASAR PENGUKURAN, PENILAIAN, EVALUASI, DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN

102. Disajikan deskripsi tentang konsep dasar pengukuran, mahasiswa dapat mengambil kesimpulan tentang pengertian, ciri, tujuan, dan manfaat penilaian pembelajaran

103. Disajikan deskripsi tentang konsep dasar pengukuran, mahasiswa dapat mengambil kesimpulan tentang pengertian, ciri, tujuan, dan manfaat evaluasi pembelajaran

TEMA KONSEP DAN PENERAPAN PENILAIAN OTENTIK

104. Disajikan data hasil belajar siswa, mahasiswa dapat menentukan keterhubungan antara objek dan teknik evaluasi pembelajaran

105. Disajikan contoh-contoh soal, mahasiswa dapat menentukan katagori karakteristik soal HOTS

106. Disajikan soal untuk mengukur ranah kognitif, mahasiswa dapat menganalisis soal tersebut berdasarkan standar HOTS

TEMA PENGEMBANGAN DAN PENGOLAHAN TES HASIL BELAJAR

107. Disajikan data soal yang sudah diuji cobakan, mahasiswa dapat menganalisis butir soal untuk menentukan tingkat validitas dan reliabilitas soal.

108. Disajikan data hasil tes, mahasiswa mampu menyimpulkan teknik pengolahan hasil tes menggunakan standar tertentu

109. Disajikan data hasil tes, mahasiswa dapat mengkatagorisasikan jenis penilaian kinerja

TEMA PELAKSANAAN PROGRAM TINDAK LANJUT

110. Disajikan materi tentang Program remedial, mahasiswa dapat menganalisis konsep Program remedial untuk menentukan kuantitas dan kualitas suatu objek dalam pembelajaran

111. Disajikan materi tentang Program Pengayaan, mahasiswa dapat menganalisis konsep Pengolahan hasil penilaian Program Pengayaan unjuk kerja untuk menentukan kuantitas dan kualitas suatu objek dalam pembelajaran

TEMA KONSEP DASAR PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

112. Disajikan deskripsi tentang konsep dasar PTK, mahasiswa dapat mengambil kesimpulan tentang pengertian, ciri, tujuan, dan manfaat PTK

113. Disajikan deskripsi tentang permasalahan pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan rumusan masalah PTK

114. Disajikan deskripsi tentang masalah pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan tindakan solusi yang sesuai dalam PTK

115. Disajikan deskripsi tentang kegiatan PTK, mahasiswa mampu mengidentifikasi langkah-langkah PTK yang sistematik

TEMA PROSEDUR PENYUSUNAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

116. Disajikan deskripsi tentang alur penyusunan proposal PTK, mahasiswa dapat menentukan langkah langkah penyusunan proposal PTK.

117. Disajikan deskripsi tentang kasus pembelajaran sebagai data dan informasi, mahasiswa dapat menentukan teknik pengumpulan data yang tepat dalam PTK.

118. Disajikan deskripsi tentang data dan informasi pembelajaran, mahasiswa dapat mengidentifikasi teknik pengolahan dan analisis data.

TEMA KONSEP DASAR KARYA TULIS ILMIAH (KTI)

119. Disajikan deskripsi tentang konsep dasar KTI, mahasiswa dapat mengambil kesimpulan tentang pengertian, ciri, tujuan, dan manfaat KTI

120. Disajikan deskripsi tentang ragam KTI, mahasiswa mampu menentukan ragam bentuk KTI

Demikian artikel sederhana terkait Kisi-kisi UP PPG Kemenag Mata Pelajaran Bahasa Arab Tahun 2021. Semoga menjadi pencerahan bagi bapak/ibu guru, khususnya yang sedang melaksanakan Program Profesi Guru pada Instansi Kementerian Agama RepublikIndonesia Tahun 2022.

Semoga bermanfaat.

Salam Admin,

MTs Arabic

Monday, December 15, 2025

Capaian Pembelajaran Bahasa Arab Jenjang MTs Sesuai SK Dirjen Pendis Nomor 9941 Tahun 2025

A. Rasionalitas Mata Pelajaran Bahasa Arab

Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat penting untuk dikembangkan, karena selain menjadi bahasa agama, juga berperan sebagai bahasa internasional. Di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, penguasaan bahasa Arab menjadi sebuah kebutuhan sekaligus tuntutan. Perkembangan terkini menunjukkan bahwa jumlah penutur bahasa Arab di dunia terus meningkat secara signifikan, sehingga menjadi salah satu bahasa utama dalam komunikasi global. Kini, bahasa Arab tidak hanya dipelajari  untuk  studi  agama,  tetapi  juga  digunakan  dalam bidang ekonomi, pariwisata, politik, dan keamanan global. Bahkan sejak 18 Desember 1973, bahasa Arab telah ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Arab tidak cukup hanya berfokus pada pemahaman literatur keagamaan, tetapi juga harus diarahkan pada penguasaan bahasa sebagai alat komunikasi, baik lisan maupun tulisan. 

Pembelajaran bahasa Arab di madrasah secara bertahap dan holistik diarahkan untuk menyiapkan murid memiliki kecakapan berbahasa, yaitu: (1) mampu mengekspresikan perasaan, pikiran, dan gagasan secara verbal-komunikatif; (2) mampu menginternalisasi keterampilan berbahasa Arab dengan baik, sehingga murid menjadi terampil menggunakan bahasa Arab dalam berbagai situasi; (3) mampu menggunakan bahasa Arab untuk mempelajari ilmu-ilmu agama, pengetahuan umum, dan kebudayaan; serta (4) mampu mengintegrasikan kemampuan berbahasa Arab dengan perilaku yang tercermin dalam sikap moderat dan berbasis nilai-nilai cinta dalam kehidupan. Adapun  nilai-nilai cinta  dalam pembelajaran bahasa Arab mencakup cinta Allah dan Rasul-Nya dengan menghayati bahasa AlQur’an dan Hadis, cinta ilmu melalui semangat belajar yang berkelanjutan, cinta lingkungan dengan memahami budaya dan kehidupan masyarakat Arab, cinta diri dan sesama manusia melalui penggunaan bahasa yang santun dan empatik, serta cinta tanah air dengan menjadikan bahasa Arab sebagai sarana kontribusi positif di tingkat nasional maupun global.

Pembelajaran bahasa Arab pada jenjang MI/MTs/MA/MAK diharapkan dapat membantu murid berhasil mencapai kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab sebagai bagian dari life skills, yang proses pembelajarannya diberikan komposisi 70 persen dan 30 persen untuk kemampuan lainnya. Pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab ini menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam, pendekatan komunikatif (communicative approach), pendekatan humanistik (humanistic approach), pendekatan leksikal (lexical approach), pendekatan struktual (structural approach), pendekatan berbasis teks (genre-based approach) dan/atau pendekatan pembelajaran bahasa lainnya yang relevan melalui pemanfaatan beragam teks (lisan, tulisan, visual, audio visual), serta mencakup teks multimodal (teks yang mengandung aspek verbal, visual, dan audio).

Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab tidak hanya berfungsi untuk memahami ajaran agama, tetapi juga menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan global. Melalui integrasi nilainilai cinta, pembelajaran ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, moderat, serta memiliki daya saing tinggi. Generasi tersebut bukan hanya terampil berbahasa, tetapi juga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan.

Saturday, December 18, 2021

World Arabic Language Day Tahun 2021 : Bahasa Arab dan Komunikasi Peradaban

Literasi : 

"Sejarah World Arabic Language Day atau Hari Bahasa Arab Sedunia"

Penetapan tanggal 18 Desember sebagai Hari Bahasa Arab Sedunia dicetuskan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 18 Desember 1973. Kemudian, bahasa Arab menjadi bahasa resmi PBB yang ke-6 bersama 5 bahasa lainnya, yakni Inggris, Tionghoa, Prancis, Rusia, dan Spanyol. Penetapan itu hasil inisiatif dua negara anggota UNESCO; Maroko dan Saudi Arabia guna menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi yang digunakan dan diakui oleh dunia internasional.

Bahasa Arab adalah salah satu bahasa di dunia yang paling banyak dipakai dan digunakan oleh lebih dari 400 juta orang setiap hari. Penggunaan bahasa Arab paling banyak ditemui di wilayah Arab. Namun, pada beberapa wilayah tetangga juga banyak yang menggunakan bahasa Arab, seperti Turki, Chad, Mali, Senegal, dan Eritrea.

Penyebaran bahasa tersebut dapat terjadi lantaran bahasa Arab merupakan bahasa yang digunakan di dalam kitab suci Al Quran dan bahasa untuk melantunkan doa dalam agama Islam.

Kemudian, bahasa Arab juga digunakan sebagai bahasa ritual utama pada sejumlah gereja Kristen di wilayah Arab. Selain itu, beberapa gereja Kristen di wilayah Arab juga menyimpan banyak karya keagamaan dan intelektual Yahudi penting semasa Abad Pertengahan.

Dalam lain hal, bahasa arab juga memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam dunia yang penuh dengan keragaman bentuk, gambar, asal-usul, garis, dan kepercayaan. Kemudian, bahasa Arab juga dapat mendalami dunia dengan keterbatasan teknik, puisi, filsafat, dan nyanyian.

Tema Peringatan Hari Bahasa Arab Sedunia 2021

Tema dari Peringatan Bahasa Arab Sedunia 2021 adalah “Bahasa Arab dan Komunikasi Peradaban”.

Tema tersebut merupakan sebuah penegasan bahwa bahasa Arab memiliki peran penting yakni sebagai penghubung manusia dalam kebangkitan budaya, ilmu pengetahuan, sastra dan bidang lainnya. Selain itu, tema Hari Bahasa Arab Sedunia 2021 juga bertujuan untuk melihat peran historis, yakni sebagai bahasa yang menjadi alat pencipta dan transmisi pengetahuan. Kemudian, juga berposisi sebagai sarana untuk mengenalkan dialog dan meletakan dasar perdamaian. Dalam hal ke-Indonesiaan, moderasi beragama adalah kalimat yang tepat yang disandarkan pada Hari Bahasa Arab Sedunia Tahun 2021 ini sebagai washilah toleransi beragama yang dipandang bahwa bahasa Arab hanya digunakan untuk orang Muslim saja. Padahal non-Muslim pun yang hidup di negara Arab ( Timur Tengah ) pun memakai bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi.

Tema yang dibawakan dalam Hari Bahasa Arab Sedunia 2021 memegang peran penting terutama dalam masyarakat masa peningkatan globalisasi, digitalisasi dan multibahasa. Hal tersebut dapat memiliki kesinambungan lantaran adanya perubahan sifat bumi dan kebutuhan yang mendesak untuk mengenalkan dialog antara bangsa dan masyarakat.

Semoga dengan adanya harlah guru bahasa Arab Internasional tahun 2021, semakin membangkitkan semangat para asatidz dalam mengamalkan ilmu bahasa Arab dan sebagai washilah untuk membuka peradaban dunia melalui pembelajaran di madrasahnya masing-masing.

======================

Twibbon World Arabic Language Day Tahun 2021

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh

Yth. Asatidz Bahasa Arab se-Indonesia

Yuk, semarakkan Peringatan Hari Bahasa Arab Internasional Tahun 2021.

Pasang foto asatidz melalui link twibbon di bawah ini yang paling keren, kemudian upload di google foto bersama, dan share di media sosial.

===========================

Link twibbonize:

https://twb.nz/haribahasarab-fmgmp

===========================

Link Arsip Google Foto Hari Guru Bahasa Arab Internasional

Silahkan upload melalui link di bawah ini :

https://photos.app.goo.gl/pRsqqPoayLQ6DQHJ7

===========================

Jangan lupa, sertakan tagar:

#HariBahasaArabSedunia

#HariBahasaArabSedunia2021

#WorldArabicLanguageDay2021

#اليومالعالميللغة_العربية

#FMGMPBahasaArabseIndonesia

#BanggaJadiGuruBahasaArab

Thursday, September 1, 2022

Arsip Soal Olimpiade Bahasa Arab (OBA) Ke-5 Tahun 2022 Jenjang SMP/MTs Sederajat Tingkat Kabupaten/Kota

MTs Arabic - Kegiatan Olimpiade Bahasa Arab (OBA) merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Forum MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Arab se-Indonesia. Olimpiade Bahasa Arab ini diselenggarakan selain sebagai syiar Bahasa Arab di Indonesia, juga bagian dari upaya untuk mempererat ukhuwah islamiyah-wathaniyah, membentuk rasa percaya diri dengan bahasa Arab, menumbuhkan kecintaan dan kebanggan terhadap bahasa Arab dan meningkatkan kemampuan guru dan pelajar bahasa Arab di Indonesia.

Melalui Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ini diharapkan potensi dan bakat pelajar dan guru bahasa Arab di Indonesia dapat dimotivasi dan difasilitasi secara berkala dan terarah sehingga dapat berkembang dengan baik dan terus ditingkatkan secara berkelanjutan.  Amin.

Panduan pelaksanaan Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ini merupakan acuan bagi pengurus Forum MGMP Bahasa Arab se-Indonesia di pusat maupun di daerah, panitia pelaksana, PJ Provinsi, begitu juga untuk pihak sekolah dan madrasah, guru dan pelajar Bahasa Arab di Indonesia yang ingin turut berpartisipasi serta bagi semua pemangku kepentingan dan stakeholder lainnya.

Thursday, August 25, 2022

✔ Arsip Soal Kompetisi Bahasa Arab Nasional (KOMBANAS) Ke-4 Tahun 2021 Jenjang SMP/MTs Sederajat Tingkat Provinsi

MTs Arabic - Kegiatan Kompetisi Bahasa Arab Nasional (KOMBANAS) merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Forum MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Arab se-Indonesia. Kompetisi Bahasa Arab Nasional ini diselenggarakan selain sebagai syiar Bahasa Arab di Indonesia, juga bagian dari upaya untuk mempererat ukhuwah islamiyah-wathaniyah, membentuk rasa percaya diri dengan bahasa Arab, menumbuhkan kecintaan dan kebanggan terhadap bahasa Arab dan meningkatkan kemampuan guru dan pelajar bahasa Arab di Indonesia.

Melalui KOMBANAS ini diharapkan potensi dan bakat pelajar dan guru bahasa Arab di Indonesia dapat dimotivasi dan difasilitasi secara berkala dan terarah sehingga dapat berkembang dengan baik dan terus ditingkatkan secara berkelanjutan.  Amin.

Panduan pelaksanaan KOMBANAS ini merupakan acuan bagi pengurus Forum MGMP Bahasa Arab se-Indonesia di pusat maupun di daerah, panitia pelaksana, PJ Provinsi, begitu juga untuk pihak sekolah dan madrasah, guru dan pelajar Bahasa Arab di Indonesia yang ingin turut berpartisipasi serta bagi semua pemangku kepentingan dan stakeholder lainnya.

Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung kegiatan KOMBANAS selama ini, sehingga Kompetisi Bahasa Arab Nasional tahun 2021 ini adalah untuk penyelenggaraan yang ke-4 kalinnya dan ditengah situasi pandemi covid-19 ini terpaksa kita selenggarakan secara virtual.

Kritik yang membangun dan saran kami harapkan untuk kesempurnaan panduan ini di masa-masa yang akan datang. Semoga pelaksanaan KOMBANAS tahun ini dapat berjalan dengan baik dengan dukungan semua pihak baik yang ada di daerah maupun di tingkat pusat. Amin.

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa Internasional. Satu dari enam bahasa resmi yang digunakan dalam organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Bahasa Arab juga menjadi bahasa resmi lebih dari 20 negara; utamanya di kawasan Timur Tengah. Bahasa Arab dituturkan lebih dari 300 juta penduduk dunia. Bahasa Arab juga menjadi bahasa agama bagi sekitar satu setengah miliyar muslim diseluruh dunia; karena kitab suci umat Islam, Al-Qur’an Al-Karim, diturunkan dalam bahasa Arab. Bahkan beberapa ritual ibadah wajib dilaksanakan dengan bahasa Arab seperti Syahadat dan Sholat. Oleh karena itu bahasa Arab masuk dalam peringkat lima besar bahasa-bahasa di dunia yang paling banyak digunakan; selain bahasa Mandarin (Cina), India, Inggris dan Spanyol.

Masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam. Jumlah orang Indonesia yang memeluk agama Islam mencapai 90 persen lebih. Hanya sekitar sepuluh persen sisanya saja yang beragama non-Islam. Bagi orang Islam bahasa Arab selalu digunakan setiap hari.

Setidaknya ketika membaca kitab suci al-Qur’an dan menunaikan ibadah sholat. Jadi bisa dipastikan orang yang beragama Islam memiliki pengetahuan tentang bahasa Arab. Nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal tulisan Arab dengan baik ratusan tahun lamanya sebelum kolonial Eropa menjajah Indonesia.  Jadi sebelum ejaan latin masuk ke wilayah Nusantara, masyakarat nusantara telah menggunakan bahasa Arab dalam berkomunikasi; setidaknya huruf Arab dalam hal tulis-menulis. Tidak heran banyak karya-karya terdahulu yang ditulis dalam huruf Arab walaupun bahasanya bisa bermacam-macam (Melayu, Sunda, Jawa, Madura, dan sebagainya.)

Tema KOMBANAS ke-4

كيف نكون قدوة بلغة القرآ ن؟

Bagaimana kita dapat menjadi idola (teladan) dengan bahasa Al-Qur’an (Arab)?

Website ini dilindungi oleh :

Followers

Fanspage MTs Arabic

Pengunjung MTs Arabic

Live Pengunjung

Arsip MTs Arabic

Label

AKG Bahasa Arab AKM AKSI Analisis Alokasi Waktu Analisis SKL-KI-KD MTs Arsip ATP Bahasa Arab MTs Arsip Bimtek Arsip Buku Kerja Guru Arsip ITHLA Arsip Kurikulum Arsip Kurikulum Darurat Arsip Literasi Digital MTs Arsip MGMP Arsip P3K Kemenag Arsip Pelatihan Arsip Piagam MTs Arabic Arsip PPG Arsip Rapot Arsip Soal Arsip Soal Google Form Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 9 Arsip Surat Arsip TP Bahasa Arab MTs Arsip Webinar ASAT Asesmen Madrasah Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5 Bab 6 Bahasa Arab Bahasa Arab MTs Buku Bahasa Arab MTs Buku Kerja Guru 1 Buku Kerja Guru 2 Buku Kerja Guru 3 Buku Kerja Guru 4 Buku Pegangan Guru dan Siswa ClassPoint Computational Thinking CP Bahasa Arab MTs CPNS Daftar Hadir Daftar Isi Buku Bahasa Arab MTs Daftar Nilai Daya Serap Siswa Deep Learning Download E-Learning Bahasa Arab MTs E-Modul Bahasa Arab Evaluasi Diri Kerja Guru Fase D Hari Guru Nasional Ikrar Guru Indonesia Ilmu Nahwu Ilmu Sharaf Indikator Soal Bahasa Arab MTs Indonesia Website Awards 2021 Info Madrasah IPK Jadwal Mengajar Guru Jurnal Agenda Guru Kaldik Madrasah KBC Kegiatan Pembelajaran Bahasa Arab Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 KGE KI-KD Bahasa Arab MTs Kisah Cerita Anak Bahasa Arab Kisi-kisi Soal KKM Bahasa Arab MTs KMA 1503 Tahun 2025 KMA 183 Tahun 2019 KMA 347 Tahun 2022 KMA Nomor 1503 Tahun 2025 Kode Etik Guru Kokurikuler Kumpulan Soal Kurikulum Berbasis Cinta Kurikulum Madrasah Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka MTs Literasi MATERI BAB 1 MATERI BAB 2 MATERI BAB 3 MATERI BAB 4 MATERI BAB 5 MATERI BAB 6 Materi Bahasa Arab MTs Media Pembelajaran Metode Pembelajaran Modul 1 Modul 2 Modul 3 Modul 4 Modul 5 Modul 6 Modul Ajar Modul Bahasa Arab Modul Bahasa Arab P3K Modul Pedagogik Modul Pedagogik P3K Modul Profesional PPG Motivasi Nahwu Wadhih Naskah Akademik Olimpiade Bahasa Arab Panduan Kokurikuler Panduan Kurikulum Madrasah Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pelatihan Dugi Academy Pembelajaran Mendalam Pembiasaan Guru Madrasah Penilaian Akhir Semester Penilaian Akhir Semester Kelas 7 Penilaian Akhir Semester Kelas 8 Penilaian Akhir Semester Kelas 9 Penilaian Akhir Tahun Penilaian Harian Penilaian Tengah Semester Perangkat Pembelajaran Perbaikan Soal PPPK Program Semester Program Tahunan Quizizz Regulasi Remedial dan Pengayaan RPP 1 Lembar SEMESTER 1 SEMESTER 2 Silabus Bahasa Arab MTs Soal AKG Soal AKM Bahasa Arab Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 7 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 8 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 9 Tata Tertib Guru Tindak Lanjut Kerja Guru Tujuan Pembelajaran Tutorial Ujian Madrasah Wayground Wayground Arabic Wayground PAI Bahasa Arab