Indonesia Website Awards
Showing posts sorted by date for query belajar b arab. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query belajar b arab. Sort by relevance Show all posts

Saturday, May 30, 2026

Monday, December 15, 2025

Capaian Pembelajaran Bahasa Arab Jenjang MTs Sesuai SK Dirjen Pendis Nomor 9941 Tahun 2025

A. Rasionalitas Mata Pelajaran Bahasa Arab

Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat penting untuk dikembangkan, karena selain menjadi bahasa agama, juga berperan sebagai bahasa internasional. Di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, penguasaan bahasa Arab menjadi sebuah kebutuhan sekaligus tuntutan. Perkembangan terkini menunjukkan bahwa jumlah penutur bahasa Arab di dunia terus meningkat secara signifikan, sehingga menjadi salah satu bahasa utama dalam komunikasi global. Kini, bahasa Arab tidak hanya dipelajari  untuk  studi  agama,  tetapi  juga  digunakan  dalam bidang ekonomi, pariwisata, politik, dan keamanan global. Bahkan sejak 18 Desember 1973, bahasa Arab telah ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Arab tidak cukup hanya berfokus pada pemahaman literatur keagamaan, tetapi juga harus diarahkan pada penguasaan bahasa sebagai alat komunikasi, baik lisan maupun tulisan. 

Pembelajaran bahasa Arab di madrasah secara bertahap dan holistik diarahkan untuk menyiapkan murid memiliki kecakapan berbahasa, yaitu: (1) mampu mengekspresikan perasaan, pikiran, dan gagasan secara verbal-komunikatif; (2) mampu menginternalisasi keterampilan berbahasa Arab dengan baik, sehingga murid menjadi terampil menggunakan bahasa Arab dalam berbagai situasi; (3) mampu menggunakan bahasa Arab untuk mempelajari ilmu-ilmu agama, pengetahuan umum, dan kebudayaan; serta (4) mampu mengintegrasikan kemampuan berbahasa Arab dengan perilaku yang tercermin dalam sikap moderat dan berbasis nilai-nilai cinta dalam kehidupan. Adapun  nilai-nilai cinta  dalam pembelajaran bahasa Arab mencakup cinta Allah dan Rasul-Nya dengan menghayati bahasa AlQur’an dan Hadis, cinta ilmu melalui semangat belajar yang berkelanjutan, cinta lingkungan dengan memahami budaya dan kehidupan masyarakat Arab, cinta diri dan sesama manusia melalui penggunaan bahasa yang santun dan empatik, serta cinta tanah air dengan menjadikan bahasa Arab sebagai sarana kontribusi positif di tingkat nasional maupun global.

Pembelajaran bahasa Arab pada jenjang MI/MTs/MA/MAK diharapkan dapat membantu murid berhasil mencapai kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab sebagai bagian dari life skills, yang proses pembelajarannya diberikan komposisi 70 persen dan 30 persen untuk kemampuan lainnya. Pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab ini menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam, pendekatan komunikatif (communicative approach), pendekatan humanistik (humanistic approach), pendekatan leksikal (lexical approach), pendekatan struktual (structural approach), pendekatan berbasis teks (genre-based approach) dan/atau pendekatan pembelajaran bahasa lainnya yang relevan melalui pemanfaatan beragam teks (lisan, tulisan, visual, audio visual), serta mencakup teks multimodal (teks yang mengandung aspek verbal, visual, dan audio).

Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab tidak hanya berfungsi untuk memahami ajaran agama, tetapi juga menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan global. Melalui integrasi nilainilai cinta, pembelajaran ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, moderat, serta memiliki daya saing tinggi. Generasi tersebut bukan hanya terampil berbahasa, tetapi juga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan.

Saturday, November 29, 2025

Panduan Pembelajaran dan Asesmen di Madrasah Tahun 2025

MTs Arabic - Panduan Pembelajaran dan Asesmen merupakan dokumen penting dalam implementasi kurikulum madrasah. Dokumen ini mengadaptasi Panduan Pembelajaran dan Asesmen yang diterbitkan oleh Kemendikdasmen, kemudian disesuaikan dengan kekhasan pendidikan madrasah.

Panduan ini memuat prinsip, strategi, serta berbagai contoh yang dapat digunakan oleh guru dan madrasah dalam merancang, melaksanakan, mengevaluasi, hingga melakukan asesmen pembelajaran.

Fokus Panduan Pembelajaran dan Asesmen

  • Pembelajaran: meliputi proses merumuskan capaian pembelajaran menjadi tujuan pembelajaran, sekaligus strategi untuk mencapainya.

  • Asesmen: merupakan proses menemukan bukti ketercapaian tujuan pembelajaran dari aktivitas belajar yang berlangsung.

Keduanya dipandang sebagai satu kesatuan siklus. Asesmen formatif diutamakan karena memberikan gambaran perkembangan kompetensi murid sekaligus umpan balik bagi guru untuk merancang pembelajaran berikutnya agar lebih efektif.

Peran Capaian Pembelajaran

Pemerintah telah menetapkan capaian pembelajaran sebagai dasar pengembangan rancangan pembelajaran pada kegiatan intrakurikuler. Panduan ini memfasilitasi guru dalam:

  • menganalisis capaian pembelajaran,

  • memetakan materi dan dimensi Profil Pelajar Pancasila,

  • menyusun tujuan pembelajaran beserta alurnya,

  • merancang rencana pembelajaran,

  • merencanakan dan melaksanakan asesmen secara menyeluruh.

Panduan ini berfokus pada pembelajaran dan asesmen intrakurikuler, sementara panduan pembelajaran kokurikuler disediakan pada dokumen terpisah.


B. Sasaran Pengguna

Panduan Pembelajaran dan Asesmen digunakan oleh berbagai pihak di lingkungan madrasah, yaitu:

1. Pendidik

Menjadi acuan utama guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran di kelas.

2. Kepala Madrasah

Berfungsi sebagai rujukan untuk menjalankan peran sebagai instructional leader. Kepala madrasah diharapkan mampu membangun budaya kolaboratif dan inovatif bagi pendidik sehingga perbaikan pembelajaran dapat berlangsung secara berkelanjutan.

3. Pengawas Madrasah

Panduan ini mendukung pengawas dalam membimbing kepala madrasah dan guru, melakukan refleksi proses pembelajaran, serta berbagi praktik baik dari madrasah lain. Pengawas dapat menjadi pendamping saat muncul tantangan atau kebutuhan konsultasi.

4. Komunitas Belajar

Panduan ini dapat dimanfaatkan dalam forum diskusi seperti KKG, MGMP, maupun komunitas belajar lainnya untuk memunculkan ide-ide inovatif dalam pembelajaran dan asesmen.


C. Cara Menggunakan Panduan

Madrasah dan pendidik memiliki fleksibilitas untuk mengembangkan pembelajaran, perangkat ajar, serta asesmen sesuai karakteristik murid. Setiap guru dapat menentukan teknik, bentuk instrumen, serta waktu pelaksanaan asesmen berdasarkan tujuan pembelajaran.

Dalam penerapannya, panduan ini harus memperhatikan berbagai regulasi resmi yang berlaku, antara lain:

Daftar Regulasi yang Menjadi Rujukan Resmi

  1. Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah.

  2. Keputusan Mendikbudristek Nomor 13 Tahun 2025 tentang Kurikulum PAUD hingga Pendidikan Menengah.

  3. Keputusan Menteri Agama Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada RA, MI, MTs, MA, dan MAK.

  4. Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Kompetensi dan Tema Projek Profil Pelajar Pancasila.

  5. Keputusan Kepala BSKAP 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka.

  6. Keputusan Dirjen Pendis Nomor … Tahun 2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah. (menunggu regulasi)

  7. Panduan Pembelajaran dan Asesmen PAUD–Menengah Edisi Revisi 2025.

  8. Keputusan Dirjen Pendis Nomor 4553 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Holistik Integratif pada RA.

Panduan ini memastikan bahwa proses perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran di madrasah tetap selaras dengan kebijakan nasional dan kebutuhan khas pendidikan Islam.


Kesimpulan

Panduan Pembelajaran dan Asesmen Madrasah 2025 hadir sebagai rujukan penting bagi guru, kepala madrasah, pengawas, dan komunitas belajar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan memadukan capaian pembelajaran, asesmen formatif, serta fleksibilitas kurikulum, madrasah dapat menyelenggarakan proses pembelajaran yang lebih adaptif, efektif, dan berorientasi pada perkembangan kompetensi murid.

Selengkapnya tentang Panduan Pembelajaran dan Asesmen di Madrasah Tahun 2025 silakan unduh di bawah ini:

UNDUH FILE

Monday, August 25, 2025

Pelatihan Optimalisasi Fitur Wayground untuk Pembelajaran PAI & Bahasa Arab

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan wawasan para guru PAI & Bahasa Arab di Indonesia dalam memanfaatkan media pembelajaran digital, ikutilah kegiatan Pelatihan Bersertifikat 32 JP yang diperuntukkan bagi guru PAI dan Bahasa Arab di madrasah/sekolah.

Pelatihan Optimalisasi Fitur Wayground untuk Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab adalah program yang dirancang untuk membekali guru dan praktisi pendidikan dengan keterampilan dalam memaksimalkan pemanfaatan platform Wayground. Platform ini memiliki berbagai fitur unggulan yang sangat mendukung proses belajar-mengajar, seperti Asesemen (evaluasi berbasis digital), Presentasi (bahan ajar interaktif), Bacaan (materi pendukung), Video (media audio-visual), serta Kartu Flash (media hafalan kosakata/konsep). Seluruh fitur ini dapat diintegrasikan secara kreatif untuk meningkatkan efektivitas dan daya tarik pembelajaran, khususnya pada pembelajaran PAI & Bahasa Arab.

Friday, July 26, 2024

E-Modul Bahasa Arab Kurikulum Merdeka Fase D

E-MODUL BAHASA ARAB KURIKULUM MERDEKA FASE D

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, Kurikulum Merdeka menjadi salah satu inisiatif utama yang diluncurkan pemerintah untuk memberikan fleksibilitas dalam proses belajar mengajar. Salah satu elemen penting dari kurikulum ini adalah inovasi e-modul Bahasa Arab Kurikulum Merdeka Fase D. Artikel ini akan membahas pengenalan e-modul yang nantinya dapat diakses oleh guru bahasa Arab di madrasah, khususnya yang mengajar pada Fase D dan digunakan sebagai arsip kelengkapan administrasi guru, juga untuk meningkatkan kompetensi profesional seorang guru Bahasa Arab.

E-modul Bahasa Arab Kurikulum Merdeka Fase D adalah sekumpulan arsip pembelajaran digital bagi guru di madrasah yang dirancang khusus untuk mendukung pengajaran Bahasa Arab, khususnya di Madrasah Tsanawiyah.

Saturday, June 1, 2024

Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2024-2025

MTs Arabic - Seiring akan berakhirnya proses akademik di tahun pelajaran 2023-2024, Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan mengeluarkan surat edaran nomor B-540.5/DJ.I/Dt.I.I./PP.00/05/2024 perihal Pedoman Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2024-2025.

Kalender pendidikan tersebut seperti biasa terbagi menjadi 2 semester yaitu semester ganjil dan semester genap yang terdiri dari, diantaranya, hari efektif yang menjadi pedoman pembuatan perangkat pembelajaran bagi guru di madrasah seperti, silabus, RPP, analisis alokasi waktu.

Contoh Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab MTs dapat dilihat di bawah ini:

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab MTs Kelas 7

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab MTs Kelas 8

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab MTs Kelas 9

Adapun rincian singkat hari efektif dan hari libur yang ada dalam kalender pendidikan tahun pelajaran 2024-2025 ini adalah sebagai berikut.

Pada semester gasal, terdapat beberapa kegiatan penting yang harus diperhatikan. Awal masuk sekolah dimulai pada 15 Juli 2024 yang menandai permulaan tahun ajaran baru. Selanjutnya, terdapat kegiatan MATSAMA (Masa Ta'aruf Siswa Madrasah) yang berlangsung dari 15 hingga 20 Juli 2024. Kegiatan ini penting untuk mengenalkan siswa baru dengan lingkungan madrasah dan budaya belajar yang ada.

Tanggal 17 Agustus 2024 akan diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, yang merupakan hari libur nasional. Selain itu, pada 16 September 2024, madrasah akan memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw., sebuah perayaan penting dalam kalender Islam.

Penilaian Akhir Semester Gasal akan dilakukan dalam rentang waktu 18 November hingga 07 Desember 2024. Penyerahan Laporan Hasil Belajar Semester Gasal akan dilaksanakan pada 20 atau 21 Desember 2024, diikuti dengan libur pembelajaran mulai 23 hingga 31 Desember 2024.

Rincian Hari Efektif dan Hari Libur Semester Ganjil

15 Juli 2024 - Awal Masuk/Pemulaan Tahun Ajaran 2024/2025

15 - 20 Juli 2024 - Rentang Waktu MATSAMA

17 Agustus 2024 - HUT Kemerdekaan RI

16 September 2024 - Maulid Nabi Muhammad Saw.

18 Nov - 07 Des 2024 - Rentang Penilaian Akhir Semester Gasal/Asesmen Sumatif

20 atau 21 Desember 2024 - Penyerahan Laporan Hasil Belajar Semester Gasal

25 Desember 2024 - Hari Raya Natal

23 - 31 Desember 2024 - Libur Pembelajaran Semester Gasal

Tuesday, February 6, 2024

Kisi-kisi Soal Asesmen Madrasah Mapel Bahasa Arab MTs Tahun Pelajaran 2023-2024 - Kurikulum Merdeka

MTs Arabic - Dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan asesmen sumatif pada akhir jenjang pendidikan di madrasah dalam bentuk Asesmen Madrasah (AM) Tahun Pelajaran 2023/2024, Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI telah menyiapkan kisi-kisi asesmen madrasah khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Kisi-kisi tersebut terlampir dalam surat edaran dengan nomor B-91.6/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/02/2024 tertanggal 1 Februari 2024, berisi tentang Kisi-kisi Asesmen Madrasah Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab Tahun Pelajaran 2023/2024.

I. Pengertian

Proses pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan asesmen/ penilaian, sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.

Kegiatan asesmen pembelajaran di madrasah meliputi; 1) Asesmen formatif yaitu asesmen/penilaian yang dilakukan untuk melihat perkembangan dan kemajuan keberhasilan proses pembelajaran; 2) Asesmen sumatif yaitu asesmen/penilaian hasil belajar untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik. Asesmen sumatif dapat dilakukan pada akhir pembelaran dalam kurun waktu tertentu, semester dan/atau pada akhir jenjang pendidikan. Asemen sumatif yang dilakukan pada akhir jenjang pendidikan madrasah disebut Asesmen Madrasah (AM). Asesmen Madrasah adalah asesmen sumatif yang diselenggarakan pada akhir jenjang pendidikan madrasah untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik sesuai Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan.

Asesmen Madrasah (AM) meliputi seluruh mata pelajaran yang diajarkan pada kelas akhir pada satuan pendidikan, baik kelompok mata pelajaran wajib maupun muatan lokal. Asesmen Madrasah (AM) diikuti oleh peserta didik pada akhir jenjang pendidikan pada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) sebagai salah satu persyaratan untuk penentuan kelulusan. Hal tersebut menegaskan bahwa pemerintah memberi wewenang penuh kepada satuan pendidikan untuk menyelenggarakan asesmen pada akhir jenjang pendidikan untuk mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan bagi peserta didiknya.

Dalam rangka standarisasi penyelenggaraan Asesmen Madrasah (AM), maka Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyelenggaraan Asesmen Madrasah sebagai panduan bagi Guru, Kepala, Pengawas Madrasah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyelenggarakan Asesmen Madrasah.

Akhir dari proses pembelajaran adalah penilaian hasil belajar. Penilaian hasil belajar merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan data/informasi untuk mengukur capaian hasil belajar peserta didik terhadap Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan. Kegiatan penilaian hasil belajar di madrasah meliputi;

1) Penilaian harian (PH) / Asesmen Formatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih;

2) Penilaian Akhir Semester (PAS) / Asesmen Sumatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir semester ganjil;

3) Penilaian Akhir Tahun (PAT) / Asesmen Sumatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap; dan

4) Asesmen Madrasah (AM) yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir jenjang pendidikan.

Adapun dalam artikel ini, admin coba bagikan kisi-kisi Asesmen Madrasah Mapel Bahasa Arab khusus untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah dan bagi madrasah yang menerapkan Kurikulum Merdeka.

Kisi-kisi Soal Asesmen Madrasah Mapel Bahasa Arab MTs Tahun Pelajaran 2023-2024 - KMA 183 Tahun 2019

MTs Arabic - Dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan asesmen sumatif pada akhir jenjang pendidikan di madrasah dalam bentuk Asesmen Madrasah (AM) Tahun Pelajaran 2023/2024, Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI telah menyiapkan kisi-kisi asesmen madrasah khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Kisi-kisi tersebut terlampir dalam surat edaran dengan nomor B-91.6/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/02/2024 tertanggal 1 Februari 2024, berisi tentang Kisi-kisi Asesmen Madrasah Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab Tahun Pelajaran 2023/2024.

I. Pengertian

Proses pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan asesmen/ penilaian, sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.

Kegiatan asesmen pembelajaran di madrasah meliputi; 1) Asesmen formatif yaitu asesmen/penilaian yang dilakukan untuk melihat perkembangan dan kemajuan keberhasilan proses pembelajaran; 2) Asesmen sumatif yaitu asesmen/penilaian hasil belajar untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik. Asesmen sumatif dapat dilakukan pada akhir pembelaran dalam kurun waktu tertentu, semester dan/atau pada akhir jenjang pendidikan. Asemen sumatif yang dilakukan pada akhir jenjang pendidikan madrasah disebut Asesmen Madrasah (AM). Asesmen Madrasah adalah asesmen sumatif yang diselenggarakan pada akhir jenjang pendidikan madrasah untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik sesuai Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan.

Asesmen Madrasah (AM) meliputi seluruh mata pelajaran yang diajarkan pada kelas akhir pada satuan pendidikan, baik kelompok mata pelajaran wajib maupun muatan lokal. Asesmen Madrasah (AM) diikuti oleh peserta didik pada akhir jenjang pendidikan pada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) sebagai salah satu persyaratan untuk penentuan kelulusan. Hal tersebut menegaskan bahwa pemerintah memberi wewenang penuh kepada satuan pendidikan untuk menyelenggarakan asesmen pada akhir jenjang pendidikan untuk mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan bagi peserta didiknya.

Dalam rangka standarisasi penyelenggaraan Asesmen Madrasah (AM), maka Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyelenggaraan Asesmen Madrasah sebagai panduan bagi Guru, Kepala, Pengawas Madrasah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyelenggarakan Asesmen Madrasah.

Akhir dari proses pembelajaran adalah penilaian hasil belajar. Penilaian hasil belajar merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan data/informasi untuk mengukur capaian hasil belajar peserta didik terhadap Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan. Kegiatan penilaian hasil belajar di madrasah meliputi;

1) Penilaian harian (PH) / Asesmen Formatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih;

2) Penilaian Akhir Semester (PAS) / Asesmen Sumatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir semester ganjil;

3) Penilaian Akhir Tahun (PAT) / Asesmen Sumatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap; dan

4) Asesmen Madrasah (AM) yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir jenjang pendidikan.

Adapun dalam artikel ini, admin coba bagikan kisi-kisi Asesmen Madrasah Mapel Bahasa Arab khusus untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah dan bagi madrasah yang menerapkan Kurikulum 2013 (KMA 183 Tahun 2019).

Tuesday, February 21, 2023

Kisi-kisi Soal Asesmen Madrasah Mapel Bahasa Arab MTs Tahun Pelajaran 2022-2023

MTs Arabic - Dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan asesmen sumatif pada akhir jenjang pendidikan di madrasah dalam bentuk Asesmen Madrasah (AM) Tahun Pelajaran 2022/2023, Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI telah menyiapkan kisi-kisi asesmen madrasah khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Kisi-kisi tersebut terlampir dalam surat edaran dengan nomor B-756/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/02/2023 tertanggal 16 Februari 2023, berisi tentang Kisi-kisi Asesmen Madrasah Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab Tahun Pelajaran 2022/2023.

I. Pengertian

Proses pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan asesmen/ penilaian, sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.

Kegiatan asesmen pembelajaran di madrasah meliputi; 1) Asesmen formatif yaitu asesmen/penilaian yang dilakukan untuk melihat perkembangan dan kemajuan keberhasilan proses pembelajaran; 2) Asesmen sumatif yaitu asesmen/penilaian hasil belajar untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik. Asesmen sumatif dapat dilakukan pada akhir pembelaran dalam kurun waktu tertentu, semester dan/atau pada akhir jenjang pendidikan. Asemen sumatif yang dilakukan pada akhir jenjang pendidikan madrasah disebut Asesmen Madrasah (AM). Asesmen Madrasah adalah asesmen sumatif yang diselenggarakan pada akhir jenjang pendidikan madrasah untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik sesuai Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan.

Asesmen Madrasah (AM) meliputi seluruh mata pelajaran yang diajarkan pada kelas akhir pada satuan pendidikan, baik kelompok mata pelajaran wajib maupun muatan lokal. Asesmen Madrasah (AM) diikuti oleh peserta didik pada akhir jenjang pendidikan pada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) sebagai salah satu persyaratan untuk penentuan kelulusan. Hal tersebut menegaskan bahwa pemerintah memberi wewenang penuh kepada satuan pendidikan untuk menyelenggarakan asesmen pada akhir jenjang pendidikan untuk mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan bagi peserta didiknya.

Dalam rangka standarisasi penyelenggaraan Asesmen Madrasah (AM), maka Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyelenggaraan Asesmen Madrasah sebagai panduan bagi Guru, Kepala, Pengawas Madrasah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyelenggarakan Asesmen Madrasah.

Akhir dari proses pembelajaran adalah penilaian hasil belajar. Penilaian hasil belajar merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan data/informasi untuk mengukur capaian hasil belajar peserta didik terhadap Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan. Kegiatan penilaian hasil belajar di madrasah meliputi;

1) Penilaian harian (PH) / Asesmen Formatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih;

2) Penilaian Akhir Semester (PAS) / Asesmen Sumatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir semester ganjil;

3) Penilaian Akhir Tahun (PAT) / Asesmen Sumatif yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap; dan

4) Asesmen Madrasah (AM) yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir jenjang pendidikan.

Dalam rangka mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan madrasah, perlu diselenggarakan asesmen pada akhir jenjang pendidikan dalam bentuk Asesmen Madrasah, terbitlah Surat Keputusan Nomor 901 Tahun 2023 tentang Standar Operasional Prosedur Penyelenggaraan Asesmen Madrasah Tahun Pelajaran 2022/2023. Baca selanjutnya di bawah ini :

Surat Keputusan Nomor 901 Tahun 2023 tentang Standar Operasional Prosedur Penyelenggaraan Asesmen Madrasah Tahun Pelajaran 2022/2023

Adapun dalam artikel ini, admin akan share kisi-kisi Asesmen Madrasah Mapel Bahasa Arab khusus untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah. Kisi-kisi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Secara umum, berikut diantara perbedannya :

1. Jumlah kisi-kisi soal

Kisi-kisi soal asesmen madrasah tahun ini terdiri dari 34 butir, berbeda dengan tahun sebelumnya (2021-2022) terdiri dari 45 butir.

2. Tampilan format tabel kisi-kisi

Tampilan format tabel kisi-kisi tahun ini (2022-2023) ini sama dengan format tabel kisi-kisi tahun sebelumnya (2021-2022) yaitu terdiri dari 4 poin :

1. Nomor

2. Kompetensi Dasar

3. Materi Esensial

4. Indikator

- Materi Esensial adalah Materi Pokok yang diajarkan setiap jenjangnya

- Indikator Ujian adalah Indikator Pencapaian Kompetensi, uraian dari Materi Esensial

Lalu indikator soal dan level kognitifnya kemana? Itulah yang mungkin jadi tambahan PR bagi guru para penyusun soal nantinya.

Pada dasarnya, kisi-kisi tersebut memang bersumber dari materi-materi dari kelas 7 sampai kelas 9, hanya saja, format kisi-kisi soal yang disediakan oleh Tim Penyusun Kisi-kisi dari pusat berbeda, guru pun mempunya 2 opsi untuk mengolah kisi-kisi tersebut:

1) Menggunakan format terbaru dari pusat;

2) Menganalisa kembali dan menambah poin-poin seperti format tahun lalu.

Pada intinya kembali ke kebutuhan.

II. Analisa Kisi-Kisi Asesmen Madrasah Mapel Bahasa Arab MTs Tahun Pelajaran 2022-2023

Sebelum mendownload kisi-kisi, berikut hasil analisa admin MTs Arabic terkait indikator ujian/IPK yang tercantum dalam kisi-kisi Asesmen Madrasah Mapel Bahasa Arab MTs Tahun Pelajaran 2022-2023:

A. Kompetensi Dasar

Materi Kelas 7 :

Bab 1 - التعارف - KD 3.2 terdiri dari 1 indikator ujian

Bab 2 - المرافق المدرسية KD 3.4 terdiri dari 1 indikator ujian

Bab 3 - الأدوات المدرسية KD 3.6 terdiri dari 1 indikator soal

Bab 4 - العنوان KD 3.8 terdiri dari 1 indikator soal

Bab 5 - البيت KD 3.10 terdiri dari 1 indikator soal

Bab 6 - من يوميات الأسرة KD 3.12 terdiri dari 2 indikator soal

Tuesday, November 1, 2022

Contoh Modul Ajar Bahasa Arab Jenjang Madrasah Tsanawiyah Kurikulum Merdeka

MTs Arabic - Diantara panduan Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah yang diluncurkan oleh Kementerian Agama RI yaitu Panduan Pengembangan dan Contoh Modul Ajar Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab. Berikut ringkasan materi yang admin rangkum dari pelatihan kurikulum merdeka melalui LMS Pintar Kemenag. Sekaligus lampiran Contoh Modul Ajar Bahasa Arab Jenjang Madrasah Tsanawiyah Kurikulum Merdeka.

A. Pengertian

Modul ajar merupakan salah satu perangkat ajar. Sama seperti RPP yang memuat rencana  pembelajaran di kelas. Namun memiliki komponen yang lebih lengkap.

Modul ajar sekurang-kurangnya berisi tujuan, langkah, media pembelajaran, asesmen, serta informasi  dan referensi belajar lainnya yang dibutuhkan dalam satu unit atau topik berdasarkan alur tujuan  pembelajaran yang dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran.

B. Konsep Modul Ajar

1. Modul ajar adalah sejumlah alat atau sarana media,  metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara  sistematis dan menarik agar poses kegiatan pembelajaan  berjalan dengan baik.

2. Modul ajar merupakan implementasi dari Alur Tujuan  Pembelajaran yang dikembangkan dari Capaian  Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila dan Profil  Pelajar Rahmatan Lil Alamin sebagai sasaran.

3. Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap  perkembangan peserta didik, mempertimbangkan apa yang  akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan berbasis  perkembangan jangka panjang.

4. Guru perlu memahami konsep mengenai modul ajar agar  proses pembelajaran lebih menarik dan bermakna.

C. Tujuan Modul Ajar

1. Mengembangkan perangkat ajar yang memandu guru  melaksanakan pembelajaran;

2. Mempermudah, memperlancar, dan meningkatkan kualitas  pembelajaran;

3. Menjadi rujukan bagi guru dalam melaksanakan kegiatan  pembelajaran;

4. Menjadi kerangka kerja yang menggambarkan prosedur  dan pengorganisasian pembelajaran sesuai capaian  pembelajaran.

Adapun guru memiliki keleluasaan  untuk:

1. Memilih atau memodifikasi modul  ajar yang sudah disediakan  pemerintah untuk menyesuaikan  modul ajar dengan karakteristik  peserta didik, atau

2. Menyusun dan mengembangkan  sendiri modul ajar sesuai dengan  karakteristik peserta didik.

D. Prinsip-Prinsip Penyusunan Modul Ajar

Penyusunan Modul Ajar harus memperhatian beberapa hal antara lain:

1. Karakteristik, kompetensi dan minat peserta didik di setiap fase.

2. Perbedaan tingkat pemahaman, dan variasi jarak (gap) antar  tingkat kompetensi yang bisa terjadi di setiap fase

3. Melihat dari sudut pandang pelajar, bahwa setiap peserta didik  itu unik.

4. Bahwa belajar harus berimbang antara intelektual, sosial, dan  personal dan semua hal tersebut adalah penting dan saling  berhubungan.

5. Tingkat kematangan setiap peserta didik tergantung dari tahap  perkembangan yang dilalui oleh seorang peserta didik, dan merupakan  dampak dari pengalaman sebelumnya.

E. Kriteria dalam Penyusunan Modul Ajar

Dalam penyusunan modul ajar juga perlu memperhatikan kriteria berikut, agar modul ajar sesuai standar :

1. Esensial

Pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran melalui pengalaman  belajar dan lintas disiplin

2. Menarik, Bermakna,  dan Menantang

Menumbuhkan minat untuk belajar dan melibatkan peserta didik secara  aktif dalam proses belajar, berhubungan dengan pengetahuan dan  pengalaman yang dimiliki sebelumnya, sehingga tidak terlalu kompleks,  namun juga tidak terlalu mudah untuk tahap usianya.

3. Relevan dan konseptual

Berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki  sebelumnya, dan sesuai dengan konteks di waktu dan tempat peserta  didik berada.

4. Berkesinambungan

Keterkaitan alur kegiatan pembelajaran sesuai dengan fase belajar  peserta didik.

F. Komponen Penyusunan dan Pengembangan Modul Ajar

1.  Komponen modul ajar dalam panduan dibutuhkan untuk kelengkapan persiapan pembelajaran.

2. Komponen modul ajar bisa ditambahkan sesuai dengan mata pelajaran dan kebutuhan.

3. Tidak semua komponen wajib tercantum dalam modul ajar yang dikembangkan oleh guru. Guru  satuan pendidikan diberi kebebasan untuk mengembangkan komponen dalam modul ajar  sesuai  dengan konteks lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik.

Adapun koomponen dalam modul ajar pada kurikulum merdeka khususnya di madrasah adalah sebagai berikut :

A. INFORMASI UMUM

1. Identitas penulis modul

Informasi tentang modul ajar yang dikembangkan terdiri dari:

• Nama penyusun, institusi, dan tahun disusunnya Modul Ajar.

• Jenjang madrasah/sekolah (MI/MTs/MA/MAK)

• Kelas

• Alokasi waktu (penentuan alokasi waktu yang digunakan adalah alokasi  waktu sesuai dengan jam pelajaran yang berlaku di unit kerja masing-  masing)

2. Kompetensi awal

Kompetensi awal adalah pengetahuan dan/atau keterampilan yang sudah  dimiliki siswa sebelum mempelajari topik tertentu (hasil asesmen awal).

Kompetensi awal merupakan ukuran seberapa dalam modul ajar dirancang.

3. Profil Pelajar Pancasila dan  profil Pelajar Rahmatan Lil  Alamin

Merupakan tujuan akhir dari suatu kegiatan pembelajaran yang berkaitan erat dengan  pembentukan karakter peserta didik. Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan Lil  Alamin dapat tercermin dalam konten dan/atau metode pembelajaran.

Di dalam modul pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil  Alamin tidak perlu dicantumkan seluruhnya, namun guru dapat memilih Profil Pelajar  Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran dalam modul ajar.

Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin saling berkaitan  dan terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran melalui (terlihat dengan jelas di dalam):  materi/isi pelajaran, pedagogi, dan/atau kegiatan projek atau asesmen.

Setiap modul ajar memuat satu atau beberapa unsur dimensi Profil Pelajar Pancasila  dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin yang telah ditetapkan.

Proyek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.

Proyek penguatan profil pelajar Pancasila dapat dirancang secara  terpisah atau terpadu dengan pembelajaran intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran proyek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Namun demikian bila berdasarkan efektivitas capaian pembelajaran yang dibutuhkan oleh siswa perlu dilakukan integrasi, maka madrasah dapat melakukan secara terpadu Proyek penguatan profil pelajar Pancasila dengan pembelajaran intrakurikuler. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan proyek penguatan profil pelajar Pancasila.

Proyek penguatan profil pelajar rahmatan lil ‘alamiin merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar rahmatan lil ‘alamiin yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Proyek penguatan profil pelajar Rahmatan lil alamiin beriringan dan dapat disatukan dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar rahmatan lil ‘alamiin dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.   Proyek penguatan profil pelajar rahmatan lil alamin dirancang terpisah dari intrakurikuler. Namun demikian bila berdasarkan efektivitas capaian pembelajaran yang dibutuhkan oleh siswa perlu dilakukan integrasi, maka madrasah dapat melakukan secara terpadu Proyek penguatan profil pelajar rahmatan lil ‘alamiin dengan pembelajaran intrakurikuler.  Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan proyek penguatan profil pelajar Pancasila.

Proyek penguatan profil pelajar Pancasila pada MI, MTs, MA, MAK mengambil alokasi waktu 20-30% (dua puluh sampai dengan tiga puluh persen) dari total jam pelajaran selama 1 (satu) tahun.  Alokasi waktu untuk setiap proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak harus sama. Satu proyek dapat dilakukan dengan durasi waktu yang lebih panjang daripada proyek yang lain. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, proyek dapat dilaksanakan secara terpisah atau terpadu dengan pembelajaran berbasis proyek lainnya. Pelaksanaan masing-masing proyek tidak harus sama waktunya.

Pemerintah menetapkan tema-tema utama untuk dirumuskan menjadi topik oleh satuan pendidikan sesuai dengan konteks wilayah serta karakteristik peserta didik. Tema-tema utama proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang dapat dipilih oleh satuan pendidikan sebagai berikut:

1. Hidup Berkelanjutan   

Peserta didik menyadari adanya generasi masa lalu dan masa yang akan datang, dampak aktivitas manusia baik jangka pendek maupun panjang terhadap kelangsungan kehidupan. Peserta didik membangun kesadaran untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan, mempelajari potensi krisis keberlanjutan yang terjadi di sekitarnya, serta mengembangkan kesiapan untuk menghadapi dan memitigasinya. Mereka memerankan diri sebagai khalifah di bumi yang berkewajikan menjaga kelestarian bumi untuk kehidupan umat manusia dan generasi penerus.

2. Kearifan Lokal 

Peserta didik memahami keragaman tradisi, budaya dan kearifan lokal yang beragam yang menjadi kekayaan budaya bangsa. Peserta didik membangun rasa ingin tahu melaui pendekatan inkuiri dan eksplorasi budaya dan kearifan lokal serta beperan untuk menjaga kelestariaannya. Peserta didik mempelajari bagaimana dan mengapa masyarakat lokal/daerah berkembang seperti yang ada, mempelajrai konsep dan nilai di balik kesenian dan tradisi lokal kemudian merefleksikan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupannya. 

3. Bhinneka Tunggal Ika

Peserta didik memahami perbedaan suku, ras, agama dan budaya di Indonesia sebagai sebuah keniscayaan. Setiap peserta didik menerima keragaman sebagai kekayaan bangsa. Peserta didik dapat mempromosikan kekayaan budaya bangsa, menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghindarkan terjadinya konflik dan kekerasan.

4. Bangunlah Jiwa dan Raganya  

Bangunlah jiwanya dan bangunlah badannya merupakan amanat para pendiri bangsa sejak Indonesia merdeka. Peserta didik memahami bahwa pembangunan itu menyangkut aspek jiwa dan raga, jiwa yang sehat ada di tubuh yang sehat. Peserta didik membangun kesadaran dan keterampilan memelihara kesehatan fisik dan mental, baik untuk dirinya maupun orang sekitarnya.

Peserta didik melakukan penelitian dan mendiskusikan masalah-masalah terkait kesejahteraan diri (wellbeing), perundungan (bullying), serta berupaya mencari jalan keluarnya. Mereka juga menelaah masalah-masalah yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental, termasuk isu narkoba, pornografi, dan kesehatan reproduksi. Memahami akan adanya kehidupan akhirat atau yaumul hisab yang terefleksi menjadi manusia yang taat beragama dan taat pada negara. 

5. Demokrasi Pancasila

Peserta didik memahami demokrasi secara umum dan demokrasi Pacasila yang bersumber dari nilai-nilai luhur sila ke-4. Mengedepankan musyawarah untuk mufakat untuk mengambil keputusan, keputusan dengan sura terbanyak sebagai pilihan berikutnya. Menerima keputusan yang diambil dari proses yang demokratis dan ikut bertanggung jawab atas keputusan yang telah dibuat. Peserta didik juga memahami makna dan peran individu terhadap kelangsungan demokrasi Pancasila. Melalui pembelajaran demokrasi, peserta didik merefleksikan dan memahami tantangannya dalam konteks yang berbeda, termasuk dalam organisasi madrasah, dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja.

6. Berekayasa dan Berteknologi untuk membangun NKRI

Peserta didik melatih untuk memiliki kecakapan bernalar kritis, kreatif dan inovatif untuk mencipta produk berbasis teknologi guna memudahkan aktivitas diri dan berempati untuk masyarakat sekitar berdasrakan karyanya. Peserta didik terus-menerus mengembangkan inovasi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat. Peserta didik menerapkan teknologi dan mensinergikan aspek sosial untuk membangun budaya smart society dalam membangun NKRI dan rasa cinta tanah air. 

7. Kewirausahaan

Peserta didik mengidentifikasikan potensi ekonomi lokal dan upaya-upanya untuk mengembangkannya yang berkaitan dengan aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan masyarakat. Melalui Kegiatan kewirausahaan dapat menumbuhkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan peserta didik. Peserta didik juga membuka wawasan tentang peluang masa depan, peka akan kebutuhan masyarakat, menjadi problem solver yang terampil, serta siap untuk menjadi tenaga kerja profesional penuh integritas. Tema ini ditujukan untuk jenjang MI, MTs, MA. Karena jenjang MAK sudah memiliki mata pelajaran Proyek Kreatif dan Kewirausahaan menuju pelajar yang berbagi dan bermanfaat bagi orang lain, maka tema ini tidak menjadi pilihan untuk jenjang MAK.

8. Kebekerjaan

Peserta didik menghubungkan berbagai pengetahuan yang telah dipahami dengan pengalaman nyata di keseharian dan dunia kerja. Peserta didik membangun pemahaman terhadap ketenagakerjaan, peluang kerja, serta kesiapan kerja untuk meningkatkan kapabilitas yang sesuai dengan keahliannya, mengacu pada kebutuhan dunia kerja terkini. Dalam proyeknya, peserta didik juga akan mengasah kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan standar yang dibutuhkan di dunia kerja. Tema ini ditujukan sebagai tema wajib khusus jenjang MAK. Selanjutnya madrasah dapat mengembangkan tema-tema utama itu menjadi tema yang sesuai konteks dan kebutuhan belajar peserta didik.

Pada MI, MTs, MA, MAK, proyek penguatan profil pelajar Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘alamiin mengambil alokasi waktu 20-30% (dua puluh sampai dengan tiga puluh persen) dari total jam pelajaran selama 1 (satu) tahun dan tak terpisahkan dengan proyek penguatan profil pelajar Pancasila.  Alokasi waktu untuk setiap proyek penguatan profil Profil Pelajar Pancasila tidak harus sama. Satu proyek dapat dilakukan dengan durasi waktu yang lebih panjang daripada proyek yang lain. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, proyek dapat dilaksanakan secara terpisah atau terpadu dengan pembelajaran berbasis proyek lainnya . Pelaksanaan masing-masing proyek tidak harus sama waktunya.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamiin di MI, MTs, MA/ MAK difokuskan pada penanaman moderasi beragama yang dapat diimplementasikan melalui kegiatan yang terprogram dalam proses pembelajaran maupun pembiasaan dalam mendukung sikap moderat. Pembiasaan dibentuk dengan pengkondisian suasana pembelajaran yang mengutamakan proses pensucian jiwa (tazkiyatun nufus), yang dilakukan melalui proses bersungguh-sungguh memerangi hawa nafsu (mujahadah)  dalam mendekatkan diri kepada Allah swt., dan melatih jiwa dalam melawan kecenderungan yang buruk (riyadlah).

Kementerian Agama menetapkan tema-tema utama untuk dirumuskan menjadi tema turunan oleh satuan pendidikan sesuai dengan konteks wilayah serta karakteristik peserta didik. Tema-tema utama proyek penguatan profil pelajar Rahmatan lil ‘Alamiin yang dapat dipilih dari nilai-nilai moderasi beragama oleh satuan pendidikan sebagai berikut:

1. Berkeadaban (ta’addub), yaitu menjunjung tinggi akhlak mulia, karakter, identitas, dan integritas sebagai khairu ummah dalam kehidupan kemanusiaan dan peradaban.

2. Keteladanan (qudwah), yaitu kepeloporan, panutan, inspirator dan tuntunan. Sehingga dapat diartikan sebagai sikap inspiratif menjadi pelopor kebaikan untuk kebaikan bersama.

3. Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwaṭanah), yaitu sikap menerima keberadaan agama yang dibuktikan dengan sikap dan perilaku nasionalisme yang harus dimiliki warga negara yang meliputi keharusan mematuhi aturan yang berlaku, mematuhi hukum negara, melestarikan budaya Indonesia.

4. Mengambil jalan tengah (tawassuṭ), yaitu pemahaman dan pengamalan yang tidak berlebih-lebihan dalam beragama (ifrāṭ) dan juga tidak mengurangi atau abai terhadap ajaran agama (tafrīṭ).  

5. Berimbang (tawāzun), yaitu pemahaman dan pengamalan agama secara seimbang yang meliputi semua aspek kehidupan, baik duniawi maupun ukhrawi, tegas dalam menyatakan prinsip yang dapat membedakan antara penyimpangan (inḥiraf) dan perbedaan (ikhtilāf). 

6. Lurus dan tegas (I’tidāl), yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya dan melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban secara proporsional. 

7. Kesetaraan (musāwah), yaitu persamaan, tidak bersikap diskriminatif pada yang lain disebabkan perbedaan keyakinan, tradisi dan asal usul seseorang.

8. Musyawarah (syūra), yaitu setiap persoalan diselesaikan dengan jalan musyawarah untuk mencapai mufakat dengan prinsip menempatkan kemaslahatan di atas segalanya;

9. Toleransi (tasāmuh), yaitu mengakui dan menghormati perbedaan, baik dalam aspek keagamaan maupun berbagai aspek kehidupan lainnya.  

10. Dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikâr), yaitu selalu terbuka untuk melakukan perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan zaman serta menciptakan hal baru untuk kemaslahatan dan kemajuan umat manusia. 

Selanjutnya madrasah dapat mengembangkan tema-tema utama itu menjadi tema yang sesuai konteks dan kebutuhan belajar siswa.

4. Sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana merupakan fasilitas dan bahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan  pembelajaran. Sarana merujuk pada alat dan bahan yang digunakan,  sementara prasarana di dalamnya termasuk materi dan sumber bahan ajar  lain yang relevan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Ketersediaan materi disarankan mempertimbangkan kebutuhan peserta  didik baik dengan keterbatasan atau kelebihan. Teknologi, termasuk sarana  dan prasarana yang penting untuk diperhatikan, dan juga dimanfaatkan agar  pembelajaran lebih dalam dan bermakna.

5. Target peserta didik

Peserta didik yang menjadi target yaitu:

a. Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami  materi ajar.

b. Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu  gaya misalnya dengan audio. Memiliki kesulitan dengan bahasa dan pemahaman materi  ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.

c. Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat,  mampu mencapai keterampilan berfikir tinggi tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan  memimpin.

6. Model pembelajaran

Merupakan model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis  pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap  muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar  jaringan (PJJ Luring), dan blended learning.

B. KOMPONEN INTI

1. Tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran harus mencerminkan hal-hal penting dari pembelajaran dan harus bisa diuji dengan berbagai bentuk asesmen. sebagai bentuk dari unjuk pemahaman.

Tujuan pembelajaran menentukan kegiatan belajar, sumber daya yang  digunakan, kesesuaian dengan keberagaman murid, dan metode asesmen  yang digunakan.

Tujuan pembelajaran bisa dari berbagai bentuk: pengetahuan yang berupa fakta dan informasi, dan juga prosedural, pemahaman konseptual, pemikiran dan penalaran keterampilan, dan kolaboratif dan strategi komunikasi.

2. Pemahaman Bermakna

Pemahaman bermakna adalah informasi tentang manfaat yang akan peserta didik peroleh  setelah mengikuti proses pembelajaran. Manfaat tersebut nantinya dapat peserta didik terapkan  dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh kalimat pemahaman bermakna:

Ketika bertemu dengan orang yang baru dikenal, munculkan sikap positif agar orang tersebut meninggalkan kesan yang baik terhadap kita (contoh pengaplikasian pemahaman bermakna pada tema perkenalan)

3. Pertanyaan pemantik

Pertanyaan pemantik merupakan pertanyaan yang ditujukan kepada peserta didik untuk  menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis dalam diri peserta didik.

Pertanyaan pemantik memandu siswa untuk memperoleh pemahaman bermakna  sesuai  dengan tujuan pembelajaran. Contohnya pada pembelajaran thaharah, guru dapat mendorong  pertanyaan pemantik sebagai berikut:

Apa yang kamu lakukan ketika bertemu dengan orang yang baru dikenal, baik di dunia nyata maupun media sosial?

4. Kegiatan pembelajaran

Urutan kegiatan pembelajaran inti dalam bentuk langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang  dituangkan secara konkret, disertakan opsi/pembelajaran alternatif dan langkah untuk  menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa (diferensiasi) termasuk untuk peserta didik  berkebutuhan khusus.

Langkah kegiatan pembelajaran ditulis secara berurutan sesuai dengan durasi waktu yang  direncanakan, meliputi tiga tahap, yakni pendahuluan, inti, dan penutup berbasis metode  pembelajaran aktif.

5. Asesmen

Asesmen digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran di akhir kegiatan. Kriteria pencapaian harus ditentukan dengan jelas sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Jenis-jenis asesmen antar lain:

a. Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik)

b. Asesmen selama proses pembelajaran (formatif)

c. Asesmen pada akhir proses pembelajaran (sumatif).

Bentuk asesmen yang bisa dilakukan:

a. Sikap (Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin) dapat berupa:  observasi, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan anekdotal.

b. Performa (presentasi, drama, pameran hasil karya, jurnal, dsb.)

c. Tertulis (tes objektif: essay, pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah).

6. Pengayaan dan Remedial

Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan  capaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal.

Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang. Saat merancang kegiatan pengayaan, perlu diperhatikan mengenai diferensiasi. Contohnya, lembar belajar/kegiatan yang berbeda setiap kelas.

7. Refleksi peserta didik dan  guru

C. KOMPONEN LAMPIRAN

a. Lembar Kerja Peserta Didik  (LKPD)

Lembar kerja peserta didik ini ditujukan untuk peserta didik (bukan guru)  dan dapat diperbanyak sesuai kebutuhan untuk diberikan kepada  peserta didik termasuk peserta didik nonreguler.

b. Bahan bacan guru dan  peserta didik

Bahan bacaan guru dan peserta didik digunakan sebagai pemantik sebelum kegiatan dimulai atau untuk memperdalam pemahaman materi pada saat atau akhir kegiatan pembelajaran.

c. Glosarium

Glosarium merupakan kumpulan istilah-istilah dalam suatu bidang secara  alfabetikal yang dilengkapi dengan definisi dan artinya. Glosarium diperlukan untuk kata atau istilah yang memerlukan penjelasan lebih mendalam.

d. Daftar pustaka

Daftar pustaka adalah sumber-sumber referensi yang digunakan dalam  pengembangan modul ajar. Referensi yang dimaksud adalah semua sumber  belajar (buku siswa, buku referensi, majalah, koran, situs internet, lingkungan  sekitar, narasumber, dsb.)

Berikut admin lampirkan Contoh Modul Ajar Bahasa Arab Jenjang Madrasah Tsanawiyah Kurikulum Merdeka, silakan diunduh sebagai referensi asatidz untuk membuat modul ajar sesuai dengan kebutuhan di madrasahnya masing-masing. 

 

Semoga bermanfaat.

Salam Admin MTs Arabic

Friday, October 21, 2022

Pelatihan ClassPoint Arabic

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

MTs Arabic - Dalam rangka menambah wawasan tentang media pembelajaran bahasa Arab, kali ini admin akan share kegiatan Pelatihan bersertifikat 32 JP dikhususkan bagi asatidz yang mengajar bahasa Arab, baik pada jenjang MI, MTs maupun MA.

Saturday, October 15, 2022

Literasi Bentuk Soal AKM Bahasa Arab Madrasah

MTs Arabic - Asesmen Nasional merupakan program evaluasi sistem pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, meliputi sekolah, madrasah, juga program pendidikan kesetaraan di Indonesia. Asesmen Nasional (AN) dirancang untuk memotret mutu input, proses, dan hasil belajar yang mencerminkan kinerja satuan pendidikan, yang memberikan umpan balik berkala yang objektif dan komprehensif bagi manajemen satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.

Monday, August 29, 2022

Teknik-Teknik Pengajaran Dalam Pembelajaran Bahasa Arab

MTs ArabicSudah bertahun-tahun kita mengeluhkan pembelajaran bahasa Arab, terutama menyangkut keberhasilannya yang masih jauh dari harapan. Usaha untuk memperbaiki mutu pembelajaran sesungguhnya telah dilakukan dengan berbagai upaya, tetapi hasilnya tetap saja masih jauh dari memadai. Kondisi demikian menggambarkan bahwa pembelajaran bahasa Arab masih menghadapi berbagai problem yang harus terus menerus dicarikan solusinya, terutama terkait teknik dalam mengajar.

Tuesday, May 24, 2022

Kisi-kisi UP PPG Kemenag Mata Pelajaran Bahasa Arab Tahun 2021

MTs Arabic - Ditjen Pendidikan Islam Kemenag telah menetapkan kisi-kisi Uji Pengetahuan (UP) Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) bidang agama di lingkungan Ditjen Pendis. Kisi-kisi UP ini memuat kisi-kisi untuk Pendidikan Agama Islam (PAI), Alquran Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Bahasa Arab, hingga UP Guru MI dan Guru RA.

Adalah surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor B-2590.1/DJ.I/HM.01/08/2021 tertanggal 19 Agustus 2021. Surat dengan perihal Pemberitahuan Kisi-kisi Uji Pengetahuan Bidang Agama ini ditujukan kepada Pimpinan LPTK PTKIN Penyelenggara PPG.

Dalam isi suratnya, salah satunya disebutkan bahwa, dalam rangka memberikan informasi kepada mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bidang agama di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, maka Pimpinan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (LPTK PTKIN) penyelenggara PPG agar menyampaikan kisi-kisi uji pengetahuan kepada mahasiswa retaker maupun firstaker bidang agama sebagaimana tersaji dalam lampiran ini.

Masih menurut surat tersebut, diharapkan kisi-kisi ini dapat dipelajari oleh seluruh mahasiswa retaker dan firstaker yang akan mengikuti uji pengetahuan pada batch-1 yang akan diselenggarakan pada bulan September 2021.

Kisi-kisi Uji Pengetahuan (UP) PPG Dalam Jabatan Kemenag 2021, selain disertakan dalam lampiran surat tersebut dapat juga diakses oleh mahasiswa langsung melalui laman Space milik masing-masing mahasiswa.

Berdasarkan analisa admin MTs Arabic, Kisi-kisi Uji Pengetahuan PPG yang disertakan sebagai lampiran surat tersebut terdiri atas delapan mata pelajaran. Kesemuanya meliputi:

- Kisi-kisi UP Pendidikan Agama Islam (PAI)

- Kisi-kisi UP Alquran Hadis

- Kisi-kisi UP Akidah Akhlak

- Kisi-kisi UP Fikih

- Kisi-kisi UP Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

- Kisi-kisi UP Bahasa Arab

- Kisi-kisi UP Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

- Kisi-kisi UP Guru Raudlatul Athfal (PGRA)

Seperti disebutkan dalam isi surat, mahasiswa PPG Dalam Jabatan Kemenag 2021 dapat mengunduh kisi-kisi tersebut melalui akunnya masing-masing di laman Space (ppg.siagapendis.com).

Dalam artikel ini,  admin MTs Arabic akan share lampiran kisi-kisi dalam bentuk indikator soal sesuai tema yang sudah dipelajari saat pelaksanaan PPG khusus pada Mata Pelajaran Bahasa Arab.

TEMA ILMU SHARAF :

1. Disajikan narasi tentang ilmu sharaf, peserta didik dapat menyimpulkan konsep ilmu Sharaf dan urgensinya dalam kajian bahasa Arab

2. Disajikan sebuah narasi, peserta didik dapat menganalisis tentang urgensi ilmu sharaf dalam belajar Bahasa Arab dengan tepat

3. Disajikan sebuah narasi tentang ilustrasi permasalahan sharaf dalam kajian bahasa Arab, peserta didik dapat menganalisis dampak kesalahan makna sharfiah yang terjadi dengan tepat

4. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat menganalisis kata sesuai kelompoknya dengan tepat

5. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat mengklasifikasi kata sesuai kelompoknya dengan tepat

6. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat membuat kata sesuai klasifikasinya dengan tepat

7. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat melengkapi Auzan Sharfi sesuai klasifikasinya dalam kalimat Bahasa Arab dengan benar

8. Disajikan sebuah teks berbahasa Arab, peserta didik dapat menganalisis kesalahan Auzan Sharfi dalam kalimat bahasa Arab dengan benar

9. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta didik dapat membentuk kata sesuai Auzan Sharfiyah dalam kalimat bahasa Arab dengan benar

10. Disajikan sebuah teks berbahasa Arab, peserta didik dapat menganalisis aspek sharfi suatu kalimat Bahasa arab dengan benar

11. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat menilai aspek sharfi suatu kalimat dalam Bahasa arab dengan tepat

12. Disajikan sebuah narasi teks bahasa Arab, peserta didik dapat mengkritisi aspek sharfi suatu kalimat dalam bahasa Arab dengan tepat

TEMA ILMU NAHWU :

13. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menerapkan hakikat ilmu nahwu dalam bahasa Arab

14. Disajikan teks bahasa Arab, peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung mubtada’ dan khabar

15. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis kalimat yang meliputi khabar muqaddam dan mubtada’ muakhar

16. Disajikan teks bahasa Arab, mahasiswa dapat menganalis kalimat yang mengandung Fa’il

17. Disajikan teks bahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Maf’ulun bihi

18. Disajikan teks bahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Mudhaf

19. Disajikan teks bahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Mudhafun ilahi

20. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Na’at

21. Disajikan teks soal, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Man’ut

22. Diasajikan teks soal, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Man’ut

23. Disajikan teks soal peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Naib Fa’il

24. Disajikan teks soal, peserta dapat menganalisis i'rab isim kana

25. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Khabar Kana

26. Disajikan teks soal peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Isim Akhawat Kana

27. Disajikan teks soal, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Khabar Akhawat Kana

28. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menentukan kalimat yang mengandung Manshubatul Asma’

29. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Maf’ul Liajlihi

30. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Maf’ul Muthlaq

31. Disajikan teks bahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Maf’ul Fihi

32. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat mengkritisi kalimat yang mengandung Maf’ul Ma’ah

33. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab pesrta dapat mengkritisi ِ kalimat yang mengandung Munada

34. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Hal

35. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Hal Mufradah

36. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Hal Jumlah Ismiyah

37. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Hal Jumlah Fi’liyah

38. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menilai aspek nahwi suatu kalimat dalam Bahasa Arab

39. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis struktur kalimat dalam bahasa Arab

TEMA ILMU BALAGHAH

40. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menerapkan hakikat ilmu bayan dalam kalimat sempurna.

41. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis hakikat ilmu bayan dalam kalmat sempurna.

42. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis Tasybih Mursal dalam kalimat sempurna.

43. Disajikan teks soal dalam berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis Tasybih Mu’akkad  dalam kalimat sempurna.

44. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis Tasybih Mujmal dalam kalimat sempurna

45. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis Tasybih Mufashal dalam kalimat sempurna.

46. Disajikan teks dalam bahasa Arab peserta dapat menganalisis Tasybih Baligh dalam kalimat sempurna.

47. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Tasybih Maqlub

48. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat menganalisis Tasybih Tamtsil dalam kalimat sempurna.

49. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Tasybih Dhimni

50. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Majaz

51. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Isti’arah Tashrihiyyah

52. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Isti’arah Makniyah

53. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Majaz Mursal

54. Disajikan teks soal dalam bahasa Arab, peserta dapat menganalisis kalimat yang mengandung Kinayah.

55. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat mengoreksi kalimat yang mengandung Kinayah.

56. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis ungkapan yang mengandung ilmu ma'ani

57. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis kalimat yag mengandung khabar.

58. Disajikan teks berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis macam macam khabar dalam konteks ilmu ma'ani.

59. Disajikan contoh kalimat yang mengandung khobar, peserta dapat menyimpulkan tujuan disampaikannya khabar

60. Disajikan contoh kalimat yang mengandung amr, peserta dapat menganalisis makna balaghi-nya

TEMA KITABAH

61. Disajikan kalimat secara acak, peserta dapat menyusunnya menjadi paragraf.

62. Disajikan contoh adawat alrabth (konjungsi), peserta dapat menerapkannya dalam kalimat dengan tepat.

63. Disajikan beberapa teks bahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan makna kalimat yang sempurna.

64. Disajikan contoh paragraf berbahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan jenis paragraf berdasarkan topiknya.

65. Disajikan contoh paragraf berbahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan jenis paragraf berdasarkan sifat isinya.

66. Disajikan contoh kalimat yang mengandung adawat al-rabth (konjungsi), peserta dapat menganalisis makna yang dikandung adawat al-rabth tersebut.

67. Disajikan contoh paragraf berbahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan paragraf yang memiliki unsur yang lengkap.

68. Disajikan contoh paragraf berbahasa Arab, peserta dapat menganalisis kalimat dalam paragraf tersebut berdasarkan fungsi-fungsinya

TEMA FIQH LUGHOH DAN ‘ILMU LUGHOH

69. Disajikan deskripsi tentang fiqh lughah dan 'lmu lughah, peserta dapat menganalisis perbedaan antara kedua disiplin ilmu bahasa Arab tersebut.

70. Disajiakan deskripsi tentang 'ilmu lughah, peserta dapat menentukan objek kajian ilmu tersebut.

71. Disajikan deskripsi kasus tentang anak yang terampil berbahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan kasus tersebut ke dalam pemerolehan bahasa.

72. Disajikan deskripsi tentang keistimewaan bahasa Arab, peserta dapat menyimpulkan keistimewaan bahasa Arab.

TEMA ANALISIS KI KD DAN PERUMUSAN IPK DALAM K13

73. Disajikan deskripsi kompetensi, mahasiswa dapat menganalisis rumusan KI KD dalam kaitan dengan penyusunan IPK

74. Disajikan contoh IPK, mahasiswa dapat menentukan kriteria IPK yang bermuatkan tuntutan pembelajaran abad 21 serta penguatan pendidikan karakter

TEMA KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK BERDASARKAN PERKEMBANGAN INTELEKTUAL, MORAL, EMOSIONAL, DAN SOSIAL

75. Disajikan data dan informasi tentang usia peserta didik kelas antara 7-17 tahun, mahasiswa dapat menentukan model/pendekatan/strategi pembelajaran berdasarkan teori perkembangan intelektual peserta didik

76. Disajikan studi kasus terkait dengan tindak tawuran pelajar, mahasiswa dapat menela'ah perilaku menyimpang peserta didik berdasarkan teori perkembangan moral.

77. Disajikan studi kasus/data atau informasi terkait dengan kehidupan peserta didik di lingkungan dan sekolah/masyarakat, mahasiswa dapat menganalisis perilaku peserta didik berdasarkan teori perkembangan emosional

TEMA TEORI-TEORI BELAJAR

78. Diberikan deskripsi tentang gaya belajar siswa (tanpa menyebut nama gaya belajar) dalam pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan jenis teori belajar behavioristik dalam pembelajaran

79. Diberikan deskripsi tentang gaya belajar siswa (tanpa menyebut nama gaya belajar) dalam pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan jenis teori belajar kognitif dalam pembelajaran.

80. Diberikan deskripsi tentang gaya belajar siswa (tanpa menyebut nama gaya belajar) dalam pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan jenis teori belajar konstruktivistik dalam pembelajaran.

81. Diberikan deskripsi tentang gaya belajar siswa (tanpa menyebut nama gaya belajar) dalam pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan jenis teori belajar humanistik dalam pembelajaran.

82. Diberikan deskripsi tentang gaya belajar siswa (tanpa menyebut nama gaya belajar) dalam pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan jenis teori belajar sosial dalam pembelajaran.

TEMA IPK YANG BERORIENTASI PADA PEMBELAJARAN ABAD 21

83. Diberikan kasus tentang pembelajaran, mahasiswa dapat menilai konstruksi IPK dalam RPP yang berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan kemampuan kolaboratif

TEMA MODEL/PENDEKATAN/STRATEGI PEMBELAJARAN ABAD 21

84. Disajikan informasi tentang kegiatan pembelajaran SKI, mahasiswa dapat menentukan Model/ Pendekatan/ Strategi pembelajaran untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis

85. Disajikan informasi tentang kegiatan pembelajaran SKI, mahasiswa dapat menentukan Model/ Pendekatan/ Strategi pembelajaran untuk pengembangan kemampuan berpikir kreatif

86. Disajikan informasi tentang kegiatan pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan Model/ Pendekatan/ Strategi pembelajaran untuk untuk pengembangan kemampuan berpikir inovatif

TEMA PENDEKATAN TECHONOGICAL, PEDAGOGICAL AND CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21

87. Disajikan kasus pembelajaran, mahasiswa dapat menilai pelaksanaan pembelajaran tersebut apakah telah berorientasi pada pendekatan TPACK

88. Disajikan data dan informasi tentang kemajuan teknologi, mahasiswa dapat menentukan karakteristik guru abad 21

TEMA PENGEMBANGAN MATERI POKOK DAN BAHAN AJAR DALAM KURIKULUM

89. Disajikan beberapa contoh materi pokok dan bahan ajar, mahasiswa dapat menyusun materi ajar berdasarkan struktur pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif

TEMA PENDEKATAN PEMBELAJARAN K13 (K13 REVISI) DAN PERKEMBANGAN ABAD 21

90. Disajikan narasi terkait dengan pembelajaran dan tuntutan keterampilan global sebagai dasar dalam pembuatan RPP, mahasiswa mampu merumuskan langkah langkah penentuan pendekatan pembelajaran yang tepat sesuai dengan tuntutan K13 dan perkembangan abad 21

TEMA STRATEGI PEMBELAJARAN K13 (K13 REVISI) DAN PERKEMBANGAN ABAD 21

91. Disajikan narasi terkait dengan pembelajaran dan tuntutan keterampilan global sebagai dasar dalam pembuatan RPP, mahasiswa mampu merumuskan langkah-langkah penentuan strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan tuntutan K13 dan perkembangan abad  21

TEMA SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

92. Disajikan rumusan KI, KD dan IPK, mahasiswa mampu menentukan sumber belajar konvensional dan berbasis IT yang relevan

TEMA MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

93. Disajikan model pembelajaran, peserta mampu menentukan model yang paling tepat

94. Diuraikan ciri-ciri pembelajaran holistik, peserta didik mampu menganalisis pembelajaran holistik

95. Disajikan konsep pembelajaran kontekstual dan futuristik, peserta didik mampu membedakan konsep keduanya

96. Disajikan RPP yang memanfaatkan teknologi dan media informasi abad 21, peserta mampu menemukan RPP yang paling tepat

TEMA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN PENDEKATAN SAINTIFIK

97. Disajikan narasi pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan unsur unsur pembelajaran berdasarkan saintifik

98. Disajikan deskripsi pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan teknik guru dalam menstimulasi siswa untuk bertanya dalam pembelajaran berdasarkan pendekatan saintifik

99. Diberikan contoh-contoh aktifitas guru di dalam kelas dalam pembelajaran, mahasiswa mampu mengidentifikasi langkah yang tepat dalam pengembangan kemampuan penalaran siswa.

TEMA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN PENDEKATAN TPACK

100. Diberikan contoh-contoh aktifitas guru di dalam kelas dalam pembelajaran, mahasiswa mampu mengidentifikasi langkah yang tepat dalam penerapan TPACK pada pembelajaran

TEMA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN TUNTUTAN  KOMPETENSI ABAD 21

101. Diberikan contoh-contoh aktifitas guru di dalam kelas dalam pembelajaran, mahasiswa mampu mengidentifikasi langkah yang tepat dalam penerapan pembelajaran untuk mencapai abad 21

TEMA KONSEP DASAR PENGUKURAN, PENILAIAN, EVALUASI, DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN

102. Disajikan deskripsi tentang konsep dasar pengukuran, mahasiswa dapat mengambil kesimpulan tentang pengertian, ciri, tujuan, dan manfaat penilaian pembelajaran

103. Disajikan deskripsi tentang konsep dasar pengukuran, mahasiswa dapat mengambil kesimpulan tentang pengertian, ciri, tujuan, dan manfaat evaluasi pembelajaran

TEMA KONSEP DAN PENERAPAN PENILAIAN OTENTIK

104. Disajikan data hasil belajar siswa, mahasiswa dapat menentukan keterhubungan antara objek dan teknik evaluasi pembelajaran

105. Disajikan contoh-contoh soal, mahasiswa dapat menentukan katagori karakteristik soal HOTS

106. Disajikan soal untuk mengukur ranah kognitif, mahasiswa dapat menganalisis soal tersebut berdasarkan standar HOTS

TEMA PENGEMBANGAN DAN PENGOLAHAN TES HASIL BELAJAR

107. Disajikan data soal yang sudah diuji cobakan, mahasiswa dapat menganalisis butir soal untuk menentukan tingkat validitas dan reliabilitas soal.

108. Disajikan data hasil tes, mahasiswa mampu menyimpulkan teknik pengolahan hasil tes menggunakan standar tertentu

109. Disajikan data hasil tes, mahasiswa dapat mengkatagorisasikan jenis penilaian kinerja

TEMA PELAKSANAAN PROGRAM TINDAK LANJUT

110. Disajikan materi tentang Program remedial, mahasiswa dapat menganalisis konsep Program remedial untuk menentukan kuantitas dan kualitas suatu objek dalam pembelajaran

111. Disajikan materi tentang Program Pengayaan, mahasiswa dapat menganalisis konsep Pengolahan hasil penilaian Program Pengayaan unjuk kerja untuk menentukan kuantitas dan kualitas suatu objek dalam pembelajaran

TEMA KONSEP DASAR PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

112. Disajikan deskripsi tentang konsep dasar PTK, mahasiswa dapat mengambil kesimpulan tentang pengertian, ciri, tujuan, dan manfaat PTK

113. Disajikan deskripsi tentang permasalahan pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan rumusan masalah PTK

114. Disajikan deskripsi tentang masalah pembelajaran, mahasiswa dapat menentukan tindakan solusi yang sesuai dalam PTK

115. Disajikan deskripsi tentang kegiatan PTK, mahasiswa mampu mengidentifikasi langkah-langkah PTK yang sistematik

TEMA PROSEDUR PENYUSUNAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

116. Disajikan deskripsi tentang alur penyusunan proposal PTK, mahasiswa dapat menentukan langkah langkah penyusunan proposal PTK.

117. Disajikan deskripsi tentang kasus pembelajaran sebagai data dan informasi, mahasiswa dapat menentukan teknik pengumpulan data yang tepat dalam PTK.

118. Disajikan deskripsi tentang data dan informasi pembelajaran, mahasiswa dapat mengidentifikasi teknik pengolahan dan analisis data.

TEMA KONSEP DASAR KARYA TULIS ILMIAH (KTI)

119. Disajikan deskripsi tentang konsep dasar KTI, mahasiswa dapat mengambil kesimpulan tentang pengertian, ciri, tujuan, dan manfaat KTI

120. Disajikan deskripsi tentang ragam KTI, mahasiswa mampu menentukan ragam bentuk KTI

Demikian artikel sederhana terkait Kisi-kisi UP PPG Kemenag Mata Pelajaran Bahasa Arab Tahun 2021. Semoga menjadi pencerahan bagi bapak/ibu guru, khususnya yang sedang melaksanakan Program Profesi Guru pada Instansi Kementerian Agama RepublikIndonesia Tahun 2022.

Semoga bermanfaat.

Salam Admin,

MTs Arabic

Website ini dilindungi oleh :

Followers

Fanspage MTs Arabic

Pengunjung MTs Arabic

Live Pengunjung

Arsip MTs Arabic

Label

AKG Bahasa Arab AKM AKSI Analisis Alokasi Waktu Analisis SKL-KI-KD MTs Arsip ATP Bahasa Arab MTs Arsip Bimtek Arsip Buku Kerja Guru Arsip ITHLA Arsip Kurikulum Arsip Kurikulum Darurat Arsip Literasi Digital MTs Arsip MGMP Arsip P3K Kemenag Arsip Pelatihan Arsip Piagam MTs Arabic Arsip PPG Arsip Rapot Arsip Soal Arsip Soal Google Form Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 7 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 1 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 2 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 3 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 4 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 5 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 8 Bab 6 Arsip Soal Penilaian Harian Kelas 9 Arsip Surat Arsip TP Bahasa Arab MTs Arsip Webinar ASAT Asesmen Madrasah Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5 Bab 6 Bahasa Arab Bahasa Arab MTs Buku Bahasa Arab MTs Buku Kerja Guru 1 Buku Kerja Guru 2 Buku Kerja Guru 3 Buku Kerja Guru 4 Buku Pegangan Guru dan Siswa ClassPoint Computational Thinking CP Bahasa Arab MTs CPNS Daftar Hadir Daftar Isi Buku Bahasa Arab MTs Daftar Nilai Daya Serap Siswa Deep Learning Download E-Learning Bahasa Arab MTs E-Modul Bahasa Arab Evaluasi Diri Kerja Guru Fase D Hari Guru Nasional Ikrar Guru Indonesia Ilmu Nahwu Ilmu Sharaf Indikator Soal Bahasa Arab MTs Indonesia Website Awards 2021 Info Madrasah IPK Jadwal Mengajar Guru Jurnal Agenda Guru Kaldik Madrasah KBC Kegiatan Pembelajaran Bahasa Arab Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 KGE KI-KD Bahasa Arab MTs Kisah Cerita Anak Bahasa Arab Kisi-kisi Soal KKM Bahasa Arab MTs KMA 1503 Tahun 2025 KMA 183 Tahun 2019 KMA 347 Tahun 2022 KMA Nomor 1503 Tahun 2025 Kode Etik Guru Kokurikuler Kumpulan Soal Kurikulum Berbasis Cinta Kurikulum Madrasah Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka MTs Literasi MATERI BAB 1 MATERI BAB 2 MATERI BAB 3 MATERI BAB 4 MATERI BAB 5 MATERI BAB 6 Materi Bahasa Arab MTs Media Pembelajaran Metode Pembelajaran Modul 1 Modul 2 Modul 3 Modul 4 Modul 5 Modul 6 Modul Ajar Modul Bahasa Arab Modul Bahasa Arab P3K Modul Pedagogik Modul Pedagogik P3K Modul Profesional PPG Motivasi Nahwu Wadhih Naskah Akademik Olimpiade Bahasa Arab Panduan Kokurikuler Panduan Kurikulum Madrasah Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pelatihan Dugi Academy Pembelajaran Mendalam Pembiasaan Guru Madrasah Penilaian Akhir Semester Penilaian Akhir Semester Kelas 7 Penilaian Akhir Semester Kelas 8 Penilaian Akhir Semester Kelas 9 Penilaian Akhir Tahun Penilaian Harian Penilaian Tengah Semester Perangkat Pembelajaran Perbaikan Soal PPPK Program Semester Program Tahunan Quizizz Regulasi Remedial dan Pengayaan RPP 1 Lembar SEMESTER 1 SEMESTER 2 Silabus Bahasa Arab MTs Soal AKG Soal AKM Bahasa Arab Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 7 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 8 Soal Penilaian Tengah Semester Kelas 9 Tata Tertib Guru Tindak Lanjut Kerja Guru Tujuan Pembelajaran Tutorial Ujian Madrasah Wayground Wayground Arabic Wayground PAI Bahasa Arab