Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - An-Na’t (Kata Sifat)
An-Na’t (Kata Sifat)
An-Na’t (النَّعْتُ) adalah kata sifat yang berfungsi untuk menggambarkan atau menjelaskan sifat dari kata benda (isim) yang berada tepat sebelumnya.
Dalam struktur ini, terdapat dua istilah:
- Na’t (نَعْتٌ): Kata sifat itu sendiri.
- Man’ut (مَنْعُوتٌ): Kata benda yang disifati.
Aturan terpenting dari Na’t adalah ia selalu mengikuti keadaan i’rab (rafa’, nashab, atau jarr) dari Man’ut-nya. Jika Man’ut-nya marfu’, maka Na’t-nya juga marfu’, dan begitu seterusnya.
Perhatikan contoh berikut yang menunjukkan bagaimana Na’t selalu mengikuti Man’ut:
Keadaan Rafa’: هَذَا كِتَابٌ مُفِيدٌ (Ini adalah buku yang bermanfaat).
Keduanya berharakat akhir dhammahtain (marfu’).
Keadaan Nashab: قَرَأْتُ كِتَابًا مُفِيدًا (Saya membaca buku yang bermanfaat).
Keduanya berharakat akhir fathatain (manshub).
Keadaan Jarr: نَظَرْتُ فِي كِتَابٍ مُفِيدٍ (Saya melihat pada buku yang bermanfaat).
Keduanya berharakat akhir kasratain (majrur).
Kaidah Utama (القَوَاعِدُ)
Berikut adalah definisi formal untuk aturan ini sesuai teks:
23- النَّعْتُ لَفْظٌ يَدُلُّ عَلَى صِفَةٍ فِي اسْمٍ قَبْلَهُ، وَيُسَمَّى الِاسْمُ الْمَوْصُوفُ مَنْعُوتًا.
Terjemah: An-Na’t adalah lafal (kata) yang menunjukkan suatu sifat pada isim (kata benda) sebelumnya, dan isim yang disifati itu dinamakan Man’ut.
24- النَّعْتُ يَتْبَعُ الْمَنْعُوتَ فِي رَفْعِهِ وَنَصْبِهِ وَجَرِّهِ.
Terjemah: An-Na’t mengikuti Man’ut dalam keadaan rafa’, nashab, dan jarr-nya.



0 komentar:
Post a Comment