Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Jazm Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Majzum)
Jazm Fi’il Mudhari’ (Fi’il Mudhari’ Majzum)
Selain dalam keadaan marfu’ (asal) dan manshub, Fi’il Mudhari’ juga bisa berada dalam keadaan majzum (مَجْزُومٌ). Tanda jazm yang paling umum adalah harakat sukun ( ْ ) di akhir kata kerja.
Perubahan ini terjadi jika Fi’il Mudhari’ didahului oleh salah satu huruf jawazim (الجَوَازِمُ) atau “penyebab jazm“. Berdasarkan materi ini, huruf-huruf tersebut dibagi menjadi dua kategori:
1. Yang Men-jazm-kan SATU Fi’il
Huruf ini hanya memengaruhi satu kata kerja setelahnya.
لَمْ (lam): Berfungsi untuk menafikan (menidakkan) suatu perbuatan di masa lampau. Contoh: يَحْفَظُ menjadi لَمْ يَحْفَظْ (dia tidak menghafal).
لَا النَّاهِيَةُ (la an-nahiyah): Berfungsi untuk melarang seseorang melakukan sesuatu. Contoh: تَأْكُلُ menjadi لَا تَأْكُلْ (jangan makan).
2. Yang Men-jazm-kan DUA Fi’il
Huruf ini memengaruhi dua kata kerja dalam satu kalimat syarat (sebab-akibat).
إِنْ (in): Berfungsi sebagai huruf syarat (“jika”). Ia men-jazm-kan fi’il pertama (fi’il syarat) dan fi’il kedua (jawab syarat).
Contoh: إِنْ تَجْلِسْ فِي مَجْرَى الْهَوَاءِ تَمْرَضْ (Jika kamu duduk di aliran udara, kamu akan sakit). Di sini, baik تَجْلِسْ maupun تَمْرَضْ keduanya menjadi majzum.
Kaidah Utama (القَوَاعِدُ)
Berikut adalah definisi formal untuk aturan ini sesuai teks:
14- يُجْزَمُ الْفِعْلُ الْمُضَارِعُ إِذَا سَبَقَهُ حَرْفٌ جَازِمٌ كَالْحُرُوفِ الْآتِيَةِ، وَهِيَ: لَمْ، وَلَا النَّاهِيَةُ، وَإِنْ.
Terjemah: Fi’il Mudhari’ menjadi majzum jika ia didahului oleh huruf jazm seperti huruf-huruf berikut: lam, la an-nahiyah, dan in.
15- لَمْ، وَلَا النَّاهِيَةُ تَجْزِمَانِ فِعْلًا مُضَارِعًا وَاحِدًا، وَالْحَرْفُ الْأَوَّلُ يَنْفِي حُصُولَ الْفِعْلِ فِي الْمَاضِي، وَالثَّانِي يَنْهَى عَنْ عَمَلِ الْفِعْلِ.
Terjemah: Lam dan la an-nahiyah men-jazm-kan satu fi’il mudhari’. Huruf pertama (lam) menafikan terjadinya perbuatan di masa lampau, dan yang kedua (la) melarang dilakukannya suatu perbuatan.
16- إِنْ، تَجْزِمُ فِعْلَيْنِ، وَتُفِيدُ أَنَّ حُصُولَ الْفِعْلِ الْأَوَّلِ شَرْطٌ فِي حُصُولِ الْفِعْلِ الثَّانِي.
Terjemah: In men-jazm-kan dua fi’il, dan menunjukkan bahwa terjadinya perbuatan pertama adalah syarat bagi terjadinya perbuatan kedua.



0 komentar:
Post a Comment