Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Isim Majrur (Jarrul Ismi)
Isim Majrur (Jarrul Ismi)
Selain dalam keadaan marfu’ (berakhiran dhammah) dan manshub (berakhiran fathah), sebuah isim (kata benda) juga bisa berada dalam keadaan majrur (مَجْرُورٌ). Tanda jarr yang paling umum adalah harakat kasrah ( ِ ) di akhir kata.
Penyebab utama sebuah isim menjadi majrur adalah karena ia didahului oleh salah satu partikel (huruf) yang disebut Huruf Jar (حُرُوفُ الْجَرِّ).
Huruf Jar yang dibahas dalam materi ini adalah:
مِنْ (min) – dari
إِلَى (ila) – ke
عَنْ (‘an) – dari / tentang
عَلَى (‘ala) – di atas
فِي (fi) – di dalam
بِـ (bi) – dengan
لِـ (li) – untuk / milik
Contoh: Pada kalimat نَزَلَ الْمَطَرُ مِنَ السَّمَاءِ, kata السَّمَاءِ menjadi majrur (berharakat akhir kasrah) karena didahului oleh huruf jar مِنْ.
Kaidah Utama (القَوَاعِدُ)
Berikut adalah definisi formal untuk aturan ini sesuai teks:
22- يُجَرُّ الِاسْمُ إِذَا سَبَقَهُ حَرْفٌ مِنْ حُرُوفِ الْجَرِّ الْآتِيَةِ وَهِيَ: مِنْ، وَإِلَى، وَعَنْ، وَعَلَى، وَفِي، وَالْبَاءُ، وَاللَّامُ.
Terjemah: Sebuah isim menjadi majrur jika ia didahului oleh salah satu dari huruf-huruf jar berikut, yaitu: min, ila, ‘an, ‘ala, fi, al-ba’, dan al-lam.



0 komentar:
Post a Comment