Ringkasan Kitab An-Naḥwu al-Wadih vol. 01 (Ibtidaʾiyyah) - Kana dan Saudara-saudaranya (كَانَ وَأَخَوَاتُهَا)
Kana dan Saudara-saudaranya (كَانَ وَأَخَوَاتُهَا)
Kana dan saudara-saudaranya adalah sekelompok kata kerja (fi’il) khusus yang masuk ke dalam kalimat Jumlah Ismiyyah (yang tersusun dari Mubtada’ dan Khabar) dan mengubah status tata bahasanya (i’rab).
Fungsi utamanya adalah sebagai berikut:
Mubtada’: Tetap dalam keadaan marfu’ (tanda akhirnya dhammah), namun namanya berubah menjadi Isim Kana (اِسْمُ كَانَ).
Khabar: Berubah menjadi manshub (tanda akhirnya fathah), dan namanya berubah menjadi Khabar Kana (خَبَرُ كَانَ).
Perhatikan perubahan pada contoh berikut:
Sebelum: الْبَيْتُ نَظِيفٌ (Rumah itu bersih.) → Keduanya marfu’.
Sesudah: كَانَ الْبَيْتُ نَظِيفًا (Dahulu rumah itu bersih.) → الْبَيْتُ tetap marfu’, sedangkan نَظِيفًا menjadi manshub.
Saudara-saudara Kana yang dibahas dalam materi ini adalah:
صَارَ (menjadi), لَيْسَ (bukan/tidak), أَصْبَحَ (menjadi di waktu pagi), أَمْسَى (menjadi di waktu sore), أَضْحَى (menjadi di waktu dhuha), ظَلَّ (tetap/senantiasa di waktu siang), بَاتَ (melalui/berada di waktu malam).
Kaidah Utama (القَوَاعِدُ)
Berikut adalah definisi formal untuk aturan ini sesuai teks:
18- تَدْخُلُ كَانَ عَلَى الْمُبْتَدَأِ وَالْخَبَرِ، فَتَرْفَعُ الْأَوَّلَ وَيُسَمَّى اسْمُهَا وَتَنْصِبُ الثَّانِيَ وَيُسَمَّى خَبَرُهَا.
Terjemah: Kana masuk ke dalam susunan Mubtada’ dan Khabar, lalu ia me-rafa’-kan yang pertama (dan dinamakan Isim-nya) dan men-nashab-kan yang kedua (dan dinamakan Khabar-nya).
19- مِثْلُ كَانَ فِيمَا تَقَدَّمَ صَارَ، وَلَيْسَ، وَأَصْبَحَ، وَأَمْسَى، وَأَضْحَى، وَظَلَّ، وَبَاتَ، وَتُسَمَّى هَذِهِ الْأَفْعَالُ أَخَوَاتِ كَانَ.
Terjemah: Seperti Kana dalam aturan tersebut adalah shaara, laisa, ashbaha, amsaa, adhaa, zhalla, dan baata, dan fi’il-fi’il ini dinamakan saudara-saudara Kana.
20- لِكُلِّ فِعْلٍ مِنْ هَذِهِ الْأَفْعَالِ مُضَارِعٌ وَأَمْرٌ يَعْمَلَانِ عَمَلَ الْمَاضِي إِلَّا “لَيْسَ” فَلَا يَأْتِي مِنْهَا مُضَارِعٌ وَلَا أَمْرٌ.
Terjemah: Setiap fi’il dari fi’il-fi’il ini memiliki bentuk mudhari’ dan amr yang berfungsi sama seperti bentuk madhi-nya, kecuali “laisa” yang tidak memiliki bentuk mudhari’ dan amr.



0 komentar:
Post a Comment